APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Sayang Suamiku Malang

Suamiku Sayang Suamiku Malang

Terpaksa oleh keadaan, Tamara yang berwatak garang harus merelakan kebebasannya demi menikahi Alif. Tanpa rasa cinta, ia menjalani hari-hari pernikahan dengan berat hati dan kepasrahan penuh. Di tengah dinginnya sikap Tamara, Alif berjuang keras demi meluluhkan hati sang istri agar mau menerimanya sebagai pasangan hidup. Mampukah pernikahan tanpa landasan perasaan ini bertahan, ataukah kegigihan Alif sanggup mengubah kebencian Tamara menjadi cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 3

Intan bangkit dari duduknya, lalu hendak berjalan menuju kamarnya, yang dimana Tama menatapnya dengan menggelengkan kepalanya.

"Intan kamu gak boleh pergi. Aku mohon jangan menganggap perkataan Tamara serius!" Tama dengan memohon.

"Enggak Mas, aku lebih baik pergi. Daripada membuat hubungan kamu dan putri kamu renggang, maafkan aku ya Mas!" Tama menggelengkan kepala menatap sang istri.

Intan melihat Tama meringis kesakitan, memegangi dadanya. Mulutnya terbuka dan seketika tubuhnya lemas.

"Mas Tama!" Teriak Intan, Tamara yang mendengar ibu sambungnya berteriak lalu menoleh dan menghampiri sang Papa.

"Papa." Tamara memegangi tangan pak Tama dengan rasa takut.

"Kalian jangan ada yang pergi, jika harus pergi biarkan Papa saja, haaaah." ucap pak Tama dengan suara sesak.

"Mas jangan bicara seperti itu, Rara butuh kamu. Ayo Mas kita ke rumah sakit!" Ucap Intan membuat Tamara menatap ibu sambungnya.

"Ra, ayo kita antar Papa kamu ke rumah sakit!" Ajak intan dan Tamara mengangguk. "Kamu jaga papa, biar saya panggilkan Agus untuk membantu ke mobil,"

Intan berlari keluar dan Tamara memegangi papanya.

"Papa jangan tinggalkan Rara, aku butuh papa. Aku sayang papa, aku gak mau papa pergi." Sambil memegangi tangan papanya.

"Papa hanya ingin kamu menjadi anak papa yang baik seperti dulu. Papa pun juga sayang kamu Nak," jawab pak Tama dengan bibir yang pucat.

Kini pak Tama sudah ditangani oleh dokter di sebuah ruangan. Intan dan Tamara menunggu dengan perasaan gelisah

"Ya Allah selamatkan mas Tama. Berikan dia kesehatan seperti sedia kala. Jangan kau ambil dia, aku mohon!' Intan tak henti-hentinya berdoa.

Sedangkan Tamara mendengarkan setiap apa yang di katakan oleh ibu sambungnya. Yang terus mendoakan papanya.

"Ya tuhan, aku memang bukan anak baik. Tapi aku sayang papa, aku mohon jangan ambil papaku. Aku janji, kalau papa sehat aku akan menjadi putri yang baik. Aku ingin menjadi anak yang berbakti kepada papa, dan menuruti apa yang papa katakan!" Tamara tak henti-henti berdoa dalam hatinya.

Dirinya merasa bersalah atas kejadian yang baru saja di alami oleh papanya. Karena dirinya sang papa sampai Anfal seperti ini.

Tamara yang duduk di sebrang Intan, sejak tadi memperhatikan gerak-gerik ibu sambungnya yang terlihat memegangi kepalanya.

"Kamu kenapa, kalau pusing lebih baik pulang dan istirahat! Papa biar aku yang jagain!" ucap Tamara terdengar ketus, namun Intan justru tersenyum mendengarnya.

"Saya gak papa Ra, terimakasih sudah mempedulikan saya," jawab Intan.

Tamara hanya menganggukkan tanpa senyuman. Saat Intan ingin bangun dari duduknya, tiba-tiba tubuhnya sempoyongan dan lemas. Untung saja Rara berada di dekatnya, dan siap menahan tubuh ibu sambungnya.

Saat berada di ruangan Intan di tangani oleh beberapa dokter. Tamara masih menunggu di luar ruangan menunggu keadaan ibu sambungnya.

Saat sedang menunggu datang seorang dokter keluarga dari ruangan ibu sambungnya.

"Bagaimana Dok, keadaan ibu saya?"

Tamara tanpa sadar memanggil Intan dengan panggilan ibunya.

"Dia ibumu?" Tamara mengangguk. "Kondisi pasien tidak ada yang perlu di khawatirkan, itu hal yang biasa untuk ibu hamil," jelas dokter.

"Hamil? Jadi ibu saya hamil?" tanya Tamara tak percaya.

"Iya, ibu kamu hamil.Tapi saya harus mengatakan ini, kandungan pasien lemah. Jadi saya sampaikan, tolong jangan membuat pasien stres atau bahkan yang membahayakan kesehatan pada kandungannya!" ucap dokter yang menjelaskan kondisi kehamilan Intan.

"Ba ...baik Dok. Saya akan sampai ke Papa, karena saat ini papa belum sadarkan diri," jawab Tamara dengan gugup.

"Mungkin itu yang menyebabkan ibu Intan pingsan. Karena kondisi suaminya sakit?" tanya sang Dokter.

"Mungkin Dok, kalau begitu apa saya boleh melihat kondisinya?" tanya Tamara.

"Silahkan!" Tamara pun langsung meninggalkan dokter dan masuk ke ruangan yang dimana tempat intan di rawat.

Intan tersenyum saat melihat Tamara masuk ke ruangannya.

"Ra, terimakasih ya. Kamu sudah menolong saya, meskipun hubungan kita sedang tidak baik," ucap Intan dengan senyuman.

"Eemm ... saya melakukan ini, karena kamu itu istri papa saya. Apalagi di dalam perut kamu ada anak papa, saya tidak ingin papa semakin marah kalau saya mengacuhkan kamu," jawab Tamara dengan pura-pura tak peduli.

"Iya saya mengerti, tapi yang jelas saya mengucapkan terimakasih." Intan memberanikan diri menyentuh tangan Tamara.

Tamara melihat tangannya di sentuh oleh ibu sambungnya, namun ia membiarkannya.

"Yasudah karena kamu sudah baikan, saya harus kembali keruangan Papa." Dengan hati-hati Tamara melepaskan tangannya dari Intan.

Intan tersenyum lalu mengangguk.

"Ya kamu lihatlah kondisi Papa, kalau ada kabar apapun tolong kabarin saya ya!" Tamara mengangguk.

Tamara pergi keluar meninggalkan kamar Intan, menuju kamar sang Papa. Jujur dia begitu sangat mengkhawatirkan kondisi Papanya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ARFESO
8.7
Seorang gadis kurang kasih sayang mendapati hidupnya kian kelam setelah dikhianati lelaki yang ia puja. Kabar kehamilan di usia muda memicu murka keluarga hingga ia dituduh sebagai wanita murahan. Meski sang lelaki menolak bertanggung jawab dan menuduhnya menjebak, ia tetap melahirkan bayi yang memiliki tatapan mirip ayahnya. Kini, di tengah keraguan antara melindungi atau mengungkap kebenaran, rahasia besar lain telah menanti di babak baru hidupnya.
Sampul Novel Dosen muda
8.8
Chintya sangat gemar menghabiskan waktu di kafe Perpustakaan Universitas Merah Putih yang mewah. Baginya, fasilitas lengkap bukanlah daya tarik utama, melainkan meja kafe yang luas untuk menampung kertas gambar A3 miliknya. Dunia Chintya berpusat pada seni sketsa dan desain grafis, hobi yang sangat ia cintai. Meski bercita-cita mendalami bidang tersebut selepas SMA, ambisinya terhalang restu orang tua yang melarangnya mengambil jurusan seni saat kuliah.
Sampul Novel Istri Di Atas Kertas Sang CEO
8.1
Demi kesembuhan ibunya, Shania yang baru berusia 19 tahun terpaksa menjadi istri kontrak Steven, seorang CEO perusahaan limbah kimia yang dingin. Steven sebenarnya enggan berurusan dengan wanita, namun ia tak kuasa menolak tuntutan adiknya. Ia pun menawarkan satu miliar rupiah kepada Shania dengan syarat sang gadis bersedia diperbudak melalui perjanjian tertulis. Kini, Shania harus bertahan menghadapi berbagai taktik kejam Steven dalam pernikahan formalitas mereka.
Sampul Novel Malapetaka Cinta Claire
9.6
Impian Claire akan pernikahan bahagia hancur saat ia terjerat dalam keluarga konglomerat yang penuh siksaan. Hidupnya menderita akibat aturan kejam dan penghinaan mertua hingga akhirnya ia diceraikan Randi karena dianggap mandul. Namun, rahasia kelam masa lalu antara keluarga mereka terungkap. Didorong dendam membara, Claire nekat mengubah identitas dan fisiknya secara ekstrem demi membalas sakit hatinya. Mampukah ia menuntaskan misinya terhadap keluarga Randi?
Sampul Novel Mantan Istri, Ratu Kekayaan Baru
9.3
Demi melindungi Meisya dari skandal hotel, Galvin memaksa Indri bercerai dan menjadi kambing hitam. Di kehidupan lalu, penolakan Indri berakhir tragis; ia difitnah, dihujat publik, hingga tewas kecelakaan. Kini Indri terbangun di masa lalu saat surat cerai disodorkan. Tak lagi menangis, ia justru tenang menyambut perpisahan itu. Namun, kebebasannya tidaklah gratis. Indri menuntut seluruh aset dan saham Galvin sebagai harga yang harus dibayar pria itu.
Sampul Novel Oriaga Niel, Cintailah Aku
8.5
Menikah sebulan dengan Oriaga Niel, CEO brand Gregorious, menjadi neraka bagi Amanda. Tanpa cinta, hubungan mereka hanyalah ajang pelampiasan nafsu dan dendam masa lalu Oriaga terhadap keluarga Amanda. Amanda merasa terhina karena hanya dianggap sebagai alat pemuas saat dibutuhkan. Terjebak dalam kebencian yang mendalam, ia merasa seperti tawanan yang dibeli selamanya oleh sang suami yang dingin dan penuh ambisi untuk menghancurkannya.