APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Passion of an Actor

The Passion of an Actor

Raditya Pratama, aktor ternama yang hidup dalam kemewahan, jatuh hati pada Dayu, seorang wanita sederhana yang bahkan tidak mengenali popularitasnya. Meski berasal dari dunia yang kontras, sang bintang tetap mengejar cintanya. Hubungan unik ini pun harus melewati berbagai rintangan pelik yang menguji ketulusan mereka. Akankah takdir menyatukan keduanya di tengah perbedaan status? Simak perjalanan emosional mereka yang penuh kejutan tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bila diri ini bodoh dengan kenyataan

Biarkan kecewa ini datang menghapus kenangan

Sungguh tercabik-cabik hati ini membuat luka disana

Andai aku paham dari awal

Ceritanya akan berbeda

°°Tata Dayuning tyas

Kini air mataku berganti kebahagiaan, Dia berbeda menawarkan cinta yang entah aku tak mampu menolak pesonanya.

Radit Aditama. Pria tinggi seratus delapan puluh sentimeter dengan kulit putih bersih, bulu matanya tebal dan alis senada, sepanjang dagunya sering ditumbuhi bulu halus begitu juga di atas bibirnya.

Bibirnya sedikit merah dengan warna rambut kecoklatan bergelombang.

Tangannya berbulu khas laki-laki blasteran.

Ayahnya berasal dari Inggris dan ibunya berasal dari Sulawesi.

Ayahnya telah lama meninggalkan dirinya dan adik serta ibunya sejak ia usia 6 tahun.

Tutur katanya yang renyah kudengar seperti aku makan keripik, yah gurih rame, gak rela jika habis.

Kami saling mengenal ketika presentasi penawaran yang berakhir dengan kerjasama, perusahaan tempatku bekerja dan perusahaan yang akhirnya aku tahu miliknya. Kami sering bertemu, berlanjut dengan chatting di aplikasi WhatsApp.

Seringkali menghabiskan waktu sekedar makan bersama. Semua berjalan baik natural juga elegan.

Kami berbincang santai setelah tanda tangan kontrak kerjasama perusahaannya dengan perusahan tempatku bekerja usai. Untuk pertama kalinya kami saling nyaman bercerita, bulu matanya yang lentik namun tak panjang, di mata tajam namun bersahabat mempertemukan kami.

Entah kenapa serasa ada kenyamanan, rasa aman, damai bersamanya seperti yang aku rasakan bersama mendiang suamiku dulu.

Usianya tiga puluh tiga tahun beda 5 tahun denganku.

Usia yang sama juga dengan suamiku.

Kami dekat selama 8 bulan

hingga 1 bulan yang lalu ia menikahi diriku secara Agama atas permintaan bapakku.

Namun kami berencana menikah resmi atau lebih tepatnya mengadakan resepsi di pertengahan bulan ini, yaitu bulan September sesuai dengan tanggal kelahiran ku. Persiapan kami sudah delapan puluh persen. Hanya saja menunggu gaun resepsi sehingga kami fitting terakhir sore ini.

Masih dengan kebiasaannya menggunakan masker topi dan kacamata ketika di luar.

Priaku ini sangat takut dengan debu, karena bisa menimbulkan jerawat tuturnya, sehingga itulah style selama ini ia kenakan.

Kami pergi bersama mama mertuaku wanita cantik feminin yang sangat dekat dengan suamiku ini,

beliau wanita cerdas baik hati supel terbukti meski tinggal di perumahan elit, mertuaku ini mengenal baik tetangganya, beliau dipanggil mamah Radit.

Wajah cantiknya yang khas, suaranya yang lembut selalu sukses membuat siapa saja nyaman berlama-lama mengobrol dengannya. Jikalau ada acara di komplek pasti di sana ada andil mamahnya, ia berhasil mendidik dua orang putra dengan bekerja seorang diri, dan sifat mereka tak jauh berbeda dengan mertuaku yang luar biasa ini.

"Tata tunggu Mamah,"

pintanya ketika turun dari mobil kita menuju butik tempat kami memesan gaun resepsi. Mamah cantik dibalut dengan dress hijau sage, dan rambutnya dibiarkan begitu saja.

Mama meraih tanganku menggandengku seperti anaknya sendiri itulah yang dilakukan selama aku mengenalnya. Sangat hangat dan bersahabat.

Sesampainya di butik ada laki laki kemayu sigap menggantikan baju jahitannnya

di tubuhku.

"Awas say rambutnya pegang yah." Katanya dengan jemarinya menaikkan resleting gaunku.

Aku merespon dengan merangkum rambutku yang tergerai.

Aku mencoba gaun pengantin yang sudah kali ketiga direvisi karena menurut suamiku kurang pas ku gunakan.

Mas Radit duduk tak jauh dariku, dirinya membolak-balik majalah yang disitu banyak model gaun pengantin. Tapi aku tak tahu pasti apa yang membuatnya serius melihat majalah itu, aku tak tahu apa yang menarik dengan benda tersebut. Bisa jadi dia melihat model gaun pengantin atau model cantiknya.

"Adit liak istrimu ."

Teriak mama. Setelah aku mencoba gaun pengantin. Sesaat aku aku dengan sedikit gugup menghadap ke arahnya,

seketika mas Radit menatapku, tatapannya berhasil membuatku malu dan ku yakin saat ini wajahku merah seperti kepiting rebus.

Gaun berwarna broken white tanpa lengan, belahan di dada sedikit rendah, di bagian belakang menjuntai dengan taburan kristal Swarovski menyebar, memang pas ku gunakan. Terlihat sangat indah juga mewah.

"Perfect Ma. Bidadari ku sempurna," teriaknya sambil menautkan ibu jari dan telunjuknya membentuk bulat.

"Ok persiapan sembilan puluh persen tinggal 14 hari lagi acara kalian. Tata jaga kesehatan yah, kalau bisa ajuin cuti supaya kamu rileks, Adit gak usah kluyuran kamu! Udah di rumah aja biar semua di-handle Bayu sama Bagas urusan pekerjaan". Titah mama jelas pada kami.

°°°

Hari ini terakhir aku masuk bekerja kebetulan siang ini aku harus bertemu klien, disela-sela pembahasan kami, benda pipih yang ku geletakkan di sebelah laptopku berbunyi, akhirnya aku terima setelah panggilan kedua.

"Halo bentar ya Mas, Ini aku masih meeting tunggu sebentar lagi." Kataku mendengar suara suamiku dari seberang yang mau menjemputmu. Kami hendak ke salon bridal sebab mamah menyuruh kami melakukan perawatan. Aku tak paham supaya apa, sebab dulu aku tak seriweh ini perkara mau mengadakan resepsi saja.

Ku taruh kembali gaweku tak sengaja pak Firman klien ku yang saat ini berada tepat di depanku melihat wallpaper fotoku dan mas Radit.

"Loh Radit aditama ya mbak."

Celetuk nya dengan nada heran penuh tanya jadi satu.

Belum sempat ku jawab pak firman melanjutkan.

"Ini aktor favorit istri saya mbak anak saya apalagi langganan kalo filmnya diputar di bioskop pasti mereka gak absen."

Kata-kata pak Firman membuatku tercengang, dengan mata membola serasa ada gurauan yang sukses membuatku ingin tertawa keras.

"Mbak Tata kenal sama Artis ini? Mintakan tanda tangannya ya mbak pasti anak saya senengnya bukan main."

Namun.

Apa yang aku dengar ini? Berubah ketika beliau mengatakannya dengan lugas dan wajah sedikitpun tiada gurauan di sana. Serasa jantungku berhenti berdetak. Ada rasa nyeri di dalam sana.

"Bukan Pak Firman, ini calon suami saya bukan artis," aku menyangkalnya.

Namun pak Firman menggeleng sambil mengangkat gaweku dan melihat foto kami sekali lagi.

"Ah mbak Tata ini saya yakin mbak. Namanya Radit Aditama kan? Ibunya juga terkenal ibu Pratiwi Saraswati sering mengisi acara seminar parenting, karena beliau sosok inspiratif. Ditinggal suami sejak Mas Radit ini masih kecil dia sukses mendidik kedua anaknya."

Cerita ini tak ayal membuat mataku buram karena mendung yang tiba-tiba mengumpul di mataku.

Setelah pak Firman pamit pulang, akupun masih syok mendengar semua ini.

Dan mendung yang tertahan tadi tumpah bebas di pipi ini. Baiklah jika pak Firman salah orang namun pak Firman menyebutkan nama mama mertuaku dengan lengkap. Mencoba menyangkal kenyataan, akhirnya aku dipaksa percaya dengan fakta yang ada.

Haruskah aku bahagia? Ataukah sedih? Entahlah hatiku seakan hancur.

Aku pergi ke Bandara, kala itu

tak berpikir apapun hanya merasakan nyeri yang tak aku pahami mengapa? Untunglah ada penerbangan ke Surabaya yang masih tersisa saat ini juga.

Aku pulang, aku mengabaikan semua pesan dan panggilan yang tak berhenti masuk di gaweku, dari suamiku, katakan saja aku sedang kecewa dan sepanjang perjalanan mengingat semua kenangan sembilan bulan bersama, bersama mas Radit. Namun aku tak tau sejatinya pasanganku.

Ia selalu bermasker jika di tempat umum, tidak pernah mau makan di tempat umum pasti memesan ruangan khusus di restoran.

Bodohnya aku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Perawan
9.3
Shinta Larasati hancur setelah dikhianati Predi Prasetiyo yang berselingkuh dengan Putri Patrisia. Alasan Predi pergi karena masa lalu Shinta yang tak lagi suci. Demi membalas luka itu, Shinta merantau ke ibu kota untuk meraih kesuksesan dan membuktikan harga dirinya. Di tengah perjuangan, muncul Brama Sebastian yang mencoba mencuri hatinya. Namun, bayang-bayang cinta lama pada Predi masih menghantui. Akankah Shinta memilih Brama atau tetap terobsesi pada dendamnya?
Sampul Novel Cintai Aku, Suamiku
9.2
Kehidupan pernikahan Suci dan Ricko didera ketegangan hebat saat Ricko menuduh istrinya telah berubah. Namun, Suci justru merasa sikap Ricko-lah yang mendingin sejak mereka menikah. Ricko tak membantah dan mengisyaratkan alasan di balik sikapnya tersebut. Suci menyadari bahwa sosok Lona kembali menjadi pemicu keretakan hubungan mereka. Di tengah tetesan air mata yang tak terbendung, Suci harus menghadapi kenyataan pahit bahwa bayang-bayang masa lalu suaminya belum juga sirna.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok
8.2
Gala adalah pria yang dihantui rasa takut akan luka emosional, sementara Lingga merupakan sosok haus popularitas yang justru membenci sanjungan. Di balik topeng kemunafikan, keduanya terjebak dalam hubungan penuh ancaman dan pemerasan untuk meraih kebahagiaan semu. Kolaborasi antara jiwa yang fasik dan munafik ini melahirkan dinamika cinta yang destruktif, di mana mereka saling menyakiti demi memuaskan hasrat batin serta obsesi gelap masing-masing.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh
9.1
Johanna terpaksa menjadi simpanan Carson demi menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan. Meski awalnya dimanja, ia hancur saat tahu dirinya hanya pion dalam rencana licik Carson. Johanna pun pergi untuk memulai hidup baru yang mandiri. Saat bertemu kembali, ia telah berubah menjadi wanita tangguh yang dikerumuni banyak pria. Carson yang menyesal memohon kesempatan kedua, namun Johanna justru mengaku sudah menikah dan menolaknya dengan dingin.
Sampul Novel KUSEMBUNYIKAN KEKAYAANKU DARI SUAMI DAN MERTUA
9.6
Mia merasa muak karena terus direndahkan oleh ibu mertuanya hanya karena dianggap miskin dibanding menantu lainnya. Meski dihina secara zalim, Mia memilih bungkam dan menyembunyikan rahasia besar. Tanpa ada yang tahu, ia sebenarnya memiliki kekayaan melimpah dan tumpukan logam mulia dari hasil jerih payahnya menulis secara daring. Ia sengaja merahasiakan aset tersebut agar suami dan mertuanya yang rakus tidak bisa menyentuh hartanya sedikit pun.