APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Takdir Cinta Berondong Tampan

Takdir Cinta Berondong Tampan

Via terjebak dalam prahara rumah tangga saat suaminya berkhianat. Di tengah kemelut itu, hadir Kelan, pemuda berjiwa membara yang menawarkan pelarian emosional. Meski awalnya menolak, Via perlahan goyah oleh perhatian dewasa Kelan yang terus mendekat dan berusaha merebut hatinya. Di antara rasa haus akan tantangan dan kepura-puraan, mampukah Via bertahan saat Kelan terang-terangan ingin memilikinya di tengah kehancuran pernikahan yang sedang ia hadapi?
Bab
Bagikan

Bab 3

Bagiku, mudah saja jika ingin langsung membahas semua kejanggalan yang ada pada diri suamiku. Perubahan memang jelas tak terlihat, ia juga pintar membuat ku 'seakan' tak menyadari dan akan menegurnya. Ck, pelakor. Perebut laki orang, siapa, sih, musang licik ini. Apa dia yakin akan menang? Apa dia yakin akan bisa menempati posisiku sebagai Nyonya sekaligus ratu di sisi seorang Kaisar. Tak tau saja, seperti apa keluarga besar Kaisar yang begitu anti dengan kata CERAI atau PERCERAIAN. Hal tersebut seakan aib yang bisa membuat citra keluarga besar Prasetya hancur berantakan.

Emi masuk ke dalam kamar rawat Raja dengan menyeret satu koper silver milikku dan satu koper bergambar kapal layar kecil-kecil milik Raja. Aku meminta Emi pulang, ia juga butuh istirahat, 'kan. Sekarang saatnya aku yang full mengurus dan menjaga Rajaku.

"Nyonya, saya di sini temani Nyonya juga nggak pa-pa." Wajah Emi menunjukan ketidak nyamanan jika ia pulang ke istana itu tanpa diriku. Aku menatap Emi bingung.

"Lho, kenapa? Apa kamu mau pulang ke Bandung dulu, Raja biar sama saya, Emi." Aku melihat perubahan raut wajah Emi. Ia mengangguk cepat. Tawaran ku menyuruhnya pulang kampung ia terima dengan cepat.

"Tapi ... nanti saya telepon atau video call nyonya untuk tau kondisi Raja, boleh?" Emi tampak sungkan. Aku tersenyum dan mengangguk. Suster Emi bukan orang baru. Ia rekomendasi Ibu mertuaku yang memang asli orang Bandung, Emi putri dari pekerja senior di rumah Ibu mertua. Anaknya baik, sopan dan memang menyukai pekerjaannya. Aku juga tak segan mengajaknya belanja bersama Raja. Memenuhi kebutuhannya, apalagi ia masih dua puluh dua tahun. Ku suruh kuliah, tak mau. Katanya 'Nggak Nyonya, nanti ujung-ujungnya, kalau saya nikah, juga pasti tinggal di rumah.' Benar juga sih, tapi lucu buatku, di saat banyak anak seusianya berlomba-lomba kuliah dan bergaya, Emi justru tak mau. Ia ingin menikmati hidupnya dengan pekerjaan mengasuh Raja.

"Emi, pacarmu apa kabar di Bandung? Kapan kamu dilamar?" Aku bertanya sekaligus meledeknya. Sambil jemariku mengetik sesuatu di layar ponsel.

"Ah ... Nyonya, jangan bahas. Udah putus. End. Fix. Selesai." Jawaban Emi membuat ku tertawa. Raja bergeliat, kami berdua saling melirik dan terkikik. Aku menunjukan layar ponselku kepada Emi. Ia terbelalak.

"Cukup, kan, untuk betulin rumah kamu di sana, atau buat kamu tabung, terserah. Saya percaya kamu nggak akan foya-foya sama uang ini," ucapku setelah mentransfer sejumlah uang gaji dan tambahan untuknya.

"Nyonya, tapi ini banyak banget, itu tadi, angkanya, Nyonya .... " Emi menatapku sambil menggelengkan kepala.

"Terima Emi, apa kamu mau pake buat bagi-bagi ke saudara kamu, terserah. Hadiah dari saya, nikamatin liburan kamu ya." Emi menghela napas. Ia menatap. "Nggak Nyonya muda, nggak Nyonya besar, baik banget, kalau begini, seumur hidup saya mengabdi sama Nyonya, deh, nggak nikah juga nggak pa-pa, saya sudah anggap Raja kayak anak sendiri, kok," ucapan Emi membuat ku terkekeh. Benar-benar gadis jujur juga polos. Aku secara tak langsung mengusirnya, karena ingin menikmati waktuku dengan Raja. Emi beranjak, aku meminta sopir mengantarnya ke rumah lalu ke stasiun. Setidaknya, pengasuh Raja juga punya hak untuk memanjakan diri.

***

Aku membaca hasil pemeriksaan laboratorium Raja, nilai bakteri di dalam ususnya tinggi. Entah dari mana sumber awalnya. Aku tak mau pusing, yang penting, sekarang Raja sudah di tangani Dokter.

Senyum Raja begitu manis, ia masih belum lancar bicara, juga masih kuberikan ASI jika kami bertemu karena masih dua tahun. Seperti sekarang, aku menepuk-nepuk bokongnya pelan di saat ia sedang menempel kepadaku. Kedua matanya menatap jail dengan cengiran khasnya. Ia melepaskan bibir mungilnya dari nipelku.

"Raja, udah dua tahun, jangan mimik ini Mama lagi ya," tunjuk ku ke dada. Raja hanya nyengir dan kembali menempel. Aku terkekeh, batas waktunya memang dua setengah tahun, dengan bantuan Kaisar dan Emi, Raja pasti bisa berhenti menempel untuk minum ASI langsung dariku.

Raja terpejam, aku memasang kembali kancing piyama yang ku kenakan. Satu stel piyama lengan pendek dan celana panjang jadi kostum saat di rumah sakit. Tanpa mekap dan sepatu hak tinggi. Semua ku tanggalkan demi kenyamanan juga. Pintu kamar terbuka, aku duduk beranjak dari tempat tidur lalu menyelimuti Raja, lalu aku menatap bingung ke seseorang yang datang.

"Anda salah kamar?" kataku sambil bersedekap, menatap tajam ke pria yang sudah dua kali sebelumnya aku temui tak sengaja.

"Nggak. Ini– " Kalimatnya terjeda, ia menatap sekitar. "Kamar Raja, 'kan?" lanjutnya. Aku mengangguk. Di tangannya, aku melihat kotak donut, juga gelas kopi Starbuck.

"Bagaimana kondisi putra mu?" Ia berjalan mendekat. Aku mundur perlahan.

"Siapa kamu. Saya nggak kenal kamu, ya. Keluar!" ketusku. Ia diam. Lalu menghela napas sambil meletakkan satu kotak donat dan minuman itu di atas meja.

"Buat kamu, permisi." Lalu ia berjalan ke arah pintu dan pergi. Aku diam, masih terkejut. Siapa dia?

Tak lama, pintu kembali terbuka. Kaisar datang. Wajahnya tampak lelah, aku menghampiri dan mencium punggung tangannya.

"Aku sebentar aja ke sini, mau lihat kalian, aku butuh tidur cepat, Via." Kaisar menatapku, aku mengangguk.

"Gimana kondisi Raja, Vi?" Setelah mencium Raja di pipi, ia menghampiriku. Duduk di sofa dan menatap ke dua benda yang entah siapa itu, memberikannya kepadaku.

"Masih dipantau, nilai bakteri di ususnya tinggi, aku juga nggak tau sumber pencetusnya dari mana." Aku menatap Kaisar yang duduk bersandar dengan kepala menempel dengan sofa.

"Mau aku pijitin?" Aku menawarkan diri. Ia melirik, tersenyum lalu menggelengkan kepala. Ia hanya membelai wajahku dan membawa ke dalam pelukannya.

"Maaf, aku cuekin kamu akhir-akhir ini." Ia mengusap kepalaku lalu melepaskan pelukan. "Aku ke apartemen, ya, aku mau tidur," lanjutnya, ia beranjak dan aku mengikuti. Hal janggal yang baru. Kaisar tidak memberikan ku ciuman di kening, pipi dan bibir. Aku diam, Kaisar membelai kepala Raja dan mengusap wajahku. Ia menutup pintu, sedangkan aku diam menatap kepergiannya.

***

Cappucino yang begitu hangat meluncur di kerongkongan. Sempat terbesit di kepala, apa cappuccino ini beracun, atau ada obat tidurnya. Tapi semua sirna saat aku benar-benar butuh minuman menghangatkan kerongkongan. Sudah tengah malam, aku belum mengantuk. Menonton TV sambil menikmati donut, terasa nikmat. Jujur, donut ini lezat dan aku belum pernah merasakannya. Aku tersenyum hingga memejamkan mata saat mengunyah donut itu sembari berpikir rasa yang tergambarkan setelah aku mengunyahnya. Ada rasa manis, dengan aroma yang seperti tak asing bagiku, tapi apa. Bahkan aku mencecap lidahku setelah menelan donut itu, kemudian teringat aroma Taro, sejenis umbi-umbian ungu, atau talas ungu. Kucolek bubuk gulanya, bukan gula biasa, kembali dengan lidah, ku cecap hingga merasakan aroma susu yang kuat juga mint. Sempurna, satu kata itu yang mewakilkan donut pemberian pria asing itu.

Donut dan cappucino? Kombinasi lengkap dan sempurna untuk menemani malam yang penuh dengan pikiran buruk tentang suamiku.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After You
9.8
Kiren terjebak dalam dilema moral saat menjalin hubungan gelap dengan Fabian, kekasih sahabatnya sendiri, Aurel. Setelah berjuang sembuh dari luka masa lalu, Kiren justru kembali merasakan kepedihan yang lebih dalam. Ia harus menutupi perselingkuhan ini rapat-rapat karena perannya hanyalah sebagai wanita simpanan. Bagi Fabian, Kiren adalah pelampiasan nafsu yang memberikan kepuasan yang tidak didapat dari Aurel, meski itu menghancurkan hati Kiren.
Sampul Novel Because That Night
8.0
Dibalut rasa benci pada diri sendiri, Ariel Anata menyerahkan kesuciannya kepada Sean Rinadi di sebuah kelab malam dengan janji takkan bertemu lagi. Takdir berkata lain saat Sean ternyata adalah calon tunangan Vania, kakak Ariel. Pertemuan tak terduga ini dimanfaatkan Sean untuk mengejar cinta Ariel. Namun, Ariel justru memakai Sean sebagai alat balas dendam terhadap keluarganya yang selalu membandingkan dirinya dengan sang kakak yang dianggap lebih sempurna.
Sampul Novel Bodyguard I'm In Love
9.7
Jhon Christy terobsesi pada Aleta Louison sejak pandangan pertama. Seiring waktu, perasaan tersebut berkembang menjadi obsesi yang kelam. Demi mendekati sang pujaan hati, Jhon rela melepas hidup mewahnya dan bertolak ke Rusia untuk menjadi seorang bodyguard. Ambisi terbesarnya hanyalah terus mendampingi Aleta. Jhon bertekad menyembuhkan sisi psikopat dalam diri gadis itu dan membimbingnya kembali menjadi sosok wanita yang normal sepenuhnya.
Sampul Novel Bos Setan Idaman
9.0
Kehidupan Dita berubah drastis setelah takdir mempertemukannya dengan Raga, sosok pria misterius yang ternyata merupakan jelmaan setan. Meski Raga dikenal sangat pendiam dan irit bicara, ia kerap menunjukkan sisi manis yang tak terduga kepada Dita. Ketegangan muncul saat sang bos tiba-tiba menyatakan perasaan cintanya secara terang-terangan. Dita yang terkejut menganggap pengakuan itu hanyalah bualan belaka, meski kini nasibnya terikat pada pria tersebut.
Sampul Novel CEO Dingin Itu Penyelamatku
7.8
Embun terjebak dalam pernikahan yang menyiksa. Alih-alih kasih sayang, Putra justru menciptakan neraka karena hatinya terpaku pada wanita lain yang sudah Embun anggap kakak sendiri. Meski telah berkorban demi meraih cinta sang suami, perjuangan Embun selalu dipandang sebelah mata. Luka hatinya kian dalam saat Putra menyebut nama wanita itu usai mereka berhubungan intim. Di tengah kepedihan ini, mampukah Embun tetap bertahan saat kehadirannya tak lagi dianggap?
Sampul Novel Dituduh Mandul
9.5
Kebahagiaan Amel hancur saat memergoki Yuda, suaminya, berselingkuh dengan Rania. Ironisnya, Amel justru difitnah tidak setia dan dituduh mandul hingga akhirnya diusir serta diceraikan secara sepihak. Demi menyambung hidup, ia terpaksa bekerja sebagai pelayan pribadi bagi Zack Lee, seorang pengusaha muda sukses yang eksentrik. Amel kini harus menuruti kebiasaan aneh Zack yang gemar menyusu dan menuntut kehadirannya untuk menemani tidur setiap malam.