APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tumbal Mahasiswa KKN

Tumbal Mahasiswa KKN

Laras dan rekan KKN-nya terjebak di desa yang dipimpin pemuja iblis demi kecantikan abadi. Sang Kades mengincar mahasiswi perawan sebagai tumbal, memicu teror mematikan. Di tengah bahaya, muncul Arjanta, pemuda misterius yang berusaha melindungi Laras meski kehadirannya memicu konflik dengan kekasih Laras, Fabian. Demi menyelamatkan Laras dari ritual bulan purnama, Arjanta mengambil langkah nekat yang mengubah hidup mereka selamanya dalam balutan misteri dan gairah.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sudah hampir putus asa Laras saat ini, entah karena syndrom ketakutannya yang membuat dirinya kini tak bisa berjalan tiba-tiba. Ia terus meneriaki nama Fabian ditengah keputus asaannya, biasaya kekasihnya selalu datang menolongnya saat dia dalam masalah.

Dalam ketakutannya tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, bulu kuduknya sudah mulai merinding, matanya sudah mulai basah hingga dia sudah tak bisa mengontrol detak jantungnya yang sudah berdetak kencang tak karuan karena ketakutan.

Tak ada yang bisa ia lakukan, kakinya seperti lumpuh tak bisa digerakkan sama sekali, dalam hatinya selalu berpikir bahwa ini adalah hidup terakhirnya di Dunia ini.

“ Ya Allah, tolong selamatkan aku, aku belum menikmati surga Dunia saat ini.” Gumamnya dalam hati

Kreteeeek...

Terdengar cukup kencang suara pintu itu saat dibuka, Laras yang saat ini tak tau apa yang harus dilakukan hanya menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara sedikit pun.

“ Laras.. Laras.. Kamu dimana Laras?”

Terdengar suara lelaki memanggil namanya, namun Laras tak bergeming karrna ia tak kenal dengan suara bariton serak-serak basah dan sexy itu.

Lama Pemuda itu berteriak memanggil nama Laras, namun tak ada sahutan sedikitpun dari dalam Gubug itu, ia tau saat ini Laras pasti bersembunyi dan sedang ketakutan hingga dia pun tak berani bersuara saat ini.

“ Gadis bod*h, kenapa dia tak menayahut setelah aku memanggil namanya, jika kau terdiam terus malah kau bisa mati disini.” Umpatnya saat ini

Ia pun menyisir disetiap Ruangan yang ada di dalam Gubug itu, terlihat saru Ruangan yang cukup sempit yang ada disebelah kamar utama Gubug tersebut, disitu dia belum menyisir tempat tersebut. Segera dia memasuki Ruangan sempit itu, karena gelap ia pun mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menyalakan senter yang menerangi Ruangan tersebut.

Terlihat seorang gadis tengah meringkuk dibawah dengan wajah yang ditutupi kedua tangannya. Ia terlihat ketakutan saat itu, sungguh aku tak tega melihatnya.

“ T-tolong J-jangan s-sakiti a-aku.” Ucapnya dengan terbata-bata dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya

Segera pemuda tersebut menghampiri dirinya, lalu ia mulai berjongkok dan dengan perlahan mulai membuka tangannya yang menutupi wajahnya.

“ Kau tak perlu takut, aku akan segera menolong mu.” Ucapnya dengan tersenyum

“ Kau..” ucapnya dengan sedikit kebingungan ketika yang datang adalah Pemuda yang selalu membuatnya kesal sejak awal berkenalan

“ Iya , ini aku Arjanta, Laras.” Ucapnya dengan tersenyum ke arah Laras

Laras tak menanggapi, ia pun terpaksa harus pasrah saat Arjanta datang untuk menolong dirinya. Arjanta mulai menggendong tubuh mungilnya untuk segera keluar dari Gubug terdebut . terlihat wsjah Laras yang tertunduk malu saat Arjanta menggendongnya saat itu, kedua tangannya ia kalungkan di leher Arjanta, terlihat Arjanta yang saat ini tersenyum penuh kemenangan setelah lama diacuhkan oleh Laras sejak awal bertemu.

Tak lama kemudian Yuni menghampiri Kami, terlihat wsjah cemas saat melihatku saat ini. Kami pun segera mempercepat langkah kami menuju Balai Penginapan untuk segera memberitahukan kejadian ini kepada teman-teman kami.

Cukup jauh kami menyusuri jalanan setapak menuju Balai Penginapan kami, desa ini masih asri dan belum ada perbaikan jalan yang menghubungkan antara satu dusun dengan dusun lainnya.

Ku lihat peluh keringat sudah membasahi wajah Arjanta , inginku menghapus peluh keringat itu dengan lengan jaketku , namun aku terlalu gengsi untuk melakukan itu, ditambah dia yang terus memandangi wajahku.

Beberapa lama kemudian, akhirnya kami pun sampai di Pondok tersebut, segera aku dibaringkan oleh Arjanta di Kamar tidurku, kakiku di selonjorkan dan aku didudukkan olehnya, tak lama kemudian dia keluar entah kemana, aku mencoba untuk menggerakkan kakiku yang baru bisa digerakkan lagi walaupun hanya sedikit. Sejenak aku mengulas senyuman dalam pikiranku aku bersyukur karena aku tidak akan lumpuh.

Saat aku menggerakkan kakiku, tiba-tiba Arjanta masuk dengan membawah ramuan untuk kaki ku, ia sibakkan celana kulot yang aku pakai sampai atas lutut, tangannya kini mulai lincah mengolesi ramuan pada kedua kakiku..

Entah apa yang aku rasakan, pikiranku sudah mulai melayang saat tangannya mulai mengolesi ramuan itu pada dua kakiku, aku merasakan tangannya seperti menggelitik diriku, hingga pada akhirnya aku sedikit terangsang oleh sentuhan tangannya itu.

Tangan itu seakan menghipnotis pikiranku hingga aku tak sadar aku mendesah saat itu dan langsung aku tutup mulutku saat Yuni dan Arjanta melihatku dengan tatapan heran.

Kulihat Arjanta yang sudah tau akan diriku yang sudah terangsang oleh sentuhannya, ia pun tak berhenti sampai disitu, ia lalu menggodaku dengan memberikan sentuhan yang berbeda dari awal ia lakukan pertama kali kepadaku.

Tangannya bukan lagi mengoles dan memijat, namun berganti mengelus-elus kedua kakiku hingga aku tak bisa untuk menahan geli-geli enak yang menyelingkupi pikiranku saat ini. Aku terus menyingkirkan tangannya namun dia tetap menyentuh kaki ku, hingga akhirnya dia beralibi bahwa ini pemijatan agar otot-ototku tidak terasa kaku saat ini.

“ Berhentilah menyingkirkan tanganku Laras, aku sedang menyembuhkan kakimu.” Ucapnya dengan terus menyorot tajam matanya ke arahku.

Yuni yang melihatku selalu menyingkirkan tangan Arjanta segera memegangiku agar aku tak bisa lagi memberontak saat tangan jahil Arjanta menari-nari diatas kakiku.

Aku menggelinjang kegelian, sungguh sentuhan Arjanta membuat birahiku naik seketika, entah magnet sihir apa yang dimilikinya, tubuhku sudah mulai merasakan panas, ditambah wajahku yang sudah mulai merah padam.

Nampak dia asyik melihatku mulai terangsang dengan sentuhannya, hingga ia pun segera menghentikan tangannya yang tadi mengelus kakiku.

“ Sudah selesai, sekarang coba kau gerakkan.” Ucapnya dengan menurunkan kedua kakiku diatas ranjang

Segera aku gerakkan kedua kakiku, ternya sekarang jauh lebih baik dan sudah mulai bisa di gerakkan, aku mencoba berdiri dan ternyata ramuan dari Arjanta cukup berhasil saat ini. Aku senang dan tersenyum kepadanya, inginku berterima kasih karena sudah mau menolong dan mengobati kaki ku, namun lagi-lagi aku terlalu gengsi untuk melakukan itu.

“ Kau bisa berdiri Laras, coba kau berjalan sampai depan pintu.” Ucap Yuni dengan melepaskan tangannya yang tadi sempat memegangiku

Aku pun berjala sampai depan pintu kamar, tak ada sakit yang aku rasakan, aku sudah bisa berjalan normal kembali saat ini.

“ Kau terkena Syndrom kaki gelisah atau disebut dengan Restless leg Syndrome ( RLS ). Syndrome itu terjadi karena gangguan neurologis yang menyebabkan dorongan kuat Yang tak bisa ditahan saat menggerakkan kaki.”

Jelasnya kepada kami saat ini, cukup kagum aku saat mendengar penjelasan darinya, sepertinya pemuda ini memang bukan pemuda biasa seperti yang aku pikir.

“ Kadang terjadi saat tiba-tiba kamu sedang panik atau ketakutan, tapi tak apa-apa semua itu bisa disembuhkan dengan cara terapi. “ lanjutnya

“ Kau seorang Dokter? “ Tanya Yuni tiba-tiba

“ Bukan, tapi aku mengerti tentang ilmu pengobatan.” Jawabnya dengan tersenyum ke arahku

“ Ohya, siapa nama kamu Mas? Aku Yuni. “ ucapnya dengan mengulurkan tangannya kearah Arjanta

“ Arjanta.” Jawabnya dengan menerima uluran tangan Yuni

“ Kau Pemuda sini? Apa kau kenal dengan Bu Ratih Sang Kepada Desa disini?”

Tanya Yuni dengan tatapan penuh menelisik

“ Bisa dikatakan begitu Kenapa dengan Bu Ratih ?”

“ Dia punya ilmu mistis, barusan kami kesana melihat teman kami sedang dijadikan tumbal olehnya.” Ucap Yuni

sejenak Arjanta terdiam, ia sudah tau wanita itu bakal mencari tumbal para Mahasiswi yang sedang melakukan KKN di sini, ditambah sebentar lagi bulan Purnama akan segera tiba, sudah pasti akan banyak tumbal dan ritual yang akan dilakukannya

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anakku Tak Butuh Ayah Sepertimu
7.9
Alana nyaris tewas setelah diserang tiga pemuda di Gunung Lawu hingga terperosok ke jurang. Beruntung, ia diselamatkan oleh Arga, mantan anggota Kopassus yang kini menjadi buronan dan bersembunyi di hutan. Di tengah pemulihan luka fisik dan traumanya, Alana terjebak dalam dilema antara keinginan balas dendam atau bangkit kembali. Hubungannya dengan Arga yang keras namun protektif pun kian intens, memicu emosi baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Sampul Novel Musuh Bebuyutanku yang Berdarah Dingin Tiba-tiba Terobsesi Denganku
9.4
Tujuh tahun Daniela sia-sia setelah memergoki Yosua berselingkuh menjelang pernikahan. Di hari besar itu, ia memilih membatalkan komitmen dan melempar cincinnya. Saat keluarga Clark menghina keputusannya, tiga kakak laki-laki Daniela dari keluarga Stewart datang melindungi. Mereka bersumpah menghancurkan kejayaan Clark demi adik tercinta. Di tengah kehancuran musuhnya, Daniela justru menemukan perlindungan di pelukan pria tak terduga yang mengajaknya pulang.
Sampul Novel Crystal Of Soul : Twins
9.7
Terpisah sejak lahir tanpa alasan jelas, sepasang saudara kembar menghadapi garis takdir yang bertolak belakang. Meski satu berada di dunia manusia dan lainnya di dunia kristal, ikatan batin mereka tetap terjalin kuat melampaui ruang dan waktu. Didorong rasa penasaran akan jati diri, keduanya berusaha mengungkap misteri pemisahan mereka. Akankah kekuatan hubungan unik ini mampu mempertemukan mereka kembali dan menjawab semua rahasia yang tersembunyi?
Sampul Novel GAIRAH PEREMPUAN NAGA
8.1
Koh Ho Ming yakin bahwa Diandra, putri dari asisten rumah tangganya, adalah reinkarnasi legendaris Perempuan Naga. Sejak belia, gadis yatim piatu ini menunjukkan tanda-tanda sebagai titisan Dewi Kesayangan Langit dengan kekuatan spiritual besar. Diandra harus berjuang melewati berbagai tragedi dan ujian hidup demi meraih kesuksesan. Kisahnya penuh rintangan rumit, berpadu dengan romansa mendalam serta sisi erotis yang mewarnai perjalanan takdirnya.
Sampul Novel Godaan Bini Orang
8.7
Masa lalu kelam Rhido kini membayangi pernikahan bahagianya dengan Lisda. Saat Lisda hamil, gangguan mistis misterius membuatnya kesakitan tiap kali berhubungan intim. Rhido yang berusaha setia terpaksa menahan diri hingga tugas kerja membawanya ke pedalaman Jawa dan Kalimantan. Di sana, godaan nafsu terus menguji imannya. Mampukah sang mantan bajingan ini menjaga kesetiaan, ataukah teror gaib masa lalunya akan menghancurkan nasib istri dan bayinya?
Sampul Novel Pemalas Penantang Dewi
7.9
Ken dikutuk dan dibuang ke sarang monster setelah menolak perintah Dewi Aria sebagai Pahlawan. Meski terpuruk, kecerdasannya membuat Ken mampu mengubah kutukan tersebut menjadi sumber kekuatan baru. Namun, ia kembali terjebak dalam konflik besar antara manusia dan iblis. Situasi kian rumit saat Ken menyadari bahwa Raja Iblis adalah sahabat lamanya. Kini ia harus memilih pihak sambil menyusun rencana matang demi menuntut balas pada sang Dewi.