APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sweet Lollipops

Sweet Lollipops

Chika Nada Juwita adalah gadis ceria bertubuh gempal yang menaruh hati pada Kevin Devano. Kevin sendiri merupakan murid pindahan yang dikenal sangat dingin, angkuh, sekaligus perfeksionis dalam memilih pasangan. Walau Kevin memiliki standar tinggi yang sulit digapai, Chika tidak lantas menyerah begitu saja. Ia terus berjuang dengan penuh semangat demi meluluhkan hati pria itu. Akankah ketulusan Chika mampu meruntuhkan benteng pertahanan Kevin yang begitu kokoh?
Bab
Bagikan

Bab 3

Satu jam telah berlalu, mereka menghentikan acara jambak-jambakan itu.

"Udah ah, Chika capek!" keluh Chika sambil menyelonjorkan kakinya dan duduk di atas lantai.

"Sama, gue juga cape!" keluh Naysila yang juga menyelonjorkan kakinya sambil mengibas-ngibaskan tangan mencari angin.

"Chika! Kamu gak apa-apa, 'kan?!" teriak Cindy dari kejauhan. Lalu Cindy pun merapikan rambut Chika dan segera menghidupkan kipas angin mini untuk Chika.

"Badan kamu gak ada yang lecet, 'kan, gak ada yang memar, gak ada yang rabies?!" tanya Cindy secara beruntun dengan wajah paniknya.

Dari sebelahnya, tampak Naysila langsung berdiri dan memarahi Cindy.

"Woy! Sembarangan banget! Emangnya gue Herder, bisa bikin rabies!?" cantas Naysila sambil bertolak pinggang. Seketika Cindy pun ketakutan lalu bersembunyi di balik tubuh Chika.

"Chika, Cindy takut nih, Naysila makan orang enggak sih?" bisik Cindy, tapi suaranya masih terdengar ke telinga Naysila.

"Gua gak makan orang, gue cuman makan organ manusia! Terutama organ otak orang yang lemot kayak otak lu!" cerca Naysila.

"Woy, sembarangan benget! Berani lu ngatain sohib gue, lemot!" Chika pun kembali murka. Dan mereka berdua kembali saling beradu kekuatan.

Sedangkan Cindy kembali memberi dukungan kepada Chika, dan mengumpulkan teman-teman sekelasnya untuk mendukung, Chika serta memberi yel-yel penyemangat. Sedangkan Lala, juga tak mau kalah, dia mengumpulkan teman satu gengnya, untuk memberi dukungan kepada Naysila serta tak lupa mereka juga menyanyikan yel-yel penyemangat untuk Naysila.

"Go Chika! Go Chika go!" teriak tim penyemangat dari kubu Chika.

"Go Naysila! Go Naysila go!" teriakan penyemangat dari tim Naysila.

"Ayo! Chika, pasti menang!" teriak Cindy sambil melirik ke arah Lala.

"Huh, gak mungkin Chika menang! Yang menang pasti Naysila! Wek!" teriak Lala sambil menjulurkan lidahnya ke arah Cindy.

Dan Cindy pun merasa kesal, karna melihat Lala yang meledeknya. Di saat Chika dan Naysila sedang asyik jambak-jambakan, Lala dan Cindy pun juga tak mau kalah, mereka juga turut jambak-jambakan. Sedang para pendukung masing-masing hanya menonton aksi Keempat gadis yang sedang berkelahi itu.

Mereka bersorak-sorak memberi semangat, hingga keadaan kantin itu terlihat sangat kacau, bahkan para pendukung kubu masing-masing pun juga turut berkelahi. Akhirnya terjadi jambak-jambakan masal di kantin sekolah itu. Mungkin kejadian hari ini juga bisa di sebut sebagai tawuran antar kelas. Sedangkan Kevin masih Asyik menyantap bakso sambil sesekali melihat perkelahian dua gadis yang sedang memperebutkannya itu.

"Vin, elu gak ada niat buat misahin mereka?" tanya Bejo yang tiba-tiba muncul di belakangannya.

"Astagfirullah! Kamu kapan datengnya?!" tanya Kevin yang kaget.

"Udah dari tadi," jawab Bejo dengan santai sambil mengupil ria tanpa dosa.

Klunting!

Seketika Kelvin, menjatuhkan sendok dan garpunya di atas mangkuk bakso.

"Kok udahan, Bro, makanya?" tanya Bejo.

"Gak nafsu!" ketus Kevin.

"Loh, kenapa? Gara-gara liat Chika dan Cindy berantem ya?" tanya Bejo.

"Bukan!" jawab Kevin singkat.

"Terus karna apa dong?" tanya Bejo sekali lagi.

"Karna elu!" jawab Kevin lagi, lalu Kevin pun berlalu pergi.

Sementara Bejo masih tampak bingung dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Kevin.

Sedangkan Chika, Cindy, Naysila, Lala dan yang lainnya masih tampak asyik jambak-jambakan.

Karna sudah saking gaduhnya akhirnya para guru-guru pun berlarian dan menghentikan perkelahian itu. Chika dan yang lainnya langsung mendapatkan hukuman, yaitu membersihkan toilet, dan sebagian dari mereka membersihkan gudang, lalu sebagian lagi di perintahkan untuk mengepel aula sekolah.

***

Esok harinya, pagi yang cerah bagi Chika. Sudah sejak semalam dia tidak sabar untuk berangkat ke sekolah. Pagi ini dengan wajah ceria dan mata berbinar-binar, Chika duduk menebarkan senyuman menunggu kedatangan Kevin.

"Aduh, Kevin, kok belum datang juga sih? " gumam Chika. Lalu di belakang tampak Cindy membawakan satu buah permen Lolipop berukuran jumbo untuk Chika.

"Ini buat, Chika," ujar Cindy.

"Waw, makasi, Cindy," tukas Chika. "By the way, kok Cindy kasih, lolipop buat Chika, dalam rangka apa? Chika, kan gak ngerjain PR punya Cindy?"

"Cindy, kemarin dibeliin lollipop sama calon, Papa barunya Cindy, terus Cindy ingat sama Chika."

"Ya ampun, Cindy, so sweet banget," ujar Chika sambil memeluk Cindy.

"Bukanya gitu, Cindy, kan emang gak suka yang manis-manis, gigi Cindy lagi sakit." Jelas Cindy.

"Oh, iya, Chika lupa. Tapi by the way thanks ya."

Dan Cindy pun mengangguk lalu tepat saat itu Kevin pun datang. Kevin memandang ke arah Chika dengan sinis, dia menatap ke arah lolipop yang ada di tangan Chika. Sedangkan Cindy kembali ke bangkunya, karna tak mau mengganggu sahabatnya yang sedang kasmaran itu. Kelvin pun duduk di sebelah Chika, dan nampaknya gadis bertubuh tambun itu sangat deg-degan juga salah tingkah.

"Ngapain lu lihatin, gue?" tanya Kevin dengan ketus. Seketika Chika pun langsung tersentak.

"Enggak kok, Chika gak ngelihatin Kevin," jawab Chika yang menyangkal ucapan Kelvin.

Kevin pun mendengus kesal lalu mengangkat satu alis bagian kanannya seolah menghina Chika. Lalu dia meletakkan tasnya dengan kasar, dan mulai mengeluarkan buku-bukunya. Tak sadar Chika pun kembali memandangi wajah Kevin yang super ganteng itu. Sambil memeluk permen lolipop pemberian dari Cindy.

Brak!

Kevin menggebrak meja yang ada di hadapannya. Dan Chika pun kembali tersentak.

"Jangan mandangin wajah gue dengan tatapan kayak gitu! Gue geli!" cerca Kevin.

Seketika Chika langsung menundukkan wajahnya. Lalu tak lama  bu Maya pun datang.

"Selamat pagi, anak-anak!" sapa bu Maya.

"Selamat pagi, Bu!" jawab para murid yang lainnya.

Mereka pun memulai pelajaran hari ini. Sepanjang jam pelajaran itu, Chika yang biasanya paling fokus dan bersemangat mengikuti pelajarannya. Tapi kali ini, Chika malah mengabaikan apa yang disampaikan oleh bu Maya, dan pandangannya terus tertuju ke arah Kevin. Tapi ketika Kevin melihat ke arahnya, dengan segera Chika pura-pura tak melihatnya.

"Awas ya kalau lihat muka gue diem-diem lagi!" ancam Kevin.

"Nggak, kok, Vin," jawab Chika yang ketakutan.

Perasaan tadi Kevin, gak lihat deh, kok bisa tahu sih?" batin Chika.

"Ya tahulah! Feeling gue kuat!" cantas Kevin.

Chika tampak kaget mendengar ucapan Kevin.

"Kevin, punya indra ke-enam ya?" tanya Chika dengan polosnya.

Brak!

Kevin kembali menggebrak meja yang ada di hadapannya, sehingga Chika pun tersentak lagi.

"Jangan berisik, sekarang lagi jam belajar!" tegas Kevin.

Lalu Chika kembali terdiam dan pura-pura fokus melihat ke arah Bu Maya yang sedang menjelaskan materi pelajarannya hari ini.

***

Tak terasa jam pulang sekolah pun sudah tiba. Chika dan Cindy berjalan keluar sambil bergandengan tangan.

"Chika, Cindy pulang duluan ya soalnya mamanya Cindy ngajak makan siang sama calon papa baru," tukas Cindy.

"Iya, bye, Cindy!" Chika melambaikan tangannya.

"Bye, Chika!" sahut Cindy yang juga melambaikan tangannya kepada Chika.

 Dan tepat saat itu juga, tiba-tiba muncul Kevin dengan motornya berhenti tepat di hadapan Chika. Chika pun merasa sangat kaget sekaligus deg-deggan, Chika berharap, Kevin akan menawarkan tumpangan kepadanya.

Chika segera merapikan rambutnya, terutama di bagian poni mangkuknya. Dengan penuh percaya diri Chika tersenyum manis menyambut Kevin dan menunggu Kevin menawarkan dirinya agar Chika pulang bersamanya. Tapi baru saja Chika melancarkan aksi, tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara, seseorang memanggil Kevin.

"Vin!" teriak Bejo.

"Buruan!" seru Kevin menyuruh Bejo agar lebih mempercepat jalannya.

"Iya, sabar dong, Bro!" tukas Bejo.

Lalu Bejo pun naik ke atas motornya Kevin, dan mereka pulang bersama. Seketika hati Chika hancur dan kecewa, karna rupanya Kevin, sedang menunggu Bejo, bukan menunggunya, atau pun mengajak pulang bersama.

"Kenapa sih, harus dengan, Bejo?" gerutu Chika.

Bersambung....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beri Aku Kesempatan Kedua
9.2
Pasca ayahnya wafat, Ishvara terjebak dalam pernikahan paksa dengan Kalandra Ranjaya, pria yang sudah memiliki kekasih. Dianggap wanita kuno yang membosankan, Ishvara menderita dalam jebakan hidup yang penuh tangis. Namun, perubahan drastis Ishvara menjadi sosok cantik dan pengungkap hubungan misteriusnya dengan pria lain memicu kecemburuan Kalandra. Saat Kalandra mulai peduli, Ishvara justru memilih pergi dan menutup pintu hati demi mengakhiri sandiwara mereka.
Sampul Novel Budak Cinta
8.4
Dalam kondisi mengandung, aku terkejut mendapati kenyataan pahit bahwa Liam Barnes, kekasihku, membiarkan saudara kembarnya, Lucas, meniduriku selama tiga tahun. Liam melakukan pengkhianatan ini demi membalas dendam untuk cinta pertamanya, Vivian Quinn. Namun, saat aku mengonfrontasi Lucas yang berlutut di hadapanku, ia justru menunjukkan pengabdian yang berbeda. Sambil mencium kakiku dengan khidmat, Lucas bersumpah bahwa kesetiaannya hanya untukku.
Sampul Novel Pengantin Sempurna Sang CEO: Kesepakatan dengan Iblis yang Menyamar
8.1
Leyla sering dicap sebagai wanita licik yang pandai menggoda pria demi ambisinya. Namun, publik terkejut saat ia mendadak dinikahi oleh Colton, sang miliarder playboy, setelah pertemuan singkat. Meski awalnya dianggap sebagai kesepakatan bisnis tanpa rasa, dinamika mereka berubah drastis saat Colton menunjukkan kerapuhannya di sebuah pesta. Leyla akhirnya menyadari bahwa seluruh pertemuan dan pernikahan mereka adalah rencana matang yang telah disusun Colton sejak awal.
Sampul Novel Dendam Seorang Adik
8.6
Duka mendalam Amara atas kematian tragis kakaknya, Danisa, berubah menjadi ambisi balas dendam yang membara. Ia bertekad menghancurkan keluarga Pramudya yang telah mengkhianati Danisa hingga sang kakak mengakhiri hidupnya. Dengan pesonanya, Amara menyusup dan mulai menjerat mantan suami, mertua, serta ipar Danisa dalam rencana penghancuran reputasi dan harta mereka. Namun, mampukah ia tetap dingin saat perasaan tak terduga mulai mengancam misi utamanya?
Sampul Novel Hasrat Dilema Dalam Gairah
9.0
Dalam suasana penuh gairah, Aslan perlahan melucuti pakaian terakhir yang menutupi tubuh Endah. Respons pasrah Endah memperlihatkan betapa ia terbuai oleh hasrat yang membara di antara mereka. Saat Aslan mulai menjelajahi keintiman fisik sang wanita, aroma alami dan sensasi menggoda semakin memacu adrenalin lelakinya. Ketegangan romansa modern ini memuncak ketika sentuhan-sentuhan lembut Aslan memicu desahan tertahan, mengunci keduanya dalam dilema nafsu yang mendalam.
Sampul Novel Head Over Heels
8.7
Miko hadir dalam kehidupan sebagai sosok rival yang paling dibenci, namun kehadirannya justru memicu badai emosi yang tak terduga. Hubungan benci tapi rindu ini perlahan mengobrak-abrik seluruh perasaan dan logika yang ada. Di balik persaingan sengit mereka, tersimpan getaran yang mengguncang hati secara mendalam. Kisah ini mengikuti perjalanan emosional yang rumit saat musuh bebuyutan berubah menjadi seseorang yang paling memengaruhi jiwa.