APKDock Logo
Sampul Novel Tipu Muslihat Suami Jahat

Tipu Muslihat Suami Jahat

9.2 / 10.0
Membangun rumah tangga ibarat mengarungi samudra luas yang penuh rintangan. Dalam perjalanan panjang ini, peran suami sebagai nahkoda sangatlah krusial untuk menjaga keselamatan kapal agar tidak karam. Namun, badai besar justru datang dari dalam hubungan itu sendiri. Nendra, yang seharusnya menjadi pelindung, ternyata memiliki niat tersembunyi. Bukannya menyelamatkan pernikahan mereka, ia justru secara sengaja ingin menenggelamkan bahtera tersebut.

Tipu Muslihat Suami Jahat Bab 1

“Kakak mau kamu dan Adhis bercerai. Mau sampai kapan kamu berumah tangga dan tidak punya anak, Nendra!” begitulah suara teriakan dari dalam rumah megah milik Adhisty yang terdengar nyaring di telinganya. Bak disambar petir di siang bolong, Adhisty Charity yang baru saja pulang dari supermarket itu tidak sengaja mendengar percakapan Aswan Ganendra— suaminya, dan Trimega—kakak iparnya.

Dari balik pintu utama rumahnya, Adhisty menguping sebanyak yang ia bisa, tetapi semakin lama, semakin banyak hinaan yang terdengar di telinganya hingga Adhisty memutuskan untuk pergi menuju sebuah kedai kopi di dekat rumahnya.

Adhisty kembali memasuki mobilnya dan melajukan kuda besi itu menuju kedai kopi Dandelion. Di sana lah ia bisa dengan tenang menjernihkan pikirannya. Masih terdengar jelas perkataan dari iparnya tadi, sebuah perintah bercerai yang begitu mudah diucapkan iparnya itu membuatnya sangat muak. Adhisty merasa selama enam tahun pernikahannya, keluarga Nendra terlalu ikut campur dengan rumah tangga mereka hanya karena pernikahan mereka belum diberikan keturunan hingga saat ini.

Di kedai kopi, Adhisty memesan secangkir coklat hangat dan beberapa potong kue untuk membantu memulihkan tenaga dan mentalnya yang hancur siang ini. Tidak hanya kali ini Adhisty disakiti oleh keluarga Nendra, cacian dan hinaan sering sekali ia dengar, baik secara langsung maupun tidak. Bahkan adik Nendra pun sering mengolok-olok Adhis. Tania berdalih jika sebuah rumah tangga tidak diberikan keturunan, maka mereka sudah gagal sebagai pasangan suami istri.

Adhisty tidak habis pikir dengan isi kepala orang-orang semacam Mega, Tania, juga keluarga Nendra yang lainnya. Adhisty sudah berusaha menjadi seorang istri yang penurut, seorang ipar yang baik, juga seorang menantu yang sangat menghormati mertuanya. Padahal, untuk uang sekolah Arga—anak Mega, semuanya ditanggung oleh Adhisty. Sungguh tidak tahu malu.

Secangkir coklat hangat dan sepiring kue pun diantar oleh pelayan. Ya, bicara tentang secangkir coklat hangat, Adhisty kembali mengingat kejadian dua tahun lalu, sembari menyeruput coklatnya, bayangan kelam tentang dirinya dengan coklat melintas di otaknya.

Dua tahun yang lalu, ketika Mega dan Tania berkunjung ke rumah Adhisty, mereka meminta dibuatkan coklat hangat, lalu Adhisty menurutinya. Adhisty kembali dari dapur membawa dua cangkir coklat hangat dan beberapa camilan untuk mereka, Tania segera menyeruput coklat hangat yang disuguhkan oleh Adhis, tetapi Tania justru menyemburkan coklat hangat itu dari mulutnya dan mengenai baju putih Adhis. “Duh, Kak. Ini terlalu panas!” teriak Tania. Mendengar adiknya marah karena kepanasan, Mega langsung meraih satu cangkir coklatnya dan memasukannya ke mulut Adhis dengan paksa. “Kak, cukup,” lirih Adhis.

Batinnya menangis, Adhis merasa harga dirinya sangat terluka pada saat itu. Tania dan Mega merasa tidak puas karena merasa diperlakukan dengan buruk oleh Adhis, mereka berpikir bahwa Adhis sangat sengaja ingin menjahati mereka. Padahal, ketika Mega menyumpali mulutnya dengan coklat tadi, terasa hangat di mulut Adhis, tidak ada panas sedikitpun.

Mega dan Tania berkeliling di rumah Adhis, langkah mereka tertuju ke sebuah dapur yang cukup mewah. Mega meraih kursi dan menaikinya untuk membuka kitchen set yang begitu tinggi, ia melihat dan memilah bahan apa yang akan dibawa pulang ke rumahnya nanti. Lama mencari, matanya tertuju kepada sebungkus bubuk coklat dan bahan-bahan kue, tak lupa pandangannya tidak luput dari beberapa bungkus mi instan. “Kakak minta coklat bubuk itu dan sekardus mi instan dong, Dhis. Coklat bubuknya yang baru ya jangan yang sudah kamu pakai,” ucap Mega.

“Tapi Kak, mi yang di kitchen set kan tidak ada sekardus, lalu bubuk coklatnya hanya sisa itu saja,” ucapnya.

“Yang di kitchen set ya emang nggak sekardus, tapi di gudang kan kamu banyak simpan stok makanan, sudah kasih Kakak saja, di rumah Kakak ada Arga yang makan, katanya sayang sama keponakan? Bubuk coklatnya ya terpaksa Kakak bawa yang bekas kamu aja.”

Mega selalu berdalih tentang Arga jika ingin meminta sesuatu dari Adhis. Mendengar nama Arga, Adhisty selalu luluh, bagaimana tidak? Setiap kali melihat Arga, Adhisty selalu teringat akan dirinya di masa SMA. Ia tahu betul bagaimana pedihnya kehilangan kasih sayang dari orang tua, meskipun saat itu usianya sudah remaja tetapi tetap saja dunianya seakan runtuh. Bedanya, orang tua Adhis mengalami kecelakaan dan meninggal ketika dirinya masih SMA, sedangkan Arga, ayahnya adalah seorang pemabuk, penjudi, dan pemarah. Sehingga jarang sekali Arga mendapat kedamaian di rumahnya, setiap hari hanya melihat orang tuanya bertengkar.

Tidak cukup kakak iparnya yang meminta, Tania yang sudah hilang dari dapur itu rupanya berada di lantai dua rumah Adhis, tepatnya di kamar Adhis, memang sangat tidak sopan untuk seorang mahasiswi seperti Tania yang seharusnya mengerti adab dalam bertamu.

Tania berteriak dari lantai atas, tetapi tidak terdengar jawaban apapun dari Adhis. Tania merasa kesal lalu membuka lemari dan mengacak-acak baju yang sudah tersusun rapi di lemari kakak iparnya itu.

Setelah mengambil beberapa baju milik Adhisty, Tania kembali menuju lantai satu dan menemui kakaknya yang tengah duduk di sofa ruang tengah sambil menonton serial drama korea di layar yang berukuran 29 inchi.

“Kak Adhis kemana, Kak?” tanyanya.

“Dia lagi Kakak suruh ke gudang ambil sekardus mi, lagian rumah sebesar ini dan tinggal cuma berdua aja ngapain stok makanan banyak-banyak,” celetuk Mega mengundang tawa Tania.

“Iya, lagian di rumah ini juga nggak ada anak kecil, siapa yang mau habisin makanan sebanyak itu coba?” sambung Tania.

Adhisty rupanya sudah kembali dari gudang dan tidak sengaja mendengar percakapan dari iparnya. Namun, Adhisty berusaha tetap tenang dan sabar untuk menghadapi mereka. Adhisty membawakan sekardus mi itu di hadapan Mega, Mega tersenyum puas dan mengambilnya dengan kasar, “Nah gitu dong! Jadi ipar itu harus berguna,” ucapnya.

Adhis hanya bisa menghela napas, kali ini mata Adhis tertuju kepada sebuah tumpukan baju yang berada di atas sofa, menyadari itu adalah bajunya, Adhis lalu menanyakan hal itu kepada mereka, “Kenapa bajuku ada di sini?” tanyanya.

“Itu aku yang keluarin, Kak. Lagian baju sebanyak itu emang Kakak pake semua? mending kasih aku aja, Kak,” kali ini giliran Tania yang berbicara.

“Tapi kan Kakak masih mau pake baju itu, Dek.” Jawaban dari Adhis barsuan tentu saja membuat Tania merasa tidak senang.

“Halah, lagian baju butut kaya gini banyak kok Kak di pasar, pelit banget sih jadi kakak ipar, pantesan aja nggak punya anak, sama saudara aja pelit gimana sama anaknya nanti?” Tania lalu berpura-pura menutup mulutnya. Adhisty hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Melihat suasana yang sudah tidak nyaman, Adhisty memilih pergi menuju kamarnya, begitu tiba di kamar, ia terkejut ketika melihat baju yang berserakan di lantai maupun di kasur. Ingin sekali rasanya berteriak, tetapi ia tidak enak karena iparnya masih ada di rumahnya. Tiba-tiba, suara teriakan terdengar dari lantai bawah, rupanya Mega berteriak meminta Adhis untuk memesankan layanan mobil online untuk mengantar mereka pulang. Dengan senang hati, Adhis langsung turun menuju lantai satu dan memesankan mobil untuk iparnya pulang.

“Astaga! ingatanku terlalu jauh,” monolog Adhisty yang baru saja menghabiskan coklat hangat dan kuenya. Mengingat kembali perlakuan mereka kepadanya membuat Adhis mengindikkan bahunya ngeri.

Alasan dirinya tidak bisa memiliki anaklah yang membuat keluarga Nendra berbuat sesuka hati. Adhis tiba-tiba memikirkan hal gila untuk menyelamatkan rumah tangganya, “Apa aku harus meminta Mas nendra menikah lagi?” gumamnya.

Adhis bergegas untuk segera pulang begitu pikiran gila itu menghantuinya. Ketika membuka pintu kedai kopi, seorang gadis yang baru saja memasuki kedai kopi terlihat sangat anggun dan begitu memikat perhatian Adhisty. “Tuhan, secepat itukah doaku dijawab olehMu?” gumamnya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Tipu Muslihat Suami Jahat

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca 21 tahun ke atas ini mengeksplorasi sisi tersembunyi kehidupan yang jarang terungkap. Di balik topeng kesucian, tersimpan luka, dilema, dan kerinduan yang kompleks. Melalui narasi yang realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan jati diri di tengah kegelapan demi menemukan titik cahaya. Sebuah hiburan penuh makna tentang pencarian makna hidup dan cinta yang tidak selamanya berjalan lurus, memberikan perspektif baru bagi pembacanya.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara memaksaku mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya, Rania. Meski tumbuh bersama, dia kini membenciku. Rania menjebakku hingga Baskara menyiksaku dengan kejam, bahkan menculik orang tuaku akibat fitnah video asusila. Aku dipaksa menonton mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah sakit parah yang kurahasiakan, Baskara justru menyuruhku mengakhiri hidup. Tanpa ragu, aku menyanggupi permintaannya dan melompat menuju kehampaan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan