APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TERSESAT DI SARANDJANA

TERSESAT DI SARANDJANA

Pengalaman pertama Anang Syah mendaki gunung berubah menjadi petualangan luar biasa saat ia terlempar ke dimensi lain. Tanpa sengaja, ia terjebak di tengah kemegahan negara gaib Sarandjana yang misterius. Kini, Anang harus berjuang menghadapi berbagai keajaiban dan rintangan di dunia tak kasat mata tersebut. Mampukah ia menemukan jalan keluar dari negeri asing itu, ataukah ia akan selamanya terperangkap dan tak bisa kembali lagi ke dunia nyata?
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 3

Perkampungan itu sangat jadul. Ibu-ibu yang menampih beras di tangga rumah hanya memakai kemben. Bapak-bapak bertelanjang dada, mereka memanggul pacul di pundak dan hendak menuju ke ladang. Sementara anak-anak yang bermain engklek di halaman begitu gembira, masing-masing mereka memakai buntalan kalung jimat khas kejawen pada leher dan pada salah satu pergelangan kaki.

Anang mengucak keduanya matanya. Dalam hati ia bertanya-tanya, apakah pemandangan itu nyata adanya atau hanya gangguan supernatural.

Dia berinisiatif memberitahu Aldo, Bimbim dan Arifin. Namun saat kembali melihat ke arah depan, betapa terkejutnya Anang.

Ketiga temannya tidak ditemukan lagi. Tanjakan tajam berubah jadi tanah datar. Tak ada lagi pemandangan gunung Slamet. Hanya kawasan perkampungan yang semakin melebar sejauh mata Anang memandang.

"Aldo ...."

"Bimbim ...."

"Arifin ...."

"Kalian di mana??!"

Anang mulai berteriak. Awalnya tak terlalu keras tapi karena tak ada tanda-tanda jawaban, dia mulai berteriak sejadi-jadinya.

Kejanggalan makin nyata manakala Anang sadar bahwa teriakannya yang begitu keras, sama sekali tak terdengar oleh warga di kampung itu. Padahal jarak Anang dengan mereka tidak terpaut jauh.

"Pangapunten, Pak," tegurnya pada kelompok Bapak-bapak yang menuju ke ladang. "Ini nama kampungnya apa?"

Hening.

"Pak, kalian dengar suara saya gak?"

Hening.

Glek! Anang seketika ketakutan di tempatnya berdiri. Kedua kakinya serasa tumbuh akar, membuat sulit digerakkan.

Di fase itu Anang mulai paham bahwa dirinya telah masuk ke dimensi lain. Dimensi lain yang kata orang adalah hal mistis, tapi secara metafisika kuantum bisa dipelajari melalui leburan antar gaya gravitasi, kecepatan dan waktu.

Teringat kembali ajaran dosennya sewaktu di kampus. Bahwa ilmu dan teknologi yang dimiliki manusia di peradaban saat ini, belum cukup mampu untuk menciptakan alat penembus dimensi.

Sebab pada hakikatnya, dunia paralel bisa dibuktikan secara ilmiah. Ada ribuan bahkan jutaan dimensi lain yang berjalan beriringan dengan kehidupan manusia.

Anang meneguk liur. Kini bingung merajai dirinya. Bingung apa harus senang ataukah bersedih. Dia senang karena berkesempatan menembus dimensi, melihat apa yang tidak semua orang bisa melihat.

Namun di sisi lain, Anang tak siap bila tersesat selamanya, apalagi jika tak bisa kembali ke kehidupan nyata.

Anang berkeyakinan kalau dia tak boleh terlambat waktu untuk kembali ke dunia nyata, yakni di tempat terakhir kalinya dia berada yaitu di perjalanan menuju pos tiga, gunung Slamet.

Anang berupaya menyambangi kelompok Bapak-bapak tersebut seraya mulutnya melontarkan permohonan, meminta tolong.

Tangan kanannya terulur untuk menggapai pundak salah satu Bapak. Manakala si bapak terkejut bahunya dipegang oleh Anang, ia lalu menoleh dengan wajahnya yang membuat Anang memekik takut.

Memang wajahnya mirip manusia, yang sedikit membedakan adalah kelompok Bapak-bapak itu memiliki tiga lubang hidung dan bibir mereka melengkung mirip tokoh kartun Donal Bebek.

Anang berteriak histeris. Kepalanya mendadak pusing diikuti penglihatan gelap total. Dia rubuh dan tak sadarkan diri alias pingsan.

***

Matahari berada di atas kepala saat Anang tersadar. Percikan air dari seseorang yang tengah berdiri membasahi sekujur wajahnya.

Anang membuka kelopak mata yang terasa berat. Silau tengah hari membuat matanya seketika menyipit. Dilihatnya Aldo tengah memegang botol air dengan jemari tangan kanan siap memercikkan air ke wajahnya lagi.

Anang terbatuk. Bimbim dan Arifin yang berdiri agak jauh segera mengerubungi tubuh Anang yang dibaringkan di atas sleeping bag.

"Sudah sadar lu, Nang?" celetuk Aldo merasa legah. Dia tersenyum tipis lalu berjongkok di samping Anang.

"Lo pingsan dua hari," ujar Bimbim seraya membantu Anang untuk duduk tegap.

"Dua hari?" gumam Anang hampir tak percaya. Rasanya hanya beberapa menit dia tersesat ke dimensi lain.

"Minum air dulu biar lu normal lagi." Arifin menyodorkan segelas air. Anang menenggak perlahan hingga tandas.

Anang baru percaya ketika dilihatnya dua bentukan tenda mereka terpatok di dekat situ, tepat di pos tiga. Bimbim lantas bercerita bahwa saat Anang jatuh pingsan, tubuhnya dibopong oleh Arifin dan Bimbim sampai ke pos tiga, dan karena lama tak kunjung sadar, mereka kemudian menggelar tenda.

"Nang, kalo lo kenapa-napa kita pada takut harus bilang apa ke orang tua lo di Jakarta," ucap Arifin dengan nada getir.

"Ho'o, Nang. Syukurlah lu da sadar sekarang," sambung Aldo.

Anang bergeming. Dia hanya tersenyum tipis karena ingin menunjukkan bahwa dia baik-baik saja.

"Lo pasti kecapaian," kata Bimbim menenangkan Anang. "Lo makan dulu sebelum kita lanjutkan pendakian."

Anang mengangguk. Di situ Aldo segera menyiapkan makanan untuk Anang, yaitu bubur sachet-an yang diracik ulang serta segelas susu manis agar stamina Anang membaik.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Danny Hatta
9.2
Saat memburu target di Swiss, Danny Hatta menemukan petunjuk krusial mengenai kematian ayahnya, seorang hakim tinggi. Penyelidikan itu justru menjebaknya dalam fitnah pembunuhan aparat dan mantan sekretaris sang ayah. Kini berstatus buronan, Danny harus melarikan diri bersama Sarah Hartono, jurnalis yang mengikuti jejaknya. Di tengah ketegangan yang mendebarkan, keduanya terlibat dalam petualangan berbahaya demi mengungkap kebenaran di balik konspirasi ini.
Sampul Novel JUST MATE
8.6
Renata tewas mengenaskan akibat pengkhianatan dua orang tercintanya. Menjelang ajal, ia teringat sosok Dewa Fenrir yang pernah dikenalkan ibunya, lalu memanjatkan doa terakhir demi membalas dendam. Namun, keajaiban terjadi saat nyawanya hampir hilang. Sebuah suara menggelegar memanggilnya 'Luna', disertai sentuhan tangan dingin yang mendekap wajahnya. Apa yang sebenarnya terjadi pada takdir Renata di ambang kematiannya ini?
Sampul Novel Mengandung Anak Tuan Serigala
8.6
Fang Yi Lan, mahasiswi kedokteran jenius, hancur saat memergoki kekasihnya berselingkuh dengan adik tirinya. Alih-alih dibela, ia justru dipaksa sang ayah menikahi pria hidung belang. Yi Lan kabur dan bertemu pria tampan yang terluka parah. Saat pingsan, pria itu berubah menjadi serigala hitam. Meski takut, naluri medis Yi Lan mendorongnya menolong. Namun, pria itu justru menandai lehernya dan menyerang Yi Lan secara paksa demi mendapatkan keturunan.
Sampul Novel Pendekar Serigala Putih
8.8
Setiap lima abad, ancaman besar menghantui Nusantara melalui bangkitnya sang Pendekar Iblis yang membawa petaka. Kirana Sasmaya, putri Chandika Kalandra sekaligus keturunan pahlawan Bhadrika, memikul takdir berat. Ia tidak hanya dilatih menjadi pendekar tangguh, tetapi juga ditakdirkan sebagai penyihir terhebat sepanjang masa. Mampukah Kirana menggapai impian menjadi Pendekar dan Penyihir Putih demi menumbangkan dominasi kegelapan Pendekar Iblis?
Sampul Novel Perangkap Cinta Mafia Queen
8.8
Christina Morgan, putri mafia terkuat di Eropa, kabur ke Korea Selatan demi hidup baru dengan identitas palsu sebagai Kim Ara. Namun, himpitan ekonomi memaksanya kembali ke dunia kriminal. Ia menerima misi berbayar mahal untuk membunuh CEO muda, Lee Joon Woo. Menyamar jadi sekretaris, rencana Christina goyah saat Joon Woo tulus mencintainya hingga mempertaruhkan nyawa. Akankah cinta sang CEO meluluhkan hati dingin sang pembunuh sebelum misinya tuntas?
Sampul Novel Sage Benua Longwu
9.1
Di Benua Longwu, penguasaan energi Mingzhu dan Nebula menentukan kasta seseorang. Li Wei, pemuda tanpa bakat dari Kota Shuimiao, awalnya dianggap sampah sebelum pertemuan tak terduga dengan monster laut legendaris, Longxu, mengubah takdirnya. Kini ia memiliki kemampuan beladiri dan sihir yang langka. Namun, ambisinya menjadi Sage menyeretnya ke perserikatan rahasia yang berbahaya. Diincar banyak ahli karena rahasia besar, mampukah Li Wei mencapai keabadian di tengah kejaran musuh?