APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Empati & Cinta Paksaan

Terjebak Empati & Cinta Paksaan

Selina Aurelia Vianey adalah dokter berprestasi sekaligus pewaris rumah sakit yang dikenal sempurna. Namun, hidupnya berbalik total setelah ia menolong Rafael, pengusaha yang sedang mabuk akibat patah hati. Tak disangka, insiden itu membawanya ke perjodohan paksa yang diatur orang tua mereka. Terjebak dalam ikatan tanpa cinta, Selina harus menghadapi Rafael dengan rasa kecewa. Akankah empati berubah menjadi cinta sejati, ataukah ia hanya akan terkurung dalam nestapa?
Bab
Bagikan

Bab 3

Selina kembali ke rumah sakit keesokan harinya, meski pikirannya masih terperangkap oleh kejadian semalam. Rafael yang sebelumnya terbaring tak berdaya kini sudah mulai stabil. Namun, meski fisiknya telah pulih, luka emosional yang ada dalam dirinya tetap tidak bisa disembuhkan dengan cepat. Itu yang Selina rasakan saat ia memasuki ruang perawatan dan mendapati pria itu duduk di ranjang, matanya yang biasanya penuh percaya diri kini tampak kosong dan hampa.

Sore itu, udara di rumah sakit terasa lebih berat, seolah dunia sedang mengawasi mereka berdua. Selina menatap Rafael yang terlihat begitu rapuh-tidak seperti pria yang ia temui semalam dalam kondisi mabuk. Dia tampak seperti seorang pria yang pernah memiliki segala sesuatu yang berharga dalam hidupnya, namun kini kehilangan segalanya dalam sekejap.

Rafael menoleh saat mendengar langkah Selina. Matanya yang tajam menatapnya penuh perhatian, tetapi ada sesuatu yang berbeda. Ada kekosongan yang terasa lebih dalam dari biasanya.

"Dokter Selina, terima kasih telah menyelamatkan hidup saya," ujarnya dengan suara serak, matanya masih terfokus pada wajah Selina.

Selina hanya mengangguk. Ia belum bisa sepenuhnya memahami mengapa ia merasa sangat terhubung dengan pria yang baru saja ia kenal dan bahkan dalam keadaan mabuk telah melanggar batasan. Ia menghela napas dan duduk di kursi yang ada di dekat ranjang, mencoba berbicara dengan lebih tenang.

"Jangan terlalu banyak berpikir, Rafael. Kamu baru saja melewati keadaan yang sangat buruk. Mungkin ini waktunya untuk merenung dan memulihkan diri." Suaranya terdengar lembut, meskipun hatinya sedang dipenuhi amarah dan kebingungan.

Rafael hanya tersenyum pahit. "Merenung?" katanya, dengan nada sinis. "Saya rasa merenung tidak akan mengubah apapun. Hidup ini hanya tentang keputusan yang kita buat, bukan?"

Selina menatapnya, merasa ada kekesalan yang mengalir dalam kata-kata Rafael. Ia tak bisa menyangkal bahwa ia merasa tersentuh dengan penderitaan yang dialami pria itu, meskipun ia tidak sepenuhnya memahami alasan di baliknya.

"Apakah kamu ingin berbicara tentang apa yang terjadi? Mungkin itu bisa membantu," tawar Selina, lebih karena rasa ingin tahu daripada keinginan untuk membantu.

Rafael menunduk, tangan yang terkulai di samping tubuhnya menggenggam selimut dengan erat. "Saya tidak tahu lagi apa yang bisa saya katakan, Selina. Semua terasa begitu rumit... semuanya sudah berantakan."

Suasana menjadi hening sejenak. Selina merasa kesulitan untuk memahami apa yang sedang dirasakan oleh Rafael. Ia tahu bahwa pria ini bukan orang yang mudah untuk mengungkapkan perasaan, namun ada sesuatu dalam tatapannya yang membuatnya merasa perlu untuk lebih bersabar.

Tiba-tiba, pintu terbuka, dan seorang perawat masuk dengan dokumen medis. "Dokter Selina, ada beberapa laporan terbaru yang perlu Anda lihat." Perawat itu menyerahkan berkas-berkas yang Selina perlukan untuk mengecek kondisi pasien lainnya.

Tanpa berkata apapun lagi kepada Rafael, Selina berdiri dan melangkah ke luar kamar. Namun, sesaat sebelum pintu menutup, ia mendengar suara berat Rafael memanggilnya.

"Selina..."

Ia berhenti dan menoleh, merasa ada sesuatu yang menggantung di udara.

"Apa kamu akan menghindariku setelah ini?" tanya Rafael, suaranya penuh keraguan.

Selina tidak tahu harus menjawab apa. Ia merasa bingung dengan apa yang sedang terjadi. Ia bukan tipe orang yang suka membiarkan orang lain terluka, namun ia juga tidak tahu bagaimana menghadapinya. Hubungan mereka baru saja dimulai dalam kondisi yang kacau, dan ia merasa terseret dalam sesuatu yang lebih besar dari sekadar masalah pribadi.

"Aku tidak akan menghindarimu," jawabnya dengan suara pelan, mencoba meyakinkan dirinya sendiri. "Tapi, kita harus menghadapinya satu per satu. Aku ingin kamu sembuh dulu."

Rafael hanya mengangguk, namun ada keheningan yang sangat panjang antara mereka. Ia merasa ada ketegangan yang sulit dijelaskan, sebuah ketertarikan yang berkembang begitu cepat namun sulit untuk diungkapkan. Selina pun merasakan hal yang sama, meskipun ia berusaha keras untuk menolaknya.

Setelah beberapa menit, Selina kembali ke ruang kerjanya, namun pikirannya terus teralihkan oleh Rafael. Entah mengapa, pria itu tidak pernah bisa ia lupakan. Meskipun perasaan yang ia rasakan lebih rumit dan sulit untuk diterima, ada semacam rasa ingin tahu yang menguasainya.

Namun, saat ia memasuki ruang kerjanya, sebuah panggilan telepon tiba-tiba mengalihkan perhatiannya. Selina mengangkatnya tanpa berpikir panjang.

"Selina, kamu sudah memikirkan tentang apa yang kami bicarakan kemarin?" suara ibunya terdengar langsung di telinganya, keras dan jelas.

Selina menatap layar ponselnya, berpikir sejenak. "Ibu, ini bukan waktu yang tepat. Aku sedang sangat sibuk di rumah sakit," jawabnya, mencoba terdengar tenang meskipun hatinya terasa seperti dibebani.

"Aku mengerti, tapi kamu harus memikirkannya dengan baik. Kamu tahu bahwa ini adalah kesempatan yang baik. Kamu harus menghargai keinginan orang tua," ujar ibunya, tidak memberikan ruang untuk diskusi lebih lanjut.

Selina menutup telepon itu dengan hati yang semakin berat. Ia merasa terperangkap antara apa yang diinginkan keluarganya dan apa yang ia rasakan. Pikirannya kembali ke Rafael, dan bagaimana kehidupannya akan berubah setelah pertemuan mereka yang tak terduga. Ia tak pernah membayangkan akan berada di persimpangan jalan yang begitu rumit.

Hari-hari setelahnya terasa semakin sulit bagi Selina. Ia mencoba untuk melanjutkan hidupnya seolah-olah semuanya normal, tetapi hatinya terus dihantui oleh perasaan yang semakin kuat terhadap Rafael. Setiap kali ia melihatnya, setiap kali ia mendengar suaranya, hatinya berdebar lebih cepat.

Namun, ia juga tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan bahwa ia terikat oleh perjodohan yang sudah diatur untuknya. Keluarganya menginginkan ini, dan ia tahu betul bahwa menentang mereka bukanlah pilihan yang mudah. Di sisi lain, ada perasaan yang semakin sulit untuk disembunyikan terhadap Rafael-perasaan yang membuatnya bingung dan terperangkap dalam dilema yang tak terpecahkan.

Selina tahu, keputusan yang ia ambil ke depan akan mengubah hidupnya selamanya. Tetapi apakah ia cukup berani untuk memilih jalannya sendiri? Ataukah ia akan terus terjebak dalam peran yang telah ditentukan untuknya?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas dendam sang pewaris yang tak bertopeng
8.1
Saat tiba di bar miliknya, sang pemilik terkejut mengetahui Lucas, kekasihnya yang mengaku bangkrut, memesan ruang mewah. Lewat kamera pengawas, terungkap Lucas hanya menjadikannya bahan taruhan dan memanfaatkannya demi uang. Lucas bahkan menghina dirinya miskin di depan wanita lain. Merasa dikhianati, sang pewaris asli ini akhirnya mengungkap identitas aslinya. Ia mempermalukan Lucas yang berlutut dengan tumpukan uang sebagai pembalasan yang setimpal.
Sampul Novel CEO Mengejar Cinta Adik Mafia
8.0
Rio terjebak dalam pusaran dendam yang berubah menjadi cinta mendalam sekaligus penyesalan pahit. Meski perasaan di antara keduanya begitu kuat, ia dipaksa mengorbankan egonya demi melindungi keselamatan sang pujaan hati. Kisah ini membuktikan bahwa cinta tak pernah salah memilih sasaran, namun perjuangan untuk bersatu tidaklah semudah membalik telapak tangan. Rio harus menerima kenyataan bahwa mencintai tidak selalu berarti harus memiliki sosok tersebut.
Sampul Novel Cinta Tersayat Dendam
9.5
Arta adalah wanita tangguh yang fokus pada karier meski sering diremehkan karena penampilannya yang bersahaja. Pernah dicampakkan akibat perbedaan kasta, ia bertekad membuktikan nilainya tanpa banyak bicara. Kehidupannya berubah saat bertemu Evan, seorang pengusaha duda sukses. Kini, mereka harus bersatu menyelidiki dalang di balik kekacauan perusahaan masing-masing, sembari berjuang mempertahankan cinta yang terus diterjang badai dan dendam masa lalu.
Sampul Novel Dendam Putri Liar Sang CEO
9.3
Dijual oleh ayahnya sendiri kepada Fahreza Murni, seorang CEO dingin, sang putri liar mengira ia dicintai hingga pengkhianatan menyakitkan terjadi. Fahreza justru memberikan pusaka ibunya kepada Elok, wanita manipulatif yang ia bela meski telah menghina warisan tersebut. Setelah diseret ke rehabilitasi, cinta berubah menjadi dendam membara. Saat Fahreza kembali memohon maaf, ia menerimanya hanya untuk menghancurkan Murni Group dari dalam sebagai pembalasan yang setimpal.
Sampul Novel Grafiti Dinding Hati
8.4
Citta Buwana menghadapi masa magang yang berat sebagai sekretaris William Rustenburg. Bagi William, Citta hanyalah bawahan tidak kompeten yang selalu menjadi pelampiasan emosinya. Ketegangan memuncak saat William mengetahui rencana perjodohan mereka yang diatur sang ayah, Johan. Meski William terus memberontak dan mempermalukan Citta, Johan tetap teguh pada pilihannya. Mampukah pengabdian dan pengorbanan mengubah kebencian menjadi cinta dalam ikatan paksa ini?
Sampul Novel Istri Idaman Tuan Ares
8.1
Perjodohan paksa merupakan fenomena klasik yang kerap membebani siapa pun, terutama jika harus bersatu dengan orang asing tanpa landasan cinta. Beban berat inilah yang kini menghimpit hidup Ares dan Anggun. Meski hati menolak, mereka terjebak dalam situasi yang tidak memberikan celah untuk melarikan diri. Keduanya terpaksa menghadapi komitmen yang tak diinginkan, di mana alasan apa pun tidak cukup kuat untuk membatalkan ikatan pernikahan tersebut.