APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Menghamili Adikku

Suamiku Menghamili Adikku

Malam pertama Alina yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk yang menghancurkan hatinya. Ia menemukan kenyataan pahit bahwa suaminya justru tidur dengan adiknya sendiri hingga sang adik dinyatakan hamil. Di saat usia pernikahannya baru genap satu hari, Alina kini dihadapkan pada dilema besar. Apakah ia akan memilih bercerai atau bertahan? Bagaimana nasib rumah tangga mereka saat sang suami dituntut untuk bertanggung jawab atas perbuatannya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Suasana didalam kamar pengantin terasa semakin tegang. Ilham yang selalu mencari pembenaran bahwa dirinya memang tak sengaja melakukan semua itu. Namun, Dante benar-benar tak terima atas sangkalan yang diutarakan Ilham yang menurutnya tak masuk akal.

Lo pikir, mereka berdua barang! Yang bisa Lo bagi ke gue? Mikir Lo! Mikir. CEO brengsek," ucap Dante sembari mengetuk- mengetuk kepalanya dengan jarinya yang semakin emosi mendengar ucapan-ucapan sahabat brengseknya itu.

"Alina! Maafkanlah aku. Aku tidak sengaja melakukannya. Aku pikir Alisa itu kamu!" Ucap Ilham berusaha menjelaskan pada sang istri apa sebenarnya yang terjadi.

"Tapi semua sudah terjadi, Mas! Dan apa yang dikatakan Ayah dan Dante itu benar. Kamu harus menceraikan aku dan menikahi Alisa!" Jelas Alina menyetujui ucapan Dante dan juga Ayahnya.

Alina tak mungkin membiarkan Adiknya yang telah melakukan hubungan suami istri bersama suaminya sendiri itu melupakannya begitu saja. Suaminya harus bertanggung jawab dengan apa yang telah ia perbuat. Ditambah lagi, suami dari sang adik telah menjatuhkan talak pada Adiknya Karena masalah ini.

Deg

Ilham tak menduga bahwa istrinya menyetujui ucapan Ayahnya untuk menceraikan dirinya dan menikahi Adiknya. Namun, Ilham tak mungkin setuju begitu saja.

"Dua tahun, Al! Dua tahun kita menjalani hubungan ini. Apa yang selama ini kita rencanakan akan berakhir seperti ini?" Tanya Ilham yang sok dramatis.

"Dalam sekejap, kamu putuskan begitu saja?" Tanya Ilham yang membuat Alina semakin tersiksa akan kata-katanya. Ia dan Ilham memang sudah merencanakan membangun keluarga kecil mereka saat sudah sah menjadi suami istri. Namun, semua impian itu seakan terancam punah.

Waduh, udah kayak zaman daineso aja yang udah punah.

"Heh! Alay. Gak usah belaga puitis deh, Lo! Gumuh gue dengernya. Udah kayak Lo setia aja! Taunya mah, buaya cap kodok Lo!" Sanggah Dante.

"Anjir nih, Monte! Pakek buka kartu gue lagi!" Batin Ilham yang kesal karena sahabatnya itu menyangkal ucapannya dan malah membuka kelakuan jeleknya didepan sang istri.

"Keputusan aku sudah bulat, Mas! Jika kamu tidak mau menalak aku, maka aku sendiri yang akan pergi ke pengadilan untuk membatalkan pernikahan kita!" Ancam Alina.

Mau tidak mau Ilham harus setuju dengan keputusan Alina dan juga Ayahnya. Dengan berat hati. Malam itu juga, Ilham menjatuhkan talak pada Alina.

"Aku memberikan talak satu pada Alina, istriku!" Ucap Ilham yang masih mengenakan boxer itu.

Hancur berkeping-keping mendengar talak dari Ilham, yang baru beberapa jam menjadi suaminya. Alina tak kuasa menahan rasa sakitnya. Ia pun berlari keluar dari kamar itu dengan derai air mata.

Hiks hiks

"Alina! Seru Ilham. Ia pun ingin mengejar Alina. Namun, seketika langkahnya terhenti saat sang mama mengingatkannya bahwa dirinya masih mengenakan boxer saja.

"Eh, eh, eh! Kamu mau kemana, Ham?" Cegah sang Mama.

"Ya mau mengejar Alina, Ma! Jadi mau ngapain lagi!" Jawab Ilham cetus. Ia sedikit kesal dengan sang Mama karena menghentikan dirinya.

"Iya. Tapi hanya dengan boxer sependek itu?" Ucap Bu Henny sembari menatap ke bawah.

Ilham baru menyadari jika dirinya masih telanjang dada sejak tadi. Ia pun memunguti bajunya dan memakainya saat itu juga.

Saat Ilham selesai berpakaian dan ingin segera mengejar Alina. Dari dalam kamar mandi terdengar suara jeritan.

Aaaaaa

"Alisa!" Seru Ilham dan yang lainnya. Mereka pun berlari menuju kamar mandi untuk mengecek keadaan Alisa. Mereka memanggil-manggil Alisa dari luar kamar mandi. Namun, tak ada jawaban dari Alisa.

Alisa!

Alisa!

"Ham, kamu dobrak aja pintunya. Mama takut terjadi sesuatu pada Alisa," pinta Bu Henny yang khawatir hal buruk terjadi pada Alisa.

Ilham pun mendobrak pintu kamar mandi itu. Namun, pintu itu tak juga terbuka.

"Eh, Monte! Bantuin gue dong. Nonton aja Lo," protes Ilham.

"Dobrak pintu aja gak kuat. Dasar tulang lunak." Ejek Dante. Ia pun berjalan mendekati pintu kamar mandi.

"Minggir, Lo!" Pinta Dante.

Ilham pun menggeser posisi berdirinya. Memberikan ruang untuk Dante agar bisa membuka pintu. Dante pun mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu. Dan tak disangka. Sekali dobrakan saja, pintu itu terbuka.

Gedebukkk

"Alisa!" Seru Dante yang mendapati Alisa dalam keadaan pingsan didalam kamar mandi. Dan sudah berpakaian lengkap dengan cadarnya.

Alina terus berlari dengan arah tujuan yang tak pasti. Namun, seketika ia laju langkahnya terhenti saat ia mengingat sang adik yang masih didalam kamar mandi.

"Astaghfirullah! Alisa kan sejak tadi didalam kamar mandi tanpa memakai pakaian!" Gumam Alina. Ia sudah berada dilobi memutuskan kembali kekamar sang Adik untuk mengecek kondisi sang adik.

Saat ia sampai di depan pintu kamar. Ia melihat Dante dan juga mantan suaminya membopong seseorang.

"Astaghfirullah! Ada apa ini?" Gumam Alina sembari memegangi dadanya yang berdetak tak karuan.

Alina pun berlari menghampiri kedua pria itu agar ia lebih cepat mengetahui siapa yang sedang dibopong oleh mereka.

"Alisa!" Seru Alina yang kaget setengah mati saat melihat sang adik sedang dibopong keluar kamar. Ia pun berlari mendekati Alisa.

"Alisa kenapa, Yah?" Tanya Alina yang berjalan disamping Alisa yang tak sadarkan diri itu. Ia begitu khawatir jika terjadi sesuatu pada sang Adik.

"Ayah juga gak tahu. Tadi ada suara kegaduhan dari dalam kamar mandi. Dan saat kami buka pintu kamar mandi. Alisa sudah tergeletak di lantai kamar mandi," jelas sang Ayah.

Setelah beberapa menit menempuh perjalanan. Mereka pun tiba dirumah sakit. Para suster langsung membawa Alisa ke IGD untuk mendapatkan penanganan medis.

Seorang dokter pun memasuki ruang IGD itu. Alina terlihat sangat khawatir melihat kondisi adiknya yang sangat begitu lemah.

Tak butuh waktu lama. Dokter pun keluar dari ruang IGD. Dengan rasa penasaran dan tak sabar menunggu hasil pemeriksaan Dokter untuk mengetahui kondisi sang Adik. Yang ternyata kondisinya cukup membuat siapapun yang mendengarnya akan spot jantung.

"Bagaimana dengan kondisi adik saya, Dok?" Tanya Alina yang sudah tak sabar.

"Untuk saat ini kondisi nona Alisa sudah stabil. Tapi tadi nona Alisa sempat mengalami pendarahan!" Jelas sang Dokter.

"APA? PENDARAHAN?" Ucap semua orang yang ada disitu bersamaan. Mereka kaget bukan main.

Loh! Kok Alisa pendarahan? Apa dia hamil?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam seorang ibu
8.3
Dunia Maya hancur saat putrinya dibunuh oleh anak pejabat yang tak tersentuh hukum. Menyadari keadilan mustahil didapat melalui sistem yang korup, sang ibu yang berduka ini memilih jalan gelap untuk menuntut balas secara mandiri. Ia menyusun rencana rapi demi menghukum pelaku, meski harus mempertaruhkan nyawa. Namun, apakah aksi nekat ini akan memberikan ketenangan atau justru melenyapkan sisa hidupnya? Sebuah perjuangan ibu demi kebenaran di tengah bahaya.
Sampul Novel Derai Kasih Syafana
9.1
Syafana Azzahra, wanita cantik berusia 33 tahun, harus menelan pil pahit setelah dua kali gagal menikah. Harapannya kini tertuju pada Arman Alatas, pria pilihan sahabatnya. Namun, tiga hari menjelang hari bahagia, Syafana justru memergoki Arman berselingkuh. Meski hatinya hancur dan terluka dalam akibat pengkhianatan tersebut, ia tetap memberi kesempatan kedua hingga mereka resmi menikah. Mampukah Syafana bertahan dalam rumah tangga yang diawali dengan dusta?
Sampul Novel Gairah di Kota kecil
8.2
Selamat datang dalam sebuah kisah romansa modern yang memikat, berlatar di sudut kota kecil yang tenang namun menyimpan sejuta rasa. Narasi ini dirancang secara mendalam untuk membawa imajinasi Anda menjelajahi momen-momen intim dan penuh gairah antar karakter. Pembaca diharapkan bijak saat menikmati setiap babnya, karena jalinan ceritanya mampu membangkitkan fantasi tentang hubungan raga yang sangat intens dan membuai pikiran secara nyata.
Sampul Novel Mami, Papi Memintamu Kembali
8.1
Binar Mentari mengakhiri tiga tahun pernikahan pilunya dengan Barra Atmadja, penguasa angkuh yang selalu menghinanya. Setelah lama menghilang, ia kembali sebagai dokter ternama bersama sepasang anak kembar yang cerdas. Meski banyak pria hebat memujanya, Barra justru muncul membawa penyesalan mendalam dan memohon kesempatan kedua. Di tengah upaya mantan suaminya menebus kesalahan masa lalu, mampukah Binar membuka hati kembali demi masa depan keluarga mereka?
Sampul Novel MELODI CINTA DI RUANG MUSIK
7.9
Seorang pianis muda berbakat tak sengaja bertemu siswi pindahan baru yang dianugerahi suara vokal mempesona. Keduanya pun memutuskan untuk berkolaborasi demi memenangkan kompetisi musik tahunan di sekolah mereka. Di tengah persiapan intens dan harmoni nada yang tercipta, benih asmara perlahan mulai bersemi di antara mereka. Melalui melodi yang indah, mereka menemukan bahwa perasaan cinta sejati tumbuh jauh lebih dalam daripada sekadar kerja sama musik.
Sampul Novel Menikahlah Denganku, Pak!
9.4
Hanifa, putri dari keluarga kaya, telah gagal lolos ujian masuk universitas selama dua tahun beruntun. Di tengah keputusasaan itu, ia nekat melamar tutor pribadinya sendiri. Meskipun tawarannya terdengar konyol dan ditolak mentah-mentah, Hanifa tidak menyerah begitu saja meski sang tutor menganggapnya hanya bercanda. Akankah permintaan nikah dengan alasan yang tidak masuk akal ini membuahkan hasil, atau justru menjadi kegagalan baru dalam hidupnya?