APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Pertama

Suami Pertama

Vania berduka atas kepergian Rangga, sementara putranya, Ryan, meyakini Rendy adalah ayahnya karena kemiripan fisik mereka. Empat puluh hari berselang, Vania pun menikahi Rendy meski memicu gunjingan warga. Namun, fakta kelam terungkap saat Rendy menyadari bahwa Kevin, pria yang terobsesi pada Vania, adalah pembunuh Rangga. Konflik memuncak saat Kevin mencoba mencelakai Rendy dan Vania, namun justru Viola yang tewas terkena peluru demi melindungi mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Beberapa hari sepeninggal Rangga

Jam menunjukkan pukul sebelas malam. Hujan deras yang mengguyur daerah Vania tinggal belum jua reda. Pun dengan air mata Vania yang terus saja mengalir. Tiada hari tanpa tangisan. Pertanyaan demi pertanyaan dari warga berhasil membuatnya ingat kepada Rangga, semakin membuat wanita itu bersedih.

Menatap salah satu foto yang berbingkai, Vania mengambil dan memeluk foto itu. Foto Rangga ketika menikah dengannya, mengenakan jas dan peci juga dasi.

“Mas Rangga, pasti sekarang kamu udah tenang di alam sana,” gumam Vania.

Memejamkan mata, Vania merasakan ada angin yang sangat dingin mengenai tubuh. Saat ia membuka matanya kembali, gorden kamar tersibak angin. Di balik gorden itu, Vania melihat ada bayangan seseorang entah siapa. Karena penasaran, ia memberanikan diri mendekati gorden.

Kriettt!

Gorden disingkapkan, tetapi Vania tidak menemukan siapapun. Hanya rintik hujan disertai kilatan petir yang menambah horor suasana. Bergegas Vania menutupnya kembali.

Baru saja ia akan berbalik, Vania dikejutkan dengan bayangan yang berpindah-pindah cepat di balik gorden. Saat ia akan mendekati, terdengar suara Ryan menangis. Gegas Vania keluar kamarnya, masuk ke kamar Ryan.

“Ryan? Ada apa, Sayang? Kok kamu nangis?” tanya Vania seraya memeluk putranya.

“Mama ... ada hantu,” rengek Ryan.

“Apa? Hantu? Mungkin kamu berhalusinasi, Ryan. Di sini nggak ada hantu.” Vania berusaha meyakinkan, walaupun dirinya juga merasa ketakutan setelah melihat bayang-bayang itu.

“Beneran, Ma. Tadi ada hantu di jendela itu.” Ryan menunjuk ke salah satu jendela kamarnya.

“Nggak ada apa-apa. Sudah, tidur. Sekarang udah malam. Ayok, Mama temenin,” ajak Vania.

Ryan pun menurut. Ia merebahkan tubuh mungilnya di atas ranjang, bersebelahan dengan sang mama. Vania memejamkan mata, tapi ia tak ingin tidur. Ditatapnya Ryan, bocah itu sudah terlelap, disambut dunia mimpi.

‘Kasihan kamu, Ryan. Sekecil ini kamu harus kehilangan Papa. Mama janji, akan berusaha membahagiakan kamu, Nak. Mama akan selalu memberikan yang terbaik buat kamu.’ Vania membatin.

Tak mau membuat Ryan bangun, ia berusaha menidurkan matanya. Belum berapa lama, terdengar suara ketukan pintu. Vania tak jadi tidur, ia malah bangun dan berjalan menuju pintu depan.

Perlahan, tangan mulusnya membuka pintu. Namun, nihil. Tidak ada seorang pun di luar. Menarik napas panjang, Vania memutuskan untuk masuk kembali ke dalam rumah.

Baru saja pintu ditutup, ia melihat ada bayangan orang di balik gorden, tak jauh dari sana. Ia berjalan mendekat dengan hati yang berdebar dan dikuasai rasa takut. Keringat dingin mengucur dari pelipisnya. Bulu kuduknya meremang.

Perlahan, Vania menyingkap gorden dan ...

“Aaaaa ...!” Vania menjerit histeris saat melihat sosok menyeramkan berdiri di depan kaca. Sosok laki-laki berpakaian kotor. Mukanya nyaris hancur dan dipenuhi darah.

Vania hendak melarikan diri, tetapi entah mengapa tubuhnya serasa kaku seketika. Ia tak bisa menggerakkan kakinya. Vania terus berteriak, berharap Ryan bangun dan membantunya. Namun, Ryan tidak mendengarnya. Ia malah semakin terlelap.

Vania memejamkan mata, ia merasakan hawa dingin menusuk kulit. Ia mendengar suara yang amat ia kenal, pelan, seperti orang berbisik. “Tolong aku!” bisiknya.

Sedetik kemudian, ia menoleh ke arah sosok tadi. Sosok menyeramkan itu masih berada di sana, belum berpindah. Vania melihat rembesan darah keluar dari kepala sosok itu. Ia pingsan di sana.

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukan pintu sukses membangunkan Vania dari pingsannya. Vania merasa heran, mengapa ia bisa tidur di lantai. Ia melirik jam dinding yang letaknya tak jauh dari dirinya, pukul dua belas malam tepat.

“Kenapa aku bisa tidur di sini? Sosok itu? Mungkin itu mimpi,” gumamnya.

Sebenarnya, Vania takut. Tapi, ia juga penasaran, siapa yang bertamu malam-malam ke rumahnya? Mungkinkah itu mertua, ipar, atau saudaranya Rangga?

Vania mencoba berpikiran positif. Ia berjalan pelan, kembali membukakan pintu depan. Berharap yang datang adalah keluarga suaminya. Saat dibuka, ia mendapati seseorang membelakanginya. Perlahan, Vania mendekati sosok laki-laki itu. Dari jarak dekat, Vania mendengar suara tangis memilukan.

Satu langkah, dua langkah, tiga langkah, tangan Vania menyentuh pundak sosok itu. Ia merasakan pundak si laki-laki itu dingin. Hati Vania semakin berdebar tak karuan. Ia merasa tidak tenang. Perlahan, sosok itu membalikkan badan ...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berpaling Darimu
8.2
Aris mencoba sabar menghadapi sikap dingin Bella di tengah hubungan rahasia mereka yang terhalang restu. Perseteruan abadi antar keluarga memaksa keduanya bersembunyi, namun Bella justru semakin abai. Di titik jenuhnya, Aris justru menemukan kehangatan dari sosok Ana. Perhatian tulus yang diberikan Ana perlahan mulai mengikis perasaan Aris pada Bella, hingga hatinya kini beralih sepenuhnya pada wanita lain yang lebih menghargai kehadirannya.
Sampul Novel Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu
8.1
Diana, seorang yatim piatu, berhasil menikahi pria paling berkuasa di kota meski tanpa landasan cinta. Setelah tiga tahun, kehamilannya justru disambut dengan surat perceraian karena kesalahpahaman tentang kesetiaan masing-masing. Saat Diana bersiap pergi, sang suami justru berubah pikiran dan menyatakan perasaan aslinya. Kini Diana terjebak dalam dilema antara benci dan kasih sayang. Haruskah ia bertahan demi masa depan anaknya atau pergi selamanya?
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu)
8.2
Queenza Mikayla Anya terjebak dalam pernikahan balas budi yang menghancurkan keceriaannya. Setiap hari ia harus menanggung luka fisik dan mental akibat kekerasan yang ia alami. Di tengah penderitaan tersebut, sebuah insiden tak terduga membawanya bermalam dengan sang kakak ipar. Benih cinta mulai tumbuh di antara mereka, memicu dilema besar bagi Queenza. Akankah ia tetap bertahan di pernikahan beracun ini atau memilih berpaling pada kakak iparnya yang selalu ada?
Sampul Novel Jangan Main Api Denganku, Mas
8.5
Lima tahun membina rumah tangga, aku percaya Mas Bambang adalah sosok suami setia. Namun, topeng itu kini hancur setelah perselingkuhannya terbongkar. Meski dikhianati, aku tak akan gegabah. Biarlah ia terus bersandiwara dalam kebohongannya, sementara aku menyusun rencana rapi untuk merebut segalanya. Aku akan bermain cantik hingga ia jatuh miskin dan memohon ampun. Pengkhianatan ini akan kubalas dengan penyesalan terdalam yang takkan pernah ia lupakan.
Sampul Novel Little Brother
8.6
Irena menghadapi kenyataan pahit yang tidak pernah terlintas dalam benaknya sedikit pun. Hubungan persaudaraan yang seharusnya murni kini ternoda oleh sebuah rahasia gelap yang mengejutkan. Adik laki-lakinya sendiri ternyata telah lama menyembunyikan perasaan cinta terlarang yang melampaui batas wajar seorang saudara. Irena kini terjebak dalam dilema batin yang mendalam saat menyadari bahwa sosok yang ia sayangi memiliki obsesi romantis terhadap dirinya.
Sampul Novel MENGEJAR MIMPI KE NEGERI SAKURA
9.3
Aisyah Rana, gadis berdarah Jepang, tumbuh tanpa mengenal sosok ayahnya. Saat ia bertanya, Abah murka dan Ibu hanya menangis pilu. Luka hatinya kian dalam saat dicaci sebagai anak haram oleh teman sekolahnya. Dipicu amarah dan rasa penasaran, Rana bertekad kuliah di Jepang demi mencari kebenaran. Meski ditentang orang tuanya, ia tetap berjuang meraih haknya. Di sisi lain, seorang pemuda tulus diam-diam selalu melindungi dan menjaga hati Rana dalam diam.