APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Selingkuh CEO

Suami Selingkuh CEO

Menikah karena perjodohan orang tua dengan seorang dokter, aku berharap cinta akan tumbuh. Namun, malam pertama kami terasa hambar tanpa kelembutan. Luka muncul saat aku melihat foto wanita lain di ponselnya. Meski ia kejam dan mengabaikanku demi selingkuhannya, hatiku bodoh karena tetap mencintainya. Kini aku terjebak dalam dilema antara terus memaafkan pengkhianatannya atau menyerah dan menuntut perceraian demi harga diriku yang kian hancur.
Bab
Bagikan

Bab 3

Gereja dipenuhi gumaman dan aroma parfum. Rangkaian mawar putih yang besar menghiasi altar, dan jendela-jendela kaca patri memancarkan kilauan warna-warni ke arah para tamu. Udara beraroma bunga segar bercampur dupa.

Pendeta menatap mereka dengan serius: Sebastián dan Valentina berdiri di depan altar.

Jantung Sebastián berdebar kencang di dadanya. Ketika ia mendengar pertanyaan: "Maukah kau menerima wanita ini sebagai istri sahmu?" waktu berhenti. Ia tak tahu harus berbuat apa: ia mengusap dahinya untuk menyeka keringat, lalu menggosokkan kedua tangannya ke celana. Gelisah, ia memalingkan muka, tak ingin melihat wajah siapa pun, hanya melawan dirinya sendiri. Melihat ia tak mampu mengucapkan kata-kata yang ditunggu-tunggu semua orang, Valentina menjadi gugup.

Pengantin pria melihat Camila dalam benaknya. Ia teringat tangan dingin Camila di penghujung shift, cara Camila diam-diam mencari tatapannya, rasa terlarang berubah menjadi hasrat. Jiwanya menjerit menginginkannya. Valentina, di sisi lain, memucat. Ia memperhatikan ekspresi Sebastián yang jauh, tatapannya yang kosong, dan meskipun ia tidak mengerti, ia merasa bahwa bukan kebahagiaan yang memenuhi dirinya.

Kali ini, dengan nada yang lebih lembut, mereka mengulangi pertanyaan itu. "Apakah Anda menerima wanita ini sebagai istri sah Anda?"

Kini, suaranya... suaranya patuh.

"Ya, saya bersedia," ujarnya dengan bibir kering.

Tepuk tangan meriah di gereja. Para tamu berdiri, tersenyum, merayakan pernikahan mereka. Sang pengantin wanita tersenyum lega, dan untuk pertama kalinya sepanjang pagi, matanya benar-benar bersinar.

Kontrasnya tampak jelas: ia memancarkan kebahagiaan, sementara sang pengantin pria memancarkan kekosongan.

Para hadirin-kebanyakan dokter dan kolega keduanya-berkelompok dalam lingkaran-lingkaran kecil, mengomentari upacara tersebut dan, seperti biasa, tentang kasus-kasus klinis dan operasi-operasi yang baru saja dilakukan. Semua orang menghormati kedua mempelai, terutama Valentina, yang prestise sosialnya tumbuh seiring pernikahan ini; Kini saya adalah Nyonya Herrera.

***

Aku tiba saat hari sudah larut. Aku ingat segalanya; bayangan-bayangan itu datang di luar waktu.

Mobil berdecit saat mengerem di depan gereja. Aku berlari menembus hujan: seragam biruku melekat di tubuhku, masih berbau seperti rumah sakit, rambutku basah, dan riasanku luntur. Aku melintasi pintu masuk dengan jantung berdebar kencang, tersandung semua yang menghalangi jalanku, hanya untuk mendapati diriku berhadapan dengan pemandangan yang tak pernah ingin kulihat: mereka, berdiri, berpegangan tangan, menerima ucapan selamat dari semua orang.

Cincin itu berkilauan di jari Sebastián. Pria yang sama yang pernah mengatakan cinta padaku.

Aku merasa jiwaku terbelah dua. Air mata mengalir tak terkendali, bercampur dengan air hujan; aku basah kuyup. Aku mencengkeram kunci di dadaku, berusaha menahan rasa sakit yang terlalu hebat untuk ditahan.

Dia mendongak, dan sesaat, mata kami bertemu. Tapi itu tak penting lagi. Keputusan telah dibuat. Masa depan, tersegel. Aku telah kehilangannya...

Akulah hantu yang datang terlambat. Dia, istri yang sempurna. Dan dia... pria yang telah berkata "ya" dengan bibirnya, sambil mungkin mengingatku di dalam hatinya.

Tak seorang pun menyadari kedatanganku. Tak seorang pun melihatku. Baik dokter, keluarga, maupun dirinya. Seolah aku tak ada.

Saat pergi, aku tersandung salah satu buket bunga besar yang menghiasi pintu masuk. Kelopak bunga putihnya jatuh di kakiku, basah, remuk di tanah. Suara tawa dan tepuk tangan berpadu dengan deburan badai.

Lalu aku berlari, menangis di tengah hujan, memercikkan air mata di sepatu putihku, menuju Volkswagen Beetle tuaku. Aku memasukkan kunci ke lubang kunci dan memutarnya; semuanya terjadi begitu cepat hingga aku kesulitan mengingat detailnya. Mesin menderu dengan deru logam, dan aku merasa lega. Aku menyalakan mobil, meninggalkannya, melihatnya di kaca spion, dan mempercepat laju: aku tahu itu akan menjadi musik perpisahan kami.

Hari itu aku mengerti bahwa dalam kisah cinta, terkadang orang yang paling mencintai adalah orang yang tak pernah muncul dalam gambar.

***

Sekolah kedokteran adalah kemewahan yang hampir tidak mampu dibiayai keluarga Sebastián. Ayahnya, Ramón Herrera, bangun sebelum fajar untuk menyalakan oven roti, dan Isabel, ibunya, menghabiskan pagi harinya melayani pelanggan, berpura-pura tersenyum, meskipun bisnis semakin terpuruk setiap hari.

Usaha mereka belum cukup. Tagihan menumpuk, utang berlipat ganda, dan setiap semester kuliah terasa seperti tembok yang mustahil untuk dipanjat. Setiap kali Sebastián menyelesaikan satu semester, cobaan berat dimulai: berjuang mencari uang untuk biaya kuliah dan buku-buku mahal untuk sekolah kedokteran.

Suatu hari Minggu, setelah selesai misa, Isabel tak tahan lagi. Ia berjalan di samping Teresa, ibu Valentina, dan di sela-sela desahan dan doa rosario, ia melontarkan apa yang telah ia renungkan dalam hati selama berminggu-minggu:

"Aku tidak tahu bagaimana kita akan memastikan Sebastián menyelesaikan kuliahnya," akunya berbisik. "Kita masih punya waktu bertahun-tahun untuk membayar, dan kita tidak punya tempat untuk mendapatkan lebih banyak lagi." Matanya berkaca-kaca, dan ia berdoa agar temannya terpancing. "Hatiku hancur membayangkan dia harus berhenti kuliah; masalah ini membuatku terjaga di malam hari."

Teresa menatapnya dalam diam. Ia tahu apa artinya mengakhiri mimpi sebesar itu. Sore itu juga, di meja makan keluarga, ia berbicara dengan suaminya, Dr. Alejandro Rivas.

Valentina, yang sedang membolak-balik buku teks anatomi di ujung meja, menyela dengan tegas:

"Ayah, pinjamkan mereka uangnya. Aku ingin Sebastián menyelesaikan apa yang telah ia mulai."

Dr. Alejandro mengangkat alisnya.

"Uangnya banyak, Nak. Coba Ibu pikirkan. Ibu harus bicara dengan kakakmu dan menjelaskannya; dia yang mengurus pembukuan perusahaan."

Julio Rivas adalah CEO jaringan apotek keluarga FarmaHoy. Keras kepala dan teliti, ia tak pernah melewatkan satu pun. Manajemennya begitu sukses sehingga mereka berkembang dari satu apotek menjadi dua puluh cabang di seluruh negeri. Mereka bahkan punya tiga cabang di Margarita saja.

"Itu jelas tidak. Julio tidak boleh tahu, Alejandro. Kau tahu dia seperti apa..."

Alejandro menyilangkan tangannya.

"Kau urus saja. Jangan minta barang-barang yang tidak kumiliki. Putra kita yang membayar semuanya; aku bahkan tidak tahu berapa banyak uangku di bank; dia sudah lama mengelola rekeningnya."

"Jadi apa masalahnya?" jawabnya tanpa ragu. "Kita tidak boleh membiarkan hidupnya hancur. Kita harus menempatkan diri di posisi Señora Isabel. Jika dia bisa berkata begitu, itu karena mereka tidak bisa menemukan jalan keluar lain. Orang-orang malang itu pasti putus asa."

Alejandro melambaikan tangannya dan bangkit dari meja. Valentina menggigit kukunya ketika menyadari mereka tak bisa sepakat.

"Putuskan itu, karena itulah mengapa kau pemilik rumah dan sahabat Isabel. Lagipula, mereka anak-anaknya," katanya sambil melirik Valentina.

Pasangan Rivas menyerah. Mereka menyerahkan, tanpa saksi atau gembar-gembor, emas yang setara untuk menutupi sisa biaya kuliah. Sebuah tindakan diam-diam, disegel oleh tatapan mata kedua ibu yang terlibat. Sebastián tak pernah tahu. Julio pun tak pernah tahu. Hutang moral itu terkubur seperti rahasia tak terlihat yang, seiring waktu, akan berubah menjadi rantai.

***

Ikatan kedua keluarga semakin erat. Isabel menyambut Valentina ke rumahnya dengan penuh kasih sayang, memeluknya seperti seorang putri, dan mengulangi:

"Kau akan selalu punya rumah di sini. Kau gadis yang baik; kau tak tahu betapa aku berdoa kepada Tuhan agar suatu hari nanti putraku dan kau akan membentuk rumah tangga."

Valentina mempercayainya. Ibu dan ibu mertuanya selalu mengulanginya setiap kali mereka berkesempatan membahas hal itu.

Tak lama kemudian, Valentina lulus dan mulai bekerja di rumah sakit. Sebastián, di sisi lain, melanjutkan kuliah. Valentina selalu mengunjungi rumah itu, dan kini, semakin sering, ia merasa rumah itu seperti rumah keduanya. Dan sedikit demi sedikit, rasa cintanya terhadap Sebastián mulai tumbuh.

Seiring waktu, Isabel mulai mendesaknya. Saat berkunjung ke rumah keluarga Rivas, ia mengaku:

"Tadi malam, aku bermimpi kau menikahi putraku. Aku sangat bahagia, Valentina... Kau akan menjadi istri yang sempurna untuknya."

Valentina tersenyum malu-malu, meskipun ia tahu di balik mimpi itu tersimpan sesuatu yang lebih dalam: beban sebuah rahasia. Sebuah utang yang tak pernah lunas kepada orang tua mereka. Meskipun baik ia maupun Sebastián tidak tahu detailnya, ibu mereka telah merajut takdir untuk mereka berdua.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku bukan wanita penggoda
9.1
Anindya terpisah dari teman masa kecilnya, Yeja, setelah orang tuanya berdamai. Sembilan belas tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi rumit. Yeja kini menjadi calon suami Anindira, saudara kembar Anindya. Masalah muncul saat terungkap bahwa Yeja bersedia menikah hanya karena salah mengira Dira adalah teman kecilnya. Kini Anindya terjebak dilema: bungkam atau mengungkap kebenaran meski harus dibenci oleh kembarannya sendiri.
Sampul Novel CINTA ATAU BENCI
8.5
Akibat fitnah keji, Ella harus merasakan kekejaman Evan, pria yang sangat ia cintai. Ketidakpercayaan Evan dan penolakan keras dari keluarganya membuat hidup Ella hancur hingga berujung di penjara. Setelah bebas, takdir justru menyeretnya kembali ke pelukan Evan. Meski diselimuti ketakutan luar biasa, Ella seolah tak bisa menjauh dari pria itu. Di tengah siksaan yang terus berlanjut, Ella tidak menyadari bahwa Evan sebenarnya juga menyimpan rasa cinta.
Sampul Novel Dipaksa Menjadi Boneka Pribadi Sang Miliarder
8.0
Aluna bekerja keras di Hotel Aurelia demi biaya pengobatan adiknya. Namun, hidupnya hancur saat akun sistemnya dituduh membocorkan video rahasia Davin Elvard Renata dari Presidential Suite. Meski dijebak oleh rekan internal, miliarder itu tak peduli dan memaksa Aluna menjadi tawanan pribadinya sebagai bentuk tanggung jawab. Terjebak dalam konspirasi besar dan ancaman Davin, Aluna harus bertahan di tengah permainan kekuasaan yang penuh rahasia dan ketakutan.
Sampul Novel Diuber Janda
8.8
Amin adalah seorang montir yang memiliki obsesi besar untuk mendapatkan cinta dari seorang gadis perawan. Namun, kenyataan hidup justru membawa dirinya ke dalam situasi yang sangat tak terduga dan penuh komedi. Alih-alih berhasil mendekati gadis belia impiannya, Amin malah menjadi incaran para janda di sekitarnya. Mereka saling bersaing ketat demi menarik perhatiannya, membuat perjuangan asmara sang montir menjadi sangat rumit dan penuh rintangan.
Sampul Novel Enam Tahun Tanpa Malam Pertama
9.1
Terinspirasi dari kisah nyata, sebuah pernikahan yang telah berjalan selama enam tahun menyisakan sebuah tanda tanya besar. Meski status sudah bersuami, nyatanya sang istri masih tetap perawan hingga saat ini. Bagaimana mungkin hal tersebut terjadi dalam rumah tangga yang cukup lama? Jawabannya ada pada sang suami yang ternyata tidak mampu menyentuh istrinya. Ketidakmampuan ini membuat malam pertama yang seharusnya indah tak kunjung datang bagi mereka berdua.
Sampul Novel Istri yang ku sia-siakan ternyata kaya raya
9.5
Kebingungan melanda Arumi saat tak sengaja membaca pesan mertuanya di ponsel Akram. Elina, sang ibu mertua, memberikan ucapan selamat yang hangat atas kelahiran cucu pertama yang dianggapnya sangat cantik. Arumi merasa ada yang janggal karena anak mereka, Ayumi, seharusnya adalah cucu pertama di keluarga itu. Rahasia besar apa yang disembunyikan Akram darinya? Pesan misterius tersebut kini mengancam keutuhan rumah tangga mereka yang semula tenang.