APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Pernikahan Salah

Terjebak Pernikahan Salah

Hera Altezza terjebak dalam perjodohan tanpa cinta dengan Jayden Xavier. Meski awalnya Jayden terlihat perhatian, itu hanyalah kedok untuk balas dendam karena Hera dianggap penghalang hubungannya dengan Elena Darwin. Di tengah penderitaan akibat pengkhianatan dan ketidakadilan sang suami, muncul Haidar Pratama yang menawarkan bantuan. Namun, pertolongan Haidar menuntut imbalan besar yang terikat masa lalu Hera. Kini Hera terhimpit antara rasa sakit dan pilihan sulit untuk bebas.
Bab
Bagikan

Bab 2

Happy reading...

" ... untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita."

Kata-kata Jayden masih teringat dengan jelas dalam benak Hera. Saat itu Hera berpikir jika Jayden sedang memainkan perannya dengan baik, sama seperti dirinya. Karena tak satupun dari keduanya menginginkan pernikahan itu terjadi. Mungkin Hera dan Jayden mengatakan 'Iya' untuk menikah namun hal itu hanya untuk memenuhi keinginan keluarga besar mereka. Dan mereka hanya menjadi avatar di sana.

Namun selama hampir satu tahun bersama, pikiran itu perlahan menghilang. Kebaikan, kasih sayang serta perhatian Jayden membuat Hera begitu larut dalam kebahagian semu. Dan sialnya lagi, Hera jatuh cinta pada pria itu.

Lalu sekarang apa?

Pria itu telah menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya. Sosok yang sangat membenci Hera lebih dari apapun di dunia ini. Padahal Jayden adalah sosok pria pertama yang membuat Hera jatuh cinta. Dalam artian Jayden adalah cinta pertama Hera. Sungguh miris rasa cinta yang mulai tumbuh kini berubah benci. Hera juga sangat membenci Jayden. Mungkin (?)

Hera menoleh saat seseorang membuka pintu kamar inapnya. Saat melihat siapa yang datang, Hera membuang muka tak ingin menatap sosok itu.

"Bagaimana keadaanmu?" tanya Jayden sambil membuka jas dan sedikit melonggarkan dasinya yang terasa mencekik lehernya.

"Apa pedulimu?" Hera ketus. Bahkan dia sama sekali tidak menjatuhkan pandangannya pada sang suami.

Jayden terkekeh pelan lalu mendekat ke arah ranjang yang ditempati Hera selama beberapa hari ini di rumah sakit. Karena setelah kejadian malam itu Hera harus segera melahirkan karena mengalami pendarahan hebat. Beruntung karena dia dan bayinya selamat. Walau bayinya harus dirawat intensif karena lahir prematur.

"Aku tidak mungkin membiarkanmu mati setelah membuatku susah payah menggendongmu kemari," kata Jayden menarik dagu Hera agar menatapnya. Tersenyum miring membuat wanita di depannya mengepalkan tangan seperti ingin menampar lagi pria itu. Tapi yang dia lakukan justru menepis tangan Jayden kemudian membuang muka lagi.

"Seharusnya kau menolak pernikahan kita saat itu, Jayden," kata Hera menumpukan semua kesalahan pada bahu pria itu. Berandai jika saat itu Jayden dengan tegas menolak dia tidak perlu merasakan sakit hati seperti sekarang. Jika bertanya kenapa tidak Hera saja yang menolak, jawabannya karena Hera terlalu takut perbuatannya malam itu diketahui orang tuanya. Dalam artian Hera tidak punya alibi untuk menolak karena sebenarnya dia harus menikah untuk menutupi semua perbuatannya dan juga demi kebahagiaan keluarganya. Lalu kenapa sekarang Hera malah menyalahkan Jayden? Sungguh wanita yang sangat naif.

"Jika aku menolak ... keluargamu akan hancur, Hera," kata Jayden. Dia tak perlu lagi menarik dagu Hera. Wanita itu dengan senang hati menatapnya sekarang.

Jayden tersenyum tipis lalu duduk di kursi yang ada di sana. Melipat tangan di dada dengan angkuh.

"Kita menikah memang hanya untuk saling menguntungkan," kata Jayden lagi.

Hal itu memang tidak bisa dipungkiri. Dan mungkin menjadi alasan terkuat pernikahan itu terjadi. Jika bukan karena keluarga Jayden, mungkin Hera dan keluarganya sudah tinggal di kolong jembatan sekarang. Saat itu keadaan perusahaan ayah Hera memang sangat memprihatinkan, hingga datang keluarga Jayden bagai malaikat yang akhirnya membuat keadaan kembali stabil.

"Lalu kenapa kau memperlakukan aku seakan kau menyukaiku? Seharusnya jika kau memang membenciku, perlakukan aku seperti sampah saja!" kata Hera meluangkan segala kekesalan dan kecewanya. Setidaknya jika Jayden berlaku kasar, Hera tak harus jatuh cinta.

"Seorang penggembala harus memberi makan dombanya dengan baik dan benar agar jika akan disembelih nanti sang penggembala mendapatkan domba yang gemuk," jawab Jayden. Dia memajukan sedikit wajahnya ke arah Hera. "Begitupun dengan dirimu. Aku harus memanfaatkanmu dengan baik," lanjutnya.

Plak!

Sudah cukup. Hera benar-benar muak dengan pria itu. Jayden menoleh dengan tatapan tajamnya. Memegang rahang Hera kuat.

"Kau pikir siapa dirimu, huh? Berani sekali menamparku?" kata Jayden dengan kilat kemarahan di matanya.

Air mata Hera lolos di kedua sudut matanya. Dia meringis pelan merasakan sakit pada rahang dan perutnya. Tidak adakah sedikit belas kasihan Jayden padanya? Dia baru saja melahirkan anak pertama mereka. Namun Hera salah mengharapkan belas kasih dari pria seperti Jayden. Dia tidak akan pernah mendapatkannya.

"Dasar wanita tidak tahu diri!" kata Jayden kemudian melepaskan tangannya dari Hera. Dia merasa buang-buang waktu saja menghadapi wanita itu. Jayden beranjak mengambil jas dan kunci mobilnya.

"Kalau begitu ceraikan aku, Jayden!"

Teriakan Hera membuat langkah Jayden kembali terhenti. Dia berbalik, menaikkan satu alisnya.

"Aku akan melakukannya dengan senang hati," kata Jayden dengan wajah sumbringah seakan kata-kata itulah yang paling dia tunggu dari Hera. Dada wanita itu semakin berdenyut merasakan sakit yang luar biasa.

"Ya. Itu memang lebih baik," kata Hera menunduk.

"Tapi kau juga harus memikirkan keluargamu."

Untuk kedua kalinya Hera mendongak. Menatap bingung Jayden. Apa maksud pria itu?

"Jika kita bercerai sekarang. Mereka akan kehilangan segalanya karena bisnis ayahmu sekarang berada dalam naungan perusahaanku," kata Jayden seketika membuat Hera bergeming.

Jayden memakai jasnya sambil mendekat kembali ke ranjang Hera. Menunduk sedikit agar wajahnya berada tepat di depan wajah Hera.

"Dan satu lagi, bukankah ayahmu memiliki riwayat penyakit hipertensi yang lumayan parah?" tanya Jayden memainkan kartu utamanya. "Apakah dia sanggup mendengar berita jika anak kesayangannya yang baru saja melahirkan akan bercerai dengan suaminya," lanjut Jayden.

Hera menggretakkan giginya. Kenapa Jayden begitu banyak memegang kelemahan Hera? Sementara Hera tidak memiliki apapun. Lalu sekarang apa yang harus dilakukan Hera?

Hatinya menolak dengan keras jika dia harus bertahan dengan pernikahannya bersama Jayden. Itu terlalu menyakitkan. Tapi Hera juga tidak bisa melihat keluarganya hancur apalagi jika harus kehilangan sang ayah. Bahkan membayangkannya saja dada Hera sudah terasa sangat sesak seakan oksigen di sekitarnya dirampas dengan paksa.

"Bagaimana? Apa kau masih ingin bercerai denganku?" tanya Jayden.

"Dasar pria brengsek!" umpat Hera sebagai jawabannya.

Jayden terkekeh remeh lalu menegakkan tubuhnya setelah mengecup dahi wanita itu sekilas.

"Itu kuanggap sebagai jawaban tidak," katanya kemudian berlalu dari sana.

"Aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah, Hera Altezza. Kau harus membayar semuanya terlebih dahulu," gumam Jayden dengan nada penuh dendam.

To be continue....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby Daddy
8.2
Bastian Cokro, CEO F&B berusia 30 tahun, diterpa isu miring mengenai kemandulan yang membuatnya tetap melajang. Sementara itu, Eva Sania adalah penyiar berita sukses yang menikmati hidup bebas bersama pasangan FWB-nya. Namun, dunianya jungkir balik saat sang ibu memberikan perintah tak terduga. Alih-alih mendesak Eva untuk menikah, ibunya justru meminta Eva segera memiliki anak tanpa perlu mencari suami. Kini, pencarian pria sehat untuk membuahinya pun dimulai.
Sampul Novel CLARITTA, KAMU MILIKKU
9.1
Claritta Indriana, model populer, terjerat dalam pernikahan rumit dengan pewaris Andromeda Group, Aslan Teryeka. Meski mengaku cinta, Aslan memperlakukan Claritta semena-mena dan bersikap posesif, bahkan tega berselingkuh dengan sekretarisnya. Di tengah pengkhianatan dan kebencian Aslan yang membara, Claritta terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia bertahan sebagai boneka dalam hubungan hancur ini, atau memilih menghilang selamanya demi meraih kebebasan?
Sampul Novel Istri Kedua Sang Penguasa
8.7
Terjerat utang judi ayah tirinya, Aurora Safitri terpaksa menerima tawaran menjadi istri kedua Alvaro Ricolas. Alvaro adalah miliarder tampan yang hidup dalam kesepian karena istri pertamanya lebih mementingkan karier di luar negeri. Meski bergelimang harta, ia butuh kehadiran sosok wanita di sisinya. Kini, Aurora harus menghadapi babak baru sebagai pendamping pria berkuasa tersebut. Akankah cinta tumbuh di antara mereka, ataukah duka yang menanti?
Sampul Novel Istri Kelima Sang Presdir
8.3
Menjadi istri Presdir kaya mungkin impian banyak orang, namun bagi Cassandra, hal itu adalah jebakan maut. Lewat siasat licik Bardolf Konstantino, ia terikat kontrak sebagai istri kelima. Hidupnya penuh penghinaan dan ia dipaksa melahirkan anak demi bertahan hidup. Demi melindungi masa depan sang adik dari ancaman keluarga Konstantino, Cassandra harus bertahan. Kini ia bertekad memenangkan hati suaminya yang dingin, meski pria itu tampak tak punya perasaan.
Sampul Novel Jangan Sentuh Hatiku, Jika Tak Bisa Memiliki
9.6
Nayara adalah staf administrasi cantik yang tetap rendah hati meski tampil modis di sebuah perusahaan besar Jakarta. Kehidupannya bersinggungan dengan Leonardo Arvandre, miliarder muda keturunan Prancis-Indonesia sekaligus pewaris tunggal Arvandre Global Corporation. Sejak pertemuan pertama mereka tiga tahun lalu, keduanya terjerat dalam hubungan yang rumit. Kini mereka terjebak antara perasaan cinta, harga diri, dan rahasia besar yang masih tersimpan rapat.
Sampul Novel Mantan Istri, Ratu Kekayaan Baru
9.3
Demi melindungi Meisya dari skandal hotel, Galvin memaksa Indri bercerai dan menjadi kambing hitam. Di kehidupan lalu, penolakan Indri berakhir tragis; ia difitnah, dihujat publik, hingga tewas kecelakaan. Kini Indri terbangun di masa lalu saat surat cerai disodorkan. Tak lagi menangis, ia justru tenang menyambut perpisahan itu. Namun, kebebasannya tidaklah gratis. Indri menuntut seluruh aset dan saham Galvin sebagai harga yang harus dibayar pria itu.