APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Betrayal

The Betrayal

Persahabatan Malika, Shereen, dan Silva yang semula harmonis kini hancur karena cinta. Kehadiran Erga memicu konflik saat Malika mengaku menyukai pria tersebut di depan Silva. Pengakuan jujur yang penuh penyesalan itu menjadi awal keretakan hubungan mereka. Kini Erga terjebak dalam pilihan sulit antara Malika atau Silva, sementara Shereen berusaha menjadi penengah. Akankah ikatan mereka bertahan di tengah badai pengkhianatan dan dilema asmara ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Seketika suasana menjadi hening. Saat Silva tiba-tiba membicarakan tentang ayahnya. Baik Malika dan Shereen sudah sangat hafal dengan sifat atau pun kepribadian ayah sahabatnya itu. Menyadari mereka terdiam, Erga pun memilih ikut membisu tanpa kata.

Perasaan Silva sudah tidak menentu. Berapa kali ia mengecek jam pada ponselnya. Ia semakin tidak tenang saat melihat banyak pesan & panggilan tidak terjawab dari ibunya, yang terpampang jelas pada notifikasi di layar ponselnya.

"Akhirnya sampai juga, oke sampai sini aja ya, Sayang. Aku pulang dulu ya, thanks. Ka, Reen, gue duluan ya," ujar Silva yang hendak keluar dari dalam mobil.

"Ya, Sayang. Semoga orang tuamu nggak marah atau menghukummu saat kamu sampai di rumah, ya," tukas Erga dengan raut wajah khawatirnya.

Sedang Malika dan Shereen hanya mengangguk mengiyakan seraya mengatakan sesuatu yang membuat Silva sedikit lebih tenang. Usai berpamitan, Silva membuka pintu mobil lalu keluar dari dalam mobil Erga.

***

Di perjalanan menuju rumah Malika dan Shereen, mereka bertiga tidak sengaja bertemu ibunda, Silva dari arah sebaliknya. Shereen pun menyuruh Erga memberhentikan mobilnya.

“Eh, stop dulu deh, Ga. Tuh kayak nyokap-nya Silva yang di motor,” tunjuk Shereen.

Lalu setelah Erga memberhentikan mobilnya, Shereen membuka kaca mobil dan menyapa ibunda dari Silva. Shereen pun keluar dari mobil dengan maksud berbasa-basi sekaligus menjelaskan semuanya. Kemudian disusul oleh Malika yang juga keluar dari dalam mobil.

"Tante, mau ke mana? Cari Silva ya? Dia udah pulang ke rumah kok, Tan," berondong Shereen.

"Syukurlah kalau dia udah pulang. Tante cuma khawatir sama dia, papanya itu lho ... ehmm, kalian tahu sendirilah," tukas ibunda Silva, ada sedikit rasa kelegaan meski ia tahu jika saat ini pasti putri sulungnya sedang dihukum oleh suaminya sendiri.

Erga yang hanya duduk di depan kemudi, tidak turut turun bersama Malika dan Shereen. Mungkin ia merasa malu atau tidak enak hati, jika harus bertemu langsung dengan orang tua dari kekasih barunya itu. Ia hanya memerhatikan dari balik kaca jendela mobil yang tampak gelap dari luar.

"Maaf ya, Tan. Tadi jalanan macet banget, padahal dari sebelum maghrib kita udah pulang." Shereen menundukkan kepalanya memohon maaf.

Begitu pun dengan Malika yang menampakkan wajah memelasnya agar ibu dari sahabatnya itu, tidak naik pitam dengan mereka. "Dari tadi Tante menghubungi Silva, susah sekali. Apa sinyal atau karena di jalan kali, ya, sampai dia nggak dengar suara dering handphone-nya."

"Mungkin begitu, Tan. Mungkin ... ehmm, dia nggak dengar." Shereen lagi-lagi berdrama di hadapan ibu dari sahabatnya itu.

Tanpa berbasa-basi lagi, mereka pun pamit untuk pulang dan kembali masuk ke dalam mobil milik Erga. Untung saja ibu dari Silva tidak bertanya, mereka habis pergi ke mana dan dengan siapa saja.

Memang ayahnya Silva disiplin sekali, terutama kepada anak-anaknya. Sebab beliau adalah anggota TNI Angkatan Laut. Jadi anak-anaknya tidak boleh keluar rumah sampai larut malam. Sedang jika sudah pergi dari siang sebisa mungkin sebelum maghrib sudah tiba di rumah.

***

Berlanjut satu hari sebelum hari ulang tahun Silva. Malika dan Shereen pun mulai merencanakan sesuatu untuk mengerjakan Silva. Mereka berdua bekerjasama dengan Erga, Vera dan yang lainnya. Mereka semua berkumpul di rumah Shereen membicarakan rencana yang akan mereka rencanakan.

“Jadi gimana rencana selanjutnya, Ga?” tanya Shereen.

“Kayaknya rencana awal kita ubah aja deh. Gue nggak tega kalau harus berpura-pura mengabaikan Silva,” tutur Erga.

“Ya nggak bisa gitu dong, mending kayak gitu aja. Kita buat dia sampai kayak mau nangis atau kalau perlu sampai nangis benaran,” sambung Malika, yang tidak setuju jika rencana awal diubah.

“Ya benar, gitu aja. Kita semua besok jalan. Ajak Silva juga, tapi kita semua cuekin Silva. Jangan ada yang ajak dia bicara,” sahut Vera menerangkan rencana detailnya.

“Ok deh sesuai rencana awal,” kata Erga, yang pada akhirnya memilih untuk mengalah.

Malamnya, Erga memberitahu Silva kalau rencananya mereka semua mau bermain biliar keesokan harinya. Namun, sepertinya Silva tidak dapat ikut. Sebab beberapa hari yang lalu ia sudah diperingatkan oleh ayahnya, bahwasanya ia tidak boleh keluar rumah dulu selama seminggu kecuali, kuliah.

Peraturan yang dipegang oleh ayahnya memanglah sangat ketat. Silva sudah mendapatkan hukuman dari ayahnya, untung saja ponsel miliknya tidak ikut disita oleh ayahnya yang tegas lagi berwibawa.

Karena berapa hari yang lalu, Silva sempat telat pulang ke rumah. Kembali ke berapa hari yang lalu, di mana Silva segera berlari sekencang-kencangnya saat ia sudah keluar dari mobil milik kekasihnya itu.

Silva sampai di depan pintu gerbang rumahnya dengan napas tersengal. Ia berusaha mengatur dan mengendalikan napasnya. Dengan langkah gontai, perlahan ia mendekati pintu gerbang rumahnya. Perasaannya masih tak tenang dan gelisah. Seketika peluh mengucur deras di sekujur tubuhnya. Ia merasakan hawa di sekitarnya menjadi sangat panas.

Perasaan takut pun menyeruak begitu saja, ia bimbang apakah harus masuk ke dalam rumah atau bagaimana? Kini kegalauan menghinggapi relung hatinya. "Aduhh ... gi–gimana nih? Papa pasti marah besar sama gue," lirihnya dengan bibir bergetar menahan resah.

Silva pun memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Berapa detik kemudian, ia pun memutuskan untuk membuka pintu gerbang di hadapannya. Ia sudah siap atas segala resiko yang akan ia hadapi ketika dirinya masuk ke dalam rumah.

Pelan-pelan Silva membuka pintu gerbang rumahnya, ia belum menyadari jikalau ada sepasang mata memerhatikannya. Silva pun menutup pintu gerbangnya kembali. Di rumahnya memang tidak memiliki penjaga rumah atau security pribadi. Baru saja Silva berbalik badan hendak melangkah ke pintu utama, nyaris jantungnya berhenti sepersekian detik.

Di depan teras rumahnya, sang ayah sudah menunggu kedatangannya. Dengan tubuh tegap khas tentara, beliau berdiri berkacak pinggang menatap lurus ke arah putri sulungnya itu. Sorot matanya seolah membunuh Silva dalam sekali kedipan mata.

"Jam berapa sekarang?" tegur ayahnya tegas dengan nada tinggi.

"Ma–maaf, Pa ... a–akuu ... ehmmm, aku pulangnya telat," jawab Silva terbata-bata.

"Bicara yang tegas, ini jam berapa? Anak gadis nggak pantas keluyuran jam segini. Kamu habis dari mana, Silva?" bentak sang ayah seraya membulatkan kedua bola matanya.

"A–aku minta maaf, Pa. Aku salah ...," jedanya yang mulai terisak.

Plakk!

***

Hi, Readers!

Ini novelku yang pertama di platform Bakisah/Ceriaca. Semoga kalian suka dengan ceritaku ini. Silahkan beri review/krisan yang membangun. Aku pasti akan menerima kritik & saran yang membangun.

Terima kasih & selamat membaca.

Ikuti jejakku di IG: @yenifri29 & @yukishiota29

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Mauku Menjomlo
9.4
Menjadi wanita lajang di atas usia tiga puluh tahun membuat Hasmi Azzahra kenyang akan cibiran tetangga. Sebagai perawat di desa, ia sering dicap tidak laku, namun Hasmi memilih tetap santai menghadapi tekanan sosial tersebut. Baginya, pernikahan adalah komitmen panjang yang butuh pertimbangan matang, bukan sekadar asal pilih demi status. Meski rindu akan belahan jiwa, Hasmi tetap teguh menanti jodoh yang tepat sambil bertahan di tengah nyinyiran orang sekitarnya.
Sampul Novel DINIKAHI CEO TAMPAN
9.6
Luna adalah gadis desa sederhana yang mendadak beruntung saat dipertemukan dengan Damar, seorang CEO tampan nan kaya raya. Demi mengamankan takhta sebagai pewaris tunggal harta ayahnya, Damar terikat syarat mutlak untuk menikahi putri dari sahabat lama sang ayah semasa sekolah. Takdir pun menunjuk Luna sebagai calon pengantinnya. Akankah Damar bersedia menerima perjodohan ini demi harta, atau justru menolak Luna yang datang dari latar belakang berbeda?
Sampul Novel Dosa yang Tak Termaafkan
8.9
Dewi menemukan bukti perselingkuhan suaminya melalui tumpukan bon belanja barang wanita dan tiket bioskop yang mencurigakan. Meski ia berusaha berbicara dengan suara lirih, amarah besar terlihat jelas saat ia mengonfrontasi pengkhianatan yang terulang kembali. Dewi menegaskan bahwa batas kesabarannya telah habis; ia tidak akan memberi kesempatan kedua setelah peringatannya diabaikan. Hubungan pernikahan mereka kini berada di ambang kehancuran total.
Sampul Novel KETIKA DENTING CINTA MENYAPA
8.3
Zefki dan Raceh tidak pernah menyangka bahwa perjodohan dari orang tua mereka akan menumbuhkan benih asmara. Kehidupan keduanya berubah drastis saat kepribadian mereka yang kontras saling berbenturan. Zefki dikenal sebagai sosok pria yang dingin, angkuh, serta mudah marah, sementara Raceh adalah gadis pendiam yang sangat pemalu. Di tengah perbedaan sifat yang mencolok ini, mampukah kekuatan cinta menyatukan mereka dalam sebuah komitmen yang tulus?
Sampul Novel Mantan Istri CEO Tampan
8.9
Demi membiayai operasi Andra, Alana terpaksa menerima tawaran mertuanya untuk pergi menjauh selamanya. Ia rela meninggalkan sang suami meski sedang mengandung. Andra yang merasa dikhianati lantas menaruh dendam mendalam dan bertekad membalas sakit hatinya jika mereka bertemu lagi. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Alana kini telah memiliki anak, sementara kebencian Andra masih membara. Akankah cinta lama mereka bisa kembali?
Sampul Novel My Asshole boyfriend= Destined love
9.2
Reece Andromeda, pewaris konglomerat otomotif, terjerat taruhan konyol untuk memacari Airysh Merylia, gadis yang baru saja dikhianati. Meski awalnya demi pembuktian diri, hubungan mereka guncang saat konflik Reece dan sahabatnya mencuat. Seiring waktu, rahasia kelam pun terkuak. Reece ternyata berjuang melawan trauma masa lalu di balik popularitasnya, sementara Airysh terjebak dalam misteri keluarganya yang belum terpecahkan. Akankah cinta muncul di tengah luka?