APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Tiga Bulan

Suami Tiga Bulan

Manda adalah direktur sukses yang terancam kehilangan jabatan jika tidak segera menikah dan memiliki anak di usia 35 tahun. Demi memenuhi tuntutan sang Oma, ia menawarkan kesepakatan gila kepada Adam, seorang sekuriti tampan yang terlilit utang. Manda berjanji melunasi seluruh beban finansial Adam, asalkan pria itu bersedia menikahinya selama tiga bulan dan berhasil membuatnya hamil. Akankah rencana nekat ini menyelamatkan karier dan masa depan Manda?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Oma sudah berulang kali bilang padamu kalau Oma menginginkan cicit. Umur Oma sudah tidak lama lagi. Setidaknya sebelum Oma meninggal, Oma ingin punya kesempatan melihat cicit dari cucu kesayangan Oma. Kalau kamu memberi Oma cicit, Oma berjanji tidak akan pernah mengganggu posisimu di kantor lagi.”

Perkataan Oma terus terngiang di telinga Manda, bahkan hingga acara keluarga selesai dan dia keluar dari rumah megah itu.

Manda menyandarkan dahinya di stir mobil. Apa yang harus dia lakukan? Dia bisa saja menyewa seorang pria untuk pura-pura dikenalkan pada Oma sebagai calon suaminya. Tapi tadi Oma sudah menegaskan bahwa pria yang kali ini haruslah pria yang akan dibawa serius ke jenjang pernikahan. Itu berarti Manda tidak bisa sembarang membawa orang. Harus seseorang yang pasti akan menikah dengannya. Tapi siapa?

Sebut saja Manda sebagai perawan tua yang cupu akan cinta, Manda tak akan tersinggung. Memang itulah faktanya. Dalam kurun waktu 35 tahun hidupnya, tak sekali pun Manda pernah berpacaran. Dia terlalu sibuk dengan pendidikannya, mengejar akselerasi, lulus lebih cepat, mendapat nilai terbaik, cum laude, summa cum laude, lalu jabatan di perusahaan keluarganya yang setahap demi setahap bisa diraihnya hingga akhirnya dia berada di posisi tertinggi. Tak ada waktu untuk cinta, fokus Manda hanya jabatan di perusahaan.

Tapi malah yang lucu, jabatannya terancam direnggut karena Manda tak punya cinta. Omanya ingin Manda punya cinta, secepatnya!

Manda mendengkus dengan kasar kemudian memilih turun dari mobilnya. Saat ini dia sedang berada di parkiran kantornya.

“Persetan dengan cinta dan jodoh, ada rapat yang harus segera kuhadiri,” gumam Manda sambil bergegas memasuki lobi. Tangannya mencari-cari ponsel di tasnya.

Karena terburu-buru, Manda tak sadar bahwa ada seseorang yang berdiri tegak di samping lift. Manda justru membenturnya, membuat tasnya jatuh ke lantai dan isinya berhamburan.

“Ouch!” erang Manda kesakitan. Padahal dia yang membentur, tapi malah dia yang merasa kesakitan. Dengan kesal Manda menatap pada sosok di depannya, yang ternyata adalah seorang petugas sekuriti berbadan tegap.

“Pantas saja aku merasa kesakitan,” batin Manda sambil menatap dada bidang si sekuriti yang tampak kokoh. Dari wajahnya yang asing, tampaknya dia adalah sekuriti baru.

“Maaf, Bu,” ucap sekuriti dengan name tag bertuliskan Adam Birendra.

Manda mengabaikan permintaan maaf itu, lebih memedulikan barang-barangnya yang berhamburan di lantai. Dia membungkuk untuk memungutnya satu per satu.

“Ini, Bu,” ucap sekuriti itu sambil menjulurkan lipstik bermerek milik Manda.

Dengan kasar Manda menyentaknya. Dia buru-buru bangkit lalu masuk ke dalam lift. Lift pun bergerak naik setelah Manda menyentuh angka 51, ruangan teratas di kantor ini yang biasa digunakan sebagai ruangan rapat.

Manda menghidupkan ponselnya untuk menghubungi Chelsea, asistennya.

“Siapkan berkas-berkas yang kemarin yang sudah disetor oleh tim Pemasaran. Jangan lupa draft finalnya juga. Oh iya, persiapkan jadwal saya untuk nanti sore. Pastikan Pak Gunawan akan hadir. Saya tidak mau buang-buang waktu kalau sesampainya di sana asistennya malah bilang mau reschedule. Dan—“

Pintu lift terbuka.

Manda mengerutkan dahi saat di hadapannya, tepat di luar pintu lift, dia melihat sekuriti yang ditabraknya tadi. Peluh tampak membanjiri keningnya, dan napasnya terengah-engah.

Manda bertanya-tanya apakah pria ini berlari lewat tangga darurat sampai ke sini? Dari lobi sampai lantai 51? Wah, benar-benar pria yang berstamina.

Manda buru-buru menepis pikirannya yang melantur.

“Ini dompet Ibu tadi terjatuh di lobi,” ucap Adam sambil menjulurkan dompet warna merah yang memang adalah milik Manda.

Sudut bibir Manda terangkat sedikit melihat betapa sigap kerja karyawannya. Dia pun meraih dompet di tangan Adam kemudian keluar dari lift.

“Ini untukmu,” ucap Manda sambil menjulurkan satu lembar uang seratusan.

Yang tak disangka, bukannya langsung menerima tip dari Manda, Adam malah mundur seraya menggerak-gerakkan tangannya. “Tidak usah, Bu,” ucapnya.

Manda menghela napas. Dasar sekuriti pintar. Dia pun mengeluarkan dua lembar uang warna merah lagi. “Kalau ini pasti cukup, kan?” ucapnya dengan angkuh.

Mata Adam membelalak. Tangannya bergerak-gerak semakin gusar. “Bukan begitu, Bu. Saya tidak minta tambahan tip. Sudah tugas saya mengembalikan dompet ini ke pemiliknya. Ingat, kan, saya adalah seorang sekuriti, saya bertugas mengamankan tempat ini.”

Manda mengerjap. Heran mendapati adegan yang langka ini. Biasanya karyawan-karyawan rendahan di kantor ini selalu antusias tiap Manda memberikan tip pada mereka. Manda tidak percaya seorang sekuriti menolak pemberian tipnya.

“Bu Manda? Rapatnya akan segera dimulai,” ucap asisten Manda yang berjalan dengan tergesa-gesa dari arah seberang.

“Oh, ya,” sahut Manda pada Chelsea. Lalu saat dia menoleh ke arah sekuriti tadi berdiri, dia mendapati bahwa pria itu sudah berbalik pergi ke arah pintu tangga darurat.

Jadi sekuriti itu benar-benar tidak minta imbalan jasa?

Sepanjang rapat, pikiran Manda terbagi antara urusan kantor dan juga bayangan sekuriti tadi. Apakah benar ada orang yang bisa tulus melakukan sesuatu? Sepanjang hidup Manda, dia sudah banyak berkenalan dengan orang. Teman-teman sekolahnya atau rekan bisnisnya, pun keluarganya, mereka hanya bersikap baik pada Manda apabila ada maunya. Kebaikan mereka tak pernah datang dengan cuma-cuma.

Setelah rapat selesai, Manda memanggil Chelsea.

“Ini laporan yang tadi Ibu minta. Untuk jadwal selanjutnya—“

“Saya ingin memberi tugas tambahan untukmu,” potong Manda pada sekretarisnya.

Chelsea pun mendongak dari tablet yang dia pegang. “Tugas apa, Bu?”

“Selidiki tentang sekuriti baru di lobi. Kalau tidak salah namanya Adam. Cari tahu tentang latar belakang dan kelemahannya.”

“Kelemahannya?” Chelsea mengerutkan dahi.

“Ya, kelemahannya. Sepertinya saya perlu memanfaatkan orang itu.”

***

Pukul sepuluh malam, saat seharusnya Adam pulang karena shift-nya sudah selesai, dia malah naik ke lantai 51, tempat tadi dia naik tangga dengan tergesa-gesa untuk menyusul sang direktur karena dompetnya yang ketinggalan.

Ya, Adam tahu bahwa perempuan kasar tadi adalah direktur perusahaan ini karena Adam sempat melihat kartu namanya saat membantu memilihkan barang-barang yang berceceran di lantai.

Adam tidak yakin apa alasannya dipanggil menghadap sang direktur. Apakah dirinya sudah membuat kesalahan? Sumpah demi Tuhan, Adam tidak mengambil satu peser pun uang dari dompet itu.

Diam-diam Adam merasa cemas dengan nasibnya. Apakah dia dipanggil untuk dipecat? Padahal Adam benar-benar butuh pekerjaan ini.

“Silakan masuk, Bu Manda sudah menunggu di dalam,” ucap seorang asisten yang bertugas di meja yang terletak di luar ruangan sang direktur.

Adam mengangguk. Dia mengetuk pintu sebelum masuk.

Di dalam sana, sang direktur tengah duduk di kursi kebesarannya, tampak fokus dengan berkas yang ada di hadapannya.

Adam bingung apakah harus berdeham untuk menarik perhatian sang Ibu Direktur, atau diam saja menunggu sampai sang Ibu Direktur menyadari sendiri keberadaannya?

“Adam Birendra?” ucap Manda tiba-tiba sambil menaikkan pandangannya.

Ditatap dengan sorotan amat tajam oleh atasannya itu membuat Adam tiba-tiba meneguk ludah.

“Saya tidak akan berbasa-basi, saya mau menawarkan kesepakatan. Kesepakatan yang amat menguntungkanmu, mengingat saya tahu kamu punya utang yang besar di bank. 100 juta, bukan?”

Adam terperangah. Bagaimana bisa atasannya ini tahu soal utangnya?

Tanpa memberi celah Adam bertanya, Manda melanjutkan, “Saya bisa melunasi utang yang ditinggalkan oleh orang tuamu itu sekarang juga, dengan syarat kamu mau menjadi suami saya selama tiga bulan. Cuma tiga bulan, tidak lebih tidak kurang. Dan selama kurun waktu itu, kamu sudah harus berhasil membuat saya hamil. Apa kamu bersedia?”

Bola mata Adam melebar, syok.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ciuman Sang Ular: Balas Dendam Seorang Istri
9.0
Dahulu, aku percaya pada cinta palsu keluarga Adhitama hingga mereka membiarkanku terpanggang api. Di saat terakhir, hanya paman dingin bernama Gilang yang rela mati demi melindungiku. Kini, takdir memberiku kesempatan kedua seminggu sebelum tragedi itu terjadi. Untuk menguasai warisan triliunan dan membalas dendam pada tiga kakak yang berkhianat, aku menolak menikahi mereka. Di depan pengacara, aku justru memilih Gilang sebagai suamiku. Permainan dimulai.
Sampul Novel Dendam Dalam Ikatan Suami Istri
9.5
Zara Liana Anastasya terpaksa menikahi Rafiq Arkan Devantara akibat manipulasi ayahnya demi kepentingan bisnis. Rafiq, yang menyimpan ambisi kelam, awalnya memperlakukan Zara dengan penuh kebencian dan kekejaman sebagai bagian dari rencana tersembunyinya. Namun, sikap Rafiq secara mengejutkan berubah menjadi sangat lembut dan perhatian. Di tengah misteri motif pernikahan ini, akankah hubungan mereka bertahan atau hancur saat rahasia dan dendam mulai terungkap?
Sampul Novel Get Pregnant Please!
8.3
Hidup Caca selalu dirundung nasib buruk hingga seorang peramal menyarankan agar ia segera memiliki anak demi mengubah takdirnya. Sayangnya, suami misterius yang menikahinya setahun lalu tak pernah menampakkan diri, meski ia hidup mewah di rumah elit. Menduga suaminya adalah pria tua yang buruk rupa, Caca nekat mencari pria idaman di klub malam untuk dihamili. Tak disangka, pria tampan yang menjadi targetnya justru adalah suaminya sendiri yang selama ini ia hindari.
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta Pada Sugar Daddy
8.6
Terdesak kebutuhan finansial, Anggita yang berusia 20 tahun nekat mendaftar di aplikasi Sugar Baby. Meski sempat diabaikan karena fisiknya, pengacara sukses bernama Devano Abimanyu justru tertarik padanya. Devano bersedia membiayai hidup Anggita dengan syarat ketat: dia memegang kendali penuh, menjanjikan kenikmatan luar biasa, dan melarang Anggita jatuh cinta. Akankah Anggita mampu bertahan tanpa melibatkan perasaan, atau justru terjebak dalam aturan yang sengaja dilanggar?
Sampul Novel Membangkitkan Kembali Cinta yang Kedaluwarsa
9.5
Tiga tahun Alicia menderita dalam pernikahan dingin bersama Erick Ellis. Saat harapan untuk dicintai muncul, ia justru mendapati Erick ingin kembali pada masa lalunya. Alicia pun memilih bercerai, namun Erick menolak melepaskannya. Kini, Alicia bangkit menjadi wanita sukses yang dikelilingi pengagum. Saat mereka bertemu kembali, kehadiran anak-anak di sisi Alicia membuat Erick memohon untuk menjadi ayah mereka. Meski ditolak mentah-mentah, Erick bersikeras mengejarnya.
Sampul Novel Merebut Kekasih Selingkuhan
8.5
Sienna hancur saat memergoki Miranda, kakak iparnya, berselingkuh dengan musuh bisnis Damian di klub malam. Demi melindungi kakaknya yang rapuh, Sienna merahasiakan pengkhianatan ini. Ia pun merancang rencana nekat: menggoda Alec, selingkuhan Miranda, agar hubungan gelap itu hancur. Namun, misi balas dendam ini menjadi rumit saat Sienna mulai terjebak dalam permainan emosi yang ia ciptakan sendiri. Akankah ia berhasil menyelamatkan Damian atau justru ikut tenggelam?