APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Dalam Janji Miliarder

Terjebak Dalam Janji Miliarder

Nadira hidup dalam hinaan karena kondisi mental ibunya. Demi membiayai pengobatan sang ibu, ia terpaksa terjun ke dunia malam yang kelam. Di tengah keputusasaan, seorang miliarder muncul memberikan tawaran besar yang menjanjikan perubahan nasib. Namun, kesuksesan tersebut menuntut pengorbanan yang jauh lebih berat dari dugaannya. Kini Nadira terjebak dalam dilema, meragukan pilihannya sembari berjuang mencari jalan pulang menuju kebahagiaan yang sejati.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari-hari setelah pertemuan itu terasa seperti kabut tebal yang menyelimuti Nadira. Setiap langkahnya penuh keraguan, setiap keputusan yang ia buat terasa semakin sulit, dan kegelisahan semakin merasuki setiap detik hidupnya. Ia berusaha untuk tetap fokus pada tujuannya-ibunya-tapi semakin lama, semakin dalam ia terjerumus ke dalam dunia yang tidak ia kenal.

Pada malam yang dijanjikan, Nadira kembali menuju Luminous. Kali ini, suasana di dalam klub malam itu terasa lebih mencekam, lebih gelap dari sebelumnya. Suara musik berdentum keras, tubuh-tubuh yang menari dan berteriak seakan tak peduli dengan apa yang terjadi di luar mereka. Di sudut yang sama, pria itu menunggunya, seperti bayangan yang tak pernah pergi.

Ketegangan di udara semakin terasa saat Nadira mendekatinya. Pria itu tidak tampak terkejut atau penasaran. Ia hanya menatap Nadira dengan tatapan yang tak bisa dibaca, penuh dengan misteri yang semakin membuat Nadira merasa terperangkap.

"Apakah kamu siap?" suara pria itu menggema, terdengar dalam dan penuh makna.

Nadira menatap amplop yang ia terima beberapa hari lalu, masih terkepal di tangannya. Ia merasa jantungnya hampir pecah karena ketakutan. "Saya... Saya tidak tahu lagi. Semua ini terasa seperti mimpi buruk."

Pria itu hanya mengangguk. "Mimpi buruk memang selalu datang bersama kenyataan yang lebih buruk lagi. Tapi ingat, Nadira, kamu sudah membuat pilihan. Dan pilihan itu selalu memiliki konsekuensi."

"Konsekuensi?" Nadira menatap pria itu dengan raut wajah bingung dan ketakutan. "Apa maksudmu?"

Pria itu tersenyum tipis, namun kali ini ada sedikit kesan sinis di balik senyumannya. "Kamu tidak akan tahu sebelum kamu menjalani semuanya. Tapi satu hal yang pasti, Nadira-kamu akan mendapat apa yang kamu inginkan. Namun, harga itu akan lebih mahal dari yang kamu duga."

Kata-kata itu melayang di udara, berat dan penuh dengan peringatan yang terlambat. Nadira tidak bisa lagi mundur. Ia sudah terjebak di dalam permainan ini, dan ia tahu, semakin ia bertanya, semakin dalam ia akan terperangkap.

Tangan pria itu bergerak ke arah meja bar, membuka sebuah laci kecil yang tersembunyi. Dari sana, ia mengeluarkan sebuah kunci kecil berwarna hitam.

"Ini adalah kunci untuk pintu yang akan membawamu ke langkah selanjutnya," ujar pria itu sambil menyerahkan kunci tersebut.

Nadira menggenggam kunci itu dengan gemetar. Ia merasa seolah kunci itu bukan hanya untuk membuka pintu, tapi juga untuk membuka jalan ke dunia yang tidak akan pernah ia kenali kembali.

"Ke mana ini membawa saya?" tanya Nadira, suaranya hampir tak terdengar di tengah keramaian.

Pria itu mengangkat bahu. "Ke tempat yang kamu pilih, Nadira. Ke tempat yang hanya bisa dijelajahi oleh mereka yang siap menghadapi harga yang harus dibayar. Cobalah kunci itu."

Mata Nadira berkaca-kaca, hatinya semakin berat. Ia tahu, apapun yang ada di balik pintu itu, tidak akan ada jalan kembali setelah ia membukanya. Namun, ia teringat akan ibunya, dan semua rasa takut dan keraguannya lenyap seketika. Ia tidak bisa mundur.

Dengan satu tarikan napas dalam-dalam, Nadira berbalik dan melangkah menuju pintu belakang klub. Setiap langkah terasa seperti melangkah lebih jauh ke dalam jurang yang tak terlihat, dan rasa takut itu semakin menguat. Begitu ia mendekati pintu, ia menyentuh kunci hitam itu, merasakannya seolah menghubungkannya dengan masa depan yang gelap.

Saat kunci itu diputar, pintu terbuka dengan suara berderit yang membuat Nadira merinding. Di dalamnya, sebuah ruangan gelap dengan cahaya samar-samar, hanya ada meja besar di tengah dan beberapa kursi kosong yang menunggu kedatangan orang yang tepat.

"Masuklah, Nadira," suara pria itu kembali terdengar, kali ini dari balik bayangan gelap di sudut ruangan. "Ini adalah tempatmu."

Nadira merasa seperti tubuhnya tergerak sendiri, tak mampu mengendalikan langkahnya. Ia melangkah masuk, dan pintu pun tertutup di belakangnya dengan suara yang memekakkan telinga.

Dalam ruangan itu, hanya ada dirinya dan pria itu. Tanpa kata-kata lagi, pria itu melangkah mendekat, menatapnya dengan tatapan tajam yang membuat Nadira merinding.

"Sekarang, kamu harus memilih, Nadira," katanya dengan suara yang berat. "Apa yang kamu inginkan? Uang yang cukup untuk menyembuhkan ibumu... atau sesuatu yang lebih?"

Nadira menatap pria itu, jantungnya berdegup kencang. Apa yang ia inginkan? Apa yang ia benar-benar inginkan?

"Apapun itu, saya akan melakukannya," jawab Nadira, dengan suara yang tak sepenuhnya yakin, namun dipenuhi tekad.

Pria itu mengangguk, dan sepertinya senyum sinis di wajahnya semakin lebar.

"Begitu kamu memutuskan, tidak ada lagi yang bisa menghentikanmu."

Dan dengan itu, Nadira merasa seolah seluruh dunia menatapnya, menunggu keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Gadis Simpanan
9.2
Sejak kecil, Carl Davidson gemar menjahili Samantha Walker dengan mendudukkannya di meja tinggi hingga ia menangis ketakutan. Kebiasaan unik ini terus berlanjut hingga mereka dewasa. Carl kini menjadi miliuner otomotif sukses yang tetap melakukan hal serupa, namun ia akan membawa Samantha dari meja ke ranjangnya. Meski dunia melabeli Samantha sebagai gadis simpanan, mampukah ia meraih kehormatan dan melangkah ke pelaminan bersama Carl di tengah stigma tersebut?
Sampul Novel Istriku Punya Nama
7.9
Hananan, gadis mandiri berusia 25 tahun, terkejut saat mengetahui dirinya bukan anak kandung keluarga petani yang membesarkannya. Hidupnya berubah drastis ketika dijemput paksa ke sebuah rumah mewah, bukan untuk disambut hangat, melainkan dipaksa menggantikan adik kembarnya, Nazia, yang kabur demi cinta. Ia harus menikahi pengusaha kaya sebagai pengganti. Tanpa kasih sayang orang tua kandungnya, mampukah Hananan menemukan kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Kekasihku Menikahi Saudaraku Disaat Aku Lumpuh
9.6
Pasca kecelakaan tragis, Arjuna harus menghadapi kenyataan pahit saat ia lumpuh. Dunianya hancur ketika Kirana, tunangannya, justru memilih menikah dengan adiknya, Bima. Di tengah perebutan takhta CEO oleh adik-adiknya, mental Arjuna kian terpuruk karena terapi fisik yang sulit. Demi memulihkan sang putra, ibunya menjodohkan Arjuna dengan Mentari. Gadis unik yang ceria namun matre ini hadir membawa harapan baru di tengah pengkhianatan dan keputusasaan Arjuna.
Sampul Novel Majikanku, Perusak Rumah Tanggaku
9.4
Leonel terjebak obsesi mendalam pada Nayara, istri dari koki terbaiknya, Arvino. Sejak pandangan pertama di pesta pernikahan mereka, Leonel tak mampu melupakan pesona Nayara. Ia mulai memanipulasi jadwal kerja Arvino demi mendekati sang wanita. Meski telah menikah selama lima tahun dengan Carissa, Leonel tak lagi peduli. Hasratnya pada Nayara mengalahkan segalanya. Akankah Nayara tetap setia, atau justru terjerat dalam rayuan majikan suaminya yang licik?
Sampul Novel Menikahi Ayah Kekasihku
8.0
Celeste terikat pernikahan paksa dengan pengusaha berkuasa, Dominic Mercer. Namun, hidupnya berubah menjadi petaka saat mengetahui bahwa suami barunya adalah ayah dari Adrian Mercer, kekasih rahasianya selama tiga tahun. Terjepit dalam rumah tangga dingin penuh rahasia, Celeste bimbang antara mengungkap kebenaran atau memendamnya. Jika pengkhianatan ini tercium oleh Dominic yang kejam, konsekuensi mengerikan telah menanti Celeste dan Adrian.
Sampul Novel My Handsome Boy
9.4
Terjebak utang, Kiara Mauren menawarkan diri untuk bekerja demi melunasi kewajibannya. Namun, Ken justru menyodorkan map berisi surat perjanjian nikah kontrak. Meski terpesona oleh kecantikan Kiara, Ken tetap bersikap sinis saat tawarannya ditolak. Kiara bimbang karena ia sudah memiliki calon suami, tetapi Ken tidak memberi pilihan lain. Di tengah ketegangan itu, Ken tak mampu mengalihkan pandangan tajamnya dari sosok Kiara yang sangat memikat hatinya.