APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tambatan Hati

Tambatan Hati

Reynand Arya Wijaya adalah duda mapan yang menutup hati akibat dikhianati mantan istrinya di masa lalu. Setelah berjuang dari titik nol dan ditinggalkan demi pria lain, ia kini hanya fokus membesarkan putranya sendirian. Namun, kehadiran Amanda Mey Diana, seorang guru TK yang tulus, mulai meruntuhkan tembok pertahanannya. Meski trauma akan cinta masih membekas, kasih sayang Mey kepada anaknya membuat Reynand perlahan belajar membuka diri untuk sebuah kesempatan kedua.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ayah ...!" Seorang anak laki-laki yang belum genap lima tahun berlari sambil berteriak memanggil ayahnya yang baru pulang dari kantor.

"Jagoan ayah sudah wangi, pasti sudah mandi." Sang ayah berkata seraya mengangkat tubuh jagoan kecilnya, lalu duduk di sofa ruang keluarga dan mendudukkan anak itu di atas pangkuannya.

"Sudah dong, Ayah," jawab bocah kecil itu dengan riang.

"Anak pintar," puji sang ayah sambil mengusap kepala anaknya.

"Den Adrian, Aden sudah pulang tah?" sapa seorang wanita paruh baya yang bernama Bi Minah dengan logat jawanya. Bi Minah merupakan asisten rumah tangga di sana dengan logat jawanya.

"Iya, Bi."

"Mau bibi buatkan kopi, Den?" tawar Bi Minah.

"Ga usah, Bi. Bibi siap-siap aja, karena kita mau jalan-jalan sekalian makan malam di luar."

"Yeay!" sorak bocah kecil yang masih duduk di pangkuan ayahnya kegirangan. "Ayah, aku mau ke taman bermain!" imbuhnya dengan manja.

Adrian terkekeh pelan. "Iya," jawabnya sambil mengusap kepala sang anak penuh kasih sayang.

"Yeay!" Anak itu bersorak lagi, terlihat begitu gembira, karena sang ayah sudah lama tidak mengajaknya jalan-jalan dan bermain bersama.

"Ya sudah, kalau gitu bibi mau siap-siap dulu," ucap Bi Minah sambil tersenyum senang, kemudian bergegas pergi ke kamarnya.

"Ayah juga mau mandi dulu, Aarav tunggu sebentar di sini ya!" ucap Adrian.

"Oke!" jawab bocah kecil yang bernama Aarav dengan semangat .

Adrian kemudian menurunkan Aarav dari pangkuan, lalu bangkit dari tempat duduknya dan segera pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua.

Adrian Aditya Widjaya, pria introver, tetapi begitu menyayangi Aarav. Pria itu tidak pernah berniat menjalin hubungan lagi ataupun mencarikan ibu sambung untuk jagoan kecilnya. Dia selalu menyibukkan dirinya dengan terus bekerja demi masa depan bocah kecil kesayangannya itu.

Rasa kecewa dan sakit hati yang begitu dalam masih dia rasakan hingga saat ini. Bahkan, Adrian sudah menganggap bahwa ibu kandung dari Aarav telah tiada. Dia juga tidak mengizinkan orang-orang terdekatnya menceritakan tentang mantan istrinya kepada Aarav.

Kini, sang anak telah tumbuh besar dan sudah sekolah. Di sekolah, banyak teman-temannya yang diantar dan ditemani oleh ibu mereka. Tentu saja hal itu membuat Aarav menjadi mempertanyakan tentang ibunya. Namun, setiap kali anak itu bertanya, Adrian selalu saja mengalihkan ke hal lain.

***

Beberapa menit kemudian.

"Ayo kita pergi sekarang!" ajak Adrian yang sudah terlihat lebih segar dan menawan setelah mandi. Aarav langsung bersorak kegirangan menyambut ajakan sang ayah.

Sesampainya di sebuah Mall ternama yang terletak di pusat kota, Adrian bersama Aarav dan Bi Minah langsung menuju ke restoran yang ada di lantai tiga Mall tersebut untuk makan terlebih dulu sebelum mengajak Aarav bermain.

"Ayah, boleh aku makan ice cream?" tanya Aarav saat mereka memasuki restoran.

"Tentu saja, tapi Aarav harus makan nasi dulu, oke!" tegas Adrian.

"Oke, Ayah!" jawab bocah kecil itu dengan riang penuh semangat.

Adrian mengambil buku menu yang diberikan pelayan kepadanya, kemudian bertanya pada Aarav. "Aarav mau pesan apa?"

"Aku mau chicken katsu, sushi, ramen, dan juga ice cream vanilla!" seru Aarav dan pelayan dengan cepat mencatat pesanan bocah tampan itu.

"Sudah?" tanya Adrian memastikan.

"Sudah, Yah." Aarav menjawab dengan wajah imutnya.

Tanpa Adrian sadari, pelayan yang mencatat pesanan itu diam-diam mencuri pandang, karena terpesona dengan ketampanan pria itu. "Ganteng banget sih nih cowok! Apa bocil ini anaknya? Wah ... Sugar daddy dong!" batin pelayan itu.

Pelayan yang memakai kemeja putih dan apron hitam berlogo restoran tersebut juga mencatat pesanan Adrian serta Bi Minah. Setelah mengoreksi pesanan agar tidak salah, pelayan itu segera meninggalkan meja Adrian dengan catatan berisi pesanan makanan mereka.

"Ayah mau ke toilet dulu sebentar," ucap Adrian pada Aarav. "Bi, titip Aarav sebentar ya," imbuhnya seraya berdiri.

"Iya, Den."

Adrian segera beranjak menuju toilet. Setelah menyelesaikan urusannya di dalam toilet, pria itu segera keluar dan hendak kembali ke mejanya. Namun, tiba-tiba ada seorang gadis yang tak sengaja menabraknya cukup keras hingga membuat gadis itu terjungkal dan memekik keras.

Beruntung tubuh gadis itu tak sampai membentur lantai, karena dengan sigap Adrian langsung menariknya dan malah jatuh ke dalam dekapan pria itu. Bahkan tanpa sadar kedua tangan gadis itu melingkar di leher Adrian. Dia menatap pria tampan sejuta pesona tanpa berkedip dengan jantung yang sudah berdegup kencang ketika merasakan tangan kekar dari pria itu memeluk pinggang rampingnya.

Mereka saling tatap dengan wajah yang hanya berjarak beberapa sentimeter saja di depan mata. Namun, Adrian segera memutus pandangannya.

"Apa kamu baik-baik saja?" tanya pria itu dengan datar dan wajahnya yang dingin, tetapi gadis itu masih bergeming menatap Adrian tanpa berkedip.

"Ganteng banget nih cowok!" batin gadis itu.

"Hei! Apa kamu tuli?" tanya Adrian lagi sambil mendorong pelan gadis itu hingga membuat tangan yang melingkar di lehernya terlepas dengan paksa.

"Euh ... Ma–maaf! Aku ... Aku ga sengaja," ucap gadis itu gelagapan dan salah tingkah.

"Lain kali hati-hati!" Adrian kemudian berlalu pergi begitu saja.

Gadis itu menghela napas panjang. "Oh, ya ampun ... Ganteng benget sih dia, tapi sayang, dia jutek," gumamnya sambil mengedikkan bahu, kemudian segera meninggalkan tempat itu dengan buru-buru.

***

"Kenapa ayah lama?" tanya Aarav dengan mulut yang penuh dengan makanan ketika melihat ayahnya kembali.

"Tadi ada orang yang buru-buru jalan, terus ga sengaja nabrak ayah," jawab Adrian sambil meraih tissue dan mengelap bibir Aarav dengan lembut.

"Apa dia perempuan?"

Adrian mengernyit mendengar pertanyaan dari mulut mungil putranya, lalu dia terkekeh pelan. Bi Minah yang duduk di hadapan mereka juga ikut tertawa kecil mendengar pertanyaan dari Aarav.

"Memangnya kenapa?" Adrian menjawab dengan bertanya balik sambil meraih kopi yang sudah tersaji di atas meja, lalu menyesapnya.

"Kalau dia perempuan cantik, aku mau jadikan dia ibuku," jawab bocah kecil itu dengan polos sambil mengunyah makanannya, sedangkan Adrian langsung tersedak kopi yang baru disesapnya.

"Uhuk-uhuk ...."

"Den, pelan-pelan minumnya!" seru Bi Minah ketika melihat Adrian tersedak sampai wajahnya memerah.

Adrian menghela napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan pelan. Pria itu kembali dilanda rasa bimbang. Aarav menginginkan sosok seorang ibu, sedangkan dirinya tidak ingin mencari pendamping lagi ataupun ibu sambung untuk putranya yang mungkin sudah begitu merindukan sosok seorang ibu.

Egois mungkin, tetapi Adrian masih belum bisa melupakan rasa kecewa dan sakit hatinya terhadap sang mantan istri.

***

"Hufff ...." Mey membuang napasnya kasar.

"Kenapa sih lo, Mey? Kayak abis dikejar setan aja," celetuk Aleena ketika melihat Mey yang baru kembali dari toilet dengan buru-buru.

"Bukan dikejar setan, tapi aku baru aja ketemu seorang pangeran," jawab Mey asal dengan wajah yang sumringah.

"Hah? Pangeran?" Aleena mengernyit heran. "Pangeran dari kerajaan mana?" imbuhnya lagi.

Mey terkekeh geli, "Udah ah, ayo kita pergi!" ajak Mey sambil menarik tangan Aleena tanpa menjawab pertanyaan dari sahabatnya.

Kedua gadis itu segera keluar dari restoran setelah Aleena membayar semua makanan yang telah mereka habiskan bersama tadi.

Hari semakin larut, dan Mey harus menyiapkan untuk keperluan besok di hari pertamanya bekerja sebagai seorang guru TK.

"Mey!" panggil Aleena ketika mereka berjalan keluar dari Mall.

"Apa?" balas Mey menoleh ke arah Aleena.

"Gini ya, Mey ... Lo itu lumayan cantik, lo juga pinter ...." Aleena menjeda ucapannya.

"Terus?" tanya Mey sambil mengernyit.

"Kenapa sih, lo ga mau coba dulu ngelamar kerja di perusahaan-peusahaan yang ada di kota ini? Gue yakin deh, lo pasti langsung keterima," keukeuh Aleena yang masih berharap agar sahabatnya itu mendapatkan pekerjaan yang menurutnya lebih baik lagi, setidaknya bisa mendapat gaji yang besar.

"Berapa kali aku bilang, Leen? Aku ga tertarik kerja di perusahaan. Kamu tau sendiri, dari dulu aku suka dengan anak kecil, dan pengen banget jadi guru TK yang dikelilingi anak-anak," jawab Mey sambil tersenyum, membayangkan ketika dirinya bermain bersama anak-anak didiknya.

Aleena menghela napas sejenak. "Kalau gitu, mending lo cari suami deh! Terus, lo bikin anak sendiri sama suami lo!" seloroh Aleena, kemudian gadis itu terbahak.

"Ish, dasar! Kamu pikir nikah itu segampang membalikkan telapak tangan?! Sembarangan aja kalau ngomong!" balas Mey sambil memukul pelan lengan Aleena. "Aku bahkan sama sekali ga kepikiran buat nikah dan punya anak," imbuhnya.

"Iya deh iya." Aleena akhirnya mengalah dan tidak memaksa sahabatnya lagi.

Kedua gadis itu naik taksi untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.

...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi
8.1
Banyak pihak menanti Rhett menceraikan Jillian demi cinta lamanya. Namun, kejutan terjadi saat konferensi pers digelar. Bukannya berpisah, sang CEO justru memamerkan buah hati mereka ke hadapan publik. Rhett dengan tegas membantah isu keretakan rumah tangga yang beredar luas. Ia menyatakan bahwa hubungan mereka sangat harmonis dan kini semakin lengkap berkat kehadiran sang bayi. Harapan orang-orang untuk melihat mereka bercerai pun sirna seketika.
Sampul Novel Cinta dan Dosa
9.5
Bisma, putra CEO kaya, terperosok dalam gaya hidup kelam dan gemar mempermainkan wanita. Namun, hidupnya berubah saat ia terobsesi pada Melati, kekasih sahabatnya sendiri. Tindakan Bisma justru membawa penderitaan bagi gadis yang ia harap mampu mengubahnya menjadi pria lebih baik. Kini, ia dihantui peringatan masa lalu bahwa kebahagiaan takkan pernah ia raih. Apakah ini kutukan atas segala dosanya? Bisma harus memilih antara melepaskan atau terus mengejar cinta.
Sampul Novel CINTA DI BALIK TOPENG
9.5
Seorang pebisnis ternama menyembunyikan identitas aslinya sebagai pemimpin dunia bawah yang ditakuti. Takdir mempertemukannya dengan wanita penuh teka-teki yang juga memendam rahasia kelam. Di tengah kemewahan dan bahaya, benih cinta mulai tumbuh, memaksa mereka menghadapi konflik batin yang hebat. Hubungan ini penuh godaan mematikan saat topeng masing-masing perlahan retak, mengancam keselamatan serta posisi kekuasaan yang selama ini mereka bangun.
Sampul Novel Crossing Love
9.6
Miya Tamama adalah gadis polos yang menyimpan trauma masa kecil hingga dunianya kehilangan warna. Di tengah hidup yang kelabu, muncul Tamama Kunai, putra konglomerat sekaligus investor di sekolahnya yang memberi warna baru di hati Miya. Meski mendapat kasih sayang dari kakaknya, dokter Koko Tamama, ternyata ada pria lain yang juga mengamati Miya secara rahasia. Akankah cinta sang pewaris mampu menyembuhkan luka lama dan mengubah takdir hidup Miya selamanya?
Sampul Novel GADIS PENARI TUAN MUDA
8.2
Benni Handoko, pria dari keluarga terpandang, rela menyamar jadi pelayan toko demi mencari cinta sejati. Hidupnya berubah saat ia menemukan seorang gadis penari di ranjangnya usai jamuan keluarga. Tak disangka, gadis bernama Mulan itu adalah cucu sahabat neneknya yang hilang. Meski ditakdirkan menjadi istri Benni, perjalanan asmara mereka penuh rintangan berat. Mampukah Mulan dan Benni mempertahankan perasaan mereka di tengah segala konflik yang menghadang?
Sampul Novel Istri Kontrak Tuan CEO
8.4
Hidup Scarlett Piers hancur saat ayah dan ibu tirinya menjebaknya untuk dijual kepada duda tua kaya. Di tengah keputusasaan, Xanders Rilley hadir menyelamatkannya. Pengusaha dingin nan misterius itu menawarkan perlindungan, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama satu tahun. Kini Scarlett harus memilih: menerima tawaran Xanders demi membalaskan dendam pada keluarganya, atau justru terjerumus ke dalam lingkaran masalah yang jauh lebih berbahaya.