APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tergoda Pesona Sang Duda Mafia

Tergoda Pesona Sang Duda Mafia

Hidup Alea yang semula dingin dan acuh berubah total setelah pertemuan tak terduga dengan Saga. Pria duda beranak satu itu menyimpan sejuta misteri di balik sosoknya yang berbahaya. Meski penuh rahasia, takdir justru menjerat mereka dalam jalinan asmara yang rumit. Kini, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan besar yang mengancam hubungan mereka. Mampukah Alea dan sang mafia bertahan melewati badai konflik demi menjaga cinta yang baru saja tumbuh?
Bab
Bagikan

Bab 1

Seorang gadis muda nan cantik jelita tengah berdiri sembari sedikit menundukkan badannya di balik dinding sebuah restoran mewah yang berada di tengah kota.

Gadis itu melirikkan mata ke arah kiri dan kanannya dengan sibuk seolah dia tengah mencari keberadaan seseorang.

"Mana dia? Aku tidak akan pernah biarkan dia bertemu dan berkencan dengan wanita lain," gerutu gadis itu di dalam hatinya sendiri.

Tak lama setelah itu, sepasang pria dan wanita pun berjalan masuk ke dalam restoran dengan gelak tawa yang cukup sumringah, yang membuat gadis itu semakin merasa marah dan kesal.

"Oh ... Oh ... Kenapa mereka bisa tertawa bahagia seperti itu?"

"Tidak! Ini tidak bisa aku biar kan!" gadis itu berjalan masuk ke dalam restoran mengikuti pasangan yang dia amati itu.

Agar tidak kehilangan jejak mereka, gadis itu memutuskan untuk duduk tepat di belakang meja pasangan itu, sehingga dia pun dapat mendengar percakapan mereka dengan cukup jelas.

Sembari menutupi wajahnya dengan buku menu dari restoran, gadis itu mencoba sedikit mencondongkan kepalanya ke arah pasangan itu.

"Makasih ya Mas, karena kamu sudah mau meluangkan waktu untuk bertemu dengan aku setelah sekian lama," ucap wanita itu kepada pria yang tengah duduk di hadapannya dengan suara yang terdengar sangat elegan sekali.

"Kamu tidak perlu berterimakasih kepada aku, karena aku datang ke sini memang sudah keputusanku sendiri," jawab pria itu dengan ramah.

Sontak saja ke dua mata gadis itu membelalak, sembari keningnya pun ikut mengerut setelah mendengar obrolan singkat itu.

"Apa?"

"Bisa-bisanya dia berkata seperti itu?"

"Dia datang dengan kemuannya sendiri ke sini?" gerutu gadis itu dengan kesal.

Pasangan itu pun kembali saling mengobrol dengan menikmati hidangan yang telah tersedia di hadapannya, sedangkan gadis itu hanya sibuk mendengar dan memperhatikan pasangan yang terlihat cukup akrab di hadapannya dengan wajah kesal.

"Aku sangat senang sekali bisa makan siang bersama kamu sekarang Mas, apa lagi aku sudah lama sekali ingin bertemu secara langsung dengan mu," ucap wanita itu dengan ramah kepada pria di hadapannya.

"Aku juga senang bisa bertemu langsung dengan kamu, karena memang selama ini aku hanya mendengar tentangmu dari Ibu aku saja," jawab ramah pria itu.

Obrolan mereka semakin membuat gadis itu merasa kesal dan marah, sehingga tanpa ia sadari kedua tangannya pun mengepal dengan sangat keras.

"Apa aku boleh bertanya sesuatu yang cukup pribadi kepada kamu Mas?" tanya wanita itu sembari menatap ramah.

"Silahkan, apa pun itu kamu boleh menanyakannya kepada ku," jawab pria itu sembari menikmati hidangannya.

"Kenapa kamu sampai sekarang masih belum memutuskan untuk menikah Mas?" tanya wanita itu dengan sangat hati-hati.

Sontak saja pria itu meletakkan sendok dan garpu dari tangannya setelah mendengar pertanyaan itu.

"Tidak mudah bagiku untuk bisa menemukan pasangam dengan status yang sedang aku sandang sekarang, karena aku harus lebih teliti lagi untuk bisa menemukan pasangan hidup," jawab pria itu dengan dewasa.

"Tapi apa kamu tidak merasa kesepian Mas?" Kembali wanita itu mengajukan pertanyaan yang semakin membuat gadis itu merasa marah.

"Dengan semua kesibukan yang tengah aku geluti, itu cukup membuat aku tak pernah merasa kesepian."

"Apa lagi aku punya seorang gadis di rumah yang memang harus aku perhatikan setiap waktu," jelas pria itu dengan cukup tegas.

Setelah obrolan itu mereka berdua kembali menikmati makan mereka dengan sesekali saling melempar senyum satu sama lain.

Dilain sisi, gadis yang tengah memperhatikan mereka semakin memperlihatkan perasaan kesalnya dengan wajah cukup memerah, serta kening yang terlihat sangat mengerut.

"Kenapa bisa dia menjawab seperti itu?"

"Aku benar benar sangat merasa marah sekarang," gerutu gadis itu di dalam hatinya sendiri.

Karena rasa amarah telah menyelimuti perasaannya, sehingga gadis itu pun tak menghiraukan hidangan yang telah tersedia di hadapannya kala itu.

"Kenapa Mas tidak bertanya kepada ku? Apa Mas tidak merasa penasaran dengan aku?" ucap wanita itu sembari menatapnya.

"Heh ...! Mau sekali dia ditanya-tanya! Dasar wanita murahan!" guman gadis itu dengan kesal.

Beberapa saat pria itu terdiam sembari menatap balik ke arah wanita itu.

"Kenapa kamu mau bertemu dengan aku hari ini? Padahal kamu sendiri tahu dengan status yang sedang aku sandang, dan tentunya wanita seperti mu pasti sangat teliti sekali dalam memilih pasangan," tanya pria itu.

"Semenjak orang tua aku memberitahukan kalau aku akan dijodohkan dengan kamu, dan mereka pun juga telah memberitahu semua tentang mu, itu cukup membuat aku merasa tertarik Mas."

"Karena bagiku status bukanlah hal yang harus aku permasalahkan, aku lebih suka pria yang pekerja keras seperti mu," jawab wanita itu dengan sedikit malu-malu.

"Huaak ... !"

"Bilang aja kalau kamu suka dengan ketampanan dan keseksian dia wanita jalang!" kembali gadis itu menggerutu setelah mendengar ucapan wanita itu.

Tak henti-hentinya gadis itu memberikan tanggapan setiap kali wanita itu memberikan jawaban kepada pria itu.

"Ternyata kamu memiliki pemikiran yang cukup terbuka," ucap pria itu sembari meneguk segelas kopi di hadapannya.

"Mas ... Lalu bagaimana menurutmu tentang aku?" tiba-tiba wanita itu mengajukan pertanyaan yang cukup membuat pria itu sedikit kebingungan untuk memberikan jawabannya.

"Hmm ... Semua pria pasti akan sangat setuju jika aku mengatakan kalau kamu adalah wanita yang cantik, berpendidikan, elegan, apalagi kamu juga terlahir dari keluarga yang kaya-raya," jawab pria itu sembari sedikit memalingkan pandangannya.

Serasa badannya tak bertulang, gadis itu seketika merasa lemas setelah mendengar jawaban yang telah di berikan oleh pria itu, sehingga tatapan yang awalnya marah seketika berubah sendu, serta kedua ujung bibirnya pun jatuh.

"Apa ini akan menjadi akhir dari semua perjuangan aku selama ini?" gumam gadis itu.

"Lalu apa kamu sudah merasa cocok jika aku menjadi pasangan hidupmu Mas?" lanjut wanita itu bertanya.

Gadis itu pun langsung saja berdiri dari duduknya sembari berjalan keluar dari dalam resteroan sebelum dia mendengar jawaban yang akan diberikan oleh pria itu.

***

Malam pun telah tiba, pria itu pun kembali ke rumah setelah pertemuannya dengan wanita yang ia temui di restoran itu, akan tetapi langkahnya pun terhenti sesaat dia hendak masuk ke dalam kamarnya, karena ia yang mendapati gadis muda nan cantik itu tengah berdiri di hadapannya.

Mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang penuh arti.

"Wajah kamu terlihat sangat bahagia sekali."

"Apa kamu sangat bahagia setelah bertemu dengan wanita itu?"

"Apakah wanita itu adalah orang yang pas untuk kamu jadikan pendamping hidup?"

Pertanyaan yang bertubi-tubi di ajukan oleh gadis itu kepada pria yang tengah berdiri di hadapannya malam itu.

Pria itu hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun sembari menatap dalam kepada gadis yang tengah berdiri di hadapannya dengan wajah berlinang air mata.

"Kenapa kamu selama ini tidak pernah sekali pun melihat aku?"

"Kenapa kamu tidak pernah menganggap aku sebagai seorang wanita yang mencintai kamu?"

"Apa aku memang tidak pantas untuk bisa menjadi pasangan kamu?"

Pertanyaan itu kembali bertubi-tubi di ajukan kepada pria itu.

"Baiklah, kalau memang aku tidak pantas untuk kamu, mulai sekarang aku akan mundur, dan aku tidak akan pernah lagi mengganggu kamu," lirih wanita itu dengan isak tangis sembari membalikkan badannya.

Sontak langkah gadis itu pun terhenti karena pria itu menarik tangannya, dan membawanya untuk masuk ke dalam kamar.

Plak

Pria itu menyenderkan badan gadis itu ke dinding sembari dia pun semakin mendekatkan wajahnya.

"Mulai sekarang kamu akan menjadi milikku, dan akan aku pastikan kamu tidak akan pernah aku biarkan untuk pergi selangkan pun dariku," bisik pria itu.

Mereka berdua pun saling beradu mulut satu sama lain dengan hasrat yang sudah sangat memuncak, sehingga pria itu mengangkat dan meletakkan badan gadis itu ke atas kasurnya.

Suasana pun semakin memanas setelah tubuh mereka berdua sudah tak di tutupi oleh sehelai benang pun.

"Aku mencintai kamu ...."

"Belai aku ... Agh ...."

Rintihan serta desahan pun keluar dari mulut gadis itu dengan setiap sentuhan yang tengah dilakukan oleh pria itu kepadanya.

Tok ... Tok ... Tok ...

Suara ketukan pintu pun terdengar di tengah-tengah suasana panas itu, sehingga mereka pun terdiam dengan perasaan kaget.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Black Eagle
9.0
Fattan tak punya tujuan hidup sampai ia terpikat oleh binar mimpi di mata Cantika, siswi berprestasi yang terancam kehilangan beasiswa akibat ulah kakaknya. Hubungan benci jadi cinta pun terjalin di antara mereka. Namun, sebuah konspirasi licik menghancurkan segalanya, memicu kebencian mendalam di hati Cantika. Sang dalang di balik layar berhasil menyeret sepasang kekasih ini masuk ke dalam pusaran dunia mafia yang gelap dan penuh bahaya.
Sampul Novel DI ATAS RANJANG MAFIA
9.7
Michele Lazzaro Riciteli adalah pemimpin mafia Roma yang kejam dan memiliki kondisi medis langka. Dirinya kebal terhadap rasa sakit fisik, namun ia juga tidak mampu merasakan kepuasan seksual. Hidupnya berubah drastis setelah terlibat cinta satu malam dengan Meghan Crafson, wanita yang secara ajaib bisa menyembuhkan disfungsinya. Demi mempertahankan sensasi yang selama ini hilang, Michele nekat memerintahkan penculikan Meghan. Apa rahasia di balik identitas Meghan sebenarnya?
Sampul Novel ISABELLA
7.9
Isabella, perempuan asal Turki dengan hidup sederhana, memutuskan merantau ke London demi meraih cita-citanya. Namun, takdir membawanya ke arah tak terduga saat ia terjebak dalam pusaran gelap dunia mafia. Bersama kekasihnya, Alech, Isabella harus berjuang melewati berbagai rintangan berbahaya yang mengancam hubungan mereka. Akankah cinta mereka tetap bertahan di tengah konflik kekerasan ini? Simak perjalanan penuh risiko Isabella dan Alech demi kebersamaan abadi.
Sampul Novel Istri Jaminan Sang Laksamana
8.2
Admiral Shawn Miller, Jenderal bintang satu termuda AS, terjebak perjanjian gelap dengan mafia Yousef Kanishka. Demi data rahasia negara, ia menyetujui pernikahan rahasia dengan putri Kanishka, Kiran, sebagai jaminan. Syaratnya mutlak: Shawn dilarang menyentuh istrinya tersebut. Tanpa pernah bertemu sebelumnya, Shawn terpana saat menyadari jaksa cantik di pengadilan militer adalah sosok wanita yang kini terikat secara hukum dengannya.
Sampul Novel Istri kecil tuan mafia
8.9
Hidup Yui Miura hancur saat ia terjebak prostitusi daring dan bertemu pemimpin Yakuza yang bengis. Pria itu mengklaim Yui sebagai budak demi melunasi hutang nyawa sang ayah, Matsumoto. Meski hancur, Yui mencoba bernegosiasi dengan menawarkan rahimnya demi imbalan uang. Kesepakatan gelap ini dimulai dengan tawa sinis sang mafia, membawa mereka ke dalam malam penuh gairah yang justru menjadi awal penyesalan mendalam bagi kehidupan Yui selanjutnya.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.