APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Papa Bujang

Terjerat Cinta Papa Bujang

Sehan menarik paksa Sera menuju balkon setelah keluar dari kamar Aydan. Saat Sera meminta dilepaskan dan menawarkan potong gaji demi menyelesaikan masalah, Sehan justru menolak mentah-mentah tawaran uang tersebut. Pria itu terang-terangan menuntut pelayanan pribadi dari Sera sebagai gantinya. Terkejut dengan permintaan itu, Sera dengan tegas menolak dan menyatakan bahwa dirinya bukanlah wanita simpanan. Ketegangan pun memuncak di antara mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sidang skripsi pun tiba.

Sera bangun sangat pagi hari itu. Matanya masih berat, tapi semangat mengalahkan rasa kantuk.

"Hari ini... hari penentuan," gumamnya sambil menatap diri di cermin.

Ia mengulang presentasinya untuk terakhir kali di kamar kos. Beberapa kali ia menghela napas, mencoba menenangkan diri.

"Harus bisa. Harus lancar. Nggak boleh gugup."

Setelah berdandan rapi, mengenakan kemeja putih dan rok span hitam, ia segera menuju kampus. Di depan ruang sidang, Indira sudah menunggu sambil memainkan ponsel.

"Sera sini."

Sera menghampiri Indira yang tengah berdiri.

"Gimana penampilan gue? Formal enough?" tanya Sera sambil memutar sedikit tubuhnya.

Indira memandang sahabatnya dari atas sampai bawah, lalu mengangguk puas.

"Lo udah cakep banget. Elegan. Calon sarjana banget deh," jawab Indira sambil mencubit pipi Sera.

Sera nyengir, tapi tetap kelihatan tegang. "Deg-degan banget, sumpah. Tangan gue dingin nih."

Indira menggenggam tangan Sera. "Tarik napas... Buang. Lo udah siap. Gue yakin lo bisa."

Satu jam setengah Sera berada dalam ruang sidang. Sera keluar dengan wajah yang sangat bahagia dan lega. Ia lulus dalam sidangnya.

"Gue lulus." Ucap Sera.

"Aaa congrats bestii." Ucap Indira sangat senang lalu memeluk Sera.

Tidak lupa Sera mengabari orang tuanya serta kakaknya yang berada jauh di desa dengan melakukan panggilan video.

"Ibu, bapak sangat bangga sama kamu, nak."

"Kaka juga bangga."

Orang tua Sera sangat bangga putrinya itu menjadi sarjana.

Setelah mengabari keluarga Sera dan Indira berfoto ria, sampai Sera menyadari pacarnya itu tidak kelihatan bahkan chat pun tidak.

"Dia ko ngga keliatan?"

"Ngga tau juga,"

Sore itu mereka mampir ke kafe dekat kampus. Sera mentraktir Indira sebagai bentuk syukur.

Ponselnya berdering. Ada pesan dari Bagas.

Bagas: "Datang ke taman dekat kampus, ya."

Sera penasaran, tapi tetap datang. Ia duduk menunggu di bangku taman. Tak lama, seseorang menutup matanya dari belakang.

"Selamat atas kelulusannya sayang." Ucap Bagas sambil memberikan buket bunga.

"Ya ampun Bagas."

"Aku kira kamu lupa hari ini aku sidang." Ucap Sera cemberut.

"Ya ngga dong sayang masa lupa." Bagas mengelus kepala Sera.

Setelah itu, Bagas mengajak Sera berkeliling naik motor, menikmati senja di pantai. Hari itu sempurna bagi Sera.

***

Beberapa hari berlalu. Sera menikmati masa bebas sebelum wisuda. Tak ada kuliah, tak ada tugas. Tapi ponselnya terus berbunyi. Notifikasi dari grup kelas.

Ketua Kelas: "Info wisuda sudah keluar ya. Cek file, biaya dan kelengkapannya."

Sera mengeluh sambil menggaruk kepala. "Aduh, harus cari kerjaan nih..."

Perutnya keroncongan. Stok mi instan di kos sudah habis. Ia putuskan beli makan ke warteg dekat kos.

Setelah mendapat nasi beserta lauknya Sera segera pulang karena perutnya sudah sangat lapar.

Di perjalanan pulang, ia melihat seorang ibu-ibu berdiri di pinggir jalan, hendak menyebrang. Tapi dari arah kanan, motor melaju kencang.

"Bu! Awas!" teriak Sera.

Ia berlari secepat mungkin dan menarik sang ibu ke trotoar. Nasi bungkus di tangannya jatuh, isinya berserakan di aspal.

"Ibu nggak apa-apa?" tanya Sera panik.

"Alhamdulillah. Terima kasih ya, nak. Kamu udah tolong saya." ujar sang ibu sambil menepuk-nepuk dadanya.

Sera tersenyum kecil, lalu menatap nasi yang tumpah.

"Iya sama-sama bu."

"Bagaimana dengan kamu?" Tanya balik ibu.

Sera menggeleng seraya melihat ke arah nasi nya yang tumpah.

"Oh ya ampun itu nasi kamu?maaf gara-gara saya nasi kamu jadi jatuh." Ucap Ibu itu merasa tidak enak.

Restoran kharisma. Disinilah Sera sekarang berada, ibu itu mengajak Sera untuk makan sebagai ganti makanan nya yang jatuh. Sera sudah menolak tidak apa-apa padahal tapi ibu itu terus memaksa, yasudah Sera mau lagian ia juga sudah lapar sekali.

"Oh ya nama kamu siapa nak?" Tanya ibu itu.

"Nama saya Puja Sera bu, biasa dipanggil Sera. Ya memang nama saya seperti food court. Hehe. "

"Nama yang bagus ko."

"Perkenalkan nama saya Rita. Panggil saja mamih Rita." UcapRita.

Dari penampilan nya sih Sera yakin kalo ibu-ibu ini orang kaya seperti ibu-ibu sosialita.

Makanan mereka sudah habis, Sera sangat kenyang setelah makan makanan mahal yang bahkan ia belum pernah membelinya.

"Terimakasih bu traktiran nya." Ucap Sera.

"Ini mah belum seberapa dengan kejadian tadi, kamu yang sudah menolong saya."

"Apakah kamu butuh sesuatu?" Tanya Rita.

"Sebenarnya saya butuh pekerjaan." Ucap Sera.

"Kebetulan saya sedang mencari guru les privat untuk cucu saya. Bagaimana?" Tawar Rita.

"Soal gaji tenang saya akan memberikan lebih." Ucap Rita.

Sera sempat berpikir mau kemana lagi ia mencari pekerjaan dengan cepat dan gaji yang besar. Sementara ia harus segera membayar administrasi, uang kos an dan kebutuhan lainnya, selagi menunggu wisuda daripada nganggur dan cari sana-sini belum tentu dapat, lagian pekerjaan yang ditawarkan nya sesuai dengan kuliahnya. Akhirnya Sera mengiyakan tawaran itu.

"Biar saya antar pulangnya." Ajak Rita.

"Tidak usah bu." Tolak Sera.

"Udah ayo."

Rita memanggil supirnya, kini mereka dalam perjalanan ke kosan Sera.

"Kamu tinggal bersama orang tua?" Tanya Rita.

"Saya nge kos bu." Ucap Sera.

Perjalanan diisi dengan obrolan ringan. Sera menceritakan kehidupannya. Rita tampak kagum.

"Jarang saya temui anak muda seperti kamu," ucap bu Rita.

Menurut Rita, Sera adalah gadis yang sangatlah baik. Pertemuan pertama mereka aja Rita sudah sangat klop. Rita pun memberikan alamat rumahnya agar Sera bisa datang besok.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BAYAR dengan Tubuhmu
9.6
Celina terpuruk dalam kehancuran setelah dikhianati oleh tunangannya sendiri. Tak hanya difitnah, ia bahkan dijadikan jaminan hutang demi melindungi saudara laki-lakinya. Kini, ia terpaksa menyerahkan dirinya kepada Mikhael, seorang pria berkuasa yang dingin. Namun, saat Celina datang dengan wajah sembab penuh duka, Mikhael justru mencemooh kondisinya yang menyedihkan. Di tengah tekanan keji ini, Celina harus bertahan melayani pria yang terang-terangan menghinanya.
Sampul Novel Benih Sang Paranormal
8.6
Intan adalah desainer sukses yang terlalu fokus berkarier hingga melupakan asmara. Di usia 30 tahun, status lajangnya memicu gunjingan tetangga dan tekanan dari sang ibu, Sukma. Merasa terbebani, Intan mencurahkan kegelisahannya pada Luna. Melihat sikap dingin Intan pada pria, Luna curiga sahabatnya itu terkena pengaruh sihir dan menyarankannya mencari pengobatan alternatif. Benarkah ada kekuatan gaib yang menghambat jodoh Intan selama ini?
Sampul Novel Budak di atas Ranjang
8.3
Demi melunasi utang judi ayahnya yang nyaris membuat mereka gelandangan, Izabelle terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada Jordan Heron. Sang bos mafia kejam itu telah menunggu untuk menghancurkan kehormatan Belle dalam sebuah transaksi haram yang penuh luka. Meski merasakan kenikmatan di balik rasa sakit, Belle harus menerima hinaan keji dari Jordan usai malam panas mereka. Terjebak dalam sandera sang bajingan, akankah Izabelle mampu bertahan menghadapi masa depan yang kelam?
Sampul Novel Diperas Mafia Tengil
8.6
Hidup Rania penuh cobaan, mulai dari gagal menikah hingga diceraikan karena tak punya anak lelaki. Saat ingin berhenti menjadi asisten pribadi, ia justru diperas oleh bosnya yang seorang mafia, Radin. Namun, Radin malah melindungi Rania dan putrinya dari gangguan sang mantan suami. Sikap kontradiktif ini membuat Rania bingung akan niat asli Radin. Ternyata, Radin menyimpan rahasia besar tentang masa lalu mereka yang menjadi alasan di balik kebaikannya.
Sampul Novel Mengungkap Cinta: Pernikahan Kilat dengan Seorang Taipan Rahasia
9.6
Elyse terkejut saat melihat pria berkuasa di televisi yang sangat mirip dengan Adrian, suami yang ia nikahi lewat perjanjian satu tahun. Meski awalnya berencana cerai, kedekatan harian membuat Adrian meminta pernikahan mereka menjadi nyata. Namun, segalanya berubah saat identitas asli Adrian sebagai taipan terungkap. Konflik memuncak ketika rahasia tentang anak mereka terbongkar, memicu konfrontasi besar tentang kejujuran dan masa depan cinta mereka.
Sampul Novel Gue Bukan Perempuan Nakal!
8.3
Terjebak dalam obsesi masa lalu, seorang wanita rela melakukan apa pun demi mendapatkan kembali hati sang mantan kekasih. Keputusannya memicu kehancuran besar, merusak ikatan persahabatan, keharmonisan keluarga, hingga menyakiti pria tulus yang benar-benar mencintainya. Akankah pengorbanan buta ini berakhir dengan kebahagiaan, atau justru menjadi penyesalan abadi? Simak perjuangan emosionalnya dalam menghadapi konsekuensi dari pilihan hidup yang keliru.