APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tuan, Kau Menghanyutkanku

Tuan, Kau Menghanyutkanku

Elise Morgan menjalani hidup sederhana sebagai pelayan hingga ia bekerja untuk Reiner, sang pewaris kaya yang misterius dan bersikap dingin. Seiring waktu, benih cinta mulai tumbuh di hati Elise, meski ia tahu itu terlarang. Hubungan mereka justru memicu konflik besar dan peringatan keras yang mengancam keselamatan. Kini Elise terjebak dalam dilema antara mempertahankan rahasia yang terpendam atau merelakan perasaannya demi melindungi hatinya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pukul sepuluh pagi, dapur di rumah besar keluarga Barack terasa sepi dan hening. Hanya ada suara langit-langit yang berderak pelan saat angin dari luar menyentuhnya. Reiner duduk di meja kayu panjang, memegang gelas berisi air, namun matanya jauh lebih tertarik pada ketenangan sekelilingnya.

Dia baru saja meninggalkan ruang makan setelah percakapan yang menegangkan dengan ibunya. Rasa kesal masih tertinggal di bibirnya, namun dia tidak peduli. Semua itu akan berlalu, seperti semuanya yang pernah terjadi di hidupnya. Namun, ada satu hal yang menarik perhatian.

Ketika Elise melangkah masuk dengan perlahan, pada kaki pelayan itu terselip aroma yang berbeda-sesuatu yang sederhana, namun kuat. Tidak ada keramahtamahan yang disampaikan melalui kata-kata, hanya seutas sapaan singkat yang penuh kehati-hatian. Reiner merasakan kehadirannya lebih dulu daripada mendengar langkahnya.

Elise berjalan dengan perlahan, tubuhnya cenderung menyamping agar tidak mengganggu perhatiannya. Reiner tahu bahwa dia tidak akan pernah berbicara duluan, dan Elise, seperti biasanya, tidak memaksakan diri untuk berbicara. Tidak ada rasa terpaksa dalam gerakannya.

"Permisi, Tuan Reiner," kata Elise dengan suara lembut, meskipun matanya tidak bersentuhan langsung dengan matanya.

Reiner hanya mengangguk pelan, sedikit menyandarkan punggung ke kursi, matanya tetap tertuju pada gerak-geriknya. Tidak ada reaksi apapun dari dirinya-hanya sebuah pandangan tajam yang terus mengamati setiap detail kecil pada Elise. Setiap gerakan, setiap langkah.

Elise berjalan menuju rak bahan herbal, mencari bahan untuk membuatkan minuman kesehatan untuk Tuan Abraham. Namun, sepertinya Reiner tidak pernah benar-benar memalingkan wajahnya dari wanita itu. Ada ketertarikan, namun dibalut dengan skeptisisme yang tajam. Baginya, ini bukan sekadar pertemuan kebetulan.

Reiner berpikir, "Berapa banyak orang seperti dia yang akan menghabiskan hidup mereka di rumah mewah ini? Sementara sebagian besar pelayan hanya bertahan beberapa hari sebelum menyerah, dia... dia pasti punya cara untuk membuat kakekku tertarik padanya."

Dengan santai, dia menyandarkan gelas ke meja. "Di mana kakek menemukanmu?" Suaranya datar, namun jelas, seolah-olah hanya ingin memastikan.

Elise berhenti sejenak, lalu menoleh. Dia tahu betul apa yang Reiner maksud. Namun, dia memilih untuk diam, meski wajahnya sedikit memucat. Pekerjaan sebagai pelayan di keluarga Barack memang bukanlah hal yang biasa, dan tahu betul bahwa banyak yang menganggap ini sebagai kesempatan emas. Tetapi Elise tidak peduli tentang pendapat Reiner.

"Tuan Abraham yang datang menemuiku," jawab Elise kemudian.

Elise hanya mengangguk, meskipun dalam hatinya ada kebencian yang terpendam. Reiner hanya seorang pria muda yang tak tahu apa yang dialaminya, dia pikir dia tahu segalanya.

"Semoga saja kamu bisa tahan dengan sikap kakekku. Kebanyakan hanya cukup satu atau dua malam saja."

"Beberapa hari, beberapa minggu-siapa yang tahu," jawab Elise, suaranya tetap tenang. "Tapi saya pasti akan menyelesaikan tugas saya."

Reiner tersenyum tipis, tapi tidak berkata apa-apa. Matanya yang tajam memandang ke arah Elise dengan cara yang tidak langsung-seperti predator yang menunggu mangsanya bergerak.

Reiner masih duduk di meja kayu panjang, menyusuri setiap sudut dapur dengan matanya yang tajam. Ketika Elise kembali bergerak, langkahnya berhenti sejenak saat mendengar suara lembut dari Reiner.

"Oh, aku hampir lupa," kata Reiner, suaranya datar namun penuh penekanan. "Terima kasih sudah membantu aku bersembunyi di pesta kemarin malam."

Elise terdiam beberapa detik. Kata-kata itu terdengar begitu ringan dan tak berharga, namun tiba-tiba semuanya terasa seperti beban di bahunya. Dia ingat ketika harus berhadapan dengan dua orang yang mencari keberadaan Reiner malam itu. Beruntung mereka tidak mencurigai Elise.

Tanpa sempat berbalik untuk menatapnya, dia hanya mengangguk pelan, lalu melanjutkan langkahnya. Tetapi sebelum ia pergi, kata-kata Reiner kembali terngiang di telinganya, suara dingin dan tanpa perasaan itu membuat hatinya mendidih.

"Tidak perlu merasa terlalu bangga," lanjut Reiner, dengan nada yang semakin dingin, "Karena itu hanya sedikit bantuan."

Elise merasa bibirnya tercekat. Ada yang salah dengan cara Reiner mengucapkan terima kasih itu-seperti sesuatu yang diucapkan hanya sekadar formalitas, bukan karena benar-benar merasa berterima kasih. Tapi dia tidak menanggapi.

Namun, tiba-tiba Reiner melanjutkan kalimat yang lebih mengejutkan.

"Terima kasih," kata Reiner lagi, dengan suara yang lebih tegas kali ini, meskipun tetap dengan ekspresi yang tak berubah. "Tapi aku rasa itu lebih karena kamu ingin membantu dirimu sendiri, bukan karena benar-benar ingin menolongku."

Elise berhenti sejenak. Jantungnya berdebar keras mendengar kalimat tersebut. Apa yang dia maksud dengan itu? Tapi, dia tidak membalas. Hanya tersenyum tipis dalam hati dan melanjutkan langkahnya menuju rak bahan herbal.

Reiner memandang Elise dengan tatapan yang lebih tajam, seolah-olah menilai setiap gerakan tubuhnya. Ada yang tidak beres, pikirnya. Ada sesuatu di balik ketenangan Elise yang membuatnya terus merasa penasaran. Tapi, dia memilih untuk tetap diam, tidak melanjutkan percakapan lebih jauh.

Pandangannya kembali tajam. Sejak kapan dia peduli dengan wanita sepertinya? Namun ada sesuatu yang menyentuhnya secara tidak sadar. Sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Sesuatu yang membuatnya ingin tahu lebih banyak, meski dia tidak ingin mengakuinya.

Ketika Elise kembali ke rak untuk mengambil lebih banyak bahan, Reiner bisa merasakan perasaan yang bergolak di dalam dirinya. Ada rasa ketertarikan, namun lebih dari itu, ada rasa penasaran yang menyelubungi pikirannya. Apa yang membuat Elise berbeda? Mengapa dia bertahan begitu lama, sementara yang lain tidak bisa?

Elise berjalan pergi tanpa menoleh ke belakang. Reiner tetap duduk di sana, memandangi wajah Elise yang menghilang ke lorong. Entah kenapa, dia merasa ada sesuatu yang lebih besar sedang berkembang, sesuatu yang tidak dia mengerti sepenuhnya.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asal kalian puas
9.3
Dalam kegelapan, seorang asisten rumah tangga terjebak dalam situasi mencekam saat Pak Karmin, Pak Darmaji, dan Pak Doyo mulai menjamah tubuhnya secara bergantian. Di tengah perlakuan liar yang membangkitkan gairah sekaligus rasa takut, sang majikan bernama Pak Arga justru merencanakan siasat jahat. Merasa tak puas dengan istrinya, ia berniat membawa pembantunya pergi ke tempat jauh untuk memuaskan nafsu pribadinya tanpa kecurigaan siapa pun. Akankah ia berhasil?
Sampul Novel Cinta Nekatnya, Kehidupan Hancurnya
9.5
Dua belas tahun lamanya hidupku diabdikan sepenuhnya bagi Davian Adhitama, pewaris takhta teknologi. Sejak usia enam belas, aku dijual demi biaya pengobatan kanker ibuku, berperan sebagai sekretaris hingga kekasihnya. Namun, kembalinya Kania, cinta masa kecil Davian, mengubah segalanya. Dia memutuskan menikahinya dan membuangku dengan tawaran pesangon miliaran rupiah sebagai ganti atas seluruh masa muda yang telah kuhabiskan bersamanya.
Sampul Novel Dendam yang Terpendam: Cinta Sang CEO Terhalang Takdir
7.9
Pasca koma panjang, Zeesya Aleena Lawrence tersadar bahwa kekasihnya hanyalah seorang pengkhianat. Di tengah keterpurukan, ia menemukan cinta baru pada sosok pria misterius yang sangat memujanya. Namun, kebahagiaan itu hancur saat rahasia kelam terungkap. Pria tersebut ternyata dalang di balik tragedi berdarah keluarganya di masa lalu. Kini, Zeesya terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan perasaan atau membalas dendam atas takdir yang tertukar.
Sampul Novel Dikejar Cinta Sang Billionaire Muda
9.5
Claire terjebak dalam obsesi Nathan, bos muda yang terus mengejarnya meski ia mengaku sudah bersuami. Ironisnya, Claire tidak sadar bahwa Nathan sebenarnya adalah Jonathan, suaminya sendiri yang sengaja mendekatinya demi memicu perceraian agar bisa kembali ke sang mantan. Namun, keteguhan hati Claire justru membuat rencana Jonathan berantakan. Saat bencana besar melanda dan Claire memilih pergi, akankah Jonathan sanggup merelakan wanita yang kini ia cintai?
Sampul Novel Gairah panas sang presdir
8.0
Joshua berubah menjadi pria dengan gairah seksual berlebih yang tak terkendali setelah dikhianati oleh kekasih masa lalunya. Luka perselingkuhan itu mengubah kepribadiannya secara drastis tanpa ia sadari sepenuhnya. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang mahasiswi muda dalam sebuah pertemuan yang tidak terduga. Akankah kehadiran gadis ini mampu menyembuhkan trauma Joshua dan mengembalikannya menjadi sosok pria yang dulu, atau justru memperumit keadaan?
Sampul Novel Gairah Suami Perkasa
8.0
Marvin Rock adalah sosok lelaki yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan melimpah hingga kekuasaan besar. Meski dikelilingi oleh banyak wanita hebat yang memuja statusnya, Marvin tetap mengutamakan ketulusan hati di atas segalanya. Kehidupannya penuh dengan gairah dan dominasi, bahkan sang istri sendiri mengakui keperkasaan suaminya dengan penuh rasa bangga. Inilah kisah tentang kekuatan, harta, dan pesona seorang pria yang tak tertandingi di dunianya.