APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SUAMI GHAIB

SUAMI GHAIB

Kebiasaan buruk Sinta setiap malam memicu ketertarikan sesosok genderuwo. Saat Aldo bekerja di luar kota, makhluk tersebut menyamar menjadi sang suami untuk menjebak Sinta dalam hubungan terlarang. Teror mulai menghantui kediaman mereka dengan berbagai kejadian ganjil yang mengancam keselamatan keluarga. Sinta kini terjebak dalam dilema antara kenyataan dan tipu daya mistis. Mampukah mereka lepas dari jerat gaib ini, ataukah Sinta akan kian tenggelam dalam kegelapan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Hutan di sini masih asri dan banyak binatang buas apabila masuk lebih dalam. Warga di desa curuk ayu biasa pergi ke hutan hanya untuk mencari kayu bakar dan mencari tanaman yang bisa dimakan serta menjerat ayam hutan.

Aldo mencari Sinta di hutan yang berada di dekat pohon besar. Di sana, mereka biasa menjerat ayam hutan yang memang banyak hidup di sekitaran kayu besar tersebut.

Tak biasanya Sinta ke hutan sendirian, biasanya ia selalu pergi bersama Aldo. Sinta termasuk perempuan penakut, lihat ulat bulu dan memegang ayam pun tak berani.

"Pak, lihat istriku tidak?" Aldo bertanya pada lelaki tua yang tengah memotong kayu tumbang untuk di jadikan kayu bakar.

Lelaki itu berhenti mengayunkan kapak, berdiri tegap dan menoleh ke arah Aldo. "Tadi lewat sini, Do! Mungkin di dekat kayu besar sana." Setelah memberitahu kepada Aldo, lelaki itu kembali membungkuk dan mengayunkan kapak itu kembali.

Aldo kembali berjalan menyusuri jalan setapak, di sisi kiri dan kanan banyak tumbuhan liar dan juga semak belukar yang banyak duri-duri tajam.

Aldo sesekali menguap dengan lebar, rencananya ingin tidur nyenyak jadi terhambat. Sembari terus berjalan, Aldo mengeluarkan ponsel jadul miliknya. Terpampang di layar ponsel kecil itu, waktu sudah menunjukan pukul delapan pagi.

Aldo gegas mempercepat langkah kakinya menuju pohon besar yang sudah nampak di depan mata. Dirinya ingin cepat-cepat mengajak sang istri pulang dan ia bisa segera beristirahat.

"Dek! Kamu di mana!?"

Aldo terus mencari dan menyusuri area sekitar pohon besar. Lama mencari dan terus berteriak memanggil nama sang istri, namun tak ada tanda-tanda bahwa istrinya itu ada di sini. Aldo semakin khawatir takut terjadi sesuatu pada Sinta.

Krosek... Krosek... Krosek...

Aldo kembali ke tempat semula saat mendengar suara seseorang. Namun, ternyata itu bukan istrinya, melainkan warga desa yang tengah memasang jeratan.

"Lagi ngapain, Do? Cari kayu bakar?" Laki-laki bertubuh jangkung itu bertanya tanpa menoleh ke arah Aldo.

"Enggak Mas. Ini lagi cari istriku. Katanya dia masuk hutan sendirian. Tapi, aku cari-cari tak ketemu." Aldo berjalan mendekat dan duduk di samping laki-laki tersebut karena kelelahan berjalan ke sana ke mari.

Laki-laki itu menoleh, lalu menatap Aldo. "Sampai tahun depan pun tidak akan ketemu, Do! Sinta ada di rumah, tadi aku melihatnya tengah menjemur pakaian."

Aldo sangat terkejut mendengar penuturan tetangganya itu. "Yang benar Mas? Tadi kata orang-orang yang ada di kebun, istriku jalan masuk hutan loh!" sahut Aldo tak percaya.

"Dibilangin ngeyel! Kamu pulang saja dan lihat di rumah."

Tanpa basa-basi Aldo berdiri dan segera meninggalkan hutan ini. Bagaimana mungkin istrinya sudah ada di rumah? Jalan untuk masuk hutan hanya lewat kebun Mak Siti. Karena jalan lainnya pasti banyak semak belukar dengan duri-duri tajam.

Sesampainya di depan rumah, Aldo segera masuk dan mencari keberadaan istrinya. Di ruang tamu, dapur dan samping rumah pun tidak ada. Aldo lantas menuju kamar. Saat pintu terbuka, betapa terkejutnya dia. Sinta tengah tiduran di atas ranjang.

"Kamu dari mana, Mas?" Melihat Aldo masuk, Sinta segera duduk dan mengikat rambutnya.

Aldo duduk di tepi ranjang, menatap istrinya dari atas sampai bawah. "Seharusnya Mas yang tanya begitu. Kamu dari mana saja? Mas cari-cari di hutan tak taunya kamu sudah ada di rumah."

Sinta terkekeh pelan, "Ngapain cari di hutan, Mas? Sinta saja di rumah terus dari tadi pagi."

"Ha?" Aldo melongo mendengar jawaban Sinta. "Kamu jangan bercanda ya, Dek! Bukannya kamu pergi ke kebun Mak Siti untuk mengambil sayur? Dan kata Mak Siti, kamu masuk ke hutan."

Sinta lagi-lagi tertawa mendengar ucapan Aldo "Jangan ngawur deh, Mas. Aku ambil sayur setelah itu langsung pulang. Kalau tidak percaya lihat saja di dapur, sawi nya sudah aku tumis dan aku juga baru selesai mencuci pakaian seragam anak-anak."

Aldo tak membantah lagi, sebab memang ada baju di jemuran. Dirinya membaringkan tubuhnya dan memijat keningnya yang terasa pusing dengan kejadian janggal ini.

"Omong-omong, ikan dari mana itu, Mas?"

"Hasil pancinganku dengan Ardi semalam, Dek."

"Berartti setelah aku tertidur di pelukan mu, ya?" Sinta pikir, Aldo berangkat pukul 03.30 setelah memberinya kepuasan. Namun, nyatanya Aldo berangkat pukul 01.30 dan baru pulang pukul 04.00

"Hmmm..." Aldo hanya bergumam pelan karena matanya sudah sangat mengantuk dan tubuhnya pun juga lelah.

***

***

"PERGI KAMU...!!!"

Aldo berteriak lantang, berjalan cepat dan menerjang sesosok mahluk bertubuh besar berwarna hitam yang sangat menyeramkan tengah menindih tubuh istrinya.

Napas Aldo memburu, dirinya mengumpulkan keberanian dan segera menendang mahluk itu sampai terguling dari atas tubuh Sinta.

"Dek! Bangun,.Dk! Pergi! Lari!"

Aldo terus berteriak berharap istrinya yang tengah terbaring dengan mata terpejam, bangun dan segera berlari.

Seberapa kuat Aldo berteriak, istrinya seolah tak mendengar. Saat sesosok mahluk hitam besar itu hendak mendekat, Aldo segera menerjang sembari berdoa meminta bantuan Tuhan yang Maha Kuasa.

"Allahu Akbar ... Allahu Akbar!!!"

Aldo mengangkat tubuh Sinta dan memeluknya erat. Mahluk itu menatap Aldo, matanya yang berwarna merah seperti mengeluarkan api. Mahluk itu membuka mulutnya lebar yang terdapat gigi runcing dengan darah yang menetes, belatung dan ular.

Aldo semakin mengeratkan pelukannya. Mulut itu semakin lebar dan semakin mendekat ke wajah Aldo.

"Aaarrrrhhgghhh....!!!"

"Bapak kenapa? Bangun,.Pak!" Guncangan yang begitu kuat membuat Aldo tersadar dan terbangun dari tidurnya. Aldo terduduk dengan napas yang masih memburu.

"Bapak kenapa teriak-teriak? Bapak mimpi buruk?" Rafa bertanya sembari mengelap kening bapaknya yang bercucuran keringat.

"Kalau mau tidur, baca doa dulu, Pak." sahut Sheila

"Kalian baru pulang? Ibu mu mana?" Masih dengan rasa takutnya, Aldo mencoba menetralkan detak jantungnya. Mimpinya itu terasa sangat nyata.

"Kami baru saja pulang Pak. Ibu ada di rumah Mak Siti."

***

***

"Kamu kenapa sih, Mas? Dari tadi siang kelihatan lesu begitu, kamu sakit?"

Aldo menggeleng pelan. "Aku hanya kecapean saja, Dek."

Sinta ikut membaringkan badan dan memeluk suaminya dengan erat. Perlahan dua insan itu memejamkan mata dan terlelap.

....

Sheila terbangun tengah malam sebab ingin ke kamar mandi. Membangunkan sang kakak beberapa kali. Namun, Rafa tak kunjung bangun.

Sheila gegas ke kamar bapaknya yang berada tepat di sebelah kamarnya.

Perlahan, pintu yang tidak terkunci itu terbuka.

"Aaaaa...." Bocah perempuan itu menjerit histeris.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cute Little Wife
9.2
Setelah menghabiskan malam yang penuh gairah bersama, Timmy dan Li Xiao Ke secara mengejutkan mendapatkan kemampuan supranatural yang misterius. Perubahan drastis ini menjadi ujian besar bagi hubungan mereka di dunia modern. Apakah kekuatan baru tersebut akan mengikat hati mereka lebih erat, atau justru menjadi pemicu kehancuran cinta yang baru saja bersemi? Ikuti lika-liku asmara penuh keajaiban ini saat mereka berjuang menghadapi konsekuensi yang tidak terduga.
Sampul Novel Rahasia Kerajaan Terlarang: Petualangan Sensual di Dunia Fantasi
8.6
Aiden, seorang pemuda, tanpa sengaja menemukan pintu rahasia menuju kerajaan legendaris saat tersesat di hutan. Di sana, ia bertemu Elara, wanita penyihir yang kuat. Sambil mengungkap rahasia kelam dan ancaman kekuatan gelap di balik kemegahan istana, benih cinta dan hasrat sensual tumbuh di antara mereka. Meski terjebak intrik politik serta pengkhianatan, keduanya harus bersatu demi menyelamatkan kerajaan dan melindungi hubungan mereka dari kehancuran total.
Sampul Novel Geger di Bhumi Manggala
8.2
Suara tangis Tadah Asih memecah kesunyian di bawah langit Kilen yang semerah darah. Seorang petapa waskita menangkap pertanda buruk tentang masa kelam yang akan melanda Bhumi Manggala. Di sisi lain, sebuah kerajaan berduka atas gugurnya sosok bangsawan mulia hingga memicu aksi bela pati para prajuritnya. Di tengah kekacauan itu, seorang pemuda berdiri tegak dengan amarah membara. Ia melangkah pergi membawa dendam membara saat dunia di sekitarnya mulai runtuh.
Sampul Novel Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku
8.9
Kehancuran menyelimuti hatiku saat mengetahui Alpha Damian, pasanganku, menyembunyikan keluarga rahasia. Pengkhianatannya berujung maut; putraku tewas karena ketakutan melihat aksi bejatnya. Tak cukup membunuh anakku, Damian dan ibunya menyiksaku, membuang abu putraku, lalu membiarkanku mati di tangan Rogue. Aku berhasil selamat dari maut, namun alih-alih membalas dendam, aku memilih sihir terlarang untuk menghapus seluruh memori menyakitkan tentangnya.
Sampul Novel Kayungyun
8.0
Sejak kecil, tubuh Fatih menjadi wadah bagi entitas misterius yang disebut sebagai teman. Seiring bertambahnya usia, beban mistis ini kian tak terkendali hingga membuat hidupnya kewalahan. Kehadiran sosok-sosok tak kasat mata tersebut mulai meneror ketenangan Fatih dan mengancam keselamatan orang-orang di sekitarnya. Kini, ia harus menghadapi gangguan supranatural yang kian agresif dan merusak tatanan realitas di lingkungan terdekatnya secara perlahan.
Sampul Novel Kekasih Dari Dunia Lain
9.0
Pasca putus dari Kevin, Vania yang putus asa nyaris mengakhiri hidupnya di jembatan. Namun, Rangga hadir menyelamatkannya dan langsung menyatakan cinta. Meski bahagia, Vania tak tahu bahwa Rangga sebenarnya adalah hantu yang menyembunyikan identitas aslinya. Rahasia ini terbongkar saat Viola mengungkap kebenaran di rumahnya. Kini Vania terjebak dalam dilema besar. Sanggupkah ia bertahan dengan kekasih beda dunia, ataukah ada pria lain yang hadir menggantikannya?