APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TERJEBAK GAIRAH DUDA

TERJEBAK GAIRAH DUDA

Sena Aurellia, mahasiswi dua puluh tahun, geram saat Tristan, duda tiga puluh tujuh tahun di sebelah rumahnya, tiba-tiba mengajak menikah. Meski berwajah awet muda, Sena menganggap tetangganya itu pria mesum yang tidak sadar umur. Sena yang tinggal sendiri di rumah bibinya selalu menghindari godaan Tristan yang menyebalkan. Hubungan mereka bak kucing dan tikus yang terus berseteru. Namun, sebuah malam tak terduga mengubah segalanya di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sena memalingkan wajahnya yang sangat merah. Apa-apaan posisi ini? Kenapa bisa membuat jantungnya tidak aman. Dia menggigit jarinya bingung mau bagaimana.

“Udah pergi, orangnya!” celetuk Tristan kembali menegakkan tubuhnya.

“Hah?” Sena justru bingung dengan apa yang dimaksud oleh Tristan. Siapa yang pergi?

“Bukannya kamu tadi ngelihatin cowok yang nggak lebih tampan dari aku yang berjalan ke arah rumah kamu? Sekarang cowok itu udah pergi.”

‘Nggak lebih tampan dari dia?’ Sena memutar bola mata malas. Selain mesum, om-om di depannya ini juga narsis rupanya.

“Sudah minggir, Om! Jangan cari kesempatan!” Sena sedikit mendorong tubuh Tristan sehingga dirinya bisa menghindar dari tubuh Tristan. Setelahnya gadis itu keluar dari rumah milik tetangga dudanya itu dengan wajah kesal.

Tristan hanya tersenyum melihat tingkah Sena. Gadis itu benar-benar mengejutkan dan sangat galak. Tristan masih melihat Sena dari balik jendela. Gadis itu berkali-kali menoleh ke arah belakang sembari menggumam tak jelas, yang justru membuat Tristan semakin terkekeh. Hari-harinya kini tidak akan membosankan lagi.

Selama ini dia tidak pernah berhubungan dengan wanita dengan selisih umur yang sangat jauh seperti ini. Dan ternyata sedikit menyenangkan. Tristan hanya senyum-senyum sendiri jika teringat gadis bau kencur itu.

***

Pagi tiba, seperti biasa sang duda akan olahraga di depan rumahnya sembari menunggu Sena berangkat kuliah. Sudah menjadi kebiasaan baginya menggoda sang dara. Seolah jika tidak melihatnya sehari saja, hidupnya menjadi hampa.

Tristan sedari tadi terus mengintip dari depan rumahnya, menunggu sang gadis keluar dari rumahnya. Dengan berpura-pura melakukan stretching. Ah, dia lebih mirip seperti remaja yang sedang kasmaran saja.

“Itu dia!” Tristan menjadi salah tingkah saat melihat Sena keluar dari pintu. Dia segera merapikan rambutnya yang telah basah oleh keringat.

Sena yang sudah melihat Tristan hanya bisa memutar bola mata malas. ‘Bisa nggak sih, gue nggak harus ketemu sama makhluk itu?’ keluh Sena dalam hati.

“Nggak dong, kamu nggak bisa menghindari aku, Sena.” Tristan nyengir setelah mengatakan hal itu. Seolah dia baru saja mendengar apa yang baru saja Sena katakan dalam hati. Sena pun hanya melotot tajam ke arah duda matang itu.

Sena sedikit merinding karena merasa Tristan bisa mendengar suara hatinya. “Om bukan dukun, ‘kan?” tanya Sena sembari menampilkan wajah ngerinya.

“Enggaklah! Masa ganteng gini dukun, sih. Om ini calon suami kamu.” Tristan nyengir, menampilkan deretan giginya yang putih, seputih iklan pasta gigi.

“Idih ... jangan ngarep, deh.” Sena melewati Tristan begitu saja. Dia bisa gila jika lama-lama bersama dengan lelaki itu. Sena berjalan dengan kesal menuju ke arah halte. Dia harus naik angkutan umum untuk menghemat pengeluaran. Maklum, dia tidak mau merepotkan orang tuanya lebih lagi.

Tristan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Sena. Gadis itu lugu dan polos. Sangat membuatnya penasaran. Setelah memastikan Sena hilang dari pandangannya, duda itu masuk kembali ke dalam rumahnya. Dia harus pergi ke suatu tempat setelah ini.

Masih dengan bibir manyun dan wajah kesal, Sena menunggu angkutan yang akan membawanya ke kampus. Paginya kini berubah menjadi menyebalkan semenjak ada duda rese yang tinggal di sebelah rumahnya.

“Kenapa Om rese itu malah tinggal di sebelah gue coba? Kan bikin kesel.” Sena membuang napas kasar. Bersamaan dengan itu, ada bus yang berhenti di depannya. Dia langsung naik karena itu jurusan yang membawanya ke kampus.

Sena berkali-kali mengatur napasnya, dia harus melupakan tentang Tristan jika ingin suasana harinya menyenangkan.

“Nggak penting mikirin om mesum itu. Bikin darah naik aja.” Sena melangkahkan kakinya menuju ke halaman kampus. Sudah sekitar dua tahun dia menimba ilmu di sini. Awalnya dia tidak yakin dengan keputusannya tentang hal ini. Akan tetapi, akhirnya dia bisa sampai sejauh ini.

Sena langsung menuju ke kantin. Dia belum sarapan dan butuh sesuatu untuk membuat perutnya tetap diam.

“Soto sama teh anget, Bik.” Setelah memesan, Sena duduk di kursi yang masih kosong. Dia mengambil buku dari tasnya untuk belajar. Dia tidak boleh membuat orang tuanya kecewa. Yang bisa dia lakukan hanya belajar dengan rajin dan saat pulang membawa gelar sarjana.

“Pagi, Sena ....” Seorang gadis manis dengan pakaian yang sangat fashionable menghampiri Sena. Dia langsung duduk di depan dan menyambar buku yang dibaca Sena.

“Apa-apaan lo, Tiara? Gue lagi belajar tahu.” Sena tampak kesal karena temannya ini selalu saja mengganggu kegiatannya.

Gadis yang bernama Tiara itu berdecak. “Belajar mulu. Kapan lo nikmati masa muda lo, Sena? Nggak bosen apa belajar terus?” Dengan malas, Tiara atau yang lebih sering dipanggil Ara itu mengembalikan buku itu. Dia sangat kesal jika terus melihat Sena belajar, seolah hidupnya hanya untuk belajar.

“Gue ‘kan nggak kaya sama lo. Gue nggak mau bikin keluarga gue kecewa.”

“Ck! Alesan aja lo. Belajar nggak salah, tapi sesekali seneng-seneng ‘kan nggak salah.” Jika Sena adalah anak dari keluarga biasa, maka berbeda dengan Tiara. Gadis itu berasal dari keluarga kaya yang memiliki sebuah perusahaan. Sifat keduanya pun berbalikan. Tiara termasuk gadis yang senang dengan pesta dan suka dugem.

Sena hanya geleng-geleng kepala jika sudah seperti ini. Mereka berdua berbeda, tetapi anehnya mereka bisa berteman hingga dua tahun. Sena dengan sikapnya yang suka belajar, sedang Tiara yang kebalikannya, dia datang ke kampus hanya untuk absen saja.

Pesanan datang sehingga membuat pembicaraan mereka berakhir.

“Ini sotonya, Neng.” Mangkuk soto diletakkan di depan Sena, aromanya yang menguar membuat perutnya bertambah lapar.

“Aku juga mau, Bik. Soto satu sama es jeruk, ya.” Tiara rupanya ikut tergiur akan aroma soto itu.

“Baik, Neng.”

Setelah sarapan di kantin, mereka pun masuk ke dalam kelas. Sena tidak suka jika harus terlambat masuk kelas. Baginya waktu itu sangatlah berharga.

“Selamat pagi!” Seorang dosen masuk ke dalam ruangan. Dosen wanita yang masih muda, mungkin usianya di awal tiga puluhan.

“Pagi ....”

“Bu Citra katanya sudah pernah nikah, lho.” Tiara berbisik di sebelah Sena. Dia terlihat begitu antusias jika membicarakan tentang orang lain.

“Maksud lo ... Bu Citra janda gitu? Bukannya sekarang nggak punya suami?” Entah kenapa Sena ikut-ikutan tertarik. Padahal biasanya juga dia tidak peduli.

Tiara mengangguk senang. Berita ini dia dapatkan baru-baru ini, dan dia merasa bangga karena termasuk salah satu orang yang mengetahui tentang hal ini pertama kali.

“Kita kedatangan mahasiswa baru.” Seorang pemuda berusia sekitar awal dua puluhan masuk ke dalam kelas. Tiara langsung menyenggol lengan Sena yang sedang memperhatikan bukunya.

“Sena. Angkat kepala lo. Ada cowok cakep,” bisik Tiara pada Sena. Sena yang awalnya tidak tertarik langsung mengangkat wajahnya. Betapa kagetnya dia saat melihat siapa yang saat ini berdiri di depan kelas.

Saat matanya bersinggungan dengan mata Sena, pemuda itu tersenyum miring. Seolah dia sedang memberikan sebuah sapaan untuk gadis berusia dua puluh tahun itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Alya terjebak dalam keputusasaan saat ibunya, Kartika, butuh biaya medis besar dan donor organ langka. Di tengah krisis ini, Niko, pengusaha kaya yang mendambakan anak, menawarkan kesepakatan menjadi ibu pengganti demi kesembuhan Kartika. Meski ragu, Alya setuju demi nyawa ibunya. Namun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, memicu dilema emosional. Saat rahasia besar terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Derita Gadis Ternoda
8.2
Ana adalah gadis polos yang malang. Hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil, yang membuatnya diusir sang ayah. Di Jakarta, ia bertemu Lukman yang baik hati, namun Ana justru mengalami penyiksaan kejam dari Juju, istri Lukman. Di tengah penderitaan dan benih cinta yang mulai dirasakan Lukman padanya, takdir membawa Ana bertemu kembali dengan sosok pria yang dulu menghancurkan kehormatannya. Akankah luka lama itu membelenggu hidupnya?
Sampul Novel Di Pemberhentian Terakhir
9.4
Rana adalah mahasiswi yatim piatu yang berjuang kuliah melalui jalur beasiswa. Kesehariannya hanya terbagi antara belajar dan bekerja hingga ia bertemu Reva, sahabat pertamanya. Namun, ketenangan hidupnya mulai terusik saat Reno muncul dan sosok dari masa lalu kembali hadir. Hubungan mereka kian rumit ketika Dito masuk ke dalam lingkaran pertemanan tersebut. Kini, Rana harus menghadapi konflik perasaan yang melibatkan keempat orang terdekatnya itu.
Sampul Novel Gadis Milik Tentara Arogan
9.3
Amore Acresia terpaksa pulang ke Kudus akibat pandemi global saat menempuh studi di Los Angeles. Namun, kepulangannya berujung petaka ketika ia tak sengaja menabrak Alexander Yudha, seorang tentara arogan yang sedang bertugas. Ponsel Alex hancur terlindas mobil akibat insiden itu, memicu kemarahan sang prajurit yang menuntut pertanggungjawaban penuh dari Acre. Meski berawal dari konflik tajam, benih asmara mulai tumbuh di antara mereka sebelum tugas memisahkan keduanya.
Sampul Novel GREET'S WILDEST DREAM
9.3
Greet, wanita yang tidak percaya diri karena fisiknya, terkejut saat bertemu kembali dengan cinta lamanya, Tristian Delmar. Kesalahpahaman masa kuliah sempat memisahkan mereka, namun takdir mempertemukan keduanya lagi sebagai atasan dan bawahan. Situasi kian rumit karena sahabat Greet, Luna, kini menjadi calon tunangan Tristian. Di tengah konflik batin dan perasaan yang masih tersisa, mampukah Greet jujur pada hatinya atau justru memilih melepaskan Tristian demi Luna?
Sampul Novel JERAT CINTA TUAN MAFIA
8.8
Akibat hancur oleh pengkhianatan sang kekasih, Louisa terjebak dalam masalah besar hingga nyawanya terancam. Beruntung, seorang pria misterius muncul menyelamatkannya. Namun, dalam kondisi emosional, Louisa justru menawarkan sebuah 'hadiah' berani sebagai tanda terima kasih atas pertolongan tersebut. Tanpa ia sadari, keputusan impulsif itu menjeratnya ke dalam kehidupan sang penyelamat yang berbahaya, mengubah takdirnya selamanya.