APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tiga Gadis Bar-Bar ( Jatuh cinta)

Tiga Gadis Bar-Bar ( Jatuh cinta)

Ara, Kinan, dan Yasmin adalah kakak beradik dengan kepribadian unik yang terkejut saat dijodohkan orang tua mereka. Enggan menuruti kemauan tersebut, ketiganya nekat kabur dan menyamar demi memulai hidup baru secara mandiri. Namun, takdir justru mempertemukan mereka dengan pria-pria yang seharusnya menjadi calon suami mereka tanpa disadari. Akankah identitas asli mereka terbongkar, dan bagaimana nasib cinta mereka saat kebenaran akhirnya terungkap?
Bab
Bagikan

Bab 3

Ara dan Yasmin yang mengekor langsung menerobos masuk ke kamar Kinan tanpa salam.

Melihat Kinan yang terduduk lesu, keduanya kompak memeluk menghibur Kinan.

"Kak Kinan belom keramas berapa minggu?" Celetuk Yasmin yang langsung di hadiahi pelototan dari Ara.

Hebatnya, pertanyaan bodoh Yasmin berhasil membuat Kinan semakin kesal.

Yasmin pun langsung diam terintimidasi oleh tatapan tajam Ara yang bisa menusuk bola mata.

"Bayi dugong! Makasih kamu udah ingetin Kakak. Kakak belom keramas selama seminggu." Ucap Kinan tiba-tiba membuat Ara dan Yasmin terkejut.

Ara yang mengira Kinan sedih pun langsung menoyor gemas kepala Kinan.

Toyoran maut Ara memang yang paling mempan untuk menyadarkan para adik durjananya yang minus akhlak.

Yasmin yang sebagai orang ketiga pun hanya cengo melihat kelakuan ajaib para kakaknya yang terkadang di luar nalar.

"Kak, stop dulu. Kita ngumpul di kamar Kak Kinan mau ngapain?" Tanya Yasmin menyela Ara dan Kinan yang sedang perang bantal.

Ara pun langsung berhenti dan menarik bantal dari tangan Kinan.

"Duduk!" seru Ara pada kedua adiknya. Spontan Kinan dan Yasmin duduk di depan Ara. Ketiga terlihat lesu, entah apalagi yang harus dilakukan untuk menolak perjodohan ini.

"Kak, ini gimana?" rengek Yasmin yang pikirannya ke mana-mana, dia tak mau menikah muda. Umurnya saja belum kepala dua.

"Diam kau bayi dugong! Kau kira Kakak mau dijodohkan? Kakak juga nggak mau nikah muda," ucap Kinan.

Sedangkan Ara, tampak serius memikirkan cara agar bisa menolak perjodohan tanpa menyakiti perasaan kedua orang tuanya. Bagaimana pun juga, ketiga gadis itu juga sangat menyayangi Mom dan daddy nya.

Ara menghela napas, "kita kabur dari rumah!" tegas Ara.

"What!" pekik Kinan dan Yasmin, sontak Ara menutup kedua telinganya.

"Pelankan suara kalian," ucap Ara, untung saja kamar Kinan kedap suara jadi tak ada yang bisa mendengarkan.

"Nggak ada cara lain, kita harus kabur dari rumah. Aku nggak mau dijodohkan, aku masih mau cari pasangan sendiri. Emang kalian mau dijodohkan, hem?" kata Ara.

"No, Kakak," tegas keduanya.

"Tapi, Kak, nanti kita mau tinggal di mana? Mau makan apa nanti?" berbagai pertanyaan melintas di kepala Yasmin.

"Dasar bayi dugong. Nanti kita pikirkan lagi," ucap Ara, sedangkan Kinan masih memikirkan sesuatu.

"Jangan kebanyakan mikir," ucap Ara seraya menjitak kepala Kinan.

"Ish, Kakak, main jitak aja. Kasihanilah aku yang imut ini." Kinan mengusap kepalanya.

"Jadi, kapan kita akan kabur dari rumah?" tanya Kinan.

"Bagaimana kalau besok malam, bukannya besok Mom dan Dad akan datang ke acara pembukaan hotel milik temannya itu," ucap Ara.

"Good, jadi setelah Daddy dan Mom pergi baru kita keluar dari rumah. Tapi, kan banyak para bodyguard yang berjaga di depan," ucap Kinan.

"Besok aku akan membawa makanan banyak biar pas lari aku tidak kelaperan," celetuk Yasmin yang membuat Ara dan Kinan menganga, sambil saling menatap satu sama lain.

Kinan pun melempar bantal ke arah Yasmin, dia merasa kesal karna di otak adiknya itu hanya ada makanan saja, tapi dia juga merasa seperti itu karena dia suka makan juga.

"Why, Kak. Apa aku salah bicara kah!" ucap Yasmin merasa kebingungan.

"Bisa serius tidak, nanti masalah makanan gampang kita belanja di supermarket, sekalian Kakak beli tuh supermarket untuk kamu," ucap Kinan.

"Hei, kenapa malah bahas makanan dan supermarket, jadinya gimana besok kita jadi kabur apa tidak," sela Ara yang sudah frustasi dengan tingkah kedua adiknya itu.

"Jadi, Kak." ucap Kinan dan Yasmin secara bersamaan.

Ara yang melihat kekompakan adik-adiknya langsung tersenyum bangga.

"Tapi Kak, besok bayi dugong ini ada quiz. Nanti aku nyusul aja gimana?" tanya Yasmin dengan polosnya.

Ara yang gemas langsung memberi tatapan dengan sedikit anggukan kepada Kinan untuk mencekik adiknya yang terlalu bodoh itu.

Kinan yang langsung paham tanpa basa-basi mengalungkan tangannya di leher Yasmin.

"Bayi dugong berotak lemot, kamu itu quiznya pagi. Mommy dan Daddy saja berangkat jam 5 sore. Nanti kita menyelinap ketika para bodyguard Daddy lengah," jawab Kinan dengan sangat gemas.

Yasmin yang mendengar penjelasan Kinan hanya ber-oh ria dan berhasil membuat Kinan semakin gemas. Lantaran "oh" Yasmin tak pernah berarti paham maksudnya.

Ara pun hanya mampu menepuk jidat melihat Yasmin yang begitu bodoh dibandingkan dengan kakak-kakaknya.

Antara terlalu polos dan bodohnya Yasmin itu berbeda tipis yang hanya setipis selembar tisu.

"Adek Kakak yang paling unik, sini deketan Kakak bisikin." Suruh Ara kepada Yasmin.

Yasmin yang begitu polos langsung mendekat tanpa merasakan adanya bahaya yang telah mengintai telinga mungilnya.

"Aaa, ampun Kak Ara. Ampun, iya Yasmin paham." Teriak Yasmin meringis kesakitan mendapat jeweran dari Kakak tertuanya.

"Meresahkan," celetuk Kinan.

Yasmin yang masih memegang telinganya kesakitan langsung memelototi Kinan yang memasang wajah jutek.

"Apa? Mau nambah?" tanya Kinan.

"Ogah, yang ada telinga imutku lepas," ucap Yasmin membuat Kinan memutar bola matanya jengah mendengar ocehan Yasmin.

"Udah, udah. Pokoknya rencana kita harus berhasil. Jangan sampai gagal, bisa-bisa dinikahkan langsung ini," kata Ara pada kedua adiknya.

"Iya, Kak. Aku juga nggak mau nikah muda," ucap Kinan.

"Oh iya, satu lagi. Besok pagi, kalian harus bersikap biasa aja. Jangan sampai Mommy dan Daddy curiga sama kita," tegas Ara.

"Hei, bayi dugong! Denger Kak Ara tadi, nggak? Malah ngelamun." Kinan melihat adiknya melamun.

"Emang Kak Ara tadi ngomong?" tanya Yasmin dengan polosnya.

"Nggak, Kak Ara tadi cuma nyanyi," celetuk Ara gemas.

Kinan heran kenapa adiknya itu begitu lemot, andai bukan adiknya sudah dia buang ke sungai Amazon. Karena berasa sudah selesai Kinan mengusir kakak dan adiknya itu keluar dari kamarnya.

"Kalian, pergilah dari kamarku." usir Kinan.

"Kau mengusir kakakmu ini, Kinan," ucap Ara.

"Tidak mengusir, aku cuma menyuruh kalian keluar dari kamarku," ucap Kinan dengan santainya.

Ara dan Yasmin mendengus kesal, Kinan memang bar-bar tapi terkadang ucapannya ketus jika moodnya sedang buruk, tidak jauh beda dengan kedua saudarinya.

Makanya, banyak yang bilang kalau putri dari keluarga Pratama adalah gadis yang unik dan langka. Mereka berdua pun keluar dari kamar Kinan, sekarang cuma tinggal Kinan seorang diri.

"Aku harus pindahkan semua tabunganku ke rekening pribadiku, jangan sampai Kakak dan Adikku kelaparan," gumam Kinan.

Kinan memindahkan uang dari kartu debit milik daddynya ke rekening miliknya sendiri. Karena mau bagaimana pun kakak dan adiknya tidak boleh kesusahan, tak hanya itu Kinan juga menyiapkan semuanya bajunya. Kemudian Kinan mengambil ponselnya dan memberitahu kakak dan adiknya agar memasukan baju ke koper.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Memilih Kakak Angkatnya
9.4
Alpha Carl mendadak menghentikan operasi saat skalpelnya sudah merobek kulitku. Panggilan darurat dari Bianca, adik angkatnya yang mencoba bunuh diri, membuatnya tega menelantarkanku di meja bedah dengan perut terbuka. Tanpa ragu, Carl menyerahkan nyawaku kepada Alpha Arthur lalu pergi begitu saja. Di tengah isak tangis dan rasa sakit yang menghunjam, Arthur melanjutkan prosedur itu dengan dingin sambil menjamin bahwa aku tidak akan mati di tangannya.
Sampul Novel Immortal Soul
9.1
Dalam dunia ini, kemampuan kultivasi hanyalah milik mereka yang terlahir dengan ikatan spiritual yang kuat. Sebaliknya, setiap individu dengan akar kefanaan telah ditakdirkan untuk menjalani hidup biasa tanpa kekuatan. Mo Wuji mendapati dirinya terjebak dalam kasta terendah tersebut karena hanya memiliki akar makhluk fana. Namun, apakah takdir benar-benar sudah mutlak baginya? Ikuti perjuangan Mo Wuji dalam menantang batas demi melampaui garis kemiskinan bakatnya.
Sampul Novel JOSEPH HUNTER (Fight for Trust)
8.7
Malam pertama Joseph Hunter berubah tragis saat istrinya, Camila, jatuh ke laut demi menghindari restu maut sang ayah. Setelah nyaris tewas, Joseph terjebak kontrak gelap untuk memburu kartel The Demon. Di tengah misi, ia bertemu Vanessa, kekasih musuh bebuyutannya yang berwajah identik dengan mendiang istrinya. Rahasia masa lalu yang terkuak kemudian menyeret Joseph ke dalam pusaran dendam mendalam, memaksanya berjuang demi sebuah kepercayaan di dunia mafia.
Sampul Novel Pedang Naga Siluman
9.5
Satya Wiguna tumbuh dalam kesederhanaan di bawah asuhan Mbah Wiguna hingga menjadi pemuda tangguh yang rendah hati. Bersama kawan-kawannya, ia berkelana ke masa silam demi membasmi kejahatan. Saat kekuatannya mencapai puncak, penghuni dunia sukma menobatkannya sebagai senopati perang. Berbekal Pedang Naga Siluman, Satya mengemban misi vital untuk melindungi alam moksa dan dunia nyata dari invasi besar Sang Raja Iblis yang ingin berkuasa.
Sampul Novel Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris
8.4
Fernanda sering diremehkan sebagai gadis desa yang kasar setelah kembali ke keluarganya. Namun, ia hanya menanggapi ejekan itu dengan santai. Situasi memanas saat Cristian, pria yang rasional, dikabarkan hilang akal karena mencintainya. Fernanda tidak tinggal diam saat kekasihnya difitnah. Perlahan, identitas aslinya sebagai desainer hebat, gamer genius, pelukis ternama, hingga pengusaha sukses terungkap. Ternyata, selama ini dialah yang membodohi mereka semua.
Sampul Novel Prajurit Raja Perkasa
9.6
Peter Wang, mantan personel pasukan khusus, kini menjadi pengawal Bella Song di perusahaan elite Golden City. Meski awalnya meremehkan tugas ini, ia terjebak dalam pusaran konflik melawan geng kejam dan tokoh-tokoh berbahaya. Di balik aksi laga yang menegangkan, Peter juga memikat hati banyak wanita, termasuk Amelia, Elaine, Shelly, hingga Lisa. Mampukah sang prajurit perkasa menaklukkan segala rintangan di kota ini? Ikuti kisah lengkap perjuangannya sekarang.