APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Tampan Tetapi Pengangguran

Suami Tampan Tetapi Pengangguran

Azlan terpaksa angkat kaki dari rumah mertua akibat pengangguran dan pernikahan tanpa restu. Meski hanya berbekal uang 45 ribu rupiah, sang istri setia mendampinginya merantau ke Jakarta. Nasib Azlan berubah saat Agnes, pemilik agensi, menawarinya menjadi artis. Namun, kontrak tersebut mewajibkannya merahasiakan status pernikahan. Di tengah puncak ketenaran, mampukah cinta mereka bertahan saat kebohongan besar mulai menguji kesetiaan sang istri?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Sudah jangan banyak protes, suami pengangguran saja dibela terus!”

Mau tidak mau mereka menuruti permintaan Ibu, Azlan langsung ke kamar dan mengganti pakaiannya. Azlan mengenakan kaos putih polos dan celana denim pendek, begitu dia melihat ke cermin, Azlan terpesona dengan ketampanannya sendiri. Sontak Azlan pun langsung menyugar rambutnya ke belakang dan tersenyum sendiri di cermin.

“Hehehe, ternyata gue tampan sekali, pantas saja Nauma tergila-gila, menantu ganteng gini kok dihina? Harusnya bangga dong,” gumamnya sambil memegang dagu.

“Kang udah siap belum? Nanti keburu Ibu marah-marah lagi,” ucap Nauma yang sedang berdiri di ambang pintu kamar.

“Ganteng nggak Neng?”

“Ganteng banget Kang, dah yuk Kang berangkat, jangan ngaca terus, nanti kacanya jatuh cinta lagi sama Akang,” ledek Nauma.

“Bisa aja ngeledeknya Neng, yuk ah berangkat,” ajaknya sambil merangkul pundak Nauma. Dan melangkahkan kaki ke parkiran motor.

“Akang jangan ganteng-ganteng ya, di sini banyak janda kegatelan, nanti mereka naksir Akang lagi,” pinta Nauma.

Saat berada di atas motor Azlan menarik tangan Nauma dan melingkarkan tangannya di pinggang, “Gini loh Neng, dipeluk suaminya kalau di atas motor, biar mesra.”

“Ini sudah Kang, Neng jadi malu,” ucapnya. Azlan merasa kalau Nauma menyembunyikan wajahnya di punggung Azlan, Azlan hanya terkekeh dengan apa yang dilakukannya.

Dahulu mereka tidak mengenal yang namanya pacaran, begitu Azlan yakin, dia langsung melamarnya. Wajar kalau Nauma malu-malu seperti ini, dan Azlan senang melihat tingkahnya yang menggemaskan seperti.

“Jangan disembunyikan Neng, buat apa malu? Kita ‘kan sudah menikah, orang lain juga pasti memahaminya.”

“Malu tahu Kang, Akang mah iya nggak punya malu.”

Sekarang Nauma sudah mengangkat wajahnya, bahkan dagunya sudah ditopangkan di pundak Azlan. Meskipun lelah, Azlan tetap merasa bahagia jika melihat Nauma yang seperti ini.

“Pasarnya jauh banget ya Neng? Dari tadi nggak sampai-sampai.”

“Gimana mau sampai Kang? Akang saja bawa motornya Cuma dua puluh kilometer perjam, ngalah-ngalahin siput, dari tadi kita dibalap sama anak-anak yang bawa sepedah,” sewot Nauma.

Azlan tertawa, “Kan biar lama romantis-romantisannya Neng, kalau di rumah ‘kan diganggu Ibu terus.”

“Cepet atuh Kang bawanya, kalau kelamaan Ibu bisa marah,” pinta Nauma.

“Siap Neng, pegangan yang kencang ya.”

Karena Nauma yang meminta untuk mempercepat laju motor, maka Azlan melajukan motornya dengan kecepatan penuh. Tidak berselang lama mereka tiba di pasar yang padat pengunjung.

“Akang mau ikut masuk atau menunggu di sini?” tanya Nauma.

“Aku ikut ke dalam ya Neng? aku takut kamu digondol Kucing garong.”

“Memangnya aku Ikan asin, sampai digondol segala Kang? Akang ini ada-ada saja.”

“Bukannya gitu Neng, wajah istri Akang ini cantiknya nggak ada yang ngalahin, Akang takut kalau ada Kucing garong yang deketin Neng, hehehe,” kekeh Azlan sambil mengikuti langkahnya.

“Cantik-cantik juga sudah ada yang punya Kang, sudahlah Akang tunggu di sini saja, Neng hanya sebentar saja.”

“Yasudah kalau begitu, aku tunggu di kedai sana ya Neng,” balasnya sambil menunjuk kedai yang dimaksud,

Nauma masuk ke dalam pasar dengan keranjang belanjaannya, sedangkan Azlan lebih memilih kedai makanan untuk menunggunya. Azlan sudah lapar sekali, niat hati tadi ingin sarapan, malah disuruh kepasar.

“Bu, ada nasi uduknya nggak?” tanyanya kepada pedagang.

“Masih atuh kasep, mau berapa?”

“Satu aja Bu, makan di sini ya,” pintanya.

“Sepertinya kamu baru ini ke pasar ya? Ibu tidak pernah melihat kamu.”

“Sering kok Bu, di dalam mimpi, hehehe.”

“Lah, kamu malah becanda, kamu bukan orang sini ya?”

“Bukan Bu, kata orang saya berasal dari kahyangan, hehehe.”

“Benar juga sih, kamu tampan sekali, mau Ibu jodohkan sama anak Ibu nggak?”

“Anak Ibu cantik?” tanya Azlan.

Baru juga bertemu Ibu pedagang nasi sudah mau menjodohkan Azlan dengan anaknya. Wajah Azlan pasti mengundang banyak Ibu-Ibu yang menginginkannya untuk menjadi menantu mereka, mereka tidak tahu saja kalau Azlan pengangguran, kalau tahu, pasti mereka akan bersikap seperti Ibu mertuanya.

“Anak Ibu ganteng,” balas pedagang sambil tertawa.

“Astaga Ibu, bisa ngelawak juga, maaf Bu, saya tidak suka terong.”

“Becanda atuh, gitu aja serius, nih nasi uduk pesanan kamu,” ucap Ibu pedagang sambil memberikan sepiring nasi uduk pesanannya.

“Terima kasih cantik,” goda Azlan.

Ibu yang ada di hadapannya tersenyum malu saat Azlan memujinya. Sepertinya semua wanita sangat suka kalau dipanggil cantik oleh kaum pria, apalagi kalau pria itu setampan Azlan.

Azlan abaikan senyuman Ibu itu, lebih baik Azlan mengisi perutnya dengan nasi, agar dia memiliki tenaga lagi. Menunggu wanita berbelanja itu sangat membosankan, nasi uduk yang tadinya penuh kini sudah habis, kopi juga begitu, tapi tetap saja Nauma tidak kunjung kelihatan.

“Neng!....” Azlan terkejut dengan kehadiran Nauma di parkiran, sontak saja Azlan berlari menghampiri Nauma, ada rasa kesal dihati saat melihatnya dengan pria lain.

“Hei!... Bayar dulu!… Kamu belum bayar!….” Teriak Ibu pedagang nasi uduk.

“Haissh, kenapa bisa lupa? Aku harus cepat ini, kalau tidak pria itu pasti menggoda Nauma,” gerutunya. Azlan berjalan dengan cepat menuju kedai nasi tadi dan membayar makanannya. Setelah membayar makanannya Azlan langsung berlari menghampiri Nauma yang sadang digoda oleh pria yang tidak dikenal.

“Neng! kamu ngapain dekat-dekat sama dia?”

“Kenalin Kang, ini teman Neng waktu sekolah, namanya Aldo,” ucap Nauma memperkenalkan temannya.

“Sini keranjangnya.” Azlan rebut keranjang Nauma yang dibawakan oleh Aldo. Mau Aldo atau siapapun namanya Azlan tidak perduli. Azlan juga melihat aura permusuhan dari tatapan pria yang ada di hadapannya.

“Ini suami kamu, yang kata orang pengangguran itu? Lebih baik kamu menikah denganku saja dari pada menikah dengan pria yang tidak jelas seperti ini,” ucap Aldo dengan nada sombong.

“Siapa yang bilang gue pengangguran?"

“Lalu, lo punya pekerjaan? Apa?!”

“Lo nanya kerjaan gue apa? Gue asisten malaikat pencabut nyawa! Nyawa Lo mau gue anterin ke malaikat maut?!” Azlan tidak menerima penghinaan, apalagi dihadapan Nauma. Azlan langsung menggulung lengan bajunya, dan bersiap menghajar Aldo.

“Sudah Kang! Sudah! Dia hanya bercanda saja, ayo! Lebih baik kita pulang saja Kang,” ajak Nauma sambil menarik lengan Azlan.

“Kasian banget sih lo ditolak sama Nauma, muka jelek aja di banggain,” ucapnya kesal, Azlan masih saja memajukan tubuhnya meskipun sudah ditahan oleh Nauma, Azlan kesal sekali dengan pria yang ada di hadapannya.

“Sudah Kang! Aldo! Lebih baik kamu pergi saja, aku tidak mau ada keributan di sini,” ucap Nauma.

“Pria kasar seperti ini yang kamu pilih dan menolakku dulu? Aku yakin kalau hidup kamu akan berantakan jika bersama dia,” balas Aldo meremehkan Azlan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 MINGGU MENGEJAR CINTA
8.7
Rencana perjalanan bisnis Anya berubah kacau saat kendala teknis memperpanjang durasi kunjungannya menjadi tiga minggu. Situasi kian rumit ketika keponakan rekan bisnisnya melamar secara impulsif dan mengancam nyawanya setelah ditolak. Di tengah kekalutan, Anya bertemu Dastan, mantan teman sekelasnya yang datang membantu. Namun, ia mulai meragukan ketulusan Dastan. Apakah ini murni bantuan teman lama atau ada perasaan tersembunyi? Anya hanya punya waktu singkat untuk menuntaskan segalanya.
Sampul Novel Aku Istrimu, Bukan Pengganti Pengasuh Anakmu
8.6
Lima tahun menikah tanpa anak, Salma harus menelan pil pahit saat Rifky memilih berpoligami demi keturunan. Padahal, mereka telah berjuang keras menjalani pengobatan bersama hingga akhirnya Rifky dinyatakan sembuh. Ironisnya, pria itu justru menikahi wanita pilihan ibunya, bukan bertahan dengan Salma. Kini, Salma terjebak dalam dilema besar: bertahan dalam pernikahan yang terbagi atau memilih bercerai demi harga diri dan prinsip hidupnya.
Sampul Novel Bergairah Setelah Disakiti
9.1
Kisah drama rumah tangga ini membuktikan bahwa cinta tak selalu mampu mempertahankan ikatan pernikahan. Saat mahligai indah harus berakhir, perpisahan mungkin berdampak pada mental anak, namun terkadang menjadi solusi terbaik demi masa depan. Jangan biarkan kegagalan hubungan menghentikan langkah Anda. Anak bukanlah beban atau penghalang untuk tetap maju. Masih ada banyak peluang untuk bangkit dan mengejar kebahagiaan baru setelah disakiti oleh kenyataan pahit.
Sampul Novel Delapan Tahun Menjadi Istri Rahasia
8.0
Clara berharap kehamilannya mengakhiri rahasia pernikahan delapan tahunnya dengan David. Namun, penolakan keras David justru memicu konflik fisik yang fatal hingga Clara kehilangan salah satu janinnya. Sadar hanya menjadi pengganti, Clara yang semula lembut berubah dingin dan menuntut cerai. Kini, David harus menghadapi kehancuran rumah tangganya dan rasa bersalah mendalam saat melihat istrinya tak lagi peduli pada hubungan mereka yang penuh kepalsuan.
Sampul Novel Gairah Liar Pembantu Lugu
7.9
Pasca bercerai karena gairahnya tak terpenuhi, hidup Valdi terasa hampa. Di tengah kesendirian itu, muncul Mayang, gadis polos putri mendiang pembantunya. Valdi yang penuh tipu daya mulai memanfaatkan keluguan Mayang demi memuaskan hasrat terpendam yang selama ini menyiksa. Terjebak dalam manipulasi pria berpengalaman, Mayang yang masih hijau harus menghadapi permainan dewasa yang berbahaya. Mampukah ia bertahan atau justru terjerat selamanya dalam kendali Valdi?
Sampul Novel Istri Bayaran
9.5
Demi biaya kuliah dan pengobatan sang ayah, seorang gadis muda terpaksa bekerja sebagai teman kencan bayaran. Takdir membawanya bertemu seorang pria kaya berwajah dingin yang merupakan kakak dari kliennya. Terpikat sejak awal, sang tuan muda menawarkan pernikahan kontrak sebagai solusi finansialnya. Meski awalnya terpaksa, hubungan mereka penuh liku akibat campur tangan keluarga dan rahasia masa lalu. Akankah cinta sejati tumbuh sebelum masa kontrak mereka berakhir?