APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Dinikahi Majikan

Terpaksa Dinikahi Majikan

Demi melunasi hutang judi sang ayah dan membantu ibunya, Azizah terpaksa bekerja sebagai asisten rumah tangga. Namun, ketulusan hati yang ia miliki justru membuat sang majikan ingin menjadikannya sebagai menantu. Kini, ia terjebak dalam pernikahan tak terduga dengan pria kaya di rumah tersebut. Akankah hubungan ini menjadi takdir cinta sejatinya? Ikuti lika-liku perjalanan Azizah menghadapi kehidupan barunya dalam balutan romansa yang mengharukan.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Azizah Puspita. Di sini pendidikan formal tidak diutamakan. Yang penting kamu bisa bekerja dengan baik. Diharuskan menginap. Apa kamu sanggup?" tanya seorang wanita paruh baya yang masih terlihat anggun. Dia adalah Nyonya rumah yang bernama Anita Bimantara.

Azizah mendapatkan informasi dari seorang tetangganya, kalau di rumah besar itu sedang membutuhkan seorang pembantu. Sudah pasti ia menerima pekerjaan itu, karena ia memang melamar dan membutuhkan pekerjaan itu demi untuk menghidupi dua orang adiknya yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah dan makan sehari-hari. Ibunya hanya seorang buruh cuci keliling, sedangkan ayahnya setiap hari kerjaannya hanya berjudi dan mabuk-mabukan. Maka dari itu dia berinisiatif untuk membantu ibunya menghasilkan uang. Meski harus menjadi seorang pembantu.

"Iya, Buk. Saya sanggup," jawabnya dengan senyum manis yang selalu menghiasi wajahnya setiap hari. Baginya hidup susah bukanlah suatu hal yang harus ditangisi. Hidup akan terasa indah bila dihiasi senyum syukur serta usaha yang maksimal, lalu untuk hasil, pasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Berkuasa.

"Tapi kamu kan masih muda. Apa kamu mau dan tidak malu bekerja sebagai pembantu?"

"Aku mau, Buk. Sebab aku sudah mencari pekerjaan seharian ini, tapi gak dapat-dapat. Saat aku di jalan ketemu sama Pela sepupu aku, dia ngasih tahu kalau di sini lagi butuh pembantu rumah tangga, aku senang banget. Buatku, pekerjaan apa pun tidak masalah, Buk. Yang penting halal."

"Apa orang tuamu akan mengizinkan jika kamu bekerja di rumah ini? Diharuskan menginap lho."

"Jika saya diterima, saya akan minta izin dulu sama ibu saya, Buk."

"Azizah...."

"Ya, Buk?" Azizah merasa dia tidak akan diterima bekerja, karena dia melihat Nyonya rumah itu ingin mengatakan sesuatu, tetapi ragu-ragu untuk mengatakannya.

"Kalau begitu, kamu bisa mulai bekerja besok pagi. Sekarang kamu pulanglah, beri tahu ibumu kalau kamu akan bekerja di sini mulai besok pagi." Mendengar kata-kata Nyonya Anita, Azizah sangat senang bukan kepalang. Ternyata dugaannya salah.

"Terima kasih, Buk. Saya pamit pulang dulu."

Anita menatap punggung Azizah yang berlalu dibalik pintu besar rumahnya. Dengan pakaian sederhana, dan rambut panjang terurai, kecantikan gadis remaja yang masih berumur sembilan belas tahun itu terlihat cantik alami. Anita kagum sekaligus prihatin dengan kesederhanaannya saat pertama dia melihat Azizah.

"Kasihan sekali. Dia masih muda dan cantik. Tapi harus menjadi pembantu rumah tangga untuk menghidupi keluarganya," batinnya.

Sesampainya di rumah, Azizah mendapati adiknya Ainun sedang membujuk Akbar yang sedang menangis. Akbar adalah adik bungsunya yang masih berumur empat tahun.

"Kenapa Akbar menangis, Dek?" tanyanya ke Ainun sambil menggantikan Ainun menggendong Akbar.

"Dia minta makan, Kak. Nasi gak ada. Lalu dia menangis dan gak mau berhenti," terang Ainun yang ikut tersedu karena menahan tangisnya juga.

"Ibu belum pulang, ya?" tanya Azizah seraya terus mengelus kepala adiknya agar mau diam. Matanya juga mulai berembun, namun dia berusaha agar tidak menangis di depan adik-adiknya.

"Belum, Kak. Tapi tadi Ayah yang pulang, beliau nanyain Kakak, terus pergi lagi," sungut Ainun yang kecewa dengan sikap Ayahnya yang tukang judi dan mabuk.

"Ayah bilang apa aja, Dek?"

"Kata Ayah, kalau Kakak pulang, jangan pergi ke mana-mana. Ada yang mau dibicarakan sama Kakak, begitu."

Akbar yang berada dalam gendongan Azizah masih saja menangis minta makan. Azizah tidak tega melihat adik-adiknya kelaparan. Akhirnya dia memberanikan diri untuk berhutang ke warung tetangganya.

"Kamu tinggal dulu di rumah sama kak Ainun ya, Dek? Kakak akan beli beras untuk kita masak," ucapnya dengan lembut.

"Jangan lama-lama, ya Kak...."

"Ya, Dek."

"Semoga Bi Ijah mau menghutangiku beras, telur dan minyak goreng, Ya Allah. Aamiin," batin Azizah sambil menengadah ke langit, sebelum dia melangkahkan kakinya ke warung.

Kebetulan, warung kelontong tidak jauh dari rumahnya. Hanya berjarak dua buah rumah. Jadi tidak memakan waktu lama untuk sampai di warung itu.

Setelah menunggu dua orang ibu-ibu yang juga belanja sayuran membayar belanjaannya, Azizah memberanikan dirinya untuk bicara. "Bi..., A-a...." Ucapannya tersendat.

Pemilik warung kelontong tersenyum melihat Azizah yang seperti orang ketakutan. "Apa, Azizah? Kamu mau beli apa? Kok malah gugup, kayak mau ngomong sama pacar?" tanyanya dengan ramah sambil bercanda, agar kegugupan Azizah hilang.

"Sudah pasti mau ngutang lah, Ma. Makanya dia gugup kayak gitu," timpal anak gadis Bi Ijah yang seumuran dengan Azizah yang tiba-tiba datang dari belakang pemilik warung kelontong itu.

Mendengar kata-kata anaknya yang kasar Bi Ijah memarahinya. "Jaga mulut kamu Pela...."

"Emang betul, kan Azizah? Kamu kan memang datang ke sini untuk nambah hutang, kan!" bentaknya seketika.

"Pela! Dia itu masih saudara sepupumu! Kenapa ngomong seperti itu. Biarpun dia ngutang, apa salahnya. Nanti kalau dia sudah punya uang juga pasti dibayar," ujar Bi Ijah.

"Halah, paling tunggu dia ubanan atas bawah gak bakalan bisa bayar hutang. Yang ada malah hutangnya yang tambah numpuk!" Bola mata Pela melotot saat dia menghina Azizah.

Meski harga dirinya terasa diinjak-injak, Azizah tidak mau melawan hinaan dari sepupunya, karena dia ingat dengan adiknya yang menangis kelaparan di rumah. Dia mengabaikan wanita bernama Pela itu dan bicara kepada Bi Ijah. "Bi.... Bolehkah aku ngutang beras, minyak goreng sama telur lima biji dulu, Bi?" katanya sambil menahan air mata yang sudah menganak gunung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayangan Cinta Terlarang
8.0
Maya adalah arsitek sukses yang memiliki segalanya, namun hidupnya terasa hampa meski sudah bertunangan dengan Daniel. Segalanya berubah saat ia bertemu Ethan, pengusaha karismatik yang memicu gairah terpendamnya. Mereka terjebak dalam perselingkuhan membara yang penuh risiko. Di tengah kecurigaan Daniel yang mulai menguat, Maya dihantui rasa bersalah. Kini ia harus memilih antara kenyamanan hidup lama atau mengejar cinta terlarang yang bisa menghancurkan dunianya.
Sampul Novel Bukan Gadis Simpanan
9.2
Sejak kecil, Carl Davidson gemar menjahili Samantha Walker dengan mendudukkannya di meja tinggi hingga ia menangis ketakutan. Kebiasaan unik ini terus berlanjut hingga mereka dewasa. Carl kini menjadi miliuner otomotif sukses yang tetap melakukan hal serupa, namun ia akan membawa Samantha dari meja ke ranjangnya. Meski dunia melabeli Samantha sebagai gadis simpanan, mampukah ia meraih kehormatan dan melangkah ke pelaminan bersama Carl di tengah stigma tersebut?
Sampul Novel CINTA SATU MALAM DENGAN CEO
8.4
Athena Gimberly mendambakan kehadiran buah hati sebagai teman di masa senjanya kelak, namun ia enggan terikat dalam pernikahan. Demi mewujudkan keinginan gila tersebut, ia bertekad mencari pria yang bersedia memberinya keturunan tanpa komitmen. Takdir mempertemukannya dengan Arthur Harley, seorang CEO angkuh yang memiliki harga diri tinggi. Setelah pertemuan pertama mereka gagal membuahkan hasil, Athena secara terang-terangan meminta Arthur mengulangi malam panas itu.
Sampul Novel Dosa Dalam Pelukan Brondong
7.9
Sheana, istri pengusaha kaya berusia 35 tahun, terjebak dalam pernikahan dingin yang hampa. Kesepian membawanya bertemu Ellandra, pemuda 23 tahun yang memikat di sebuah klub malam. Meski awalnya hanya pelarian, Sheana mulai mempertaruhkan rumah tangganya demi pesona Ellandra yang menggoda. Namun, hubungan ini terancam oleh rahasia besar sang suami, kehadiran kekasih Ellandra, serta masa lalu kelam. Di tengah gairah terlarang, Sheana harus memilih sosok yang benar-benar menghidupkan jiwanya.
Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Andika, putra konglomerat, rela melepas segalanya demi Lisna meski ditentang keras oleh orang tuanya. Pengorbanannya berujung getir saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu kembali dalam situasi yang menyakitkan: Lisna telah menjadi milik pria lain. Meski begitu, Andika tidak menyerah dan terus memperjuangkan cintanya. Akankah takdir menyatukan mereka dalam ikatan sejati, ataukah mereka memang tidak ditakdirkan bersama?
Sampul Novel Gairah Terpendam Suami Kontrak
8.4
Demi melunasi utang sang suami, Deryl, Kavita nekat menjalani pernikahan kontrak setahun dengan bosnya, Ezra. Namun, pengorbanan itu dikhianati saat Deryl diam-diam menikah lagi dengan Yura. Tak tinggal diam, Kavita memperpanjang kontraknya bersama Ezra untuk membalas dendam dan merebut seluruh harta Deryl hingga pria itu jatuh miskin. Ironisnya, saat semua rencananya berhasil, Ezra justru enggan melepaskan Kavita meski masa perjanjian mereka telah berakhir.