APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Unexpected Wedding

Unexpected Wedding

Demi membalas budi dan menjaga nama baik keluarganya, Lintang Amalthea terpaksa menggantikan posisi saudaranya dalam sebuah pernikahan politik yang dirancang demi keuntungan bisnis. Namun, kejutan besar menanti di hari pernikahan saat ia menyadari bahwa mempelai pria pun telah berganti orang secara mendadak. Kini, Lintang harus menghadapi kehidupan rumah tangga yang penuh ketidakpastian bersama sosok asing dalam ikatan pernikahan yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Dia?” Safir merentangkan satu tangan, untuk menunjuk gadis yang tengah berbicara dengan kedua orang tuanya di tepi kolam renang. Sementara itu, Safir sendiri saat ini berada di dalam ruang dan juga tengah berbicara dengan seluruh anggota keluarganya.

Papa, mama, serta kakak laki-lakinya.

“Aku nggak mungkin maulah nikah sama cewek itu!” lanjut Safir menolak, sambil menahan amarah yang sedari tadi hendak ia lontarkan dengan kasar. Namun, sebisa mungkin Safir menahannya demi hubungan baik kedua keluarga. “Dia anak selingkuhan pak Anwar, kan?”

“Lintang itu anak istri kedua pak Anwar,” ralat Ario meluruskan prasangka buruk putra bungsunya. “Pak Anwar itu sudah nikah siri sama almarhum mamanya Lintang, jadi—”

“Tapi awalnya tetap aja pak Anwar itu selingkuh,” sambar Retno, istri Ario yang sebenarnya juga tidak setuju bila putra bungsunya menikah dengan Lintang. Namun, mereka semua tidak bisa berbuat apa-apa. “Itu sudah jadi rahasia umum.”

Satu jam lagi, pernikahan antara Safir Sailendra dan Sabiya Dewantara akan digelar. Namun, gadis yang akan dinikahi Safir tersebut ternyata kabur dan meninggalkan sebuah surat. Biya mengatakan, dirinya tidak ingin terikat dengan pernikahan politik yang dilakukan untuk kepentingan kedua keluarga. Biya ingin menikah atas dasar cinta, dengan pria pujaan hatinya. Untuk itulah, Biya kabur dan saat ini para orang suruhan kedua keluarga tengah mencari gadis itu.

“Yang selingkuh itu orangtuanya, yang salah juga orangtuanya, bukan Lintang,” ujar Ario ingin kembali meluruskan pikiran istri dan putranya itu.

“Memangnya Papa mau punya menantu seperti Lintang?” tembak Safir kemudian berdiri lalu mendekat dengan jendela kaca. Tatapan Safir tertuju tegas nan teliti, menelisik wajah serta tubuh Lintang dari kejauhan. “Bodynya lumayanlah, tapi soal wajah dia kebanting sama Biya, dan aku nggak mau nikahin dia! Titik, dan nggak bisa diganggu gugat.”

“Tapi ijab kabul mau dimulai satu jam lagi, Fir!” Meskipun tidak setuju, tapi Retno tidak bisa berbuat apa-apa. “Kita sudah undang banyak relasi bisnis, pejabat, terutama media. Mau ditaruh di mana muka keluarga Sailendra?”

“Salahkan keluarga Dewantara,” sahut Safir sudah kembali lagi menghampiri keluarganya yang masih duduk di sofa. “Kita bisa bikin konferensi pers—”

“Kredibilitas dua keluarga akan jatuh, Fir.” Raga yang sedari tadi hanya diam membisu, akhirnya membuka suara. Duda beranak satu, sekaligus kakak dari Safir itu, masih memikirkan jalan keluar yang harus diambil agar pernikahan tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Yang benar aja kita mau batalin pernikahan yang satu jam lagi mau dimulai? Bahkan nggak sampai satu jam lagi acara akad nikah mau digelar. Pikirkan itu baik-baik.”

“Mas tahu kenapa aku mau-mau aja dijodohkan dengan Biya?” Safir melempar pertanyaan yang akan dijawabnya sendiri. “Biya cantik, Mas! Walaupun nggak pake cinta, aku ikhlas-ikhlas aja nikah sama dia. Nggak akan bikin malu kalau dibawa ke mana-mana. Tapi coba lihat si … Lintang itu! Sudah … ya begitulah! Mas Raga bisa lihat sendirilah. Benar-benar nggak terawat!”

“Safir!” hardik Retno. “Jangan sampe orang-orang dengar omongan kamu!”

“Aku cuma bilang yang sebenarnya, Ma,” balas Safir bersikukuh dengan pendapatnya. “Dan aku, nggak akan mau nikah sama Lintang!”

“Terus mau diapakan tamu undangan yang sebagian sudah datang dari luar kota?” tuntut Ario. “Papa nggak mau tahu, kamu harus nikah dengan Lintang!”

“Sorry, Pi.” Safir melepas dasi kupu-kupunya dengan kasar. Ia menggeleng sambil melepas jas yang rencananya akan digunakan untuk prosesi ijab kabul. “Aku nggak mau.”

“Safir!” hardik Retno. “Ini demi kepentingan keluarga! Kerja sama politik yang akan terus—”

“Mas Raga!” seru Safir sambil menunjuk satu-satunya saudara yang ia miliki. “Gimana kalau Mama nikahkan aja Mas Raga sama Lintang? Apa dia mau?”

“Saafir!” Giliran Raga yang membentak adik yang tidak tahu diuntung itu. “Aku—”

“Nggak mau juga, kan?” putus Safir memberi senyum miringnya pada Raga. “Kalau Mas Raga yang duda anak satu aja nggak mau sama Lintang, apalagi aku?”

“Maaf.”

Satu kata yang terlontar dari bibir pintu penghubung kolam renang, membuat semua keluarga Sailendra menoleh. Sudah ada seorang pria paruh baya, yang sudah terlihat pasrah dengan keadaan.

“Kalau Safir memang menolak menikah dengan Lintang, saya akan hubungi beberapa media sekarang juga, dan dalam satu jam kita akan melakukan konferensi pers.”

Pernyataan yang dimuntahkan oleh Anwar, seketika membuat Ario menggeleng. Sebagai ketua umum salah satu partai ternama, Ario tentu saja tidak ingin kesempatan berbesanan dengan Anwar lepas begitu saja. Terlebih-lebih, Anwar tidak memiliki anak laki-laki yang bisa diunggulkan, untuk mengurus perusahaan yang bergerak di industri media.

“Begini pak Anwar.” Ario menghampiri calon besannya seraya menatap pada Lintang yang masih berbicara dengan ibu tirinya, Indri di luar sana. “Sebenarnya, Safir sudah jatuh cinta sama Biya, karena itulah, dia cuma mau Biya yang jadi istrinya.”

“Baiklah kalau begitu.” Anwar mengangguk paham dengan apa yang terjadi. “Biar saya tel—”

“Bukan, bukan begitu.” Ario menghela lalu menoleh sebentar pada Safir, kemudian Raga. “Kita nggak bisa batalin pernikahan ini begitu saja, Pak. Ada banyak undangan, yang akan mencibir dan membuat reputasi keluarga kita jatuh. Karena itu, kita akan tetap melaksanakan pernikahan ini.”

“Tetap Safir dan Lintang.”

“Bukan.” Ario menggeleng. “Raga dan Lintang.”

Raga yang mendengar hal tersebut, hendak bangkit dan memuntahkan protesnya. Namun, Retno yang duduk di sebelahnya segera mencekal tangan putranya itu.

“Ma?” Raga membelalakkan matanya dengan suara pelan, dan nyaris berbisik. Ia tidak pernah menduga, Ario akan menyetujui usulan konyol dari Safir. “Aku nggak mau nikah sama Lintang, atau sama perempuan mana pun.”

“Seperti katamu, kredibilitas dua keluarga akan jatuh,” balas Retno membalik ucapan sang anak beberapa waktu lalu. Dan kita nggak mungkin batalin ijab kabul—”

“Nama yang tertera di undangan itu Safir, dan Biya,” desis Raga masih berbisik dengan sang mama. Namun, tatapan Raga kali ini beralih pada Safir yang tampak menyematkan senyum sumringahnya. “Apa jadinya, kalau yang ada di pelaminan nanti aku sama Lintang? Nggak make sense, Ma.”

“Kamu tinggal berdiri di pelaminan sama Lintang, dan salamin para tamu satu per satu,” titah Retno sudah tidak lagi bisa dibantah dan diganggu gugat. “Urusan yang lainnya, serahkan sama Mama. Daripada tamu datang, terus melongo karena nggak ada pengantinnya, lebih baik kamu sama Lintang yang berdiri di sana.”

“Raga!” Ario yang telah selesai membahas beberapa hal dengan Anwar, akhirnya kembali menghampiri keluarganya. Sementara Anwar sendiri, juga berbalik pergi untuk menghampiri istri dan putrinya. “Lintang Amalthea binti Anwar Dewantara. Hafalkan itu baik-baik. Untuk mas kawin, tanyakan ke Safir karena Papa nggak ngerti."

Alis Raga berkerut memikirkan nama belakang Lintang. Mengapa gadis itu tidak memakai nama keluarga seperti Biya?

Sabiya Dewantara.

“Lintang Amalthea? Nama belakangnya bukan Dewantara?” tanya Raga ingin memastikan lagi

Ario menggeleng tegas. “Bukan! Keluarga besar Dewantara nggak pernah mau Lintang memakai nama itu karena … seperti yang kamu dengar tadi dari Mama, Lintang itu … anak dari selingkuhan pak Anwar.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun membangun CiptaKarya, aku dikhianati Baskara tepat saat kontrak 800 miliar di depan mata. Di tengah kehamilan, posisiku direbut Saskia, si anak magang, sementara Baskara bersikap dingin. Namun, mereka lupa bahwa algoritma inti perusahaan adalah milikku secara hukum. Aku pun memutuskan pergi dengan menuntut hak penuh. Untuk membalas dendam, aku menghubungi Revan Adriansyah, rival terberat yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dinikahi Brondong Tajir
9.3
Dunia Keyla Valerie seketika runtuh saat ia memergoki pengkhianatan suaminya yang berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri. Di tengah kehancuran hati dan keputusasaan yang mendalam, seorang pemuda tampan dengan gaya badboy tiba-tiba muncul di hadapannya. Tanpa ragu, pemuda kaya raya tersebut langsung mengklaim bahwa Keyla adalah calon istrinya. Bagaimana nasib Keyla selanjutnya menghadapi situasi tak terduga ini? Ikuti kisah selengkapnya sekarang.
Sampul Novel Harta, Tahta, Anak Tungal Kaya Raya
9.4
Ella terjebak dalam dilema rasa terhadap William, sahabat masa kecilnya yang kini menjadi pewaris tunggal kaya raya. Meski William menganggap Ella sosok terpenting, ia justru jatuh hati pada Camelia. Posisi Ella kian sulit saat ia dituduh sebagai penghambat asmara mereka, sementara William tidak peka atas penderitaan batin sahabatnya itu. Akankah William tetap memprioritaskan Ella, atau justru Camelia akan memutus ikatan lama mereka selamanya?
Sampul Novel Hasrat Tak Henti-Hentinya Sang Taipan Manipulatif
8.1
Demi menyelamatkan bisnis ayahnya, Irene terpaksa menjalin hubungan dengan pengusaha perkasa bernama Braydon. Di balik sosoknya yang tangguh, Braydon menyimpan gejolak emosi yang hanya diperlihatkan pada Irene. Meski terjebak dalam manipulasi sang taipan, Irene justru jatuh hati sebelum akhirnya hancur saat mengetahui pertunangan Braydon. Ia pun pergi dan bertemu musuh bebuyutan Braydon, Dr. Mitchell, memicu persaingan sengit dua pria demi memenangkan hatinya.
Sampul Novel Malam Gairah: Cinta Adalah Game Pemberani
7.9
Hari pernikahan impian Camila berubah menjadi bencana memalukan saat calon suaminya mangkir dari upacara tersebut. Di tengah rasa hancur dan amarah karena menjadi bahan ejekan tamu, Camila nekat menghabiskan malam bersama pria asing. Ia mengira hubungan itu akan berakhir saat fajar tiba, namun pria misterius tersebut justru enggan melepaskannya. Kini, Camila terjebak dalam dilema antara mengabaikan rayuan pria itu atau membuka hati untuk cinta yang baru.
Sampul Novel Pengasuh tuan muda lumpuh dan buta
8.3
Elang Rahardian kehilangan penglihatan dan kemampuan berjalan akibat kecelakaan tragis yang direncanakan musuhnya. Di sisi lain, Hafsa Aulia dipaksa bekerja oleh ayahnya yang pemabuk dan keluarga tiri yang kejam. Hafsa akhirnya menerima tawaran menjadi pengasuh tanpa menyadari bahwa majikannya adalah Elang, pria kaya yang kini bersikap dingin dan kasar. Mampukah gadis muda ini bertahan menghadapi amarah Elang, atau dia akan memilih menyerah pada keadaan?