APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Pernikahan dengan CEO

Terjebak Pernikahan dengan CEO

Demi menghindari perjodohan sang kakek, Elyana Louis menyamar jadi pelayan culun. Namun, ia justru terjebak situasi pelik saat majikannya memohon agar ia menggantikan putri mereka yang kabur di hari pernikahan. Dengan imbalan satu juta dolar dan janji cerai setelah setahun, Elyana setuju. Syok melanda saat ia menyadari calon suaminya adalah pria dari masa lalunya. Sang CEO pun bersumpah takkan melepaskan Elyana, menolak perceraian meski maut memisahkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah Felix benar-benar pergi, David kembali turun ke bawah. Ia meminta pelayan untuk menyiapkan banyak makanan untuk Elyana, karena tadi kata Felix "Tidak ada makanan di perut wanita itu."

Di malam hari, Elyana sudah mulai tersadar. Ia membuka matanya menatap sekeliling ruangan yang nampak redup. Hanya ada lampu berwarna kuning keemasan—di samping tempat tidur—yang menerangi ruangan itu. Elyana tidak bisa melihat setiap sudut ruangan itu dengan jelas. Namun, ruangan itu nampak asing di matanya.

Ketika Elyana mencoba untuk bangun, lalu duduk dan bersandar di kepala tempat tidur, tiba-tiba sekujur tubuhnya terasa sakit dan nyeri. Apalagi kaki ... kakinya terasa ngilu dan juga perih.

"Sudah bangun? Apa kau lapar?" tanya seorang pria yang ada di dalam kamar sambil meletakkan majalah di atas meja, lalu ia berdiri.

David berjalan menghampiri Elyana.

Tiba-tiba Elyana terkejut melihat sosok tinggi dan besar itu berjalan ke arahnya. Jika tidak menyangka, ternyata ada seorang pria asing di dalam ruangan itu.

Elyana segera menarik selimut dan menggenggamnya dengan erat. Ia takut, jika pria ini adalah orang suruhan kakeknya yang akan membawanya kembali ke kota Lyon.

"Ka-kau ... siapa kau?" tanya Elyana dengan gugup. Tangannya masih menggenggam selimut dengan erat.

Tadi siang, Elyana sempat sadar beberapa belas menit. Ia dilayani oleh pelayan dan diberi makan, juga diberi obat hingga ia tertidur. Walau antara sadar dan tidak, namun ia yakin, tidak melihat pria itu di sini.

"Apa kau orang suruhan kakekku?" tanya Elyana lagi—memberanikan diri. Tubuhnya bergetar karena takut dan menahan rasa sakit.

"Aku tidak ingin pulang! Menyingkirlah dariku!" Elyana menggeser tubuhnya sedikit karena pria itu semakin mendekat.

"Hem, siapa kakekmu?" tanya David tidak mengerti dengan ucapan wanita di depannya.

"Apa kau kabur dari rumah?" tebak David dengan kening yang mengerut. Ia berdiri di samping Elyana, menatap tubuh wanita itu dengan teliti.

"Pantas saja, kopermu sangat besar. Barang di dalamnya juga cukup banyak!"

Ada senyum yang terlintas di wajah tampan itu. Tapi, Elyana sama sekali tidak bisa melihatnya. Bahkan, tidak bisa melihat wajah David dengan jelas.

"Apa yang kau lakukan pada koperku?" Elyana mendengar pria itu membahas tentang isi kopernya. Tiba-tiba, ia merasa bahwa pria ini begitu berani menyentuh barang milik orang lain.

"Kau tidak boleh membuka barang milik orang lain tanpa izin!" Elyana tidak suka barang pribadinya dibuka oleh orang lain. "Itu namanya 'tidak sopan'!"

David mengangkat kedua alisnya. Berkata dengan penuh godaan, "Jika kami tidak membuka kopermu, harus dengan apa kami mengganti pakaianmu? Di rumah ini tidak ada pakaian untuk wanita. Apa kau mau, memakai pakaianku? Hem?"

"Atau ... kau mau memakai pakaian para pelayan di rumah ini?" godanya lagi sambil mendekat. Tubuhnya membungkuk untuk menatap Elyana.

Mendengar kata "Pelayan" dari mulut David, Elyana jadi teringat sesuatu.

Tadi siang, sebelum menerima telepon dari Daniel, Elyana sedang melihat-lihat lowongan pekerjaan di ponselnya.

'Mengapa tidak mencari pekerjaan sebagai pelayan saja? Dengan begitu, orang suruhan Kakek tidak bisa menemukanku!'

Memikirkan tentang idenya itu, Elyana merasa bersemangat.

"Di mana pakaian yang tadi siang aku pakai?" Dengan berani ia bertanya tanpa rasa takut dan ragu lagi. Karena ternyata, pria itu bukanlah orang suruhan Yuan Louis.

"Sudah dibuang!" jawab David dengan singkat. Ia menegakkan punggunnya kembali, tidak lagi mendekati Elyana.

"Apa ... dibuang? Kemana kau membuang pakaianku?" Elyana menyibak selimut, laku bangkit berdiri, berniat untuk pergi mencari pakaiannya yang dibuang oleh David.

"Tempat sampah yang ada di luar rumah!"

"Apa???"

'Keterlaluan! Dia membuang pakaianku ke tong sampah? Dasar gila! ' maki Elyana dalam hati. Merasa kesal, juga sangat marah pada David.

Elyana segera berjalan menuju pintu keluar, berniat untuk mengambil pakaiannya di tempat sampah yang ada di luar rumah.

Lebih tepatnya, Elyana ingin mencari ponsel yang ada di saku celananya.

Baru tiga langkah berjalan, tiba-tiba Elyana merasakan sakit di kakinya.

"Awhhh!" ringisnya sambil berjongkok di lantai. Ia menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.

"Kau kenapa?" David cemas melihatnya. Ia segera menghampiri Elyana. "Kakimu masih cedera karena tertabrak mobil. Dokter bilang, kau harus banyak istirahat. Jangan bergerak dulu."

David segera menggendong Elyana, membawa tubuh ramping itu kembali ke atas tempat tidur.

Elyana merasakan sakit di kakinya. Tanpa sadar, tangannya melingkar di leher David, menahan agar dirinya tidak terjatuh.

"Ah, sakit!" ringis Elyana lagi. Tidak kuat menahan denyutan di tulang kakinya yang semakin lama semakin terasa sakit.

Elyana tidak melepaskan ikatan tangannya ketika sudah dibaringkan di atas tempat tidur. Ia terus memeluk leher David, seolah mencari kenyamanan di sana.

David pun hanya diam tanpa bergerak. Membiarkan tubuhnya membungkuk ditarik oleh Elyana. Posisi mereka sangat dekat, saling menempel satu sama lain hingga hembusan napas wanita itu bisa David rasakan.

Entah sudah berapa lama posisi seperti ini berlangsung, hingga rasa pegal mulai terasa di pinggang kekar pria itu.

"Kau masih tidak ingin melepaskan aku?" bisik David di telinga Elyana. Tidak berani melepaskan diri secara paksa karena takut menyakiti wanita itu.

"Kakiku sakit! Kau tidak bisa merasakannya!" balas Elyana dengan kesal.

Ia segera melepaskan tangannya dari leher David. Menatap pria itu sekilas, lalu menarik selimut, menguburkan diri di dalamnya.

Sebagai nona kedua di keluaranya, Elyana memiliki sifat manja. Ia paling tidak bisa menerima rasa sakit di tubuhnya. Luka sedikit saja, akan menjadi sebuah luka besar bagi dirinya.

Biasanya, jika Elyana sedang terluka, akan ada ibunya yang memeluk dan menenangkannya. Tapi sekarang, ibunya sudah meninggal dan dirinya berada di rumah orang asing. Elyana tidak bisa bersikap manja lagi pada pria itu—seperi di rumahnya sendiri.

Melihat Elyana meringkuk di bawah selimut, David segera menegakkan tubyhnya, memijat pinggang yang terasa pegal, lalu beranjak pergi. Ia menatap sekilas Elyana sebelum menutup pintu kamar.

Di luar kamar, David mengambil ponsel dari saku celananya. Ia menuruni tangga sambil menghubungi seseorang.

Terdengar suara kemarahan dari seberang telepon, "Kau gila, ya? Meminta aku datang ke rumahmu sekarang, hanya untuk memeriksa wanita itu!"

"David! Apa kau tidak tahu ... ini sudah jam berapa, hah? Sekarang, sudah jam dua belas malam, waktunya aku tidur sambil memeluk istriku. Bukan waktunya bekerja sebagai dokter!" ucap orang itu lagi masih dengan berteriak. Terdengar kesal dan juga tidak suka.

"Tuan Muda David, usiamu sudah menginjak tiga puluh tahun. Sebaiknya, kau terima saja perjodohan yang lakukan oleh orang tuamu. Setelah menikah, kau bisa tidur nyenyak sambil memeluk istri, tidak perlu lagi merawat wanita yang kau temukan di jalan!" sindir orang dari seberang telepon dengan nada memprovokasi. Nada suaranya sudah mulai diturunkan, tidak lagi sekeras tadi.

"Hey, Felix! Mengapa malah mengguruiku? Kau bersedia datang ke rumahku atau tidak?" sergah David setelah mendengar ocehan Felix.

David tidak butuh omong kosong. Yang ia butuhkan saat ini hanyalah dokter untuk memeriksa keadaan Elyana.

"Baiklah ... baiklah! Aku segera ke rumahmu. Puas?" teriak Felix, kesal. Dirinya tidak ada kekuatan untuk membantah perintah David. Jika Felix berani membantah perintahnya, mungkin besok, David akan memecatnya sebagai kepala rumah sakit milik keluarga Demino. Itu amat mengerikan dari apapun.

"Dua puluh menit! Harus sampai dalam waktu dua puluh menit. Tidak boleh lebih dari itu!"

"Apa?" Felix terkejut mendengarnya. "Hey, jangan bercanda. Mana bisa dua pul—"

Klik!

David segera menutup teleponnya. Ia tidak ingin mendengar alasan apapun dari Felix.

Benar saja, dalam waktu tiga puluh menit, Felix baru tiba di rumah David. Felix datang masih memakai pakaian tidur dengan tas hitam di tangannya. Terlihat bahwa dia pergi terburu-buru hingga lupa mengganti pakaian.

"Kau telat sepuluh menit!" ucap David dengan sinis ketika melihat sahabatnya itu berdiri di depan pintu. David duduk di sofa sambil melipat kedua tangan di depan.

"Hah ...." Felix membuka mulutnya lebar, tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. "Dasar gila! Hanya sepuluh menit saja, kau begitu perhitungan sekali."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Duet Maut Janda dan CEO Badass
8.2
Vina Pryanika, janda berusia 29 tahun, terdesak secara ekonomi pasca perceraian. Dalam kondisi mabuk, ia tak sengaja menampar Eros Gaharu, CEO teknologi yang dikenal kejam dan tempramental. Eros pun meniduri Vina yang tak berdaya sebagai balasan. Di sisi lain, Vina berambisi menghancurkan keluarga mantan suaminya. Keduanya akhirnya menjalin kolaborasi maut demi membalas dendam masing-masing. Namun, akankah kerja sama ini berubah menjadi sesuatu yang tak terduga?
Sampul Novel Istri Yang Kau Remehkan
8.4
Jiwa Eleanor Vienne, seorang supermodel ternama, berpindah ke raga Seraphina Elmswood setelah kematian tragisnya. Seraphina adalah istri dari keluarga kaya yang selama ini dihina karena dianggap buruk rupa dan bodoh. Suaminya, Lysander, bahkan bersikap dingin dan tidak setia. Namun, pesona Eleanor mengubah segalanya. Kini Seraphina tampil berkelas, memicu kecemasan keluarga Elmswood dan membuat Lysander terpesona. Akankah ia memaafkan pria yang dulu meremehkannya?
Sampul Novel Ketika Rencana Jahatmu Kembali Kepadamu
8.7
Maura Laksmi, gadis polos berumur 21 tahun, bekerja sebagai pelayan di kediaman mewah keluarga Santoso. Namun, hidupnya hancur saat Ravel Santoso melampiaskan rasa sakit hatinya akibat dikhianati tunangan kepadanya dalam sebuah insiden kelam. Trauma mendalam membuat Maura melarikan diri ke rumah kakeknya. Keadaan kian pelik saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Kini, Maura terjebak dilema besar antara menuntut pertanggungjawaban Ravel atau menanggung beban itu sendiri.
Sampul Novel Menjinakkan Istri Tantrum
9.5
Pasca memutus ikatan dengan keluarganya yang korup, Magnus mengabdi pada dinasti Montgomery, raksasa industri lokomotif global. Ia terikat pernikahan dengan Cressa, putri bungsu keluarga tersebut yang terkenal sangat temperamental. Di balik aliansi ini, keduanya menyimpan rahasia serta ambisi pribadi yang kontras. Seiring berjalannya waktu, Cressa mulai mengendus jejak misterius Magnus. Ternyata, Magnus bukan sekadar putra koruptor biasa.
Sampul Novel My Handsome Boy
9.4
Terjebak utang, Kiara Mauren menawarkan diri untuk bekerja demi melunasi kewajibannya. Namun, Ken justru menyodorkan map berisi surat perjanjian nikah kontrak. Meski terpesona oleh kecantikan Kiara, Ken tetap bersikap sinis saat tawarannya ditolak. Kiara bimbang karena ia sudah memiliki calon suami, tetapi Ken tidak memberi pilihan lain. Di tengah ketegangan itu, Ken tak mampu mengalihkan pandangan tajamnya dari sosok Kiara yang sangat memikat hatinya.
Sampul Novel Pelarian Manis Istri Pengganti
7.8
Tiga tahun Cantika menyamar sebagai Aulia demi menyelamatkan label musik keluarganya. Meski menjadi istri Kenan Adiwangsa, ia hanya dianggap pengganti yang terabaikan. Di tengah dinginnya sikap Kenan dan kelicikan Elara, Cantika bertahan meski nyawanya terancam. Saat Aulia kembali, ibunya justru mengusir Cantika tanpa belas kasih. Kini, Cantika memilih pergi dan meninggalkan luka masa lalu. Ia pun menemukan cinta sejati serta kebahagiaan bersama pria yang menghargainya.