APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Young Lady And The Mafia

The Young Lady And The Mafia

Griffin Hall, pelarian yang diadopsi Godfather Shadrach di Manhattan, berambisi merebut kekuasaan ayah angkatnya di usia muda. Di tengah gejolak itu, ia bertemu Yara Whitney, bangsawan yang mengidap penyakit mematikan. Meski berbeda kasta, Yara terseret ke dunia mafia yang penuh darah, nafsu, dan keserakahan. Cinta bertepuk sebelah tangan dan perebutan tahta menciptakan rintangan pedih bagi mereka. Akankah perasaan tulus sang nona mampu bertahan di pusaran konflik kriminal ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku melemparkan tubuhku ke tempat tidur menilik kartu memori yang ada di tanganku sembari berpikir tentang apa yang ada di dalamnya. Segera aku mengambil laptop dan melihat isi dari kartu memori itu aku sedikit terkejut dengan apa yang ada di dalamnya. Perasaanku begitu campur aduk saat melihat isinya. Sejenak aku memejamkan mataku samar-samar terdengar suara dari arah luar.

“Griffin, apa kau sudah kembali?”

Aku beranjak dari tempatku untuk membukakan pintu. Setelah terbuka di sana memperlihatkan seorang pemuda yang tinggi dan tampan. Dia adalah Alexavier Emilio.

“Griffin apa yang terjadi?”

Aku melihat sekelilingku sebelum aku mempersilakan Emilio untuk masuk ke dalam.

“Masuklah!”

“Griffin apa yang sebenarnya terjadi? Ku dengar seseorang telah mati semalam.”

“Aku pun tidak tahu apa yang terjadi tapi ada sesuatu yang membuatku penasaran.”

“Apa itu?”

“Entah apa yang dicari oleh Shadrach hingga ia harus membunuh pria itu. Sepertinya aku harus membereskan masalah ini.”

Emilio hanya mengganggukkan kepalanya tanpa bertanya lebih jauh tentang apa yang akan dilakukan olehku. Seperti biasanya aku mengumpulkan orang-orang untuk memberi pelajaran pada dua orang telah menuruti perintah dari Shadrach.

Terdengar letusan tembakan yang begitu nyaring yang berasal dari pistol yang aku arahkan pada kedua orangku, aku menembaki mereka berdua. Mereka gemetar dan tubuh mereka beringsut ke tanah menyadari apa yang aku lakukan bukanlah main-main.

“K-kami minta maaf, Bos.”

Aku menarik pelatuk dan membidik mereka sekali lagi sorot mataku begitu tajam kala menatap keduanya yang sudah ketakutan. Seorang pria berlutut hingga kepalanya menyentuh tanah sembari menutup kepalanya dengan kedua telapak tangannya berusaha memohon ampun padaku.

“Jangan bunuh kami!”

“Ya sudah, pergilah!” aku menurunkan senjataku dan melihat keduanya segera berlari tunggang langgang setelah aku membebaskan keduanya.

“Kuingatkan pada kalian sekali lagi. Kita ini bukan anjing mafia. Kita berbisnis dengan Shadrach sama seperti yang lainnya.

Kalau kalian mau jadi perliharaannya, kalian bebas pergi ke tempatnya. Benar’kan Arthur?” aku bicara sembari mengalihkan pandanganku pada Arthur yang berada di sisi lain.

“Kau lah bos kami.”

“Baguslah kau kita setuju. Itu pun kalau kau serius.” Aku langsung pergi setelah bicara dengannya bersama dengan Emilio dan yang lainnya.

Saat aku meninggalkan Arthur bersama dengan anggotanya yang lain ia mereka berbicara dengan serius entah apa yang mereka bicarakan yang jelas itu adalah sesuatu yang buruk.

“Cuih! Menurutmu, apa dia sudah tahu?”

“Tidak, dari jarak segitu saja tembakannya tidak kena.”

“Bodoh, dia sengaja melakukannya. Tembakannya sudah cukup untuk membuat mereka jera. Meski tidak seperti yang telihat, tapi kau harus bermain kotor kalau mau mengalahkannya.” Arthur bicara dengan penuh keyakinan jika dirinya akan menang melawanku.

“Apa kau benar-benar mau..?”

“Akan kubuat dia membayar atas apa yang terjadi pada jariku ini.” Arthur menatap pada jari tangannya yang terdapat luka bekas sambung jarinya.

***

Di sisi lain ada keributan di dalam mansion dimana Shadrach tengah merawat tanaman hiasnya seorang pria dengan pakain serba hitam layaknya seorang mafia datang dengan tergesa-gesa raut wajahnya begitu panik saat menemui Shadrah.

“Jangan membanting pintu, akan terkena tanaman hiasku!”ujar Shadrach yang tidak senang akan kedatangan orang itu.

“Semua data Ocean Blue hilang!” Shadrach membelalakkan matanya, ia tak percaya dengan apa yang didengar olehnya saat ini.

Shadrach kembali ke ruangannya di sana sudah ada Max dan juga Dominic menunggu kedatangannya. Suasana di sana cukup mencekam mengingat sesuatu yang besar telah hilang dari jangkauannya.

“Griffin, yang melalukannya?”

“Iya, benar. Saat mereka ke sana, Griffin ada bersamanya.”

“Antara mereka membicarakan sesuatu atau... dia memberikan sesuatu padanya.”

“Apa perlu aku yang membuatnya buka mulut?”

“Tidak, kalau kita melakukannya, itu hanya akan membuatnya tertarik. Serahkan ini padaku.”

Setelah mendapatkan panggilan dari orang suruhan Shadrach dengan enggan aku datang kembali ke mansion tempat dimana aku tinggal selama ini. Walau sebenarnya aku tidak ingin kembali ke sana. Lorong mansion yang tak asing bagiku mengingatkan kembali bagaimana ingatan mengerikan itu terus tergambar dalam kepalaku.

Saat aku masuk ke dalam ruang kerja Shadrach ruangan itu tidak pernah berubah dinding kamar yang berawarna cream dan merah bata itu masih sama seperti saat aku tinggal bersamanya. Aku menatapnya dengan tatapan yang penasaran dan ingin tahu mengapa ia terus memanggilku untuk datang ke mansion.

“Bisakah kau berhenti menyuruhku untuk datang ke sini seperti ini?” aku berdiri di hadapannya dengan acuh tak acuh.

“Griffin, apa pria itu memberitahumu sesuatu?”

“Pria siapa?”

“Jangan pura-pura bodoh. Apa yang dia katakan padamu?”

Aku menyeringai saat menjawab pertanyaan darinya. “Tolong aku!”

“Jadi begitu.”

“Kalau cuma itu saja, aku pergi.”

Satu hal lagi, apa dia memberimu sesuatu?”

Saat mendengar pertanyaannya sejenak aku menghentikan langkahku. “Tidak.”

“Benarkah?” Shadrach menatapku dengan tatapan yang tidak biasanya.

“Ya, sungguh! Sampai nanti, Pak Tua. Lain kali, buatlah janji dahulu.” Aku menoleh padanya aku sedikit menyeringai seakan mengejek padanya tak lupa aku melambaikan tanganku yang putih padanya sembari melangkah pergi.

“Dasar pembohong.” Shadrach berkata seraya melihat kepergianku.

Aku berjalan di lorong mansion di sana ada Dominic yang sedang berdiri menunggu perintah dari Shadrach. Sedangkan aku berjalan dengan di temani oleh Max dan juga seorang anak buah Shadrach.

“Bye, Dominic. Terima kasih karena sudah mengantarku datang ke sini. Hari ini aku tidak butuh supir,” aku berjalan melewatinya raut wajahnya begitu tidak baik setelah mendengar ucapan dariku.

“Cuih! Dasar bocah tengik, awas saja kau.”

“Santai.”

“Arthur, apa yang kau lakukan di sini?” Dominic sedikit heran dengan kedatangan Arthur yang tidak biasanya.

“Aku punya penawaran untukmu. Aku yakin kau akan menyukainya.”

Sekilas aku melihat Arthur datang menghampiri Dominic sepertinya dia akan memulai sebuah kesepakatan dengannya. Firasatku mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi lagi saat ini.

Saat aku tiba di rumah, kamar ku sudah berantakan.aku melirik ke sekeliling tempat tidur dan barang-barang lainnya berjatuhan dimana-mana.

“Sudah ku duga. Si tua brengsek itu... sudah mengacak-ngacak tempat ini.”

“Bukankah tempat ini seperti biasanya?”

“Aku bisa tahu.” Aku membaringkan tubuhku di atas ranjang sembari menyilangkan kakiku sembari memainkankannya.

“Sepertinya Shadrach sudah sangat putus asa. Mana mungkin aku menyerahkannya.

***

Di dalam mansion yang begitu megah Shadrach tengah duduk di kursi ruang belajarnya, ruangan yang didominasi dengan cat warna coklat tua dan dinding paling bawahnya terdapat ukiran yang warna gold menghias seluruh dasar dindingnya, lampu gantung yang mewah menghiasinya terlihat sangat elegan dan mahal. Di dalam sana ada Max dan juga Dominic yang berdiri menghadap Shadrach yang berada di balik meja.

“Apa kau yakin?”

“Ya, tidak ada apa-apa di kamar Griffin.”

“Jadi dia sudah menyembunyikannya. Dasar dia memeng seperti itu. Tapi sekarang, kita bisa memastikannya. Dominic, kau urus dia. Sakiti dia semaumu. Buat dia buka mulut.

“Baik.” Ujar Dominic dengan senang hati.

“Tapi, jangan bunuh dia. Mengerti?”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Mafia
9.5
Keadaan darurat memaksa Reynand pergi meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Setahun berlalu, sang mafia kembali dan mendapati Keisha dikabarkan menikah dengan mantannya. Amarah Reynand memuncak pada Reza dan Bram, ayah Keisha. Ia bersumpah menghancurkan semua orang yang berkhianat setahun lalu. Saat berbagai rahasia kelam terungkap, Reynand semakin murka dan bertekad melindungi istrinya dari siapa pun, bahkan dari keluarga wanita itu sendiri.
Sampul Novel Jebakan Utang Mafia
8.8
Evelyn Rossi terjebak utang warisan kakeknya pada Riccardo Valentini, pemimpin Kartel La Sanguina yang kejam. Bekerja di kedai pizza yang menjadi kedok transaksi ilegal, Evelyn menjadi target obsesi sang mafia. Meski sempat kabur dan dilindungi bos mafia Rusia, Nikolai Volkov, selama empat tahun, Riccardo akhirnya menculik Evelyn kembali. Kini, Evelyn terperangkap dalam persaingan berdarah antara Riccardo yang posesif dan Nikolai yang mencintainya secara mendalam.
Sampul Novel Love a Sweet Psycho
7.9
Hun dikenal sebagai pria rupawan bak pangeran dongeng, namun aku sama sekali tak tertarik padanya. Kehidupan tenangku terusik saat pria berdarah dingin ini mulai terobsesi mengejarku. Ia bertindak ekstrem demi melindungiku, mulai dari membunuh ular hingga nyaris mencekik orang yang menggangguku. Aku benci menjadi pusat perhatian dalam drama gila ini. Mengapa Tuhan mengubah hidup mediokerku menjadi pelik karena campur tangan cowok psikopat ini?
Sampul Novel Murka Istri, Dinasti Luluh Lantak
8.5
Tepat di hari peringatan kematian putra kami, aku memergoki suamiku bersama selingkuhannya yang hamil di vila kami. Dia mengirim undangan pernikahan dan rekaman suara yang menghinaku karena trauma masa lalu. Terungkap pula bahwa dia sengaja membuatku mandul demi mencari pewaris lain. Dia bermimpi membangun dinasti baru yang megah, namun aku akan datang ke pesta pernikahannya bukan untuk memberi restu, melainkan menghancurkan segalanya hingga menjadi abu.
Sampul Novel Negeri Ini Dikuasai Mafia
8.6
Basudo tumbuh dalam kemiskinan yang memicu dendam mendalam terhadap orang-orang di sekitarnya. Sejak remaja hingga dewasa, ia menempuh jalur berbahaya demi menghabisi mereka yang membuatnya menderita. Demi kekuasaan dan ambisi ekonomi, sang raja mafia ini tega membinasakan banyak nyawa tanpa ragu. Namun, kekejamannya memicu perlawanan sengit. Defian dan Telma muncul sebagai sosok pemberani yang siap mempertaruhkan nyawa untuk menghentikan Basudo dan kelompoknya.
Sampul Novel Rindu Yang Terlarang
9.1
Bagi Alessandra Vega, bertemu mantan kekasih jauh lebih mengerikan daripada melihat hantu. Sialnya, takdir justru mempertemukan kembali Alessandra dengan Fabian Reva, seorang perwira militer yang pernah mengisi hatinya. Tuntutan pekerjaan memaksa mereka untuk terus berinteraksi secara intens. Kini, Alessandra terjebak dalam dilema antara kenangan lama dan realita. Akankah benih cinta lama mereka bersemi kembali, ataukah luka masa lalu justru memicu konflik baru?