APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Still Love You

Still Love You

Yudis akhirnya menyerah setelah bertahun-tahun mendampingi Feli dalam suka dan duka tanpa kepastian. Namun, saat Feli mulai menyadari perasaannya dan ingin mengejar cinta Yudis, segalanya terlambat. Yudis telah dijodohkan oleh ibunya dengan seorang gadis bernama Sarah. Kini, Feli harus berjuang di tengah situasi rumit tersebut. Akankah Feli berhasil merebut kembali hati Yudis, atau justru Yudis akan memilih menjalani masa depan bersama Sarah?
Bab
Bagikan

Bab 1

Beberapa tahun berlalu setelah Feli dan Yudis lulus sekolah menengah atas. Dan lulus universitas pula di sebuah universitas ternama di Indonesia.

Selama itu pula dengan setianya Yudis, selalu menemani Feli. Kemanapun dia berada, sampai saat ini pula balasan cinta Yudis belum terjawab oleh Feli. Yah masih bertepuk sebelah tangan, hanya dia yang berjuang sedangkan Feli tidak.

Memikirkan itu membuat Yudis, dilanda sebuah dilema dia ingin kejelasan hubungannya dengan Feli. 

"Hari ini aku akan mengambil keputusan, tentang hubungan kita. Yang gak jelas ini Fel," gumam Yudis, menatap kosong ke depan.

Kemudian Yudis mengetik sebuah pesan untuk Feli, dan setelah mendapatkan balasan Yudis menyimpan ponsel pintarnya, lalu melanjutkan pekerjaannya di perusahaan sang ayah Mike. Ya setelah lulus dari bangku kuliah Yudis  langsung menduduki kursi wakil CEO, sang ayah ingin terlebih dulu Yudis belajar sebelum dia menjadi CEO menggantikan dirinya.

Sedangkan Feli, dia bekerja sebagai sekretarisnya Gemy. Setelah masa lalu yang diceritakan oleh Gemy membuat Feli dan Gemy menjadi dekat. Membuat hubungan adik kakak mereka  sangat erat, membuat siapa saja bisa menyangka jika Feli dan Gemy pasangan. Begitu pun Feli dan Gemy mereka langsung bekerja di perusahaan keluarga yang digabung jadi satu. Keluarga Gemy dan ayah Feli.

Awal nya Feli menolak jadi sekretaris Gemy. Namun, permintaan Anisa yang membuat Feli menyetujui dirinya jadi sekretaris Gemy.

Flashback On

"Hah!! No, aku gak mau ya. Nis, aku gak mau jadi sekretarisnya si Gemy." Tolak Feli. Setelah Anisa menceritakan alasan kenapa dia yang harus jadi sekertaris Gemy.

"Pleas Feli, kamu kan bakal jadi ipar aku. Jadi aku mohon jadi sekretaris Gemy yah untuk sementara ini ko, yah." Pinta Anisa, membuat Feli menautkan kedua alisnya. Anisa terlalu berlebihan menurutnya, karena dia gak mau Gemy kecantol cewek lain.

"Huff, kenapa sih gak lo aja. Nis, kan lo tunangannya. Kenapa gak lo aja," kesal Feli cemberut.

"Kamu kan tau Fel, aku kerja di perusahaan lain. Dan belum selesai kontraknya, aku janji setelah aku selesai, aku bakal jadi sekretarisnya Gemy." Jelas Anisa. 

"Yah please," pinta Anisa lagi dengan wajah memelas.

"Ayolah Feli," rengek Anisa.

"Ya udah deh ahh, lo yah kalo bukan sahabat gue. Gue ogah nolongin lo," ucap Feli ketus, membuat Anisa tertawa.

"Kamu memang ipar yang baik." Anisa mencubit pipi chubby Feli, membuat Feli memutar bola mata malas, dan mengusap pipinya.

"Dasar lo nyebelin Nis, ini sih kaya gue. Jagain jodoh lo," gerutu Feli.

Ucapan Feli membuat Anisa terkekeh, mereka pun melanjutkan acara gosip mereka.

Flashback off

Tak terasa waktu sudah menunjukan jam pulang kerja, Feli bersiap-siap untuk pulang setelah menanyakan apa Gemy akan pulang langsung atau tidak?

"Gem, lo mau langsung pulang ?atau gimana?" tanya Feli, pada Gemy yang sedang membereskan berkas-berkas di meja.

"Gue mau jemput Anisa, lo pulang aja bentar lagi gue keluar ko." Jawab Gemy, dan Feli mengangguk.

"Ya udah kalo gitu, gue pulang duluan yah, bye." Pamit Feli pada Gemy, dan keluar dari ruangan Gemy. Dan menekan lift menuju lantai satu. Feli akan langsung ke tempat biasa dia dan Yudis bertemu.

Saat masuk mobil, Feli mengirim pesan pada Yudis bahwa dia sedang berada dalam perjalanan. Feli melaju meninggalkan halaman kantor di dalam perjalanan, Feli ditemani oleh musik yang di putar di mobil nya lewat bluetooth.

Berpuluh menit kemudian, Feli sudah sampai dan memarkirkan mobilnya, kemudian turun dan berjalan ke arah taman. Taman yang sering di datangi oleh Yudis dan Feli di akhir pekan.

Feli duduk di tempat biasa sambil memandangi anak-anak yang tengah bermain sore. Feli tersenyum membayangkan dirinya memiliki anak kecil yang berlari dan memanggilnya Mommy.

Tak lama Yudis pun datang, dan menyapa Feli.

"Sudah lama?" tanya Yudis.

"Belum," jawab Feli sambil tersenyum manis, senyum yang selalu meluluhkan hati Yudis.

Hingga beberapa menit mereka hanya diam, menatap lurus ke depan. 

"Tumben ngajak ketemuan, ada apa?" tanya Feli membuka suara terlebih dulu. Feli sudah berubah tak pernah berbicara ketus pada Yudis.

Yudis tak menjawab, dia menoleh mengamati wajah cantik yang sudah menghiasi hari-harinya untuk yang terakhir kali. Karena tak ada jawaban dari Yudis Feli menoleh dan tatapan mereka beradu, mereka saling tatap sampai Yudis memutuskan pandangannya terlebih dulu.

"Fel, bagaimana jawabanmu? Apa masih belum bisa ngasih, jawaban juga?" tanya Yudis.

"Maksudnya, bagaimana?" Feli bertanya pada Yudis dengan heran, membuat Yudis menghela napas secara kasar dia bosan, sangat bosan Feli selalu begitu pura-pura tidak tahu.

"Jangan pura-pura tidak tau, dan tidak mengerti Feli." Desis Yudis mencoba mengontrol emosinya.

"Yudis aku..." Feli tidak bisa meneruskan kata-katanya, karena Yudis memotongnya sebelum Feli berbicara.

"Baiklah, jika kamu tidak mengerti dan terus saja berpura-pura. Aku akan jelaskan bagaimana kelanjutan hubungan, kita? Apa kamu tidak akan membalas pernyataan, cintaku? Apa kamu akan tetap menggantung hubungan kita ini, Feli? Apa kamu tidak akan memberi kepastian, padaku?" tanya Yudis panjang lebar, dengan suara yang dingin. Suara yang untuk pertama kali Feli dengar.

Feli hanya diam, mendengar perkataan Yudis. Dia tidak menjawab.

"Dan seperti biasa kamu hanya bisa diam, atau mengalihkan pembicaraan ke topik lain." Yudis berucap dengan ketus, menahan emosi.

"Yudis aku..." Feli sampai sekarang masih bingung, dengan hatinya. Setiap hari Yudis selalu bersama dengannya walau Feli tidak memberi kepastian.

"Sudah cukup Feli, aku tau jawaban kamu. Dan mulai sekarang aku menyerah memperjuangkan cintamu, aku lelah berjuang sendiri, sementara kamu tidak pernah berusaha untuk mencintaiku. Kamu tidak bisa move on dari masa lalu mu," ujar Yudis, Yudis berdiri di hadapan Feli.

"Aku pergi Feli, jangan pernah mencariku atau menghubungiku lagi. Semoga kamu, bahagia Feli." Yudis mengusap pipi Feli, untuk terakhir kalinya.

Setelah mengatakan itu, Yudis pergi dari hadapan Feli sebelum Feli berbicara dan tanpa menoleh ke belakang.

Feli memejamkan matanya, dia menoleh ke belakang. Dan melihat Yudis sudah menjauh, kemudian Feli bangkit dari duduknya, berusaha mengejar Yudis. Dia tidak akan membiarkan, laki-laki sebaik Yudis pergi. Dia tidak akan, mengulangi kesalahan yang sama.

"Yudis, Yudis tunggu, Yudis jangan seperti ini. Jangan tinggalkan aku," teriak Feli.

Tapi sayang Yudis tetap tak menoleh ke belakang dia sudah benar-benar menyerah, memperjuangkan cintanya pada Feli. Tapi Feli seperti mempermainkannya.

Di dalam mobil, Yudis menghembuskan napasnya secara kasar, sampai kapan pun Yudis akan selalu mencintai Feli walau sekarang dia tidak akan menghubungi Feli lagi dan menemuinya. Yudis merogoh ponsel di dalam saku celananya dan memblokir nomor Feli.

"Semuanya, sudah selesai Feli." Lirih Yudis menyeka air matanya.

Di Taman

Feli menangis sesegukan di bangku taman, dia tidak bisa mengejar Yudis dan tidak bisa menyakinkan hatinya.

Feli sadar sudah bertahun-tahun dia menggantungkan Yudis.

"Maafkan aku Yudis," gumam Feli.

Feli mencoba menghubungi Yudis.

"Kenapa tidak bisa?" tanyanya pada diri sendiri.

"Maafkan aku Yudis, maaf." Lirih Feli, menatap nanar wallpaper yang menampilkan fotonya dengan Yudis.

Entah mengapa perpisahan dengan Yudis lebih sakit, dibandingkan perpisahannya dengan Radit dulu.

Bersambung…

Maaf typo

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Sang CEO
8.8
Dahulu Adnan dicampakkan oleh kekasihnya karena kemiskinan yang ia derita. Wanita itu memilih pergi demi mengejar pria kaya. Sepuluh tahun berlalu, Adnan kembali dengan kekayaan melimpah untuk membalas rasa sakit hatinya. Namun, ia terkejut saat menemukan sang mantan kini justru menjadi wanita panggilan demi menyambung hidup. Rahasia apa yang sebenarnya tersembunyi? Akankah Adnan tetap menjalankan dendamnya saat melihat kondisi tragis wanita itu?
Sampul Novel Bos Setan Idaman
9.0
Kehidupan Dita berubah drastis setelah takdir mempertemukannya dengan Raga, sosok pria misterius yang ternyata merupakan jelmaan setan. Meski Raga dikenal sangat pendiam dan irit bicara, ia kerap menunjukkan sisi manis yang tak terduga kepada Dita. Ketegangan muncul saat sang bos tiba-tiba menyatakan perasaan cintanya secara terang-terangan. Dita yang terkejut menganggap pengakuan itu hanyalah bualan belaka, meski kini nasibnya terikat pada pria tersebut.
Sampul Novel Derita Gadis Ternoda
8.2
Ana adalah gadis polos yang malang. Hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil, yang membuatnya diusir sang ayah. Di Jakarta, ia bertemu Lukman yang baik hati, namun Ana justru mengalami penyiksaan kejam dari Juju, istri Lukman. Di tengah penderitaan dan benih cinta yang mulai dirasakan Lukman padanya, takdir membawa Ana bertemu kembali dengan sosok pria yang dulu menghancurkan kehormatannya. Akankah luka lama itu membelenggu hidupnya?
Sampul Novel DIKEJAR CINTA CEO PREMAN
8.8
Hubungan Khanza Azzahra dan Erlangga Yudistira kandas akibat penolakan ayah Zahra. Sosok Erlangga yang dianggap preman urakan dinilai tidak memiliki masa depan. Demi membuktikan ketulusannya, Erlangga pun kembali ke identitas aslinya dan bertransformasi menjadi CEO berwibawa. Namun, rintangan baru muncul saat Zahra justru dijodohkan dengan pria bernama Andi. Mampukah Erlangga meyakinkan ayah Zahra dan memperjuangkan kembali cinta mereka yang terpisah?
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Lisnawati, janda muda usia 16 tahun, kehilangan suaminya, Komar, akibat pembegalan tragis. Sebagai biduan dangdut keliling, pesona dan kecantikan Lisna memikat banyak pria hingga ia direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Di sana, ia menjadi primadona dan terlibat hubungan benci tapi cinta dengan Budi Hendrajit, pengusaha kaya yang kerap menghinanya. Meski Budi sangat terobsesi pada Lisna, rencana pernikahan mereka terhalang restu sang ibu yang menentang latar belakang Lisna.
Sampul Novel Penyesalan Ibu Mertua
9.5
Febri memberi Yusuf pilihan sulit antara dirinya atau sang ibu. Kehadiran Ibu Sella menjadi ancaman besar yang menghancurkan harmoni rumah tangga mereka, bahkan sampai memicu perceraian. Namun, takdir membawa mereka kembali bersama. Akankah Ibu Sella akhirnya menyadari beban tanggung jawab Yusuf sebagai suami? Ikuti perjuangan Febri menghadapi realitas pahit menjadi menantu di rumah keluarga suami dalam kisah penuh konflik emosional ini.