APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku

Laura, gadis ceria berusia 21 tahun, selalu bersikap dingin kepada sepupu tunggalnya, Gabriel. Sejak orang tuanya tewas dalam kecelakaan saat ia kecil, Laura diasuh oleh orang tua Gabriel. Ketegangan memuncak ketika Gabriel mulai memandangnya sebagai wanita, bukan adik. Keadaan memburuk saat Gabriel menjebak dan menodai Laura demi memaksanya masuk ke dalam pernikahan gila yang tak diinginkannya. Laura kini terjebak dalam nasib kelam akibat obsesi sepupunya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hari ini Laura dan teman-temannya akan melakukan sebuah pesta untuk merayakan kelulusan mereka yang pada beberapa saat lalu memenangkan sebuah kontes menari dan rencananya beberapa hari kedepan mereka akan segera berangkat ke negri impian para Kpopers, Korea Selatan untuk melanjutkan kontes menari mereka ke kontes tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya.

"Guys, kita harus mengadakan big party nih buat ntar malam!" Teriak cinta pada teman-teman kelompoknya.

"Oke, sekarang pilih tempat, waktu dan temanya. Aku bakal datang sesuai dengan keputusan kalian," ujar Laura singkat.

"Enak bener kamu, Ra. Ngatur aja taunya, heran ..." sunggut Siska yang kesal.

Malam hari ....

Di sebuah Caffe yang telah disulap menjadi tempat party Laura dan teman-teman, Laura dan yang lain terlihat sudah datang dengan gaun berwarna navy secara serentak.

Hanya ada beberapa orang saja yang saat ini terlihat hadir, karena memang party ini hanya diadakan khusus untuk tim menari Laura dan teman-teman.

Terlihat sang pangeran DJ sudah mulai menunjukkan aksinya dan pada saat yang tepat lampu Caffe yang tadinya berwarna putih, kini berganti dengan lampu kerlap-kerlip dan berwarna-warni hingga memberikan kesan party yang sesungguhnya.

Frans, Riki, Kevin dan yang lain baru saja hadir dengan memakai pakaian yang sama, yakni dengan celana jeans hitam dipadukan dengan kaus putih berbalut kemeja yang tidak dikancing.

"Hai leadis ... " Sapa Kevin yang terkenal sebagai seorang playboy cap buaya.

"Hai boy," jawab Laura singkat.

"Kenapa sih muka kamu cemberut gitu, Ra? Orang mau party juga, seseruan gitu loh." Ujar Riki yang heran melihat wajah kesal Laura.

"Diam kalian! Gak tau apa ya kalian itu buat acara kita terlambat?" Kesal Laura berkacak pinggang.

"Hahahah maaf, Ra." Sambung yang Frans yang merasa gemas dengan Laura.

"Uda cepetan masuk, kita mulai acaranya!" Siska menyela ucapan teman-temannya.

Saat ini waktu menunjukkan jam 21:00 WIB dan saat ini lah party yang sebenarnya baru akan dimulai.

Tiara, Siska dan Cinta sudah berdiri di lantai dance dan menunggu sang DJ memainkan musiknya.

Sedang Frans dan yang lain pergi mempersiapkan makanan dan juga minuman mereka bersama dengan beberapa pelayan dan manager Caffe.

Acara terasa lebih meriah saat lagu sudah di putar dengan disambut oleh tarian freestyle oleh semua orang, termasuk Laura.

Semua orang menggila begitu udara menjadi lebih panas dari sebelumnya, Laura dan teman-temannya menari tanpa harus merasa malu ataupun canggung kepada orang lain.

Ditengah keasikan mereka yang bersenang-senang, di ujung pandangan ada sepasang mata yang sepertinya sedang mengawasi salah satu dari mereka seperti mengawasi seekor mangsa.

Mata itu menatap ke arah Laura tanpa berkedip sedetikpun. Perlahan saat semua orang sedang sibuk menari, seorang pria dengan tubuh kekar dan dengan tatapan dingin bak pembunuh berjalan mendekati meja Laura dan teman-teman wanitanya.

Siapa dia sebenarnya?

Apa tujuannya?

Tidak ada yang tau soal itu, namun yang pasti pria itu pasti memiliki maksud buruk.

Aura yang tadi sempat memanas kini kembali menjadi dingin, ntah kenapa perasaan Laura menjadi tidak enak apalagi tenang saat ini. Namun sebisa mungkin Laura membuang pikiran-pikiran bodohnya itu.

Pria itu mengambil sebuah pil dalam sakunya dan mencampurkannya ke dalam sebuah gelas yang diketahui adalah gelas milik Laura.

Sebelum aksinya di ketahui oleh orang yang mulai curiga padanya, pria itu lantas bersembunyi diantara kerumunan orang yang sedang menari seperti orang yang mabuk.

Benar saja, Laura yang merasa mulai lelah dan haus mengajak Siska dan Cinta untuk beristirahat sejenak dan meminum minuman mereka di meja yang sebelumnya mereka tempati dan di tandain oleh barang mereka.

Glekk ... Glekk ...

Laura meminum habis minumannya tanpa rasa curiga sedikitpun.

Semuanya aman saat Laura baru saja meneguk minuman yang menyegarkan itu, namun saat Laura hendak kembali ke lantai dance, tiba-tiba saja kepala Laura terasa sangat pusing disusul dengan mata Laura yang sangat mengantuk.

Siska dan Cinta yang melihat keadaan Laura berfikir jika Laura sedang mabuk dan mulai khawatir.

Tapi Laura tidak ingin membuat pesta ini hancur karena keadaannya.

"Guys, kalian balik duluan aja ya. Aku capek, mau istirahat sebentar. Nanti juga aku bakal nyusul kalian. Oke?" ujar Laura yang berusaha menahan kantuk.

"Kamu gak apa-apa 'kan, Ra?" tanya Cinta memastikan.

"Tenang aja kali, aku gak apa-apa kok." jawab Laura meyakinkan Cinta dan Siska.

"Tapi beneran ya, Ra. Kamu nyusul kita?" sambung Siska.

"Iya, bawel!" ketus Laura mendorong kedua temannya itu agar kembali bersenang-senang.

Beberapa saat kemudian, sepertinya Laura sudah tidak bisa menahan kantuknya lagi. Dan di saat itulah pria yang tadi menaruh sebuah pil ke dalam minuman Laura, berjalan mendekatinya dengan smirk di wajahnya.

"Kamu adalah milikku, aku tidak akan melepaskanmu!" ujar pria tersebut dengan nada dingin yang kemudian membawa Laura masuk ke dalam mobilnya dengan menggendongnya.

Tidak ada yang menyadari ketika pria tersebut membawa Laura pergi bersamanya.

Sedangkan Laura, bagaimana dengan Laura?

Laura seperti yang terlihat, ia lemas tak berdaya tanpa tau siapa yang saat ini membawanya.

Pasrah, mungkin hanya kata ini yang dapat menggambarkan situasi Laura saat ini. Laura hanya pingsan, namun ia masih bisa mendengar semuanya.

Semuanya!

Bukankah berarti Laura mengetahui siapa orang yang membawanya dan apa tujuannya?

Benar, pria tersebut adalah Gabriel Wijaya, sepupu Laura yang diketahui sangat terobsesi padanya dan dia adalah orang yang paling ingin Laura hindari saat ini.

Namun nyatanya Gabriel malah membuat dirinya berada di situasi sulit seperti ini.

Pria arogan ini ternyata membawa Laura pergi ke apartemen miliknya yang berada tak jauh dari rumah orang tuanya.

Perlahan Gabriel membawa Laura masuk ke dalam kamarnya dan meletakkannya dengan lembut di atas ranjang king size mikiknya.

Kamar tersebut terlihat berantakan dan dipenuhi oleh botol minuman beralkohol yang kemungkinan saat ini Gabriel sedang dalam keadaan mabuk.

"Maafkan aku, Laura sayang. Tapi aku harus melakukan ini, jangan membenciku," gumam Gabriel yang saat ini menatap Laura dengan mata memerah seperti manahan tangis.

Ntah apa yang saat ini Gabriel pikirkan hingga membuatnya memilih jalan kotor seperti ini untuk menjebak sepupunya ini.

"Aku tidak mau tau, ini bukan kesalahanku! Tapi ini adalah salahmu!! Salahmu! Aku tidak perduli pada apa yang akan terjadi nanti, tapi yang pasti aku tidak akan melepaskanmu! Tidak akan! Aku juga tidak akan membiarkanmu lari dariku walau hanya sedetik!" Teriak Gabriel seperti orang yang kesurupan.

Laura sedikit demi sedikit mulai bisa kembali menggerakkan tubuhnya yang saat ini masih terasa lemas.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Apa yang akan Gabriel lakukan pada Laura?

Mampukah Laura menyalamatkan dirinya sendiri?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersinar Setelah Menjanda
9.0
Irfan meremehkan Amira dengan menyebutnya tidak berdaya tanpa dirinya. Namun, takdir berputar saat Amira berhasil meraih kesuksesan besar, sementara Irfan terjebak dalam keterpurukan. Kini, sang mantan suami kembali datang mencoba merayu dan memenangkan hatinya lagi. Akankah Amira terjatuh ke lubang yang sama, atau justru membiarkan Irfan menderita dalam penyesalan? Saksikan perjuangan emosional Amira untuk bangkit dan membuktikan harga dirinya.
Sampul Novel Dinikahi Calon Kakak Ipar
9.0
Tragedi kecelakaan merenggut nyawa calon suamiku tepat di hari pernikahan, memaksaku menikah dengan kakaknya yang kaku. Hidup bersamanya penuh cobaan hingga aku menyadari bahwa dialah sosok sebenarnya di balik alasan aku mencintai adiknya. Kini, aku bertekad mengajarkannya cara mencintai. Selain kisah Arsen dan Elvira, buku ini juga merangkum romansa beda kasta antara Tio dan Mona yang tak kalah seru. Akankah hubungan asisten dan sekretaris ini berakhir bahagia?
Sampul Novel DON'T PLAY GAMES WITH ME
8.7
Pasca menikah di Pakistan, Adiba dan Syden menetap di Rusia. Gangguan mistis mulai menghantui Adiba serta ibu mertuanya di rumah baru mereka, namun Syden terus bersikap skeptis. Tragedi besar terjadi saat Adiba keguguran, memicu amarahnya untuk menuntut balas atas kematian sang buah hati. Sambil bersumpah demi Allah, wanita Pakistan ini tidak akan membiarkan siapa pun menghalanginya. Siapakah dalang keji di balik teror yang menghancurkan hidup Adiba?
Sampul Novel Kecanduan Istriku yang Bermuka Dua
9.7
Julien menyangka Kelsey adalah wanita lemah yang butuh dilindungi, namun dugaannya salah besar. Kelsey justru sangat tangguh dan kerap terlibat perkelahian fisik hingga membuat Julien kewalahan menghadapi laporan kekerasannya. Meski lelah dengan tingkah sang istri, Julien merasa kecanduan dan tak mampu melepaskannya. Situasi memuncak saat Kelsey nekat kabur membawa anak mereka. Akankah obsesi Julien pada istri bermuka duanya ini berakhir dengan kebahagiaan?
Sampul Novel Keluar dari Kepompong
8.7
Emma Fowler kembali ke tanah air setelah tiga tahun, namun ia justru berakhir di ranjang Nathan Tate sebagai pendamping. Nathan terpesona tanpa menyadari identitas asli Emma. Saat Emma menagih janji pernikahan lama mereka, Nathan menolak dingin dan menganggapnya hanya saudara. Kecewa, Emma memutuskan hubungan sepuluh tahun itu. Namun, saat ia hendak pergi selamanya, Nathan justru berlutut memohon agar Emma tidak meninggalkannya dan menepati janji lama mereka.
Sampul Novel My Fated Girl
8.9
Ranaya Arabella Raharja nekat meninggalkan rumah demi menghindari perjodohan. Namun, hidupnya berubah drastis saat sang ayah mencabut semua fasilitas mewah miliknya. Tanpa tabungan dan tempat berteduh, Rana terjepit dalam kesulitan. Di tengah keputusasaan, Aiden Saka Bumi yang merupakan atasannya menawarkan tempat tinggal. Meski Aiden sangat menyebalkan, Rana harus memilih antara harga diri atau tawaran sang bos yang menegaskan bahwa tidak ada hal gratis di dunia ini.