APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SUAMI KONTRAK

SUAMI KONTRAK

Mario Chandra, mantan selebriti fitness ternama, harus menelan pil pahit setelah dikhianati dan ditipu hingga jatuh miskin oleh mantan istrinya sendiri. Saat terdesak masalah ekonomi yang pelik, ia menerima tawaran tak terduga dari Tante Inez, seorang janda kaya raya yang merupakan klien VIP di tempat gym lamanya. Mario pun setuju menjalani pernikahan kontrak demi bertahan hidup. Akankah hubungan ini tetap formal atau justru memicu benih cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sekali lagi Mario memesan ojek online untuk menemui mantan istrinya di kantor pengacara Rinaldo Situmorang di tengah kota.

Setelah perjalanan 30 menit, Mario pun sampai di depan kantor pengacara itu. Dia mengucapkan terima kasih ke abang ojek lalu masuk ke gedung kantor bertingkat 5 yang tampak megah itu.

"Selamat siang, Mas. Ada yang bisa saya bantu?" sapa resepsionis di front office.

Mario pun berdiri di depan konter resepsionis lalu berkata, "Selamat siang, Mbak. Saya ada janji bertemu dengan Rosita. Apa dia ada di sini?"

Resepsionis itu pun melirik rekan di sebelahnya yang mengangguk penuh arti kepadanya. "Ohh ada, Mas. Mohon tunggu sebentar, saya panggilkan dulu di dalam. Silakan duduk dulu, Mas," ujar resepsionis itu dengan ramah.

Tak lama kemudian, Rosita keluar dari arah dalam kantor menuju ke tempat Mario duduk. Dia tersenyum manis pada Mario. Rosita tampak sangat seksi memakai cocktail dress hitam yang menampilkan lengan dan paha putih mulusnya, dia juga menenteng tas tangan brand ternama. Suara high heels yang dia pakai terdengar jelas mengetuk-ngetuk lantai ketika dia berjalan ke sofa tempat Mario duduk.

Dia menyibakkan rambut panjang lurusnya yang tergerai ke satu sisi seraya menatap Mario. "Ada perlu apa Mas, kok tumben nyari saya?" tanya Rosita dengan santai seolah tak merasa bersalah.

Mario menatap Rosita dengan ekpresi galau, antara ingin marah, sedih, dan putus asa. Dia pun berkata, "Ros, rumah, mobil, dan alat-alat gym milikku semua disita bank. Apa kamu tahu itu?"

Tanpa Mario duga, Rosita malah menertawakannya. "Ahahahaa ... ternyata disita hari ini ya?"

Mario sontak terkejut. "Kok kamu malah tertawa, Ros?!"

"Maaf ya, Mas. Uang pinjaman bank itu sudah Rosita pakai untuk kebutuhan sehari-hari. Biasalah kaum wanita 'kan kebutuhannya banyak," ucap Rosita dengan nada tak bersalah sambil tersenyum.

"Kebutuhan sehari-hari apa, Ros? Itu pinjaman hampir 2 milyar lho, kamu sudah gila?!" balas Mario seakan tak percaya dengan perkataan mantan istrinya itu. Rasanya dia ingin mengamuk.

Rosita pun menatap manikur kukunya yang runcing dengan cat kuku warna merah darah. "Banyaklah Mas, perawatan tubuh, beli tas, baju, arisan ... pokoknya banyaklah. Males, kalau mesti disebutin satu per satu!"

Mario menepuk jidatnya, semua asetnya dijaminkan ke bank hanya untuk digunakan berfoya-foya oleh mantan istrinya. Hatinya hancur sehancur masa depannya saat ini.

"Ros, apa kamu sudah gila? Hidupku hancur, Ros! Kamu bersenang-senang di atas penderitaanku ...," ujar Mario dengan lemas.

Mantan istrinya itu mendengus menatapnya dengan pandangan sinis. "Mas itu yang sadar diri! Berani nikahin aku, tapi uang belanja aja pelit. Wanita itu perlu duit buat merawat diri dan juga berdandan. Katanya istri celebrity fitness, masa kumal. Malu lah ya ...."

"Astaga Ros, aku gak pernah menyangka kalau kamu sematerialistis ini. Apa selama dua tahun kita menikah, kamu nggak pernah mencintaiku?" tanya Mario dengan keheranan seolah dia tidak mengenali mantan istrinya itu. Perempuan yang sudah berbagi suka duka selama bertahun-tahun sejak awal karirnya, bahkan berbagi ranjang selama hampir dua tahun belakangan ini bersamanya.

"CINTA?!" seru Rosita seraya berdecih. "Cinta itu apa, Mas? Nggak bisa bikin kenyang. Apalagi bikin cantik ...."

Mario pun menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Rasanya dia ingin menangis. Mantan istrinya sama sekali tidak merasa bersalah atau pun prihatin dengan keadaannya. Malah seolah menghakiminya. Perasaan cinta yang dulu pernah dia berikan kepada Rosita, ternyata tak ada harganya di mata mantan istrinya itu.

Dulu dia dipuja-puja setinggi langit, seingatnya Rosita selalu mengucapkan kata-kata cintanya saat mereka dulu berpacaran dan juga awal menikah. Sungguh berbeda dengan sekarang. Seperti tagline yang populer saat ini. "Ada uang, Abang kusayang, tak ada uang, Abang kutendang."

Mario pun teringat tujuan awalnya bertemu Rosita tadi. "Ros, rekening tabungan bersama yang dulu kita buat, masih ada kan?" tanya Mario penuh harap, itu uang yang dia sisihkan selama dia berkarir.

Rosita tertawa berderai, dia menatap Mario dengan heran. "Mas, rekening tabungan bersama yang mana? Itu sih sudah lama kosong rekeningnya."

Jawaban Rosita membuat Mario syok berat. Pasalnya, di rekening itu seharusnya ada beberapa ratus juta, hasil dari kontrak iklan dan endorse produk di medsos yang dia jalani selama ini.

"ROSITA, KAMU KETERLALUAN!" teriak Mario seraya berdiri menunjuk-nunjuk muka mantan istrinya itu, dia sudah tak sanggup menahan emosinya.

Rinaldo Situmorang pun bergegas mendekati Mario. "Mas, tolong jangan emosi!"

Rosita pun segera berdiri dan memeluk pinggang Rinaldo. "Bang Aldo, Ros, takut ... mantan suami Ros, ngamuk-ngamuk dari tadi," ucap Rosita sok imut dan dibuat-buat seolah dia ketakutan.

Melihat kemesraan mantan istrinya dengan pengacara perceraiannya itu, Mario pun terkejut. Apa mereka ada main di belakangnya?

"Bang Aldo, apa pacaran dengan Rosita?" cecar Mario dengan tak sabar.

Rinaldo pun menatap Mario dengan serius lalu menjawab, "Rosita sekarang adalah istriku, Mas. Kami sudah menikah setengah bulan yang lalu."

Jawaban Rinaldo sontak membuat Mario terkejut setengah mati. Ternyata tidak butuh waktu lama untuk mantan istrinya move on darinya.

Mario pun menghela nafas dengan berat. Betapa berat cobaan hidup yang harus dia alami. Sepertinya dia salah pilih istri dulu. Benar kata ibunya ketika dia meminta restu untuk menikah. Wanita yang cantik bukanlah jaminan kebahagiaan sebuah pernikahan. Sial betul nasibnya!

"Mas Mario, kalau sudah selesai ngobrolnya sama saya. Mendingan pulang aja ...," ucap Rosita dengan sinis sambil masih memeluk pinggang suami barunya.

"Oya, Bang Aldo, kita jadi pergi makan siang di Mal PS?" tanya Rosita lagi.

"Jadi dong, yuk berangkat sekarang aja, Ros," jawab Rinaldo dengan mesra.

"Pergi duluan ya, Mas Mario," pamit Rinaldo seraya tersenyum dengan ekspresi penuh kemenangan merangkul bahu Rosita berjalan menuju pintu keluar gedung kantornya.

Mario pun jatuh terduduk di sofa. Dunianya sudah hancur. Dia memegangi kepalanya dengan kedua tangannya seraya menatap lantai.

Bulir bening menetes melalui sudut matanya. Tak sanggup dia menahan kepedihan di hatinya.

Dulu dia dielu-elukan dan dipuja oleh jutaan wanita di negeri ini. Semua memujinya tampan, ganteng, seksi, hot, macho, dan entah apa lagi kata-kata pujian yang disematkan pada dirinya.

Saat ini dia bahkan tak mampu menatap cermin. Segalanya telah hilang dari dalam dirinya. Kepercayaan dirinya sudah habis, dia merasa harga dirinya telah diinjak-injak tanpa dapat melawan. Segala yang dia miliki lenyap tak bersisa. Dia sudah jadi gembel yang tak punya masa depan.

Seorang Mario Chandra bukan lagi celebrity fitness yang glamor dan menjadi pujaan para wanita. Dia bukan siapa-siapa lagi!

Akhirnya, Mario meninggalkan gedung kantor pengacara Rinaldo Situmorang dengan berjalan kaki. Dia tak tahu harus pergi kemana. Mario menyusuri trotoar hingga menemukan sebuah warung kaki lima. Dia pun masuk ke tenda lalu duduk di bangku kayu panjang yang ditaruh di depan gerobak warung.

"Pak, minta teh manis satu sama nasi sayurnya satu," pesan Mario yang sudah lemas karena belum makan seharian.

Setelah pesanannya datang, Mario pun segera menyantap makanan itu tanpa mengeluhkan tampilan dan rasa nasi sayur yang ala kadarnya itu. Dia perlu mengisi tenaganya, itu yang terpenting saat ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Boss Dingin
9.7
Zahra Aiza Naadhira sempat mengalami penolakan saat melamar di Perusahaan Haidar karena penampilannya yang berbusana Muslimah. Namun, sang bos akhirnya berubah pikiran karena melihat potensi besar Zahra untuk memajukan bisnisnya. Alvino Daffa Haidar, pemilik perusahaan terkaya di Indonesia, dikenal sangat dingin terhadap wanita. Menariknya, ayah Alvino ternyata menjalin kerja sama bisnis dengan ayah Zahra, yang menambah kerumitan hubungan mereka.
Sampul Novel Bukan Sugar Baby
8.8
Tachi Gumama, seorang mucikari, merasa terhina saat Padrone Ricco menolak tawaran pelacur andalannya. Padahal, Padrone dikenal sebagai miliarder Manhattan yang sangat setia kepada istrinya, mendiang Nyonya Deceduto Ricco. Penolakan ini memicu kecurigaan Tachi bahwa pria kaya tersebut sebenarnya menyembunyikan seorang gadis simpanan. Benarkah sosok suami sempurna ini memiliki rahasia gelap di balik kesetiaannya, ataukah tuduhan Tachi hanyalah sebuah kekeliruan?
Sampul Novel Harga Simpanan Sembilan Belas Tahunnya
9.7
Lima tahun menikah, aku mengira Christoper Wijaya telah berubah. Namun, saat ayahku butuh donor sumsum tulang, dia justru asyik bersama simpanan barunya, Iris, hingga ayahku wafat. Christoper berulang kali mengorbankanku demi melindungi gadis itu dalam berbagai insiden maut, bahkan mencuri warisanku untuknya. Saat aku memilih pergi dan menggugat cerai, dia yang tak tahu ayahku telah tiada justru mengirim pesan tentang donor baru. Pengkhianatannya sudah tak termaafkan.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Presdir Tampan
8.4
Kehidupan Niana Fradella berubah drastis setelah pertemuan tak terduga dengan pria yang menjadi jodoh sejatinya. Awalnya ia hanya berniat melarikan diri dari perjodohan paksa orang tuanya, namun takdir justru mempertemukannya dengan sosok yang jauh lebih sempurna. Meski kini ia menemukan cinta yang luar biasa, kebahagiaan Niana terancam sirna. Penyakit yang kian parah menggerogoti fisiknya, membuatnya ragu apakah ia mampu bertahan hidup lebih lama lagi.
Sampul Novel Kehadirannya Membuatku Tersiksa
9.8
Hidup Arlena berubah total pasca perjodohan mendadak dengan pria asing. Alih-alih pernikahan datar, suaminya justru sangat perhatian dan selalu hadir menuntaskan masalahnya secara misterius. Rahasia besar terungkap saat Arlena melihat siaran televisi tentang miliarder tampan yang sangat memuja istrinya. Arlena syok menyadari pria di layar adalah suaminya sendiri. Ternyata, di balik kesederhanaan mereka, tersimpan kekuasaan besar dan cinta tulus sang suami.
Sampul Novel Maduku Putri Konglomerat
9.4
Kehidupan yang serba kekurangan mendorong Hilman untuk mengkhianati janji suci pernikahannya. Demi mengejar harta dan kemewahan, ia nekat menikahi seorang wanita dari keluarga konglomerat di belakang istrinya. Kini, sang istri harus berjuang menghadapi kehancuran hati dan kepedihan mendalam akibat pengkhianatan lelaki yang sangat ia cintai itu. Sanggupkah ia bertahan saat suaminya lebih memilih kekayaan daripada kesetiaan mereka?