APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TERJERAT OBSESI PEWARIS TUNGGAL

TERJERAT OBSESI PEWARIS TUNGGAL

Menjadi incaran Nolan Eriko Zermain, sang pewaris tunggal Zermain Group, adalah mimpi buruk bagi Anaya Trixie. Nolan menggunakan taktik licik demi menjerat Anaya, mulai dari memanfaatkan kondisi ibu Anaya yang sakit hingga memaksanya mengandung, meski ia sudah bertunangan dengan putri konglomerat. Saat wanita lain iri, Anaya justru berusaha kabur karena meragukan niat Nolan. Apakah ini cinta tulus atau sekadar obsesi gelap yang penuh dengan nafsu?
Bab
Bagikan

Bab 2

Waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi, sudah saatnya Anaya pulang bekerja. Malam ini dia sudah cukup bersyukur karena seseorang menyelamatkannya dari godaan pria hidung belang tadi. Meski caranya cukup kasar, tapi Anaya ingin sekali bertemu lagi untuk mengucapkan terima kasih.

“Bang Edgar, Naya pulang, ya,” pamitnya.

“Iya, Nay, hati-hati. Jangan jalan kaki, ya.”

Anaya mengangguk, ia bersyukur uang tip dari beberapa pelanggan yang ia temui hari ini lumayan cukup besar jadi ia bisa memesan taksi untuk pulang ke rumah. Anaya menghirup udara malam dengan hikmat, kemudian menghembusnya perlahan. Banyak sekali angan-angannya hari ini karena pulang dengan membawa banyak uang hasil bekerja harian.

TIINN!

Suara klakson mengagetkan dirinya, Nolan turun dari mobil lalu menghampiri Anaya. “Udah ingat sama saya belum?”

Anaya mengerjap mata berkali-kali, dia tentu tahu sosok Nolan yang sudah menyelamatkannya dari pria hidung belang, tapi bukan itu poin pentingnya. Melainkan mobil Rolls Royce yang Nolan kendarai merupakan mobil yang sama dengan mobil yang hampir menabraknya saat berangkat kerja.

“Bapak yang tadi mau nabrak saya?” tanya Anaya polos.

“Ck! Saya bukan bapak kamu jadi berhenti panggil saya bapak!” sentak Nolan.

“Ma-maaf.” Anaya menundukan kepala. “Lalu saya harus panggil apa?”

Nolan mengulurkan tangannya. “Saya Nolan, nama kamu siapa?” tanyanya skeptis padahal dia sudah tahu.

Anaya membalas uluran tangan Nolan dengan ragu-ragu. “Anaya,” jawabnya pelan. “Nolan, maaf kalau saya ada salah, terima kasih karena sudah menolong saya tadi.”

Nolan tak menjawab, ia mengamati Anaya dari atas sampai bawah. Penampilan perempuan itu berubah drastis, make up-nya masih terpasang tipis di wajah, tetapi pakaian seksinya saat di kafe tadi sudah di ganti dengan celana jeans hitam dan kemeja kebesaran, rambutnya juga dibiarkan tergerai menutupi bahu.

“Mobil saya lecet,” kata Nolan.

Mata Anaya melebar. “Lecet?”

“Iya, gara-gara kamu.”

Anaya tampak gugup, ekspresinya membuat Nolan menahan tawa mati-matian. “Aku harus ganti?” tanya Anaya polos.

“Ganti. Mobil saya mahal.”

Anaya menghela napas kasar, bibirnya tertekuk ke bawah, matanya berkaca-kaca, semakin membuat Nolan ingin menertawakannya.

“Aku belum ada uang, Nolan.”

“Saya gak minta ganti sekarang, tapi saya akan rajin datang ke sini biar kamu gak lupa kalau kamu punya hutang sama saya,” pungkas Nolan.

Anaya mengangguk cepat. “Kira-kira saya harus ganti berapa?”

“Lima puluh juta,” jawab Nolan cepat, sontak membuat Anaya melebarkan matanya.

“Banyak sekali, aku gak punya uang sebanyak itu. Aku punya tabungan, tapi itu untuk persiapan bayar skripsi dan wisuda,” ujar Anaya.

“Saya gak peduli, skripsi dan wisuda kamu bisa ditunda,” sela Nolan.

“Aku udah telat setahun, Nolan. Aku harus lulus biar cepat-cepat keluar dari pekerjaan ini.”

Nolan tersenyum miring, mendekatkan tubuhnya dengan Anaya. Perempuan itu hendak menghindar, tetapi Nolan dengan cepat menahan pinggangnya. “Kamu harus ganti rugi, mobil saya lecet.”

Anaya mengangguk lemah. “Pasti aku ganti, tapi gak sekarang.”

“Ok, saya punya penawaran menarik untuk kamu ...” Nolan menggantung ucapannya.

Anaya diam, menunggu perkataan Nolan selanjutnya.

“Jadi kekasih saya, maka hutang kamu saya anggap lunas,” lanjut Nolan.

Anaya mendorong tubuh Nolan dengan cepat, kemudian menundukan kepala karena mendadak merasa gugup. “Maaf, tapi aku gak bisa.”

“Ok, gak pa-pa kalau gak mau. Saya tunggu uang lima puluh juta dua hari dari sekarang.”

Anaya terperangah. “Bisa beri aku waktu lebih banyak?”

Nolan menggeleng. “Saya gak mau ambil resiko, karena mobil ini milik ayah saya, bukan milik saya,” bohongnya. “Papa saya galak, punya banyak preman yang bisa datangi rumah kamu kapan pun dia mau.”

“Ka-kalau gitu satu minggu. Beri aku waktu satu minggu,” mohon Anaya.

“Gak bisa, saya mau dua hari.”

“Please ...,” mohon Anaya, tapi Nolan bergeming. Lelaki itu kembali mendekati Anaya, menatap gadis itu sendu.

“Kalau begitu, di pertemuan kita yang ketiga kamu sudah harus jadi kekasih saya,” ucap Nolan tegas.

“Gak mau,” jawab Anaya. “Aku lebih baik bayar utang daripada jadi kekasih kamu, aku gak kenal sama kamu.”

“Kan tadi udah kenalan.”

“Aku tetap gak mau, Nolan,” tolak Anaya tegas.

“Ok, saya tunggu uangnya besok!” Nolan segera masuk ke dalam mobil, meninggalkan Anaya yang terkejut setengah mati.

“NOLAN, TUNGGU! AKU BELUM SELESAI BICARA!” teriak Anaya, ia berlari mengejar mobil Nolan, sementara sang pemilik mobil tertawa bahagia sembari melihat ekspresi Anaya di kaca spion.

“Cantik, sayang kalau jadi milik orang lain. Lebih baik saya kerjain,” gumam Nolan.

***

Anaya Trixie, perempuan berusia 23 tahun, seorang mahasiswi semester akhir yang cantik dan sangat mandiri. Dia tinggal berdua dengan Rima—ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Anaya punya dua kakak laki-laki yang tinggal di luar negeri semenjak keduanya menikah.

Setiap hari kegiatan Anaya tidak pernah jauh dari kampus dan tugas-tugas akhir, kemudian setelah mengerjakan tugas kampus Anaya akan pergi ke kafe untuk lanjut bekerja sampai pukul tiga pagi hari.

“Ibu belum tidur?” Anaya menegur Rima, wanita itu tampak masih bersantai di sofa.

Rima—usianya sudah menginjak kepala enam, ia menyuruh Anaya duduk untuk menikmati teh buatannya. “Ibu kebangun, langsung duduk di sini menunggu kamu pulang.”

“Harusnya Ibu tidur lagi, Ibu kan gak boleh begadang,” balas Anaya, kemudian duduk di sebelah Rima lalu menarik satu kaki wanita itu dan memijatnya perlahan.

“Eh, gak usah dipijat. Kamu capek—“

“Gak, Bu. Hari ini aku gak terlalu capek, aku senang hari ini ada pelanggan yang baik banget sama aku,” curhatnya mengingat Nolan.

Rima tersenyum tipis, agak miris melihat semangat yang Anaya tunjukan. Pasalnya, beberapa orang di sekitar lingkungan tersebut banyak yang berasumsi bahwa Anaya bekerja sebagai wanita penghibur, padahal kenyataannya bukan begitu.

Bahkan sudah dibuktikan dengan penuturan seorang warga yang diam-diam mengikuti Anaya bekerja di kafe, orang itu mengatakan bahwa Anaya hanya bekerja sebagai pelayan biasa. Namun, stigma buruk rupanya tidak bisa lepas dari gadis itu.

“Naya, tadi Ibu telpon Abangmu yang tinggal di Malaysia,” beritahu Rima.

“Ibu minta uang lagi?”

Rima mengangguk lemah. “Abangmu bilang lagi banyak keperluan karena sebentar lagi istrinya melahirkan anak kedua.”

Anaya menghela napas. “Bu, aku kan udah bilang kalau Bang Anjar dan Bang Dewa gak akan mau menafkahi Ibu lagi. Istri-istri mereka aja pelitnya setengah mampus, aku bingung sama Abang kenapa mereka semua jadi sombong sama Ibu.”

“Hushh ... jangan bilang begitu, Naya.”

“Kenyataannya begitu, Bu. Sejak mereka menikah, mereka gak pernah jenguk Ibu sama sekali, aku pernah dengar istrinya Bang Dewa bilang kalau dia gak izinkan Bang Dewa kasih uang untuk bantu kuliahku. Aku gak masalah, aku bisa cari uang sendiri, tapi setidaknya mereka harus ingat sama Ibu,” tutur Anaya, nada bicaranya terdengar ketus.

“Bahkan saat Ibu sakit, mereka gak pernah ada niat jenguk Ibu sama sekali. Ah, mereka udah gak butuh Ibu mungkin.”

Rima menghela napas, ia bangkit dari rebahan, mengambil sebuah amplop yang sejak tadi ia tindih di balik badan. “Besok Ibu harus cuci darah lagi sekalian periksa,” ucapnya sembari menyerahkan amplop tersebut kepada Anaya.

Anaya membaca surat diagnosa tersebut, wajahnya berubah datar, kemudian menatap Rima. “Besok aku antar ke rumah sakit ya, Bu.”

“Gak usah, Nay. Ibu gak mau merepotkan kamu.”

“Aku gak merasa direpotkan Ibu, kesehatan Ibu lebih penting.” Anaya menahan air matanya, ini sudah ketiga kalinya Rima cuci darah, dan butuh biaya yang besar.

Ah, andai para abangnya bisa diharapkan pasti Anaya tidak akan sepusing sekarang. Sudah tiga kali Rima cuci darah, dan butuh biaya yang cukup banyak. Sejenak, Anaya teringat dengan Nolan, tiba-tiba satu hal gila terpatri di pikirannya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku, Kamu, dan Gundikmu
8.4
Anisa Amanda, seorang istri berparas jelita, harus menelan pil pahit saat dikhianati oleh suaminya, Hendra, dan adik sepupunya sendiri, Tia. Tak tinggal diam, Anisa bertekad membalas dendam atas sakit hatinya. Di tengah rencananya, ia tak sengaja bertemu Fras Ramadhan, seorang tukang parkir tampan. Siapa sangka, Fras sebenarnya adalah CEO sukses Bintang Group yang menyamar. Pertemuan itu memicu konflik baru sekaligus menumbuhkan benih cinta di antara mereka.
Sampul Novel Biaya Pengkhianatan
8.2
Tujuh tahun silam, Lorna yang merupakan pewaris hartawan menjadi penyelamat saat bisnis Rhett di ambang kehancuran. Berkat dukungan total Lorna, Rhett berhasil bangkit hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Namun, di tengah suasana romantis malam pengantin mereka, kebahagiaan itu sirna seketika. Rhett secara tak terduga menunjukkan sebuah kontrak misterius yang mengungkap motif tersembunyi di balik pernikahan manis mereka selama ini.
Sampul Novel Bucinnya Cowok Temprament
9.2
Bastian Theo Raymond dan Liliana Mahendra terpisah selama lima tahun akibat kecelakaan yang memicu amnesia. Takdir mempertemukan mereka kembali saat Theo jatuh hati pada Lili yang kini menjadi dokter. Demi meminang Lili, Theo rela menyerahkan sepuluh miliar kepada ayah Lili. Meski temperamen, Theo berubah menjadi sangat bucin. Di sisi lain, Lili mulai merangkai kepingan ingatan masa lalunya melalui sentuhan Theo guna mempertahankan pernikahan rumit mereka.
Sampul Novel Hamil dengan Mantan Bosku
8.9
Tiga tahun Cynthia menjadi sekretaris sekaligus pendamping setia Juan, namun ia dibuang saat sang bos memilih menikahi wanita lain. Di tengah pelarian, Cynthia harus menghadapi kehamilan dan keserakahan ibunya hingga hidupnya hancur. Lima tahun berlalu, ia kembali sebagai sosok baru yang lebih kuat. Sementara itu, Juan yang selama ini tenggelam dalam penyesalan dan kekacauan, kini memohon agar Cynthia mau kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Kembalinya Pewaris yang Ditinggalkan
8.2
Tiga tahun pengabdian Chelsea berakhir pahit saat sang kekasih mencampakkannya di altar demi wanita lain. Namun, status gadis desa itu hanyalah kedok. Chelsea bangkit sebagai pewaris tunggal konglomerat terkaya dan menguasai kekayaan triliunan. Di tengah gempuran musuh yang iri akan kesuksesannya, ia justru menemukan sekutu tak terduga. Nicholas, pria yang dikenal dingin dan kejam, kini berdiri di sisinya untuk mendukung setiap langkah balas dendamnya.
Sampul Novel Penipuan Bayi Miliaran Suamiku
9.2
Demi cinta, aku mengubur impianku menjadi ibu selama lima belas tahun karena kutukan maut keluarga suamiku. Namun, saat kakeknya menuntut pewaris takhta bisnis, suamiku menyewa ibu pengganti yang mirip denganku. Janjinya tentang prosedur medis murni berubah menjadi pengkhianatan menyakitkan. Dia mulai menghabiskan malam bersamanya dan mengabaikanku sepenuhnya. Pernikahan kami hancur saat dia melupakan momen penting kita demi wanita asing itu.