APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Marriage

The Marriage

Aoi adalah gadis tomboy yang terpaksa menjalani perjodohan dengan Makoto, pria keturunan Jepang yang memiliki sifat sangat dingin serta kikir. Pernikahan ini harus dilakukan Aoi demi menjaga amanat orang tuanya sekaligus mengamankan warisan besar dari keluarga Rotschild. Di tengah perbedaan sifat yang tajam, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka? Akankah kebencian Aoi memudar, atau justru Makoto yang berhasil menaklukkan hati keras gadis tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 1

Langkah sepatu yang tergesa-gesa.

Aoi mempercepat langkahnya. Ia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 pagi.

Sebuah mobil sport melaju dengan kecepatan tinggi. Tidak peduli dengan kendaraan yang membunyikan klaksonnya.

Sampai ada sebuah genangan air kotor itu mengenai rok Aoi.

Aoi berteriak histeris. Para pejalan kaki menatapnya aneh.

"Aaa! Jadi kotor! Siapa yang membuat aku seperti ini?" Aoi mencari pelakunya. Tidak ada.

Sepertinya mencari pelaku tidak penting. Aoi bisa terlambat ke sekolah.

Saat sampai di depan gerbang SMA Sakura, bu Dora berkacak pinggang dengan wajah marahnya.

"Aoi Mianami. Kenapa kamu terlambat lagi? Alasan kesiangan? Macet di jalan? Main sama kucing kesayangan?" tanya bu Dora beruntun. Sudah hafal dengan alasan Aoi.

Aoi mengatur nafasnya. Lari selama 10 menit itu melelahkan.

"Maaf ibu. Saya lupa tidak memasang alarm. Jadi terlambat. Apalagi ojekan di daerah saya sangat sulit," jawab Aoi. Sebenarnya ada sopir pribadi, tapi Aoi lebih suka berangkat dengan angkutan kota.

"Lupa memasang alarm? Lalu ibu kamu kemana?"

Pertanyaan itu lagi. Aoi bingung menjawab apa. Ibunya adalah model terkenal dan designer profesional yang di segani seluruh dunia. Sekali namanya di ketahui banyak orang, dirinya akan tersorot publik dari segala sisi dan aktivitasnya. Dan Aoi tidak suka hal yang ramai.

"E-itu. Ibu saya masih ada di luar negeri," jawab Aoi gugup. Bu Dora pasti akan tanya lebih banyak lagi.

"Ayah kamu?"

"Sama. Di luar negeri juga. Bu, saya ingin masuk. Nanti tidak bisa mengikuti ulangan Matematika," ucap Aoi memohon.

Bu Dora mengangguk. "Bailah, hari ini saya maafkan. Besok dan seterusnya, ada hukuman dan poin pelanggaran. Faham?"

Aoi tersenyum. "Makasih banget bu Dora yang cantik."

Kelas 12 Ipa 1. Aoi memasuki kelas dengan santai. Guru yang mengajar Matematika ramah dan baik. Pasti akan di maafkan.

Pak Jiro menatap Aoi. Ulangan sudah berlangsung 5 menit yang lalu. Dan Aoi baru datang?

"Aoi. Kenapa terlambat lagi? Hobi kamu terlambat terus," omel pak Jiro.

"Kesiangan pak. Hehe," Aoi tersenyum kikuk.

"Ok. Silahkan duduk. Jangan terlambat lagi. Siapkan selembar kertas. Tulis soal yang ada di papan tulis," ucap pak Jiro.

Haruka menggeleng heran. Aoi sangat hobi terlambat.

"Untung saja pak Jiro maafin kamu. Kalau tidak, habis sudah," bisik Haruka menakuti Aoi.

"Huh. Gara-gara alarm kehabisan baterai. Jadi telat," Aoi menggerutu.

Satu jam berlalu, ulangan Matematika berjalan dengan lancar.

Haruka baru menyadari rok Aoi kotor.

"Renang di lumpur?" tanya Haruka tersenyum.

"Aduh, lupa. Harus ganti rok baru. Di lemari kelas ada gak?"

Fumie mengangguk. "Ada. Ambil aja."

Aoi memgambil satu rok putih abu-abu panjang. Sebelumnya ia ragu, karena rata-rata rok di SMA Sakura hanya sampai lutut saja.

"Aoi. Kalau udah selesai pinjam rok. Kembalikan lagi ya? Jangan sampai di pinjam kelas lain. Nanti gak balik roknya," ujar Hikari sebagai ketua kelas.

"Siap bu bos!" Aoi memberikan hormat. "Fumie, ayo ke toilet. Kalau ada yang gosip, biar kamu saja mengatasinya ya?" pinta Aoi.

Haruka terkekeh. "Hahaha, yang sabar Fumie. Nanti aku bilang ke bu Nene."

"Makasih Haruka yang cantik," puji Fumie mengedipkan kedua matanya, sangat manis. Siapa saja bisa jatuh cinta dengan paras cantik seorang Fumie Futaba.

Keduanya berjalan keluar kelas. Toilet sedikit jauh, dan harus melewati kelas 12 Ips 1. Dimana kelas itu terkenal nakal, terutama laki-lakinya menggoda perempuan yang sedang lewat.

Sepertinya ini kebetulan. Ada 5 laki-laki yang duduk di depan kelas, lebih tepatnya di lantai seperti lesehan.

Saat Fumie melangkah paling depan, perhatian 5 laki-laki itu beralih. Kedatangan mangsa baru. Saatnya beraksi.

"Halo? Ada cewek cantik. Mau kemana? Sendirian?"

"Temanmu juga boleh. Sangat cantik. Seleraku."

Fumie menatap tajam dua laki-laki genit itu.

"Permisi. Kita hanya lewat saja."

Saat Fumie memasuki lingkaran, dengan sengaja mereka menyentuh kakinya.

Fumie tidak terima. "Memangnya aku ini sabun colek? Mau aku tendang?!" Fumie sudah emosi. Semua laki-laki itu menyingkir memberikan jalan untuk Fumie.

Aoi tersenyum senang. Fumie sangat pemberani. Bukan berarti dirinya hanya diam saja, tapi ada alasan tertentu untuk tidak terlalu ikut campur.

Akhirnya sampai juga di toilet. Fumie menunggu, sambil membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan. Fumie memasangkan jepit di rambutnya.

Aoi sudah selesai mengganti roknya.

"Yuk balik ke kelas. Nanti bu Nene bisa marah," ajak Aoi. Fumie mengangguk.

Namun dari arah berlawanan, ada seorang cowok berlari sekuat tenaga agar terhindar dari hukuman bu Dora.

Aoi dan Fumie masih mengobrol tentang kecantikan di dunia model. Tidak menyadari akan ada peristiwa tabrakan. Dan pelakunya cowok itu.

Sampai pada akhirnya...

Bruk!

Aoi terjatuh dan duduk di lantai. Lututnya tergores lantai yang sudah berlubang.

"Aw! Sakit!"

Fumie membantu Aoi berdiri. "Ya ampun Aoi. Kamu tidak apa-apa?" tanya Fumie khawatir.

Aoi menatap tajam cowok penabrak itu.

"Hei! Gara-gara kamu aku jadi terluka!" sungut Aoi emosi.

Ryuji menunduk. "Biarin!" Ryuji kembali berlari sebelum bu Dora menangkapnya.

"Malah kabur!"

"Aoi, ke UKS saja ya? Lukamu itu harus di obati. Nanti bisa infeksi," ucap Fumie memberikan saran.

Aoi menggeleng. "Tidak perlu. Nanti juga sembuh sendiri. Kita ke kelas saja."

Hari ini, Aoi selalu saja sial. Rok kotor, dan di tabrak cowok yang tidak menolongnya sama sekali.

Untungnya bu Nene belum datang. Kelas masih ramai seperti pasar saja.

"Beneran kamu baik-baik aja Aoi?" tanya Fumie sekali lagi.

Aoi tersenyum.

"Aku baik-baik aja kok."

Haruka mengernyit. "Aoi kenapa?"

"Tadi jatuh, di tabrak sama Ryuji. Cowok nakal kelas Ips satu."

"Ryuji? Yang sering melanggar peraturan sekolah itu?" tanya Haruka lagi.

"Gak penting. Nanti juga sembuh. Biasa, luka ringan kok," Aoi berusaha baik-baik saja. Jika Fumie bercerita lebih panjang lagi tentang Ryuji, mungkin sesudah hari Raya selesai.

Bu Nene memasuki kelas. Pelajaran bahasa Inggris.

Dan itu membuat Fumie pusing. Haruka tambah senang. Aoi akan mencatat setiap grammar atau verb yang bu Nene sampaikan.

"Terjemahkan halaman sepuluh sampai sebelas ya. Dan kerjakan soal selanjutnya," bu Nene kembali mengoreksi kumpulan tugas di buku tulis.

Fumie cemberut. "Haruka. Aoi. Nanti aku salin jawaban kalian ya? Please," Fumie menyatukan kedua tangannya.

Haruka mengangguk. "Iya. Tapi kamu diem ya. Jangan mengajak kita gosip. Nanti gak selesai tugasnya."

Fumie mengangguk. Yang penting tugasnya selesai dan bisa santai.

Selama mengerjakan, Haruka bertanya beberapa kali ke Aoi. Keduanya kerja sama mengerjakan bahasa Inggris.

* * *

Hai semoga suka dengan cerita kedua ku ini ya.

Salam literasi

Stay healthy

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Pertama Mr. Eros
8.4
Hidup Agnella Wibisono hancur setelah kehilangan kesucian di masa remaja. Rasa kecewa membawanya ke dunia obat-obatan dan pergaulan bebas. Meski sempat terpuruk, dukungan orang terdekat membantunya bangkit hingga menemukan cinta yang nyaris sempurna. Namun, saat masa depan mulai tertata, sosok-sosok dari masa lalu kelamnya mendadak muncul kembali. Kini Agnella harus menghadapi trauma yang ingin ia lupakan demi mempertahankan kebahagiaan barunya.
Sampul Novel DI ANTARA DUA LELAKI
8.1
Kebahagiaan rumah tangga Lina yang telah terjalin selama sepuluh tahun kini berada di ambang kehancuran. Ardi, sang suami, perlahan mulai bersikap dingin dan terasa menjauh darinya. Di tengah kesepian itu, kehadiran Ivan sebagai kawan lama membangkitkan kembali getaran asmara masa lalu yang sempat padam. Lina pun terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan komitmen pernikahannya atau mengejar cinta baru yang membara bersama Ivan saat ini.
Sampul Novel DIUJUNG JALAN
7.9
Di sebuah desa terpencil yang berbatasan langsung dengan hutan lebat, takdir mempertemukan dua jiwa dari latar belakang keluarga yang kontras. Sarah dikenal sebagai gadis periang yang selalu memancarkan energi positif dalam kesehariannya. Di sisi lain, ada David, seorang pemuda berparas menawan yang memiliki sifat lembut serta penuh kasih sayang. Kisah romansa modern ini menyoroti dinamika hubungan mereka di tengah kesederhanaan lingkungan tempat tinggalnya.
Sampul Novel KETIKA ISTRI GENDUT JADI LC
8.4
Maemunah dahulu hanyalah seorang istri berbadan tambun yang dihina dan dianggap menjijikkan oleh suaminya. Kini, ia bertransformasi menjadi Maya, seorang pemandu lagu di sofa merah karaoke. Ia terpaksa menjual senyuman demi membiayai pengobatan anaknya sekaligus memulihkan harga diri yang hancur. Namun, gemerlap dunia malam penuh jebakan. Di balik cahaya lampu, bayang-bayang masa lalu siap membongkar kembali luka lama yang belum sembuh.
Sampul Novel OH MY EDWARD : ATASANKU GEBETANKU
8.9
Edward Kenneth adalah CEO sukses yang trauma akan cinta akibat kegagalan masa lalu. Khawatir dengan sikap tertutup cucunya, Opa Bram membayar Zuri Agnesa untuk memikat hati Edward setelah melunasi utang keluarganya. Terikat misi rahasia, Zuri masuk ke hidup Edward hingga mereka menikah dengan perjanjian tersembunyi. Akankah Zuri berhasil meluluhkan hati sang bos, atau rahasia di balik kehadiran Zuri justru akan menghancurkan hubungan mereka saat kebenaran terungkap?
Sampul Novel Pembalasan Elegan Sang Mantan Istri
8.5
Kehancuran rumah tangga Linar memuncak saat Dean, suaminya yang berselingkuh hingga menghamili wanita lain, justru menuduh Linar tidak setia. Di tengah perselisihan panas yang melibatkan Ndaru, Linar mantap memilih berpisah demi kesehatan jiwanya. Namun, takdir memperumit segalanya ketika Linar mendapati dirinya tengah mengandung buah cinta yang selama ini mereka perjuangkan. Kini, keputusan ada di tangan Linar untuk menentukan nasib masa depan mereka.