APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Gila Itu Ibuku

Wanita Gila Itu Ibuku

Akibat fitnah keji yang tidak diketahui asalnya, semua orang merasa terancam dan sepakat untuk menghabisi nyawa seorang wanita yang dianggap gila. Di tengah ketakutan massa yang memuncak, situasi berubah drastis saat seorang profesor kedokteran cantik muncul dan menghentikan aksi tersebut. Dengan penuh keberanian, ia mengakui identitas asli sang wanita kepada dunia. Ternyata, sosok yang selama ini diburu dan dianggap berbahaya itu adalah ibu kandungnya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bab.1.

Bergegas kaki gadis kecil berlari menembus hujan salju , tak dipedulikan tubuh mungilnya menggigil kedinginan.

"Tolonggg.. tolongg... Lepaskan aku..."

Makin dekat gadis kecil itu ke rumah kosong berdinding kayu itu makin terdengar jelas teriakan seorang perempuan dari dalam rumah kosong tersebut..

"Tolonggg.. tolongg akuu.."

Gadis kecil itu berhenti di depan rumah kosong , dilepaskan sarung tangannya agar tangannya tidak licin meraih gagang pintu kemudian menekan ke bawah berkali-kali, namun pintu tak kunjung terbuka.

"Pintu tidak mau di buka.."

geram gadis kecil itu dengan aksen anak kecil.

*Hening sejenak*

Butiran-butiran salju yang turun makin banyak dan makin menempel di mantelnya yang usang dan tipis. Gadis kecil itu memiringkan kepalanya, menempelkan daun telinganya pada daun pintu, tapi sudah tak terdengar lagi suara dari dalam rumah padahal tadi sempat kedua telinganya menangkap suara perempuan berteriak minta tolong. Badannya yang kurus mungil makin menggigil kedinginan, butiran-butiran salju menaburi topi rajutan yang bertengger di atas kepalanya. Lamat-lamat terdengar suara seorang perempuan dari dalam rumah kosong tersebut...

"Tolong , jangan sakiti aku .!"

Gadis kecil itu menggeser badannya , kedua kakinya berjinjit dan kedua tangannya terulur memegang tepi jendela untuk menjaga keseimbangan badannya agar tidak jatuh, di intipnya ada seorang perempuan perutnya buncit bersimpuh di atas lantai kayu dan di kelilingi tiga orang pria berbadan besar yang berdiri sembari menegak sebotol minuman beralkohol secara bergantian .

"Tolong, lepaskan aku .!. Aku mohon .!"

Perempuan itu menunduk dan berulang kali mengiba namun ketiga pria itu menyeringai menjijikan dan melepaskan sabuk dari celana jeans mereka masing-masing .

*PLAAKK... PLAAKK..*

*PLAAKK...*

*PLAAKK...*

Ketiga pria mabuk itu menampari dan mencambuki perempuan yang bersimpuh dan meringkuk sambil menahan sakit. Membulat dengan sempurna kedua mata gadis kecil itu..

"Aku tidak mau pukuli dan tampari ibu tapi mereka nakal jahat memukuli punggung ibu dengan sabuk dan menampari pipi ibu. Tuhan tolong jangan boleh mereka jahati ibuku.!. Kasihan ibuku .!"

Desis gadis kecil dengan penuh emosi , ia menggeserkan badannya yang kurus mungil ke depan pintu kayu.

*BRUAK.. BRUAAKK..*

Kaki gadis itu menendang kuat-kuat daun pintu yang masih rapat tertutup dengan sempurna.

"BUKA PINTUNYA...!"

Teriak gadis sembari berulang kali menendang pintu yang masih tertutup.

"IBUU....IBUU...."

*BRUAAKK ... BRUAK..*

Kaki tangan gadis kecil itu bergantian memukuli menendangi pintu sembari tiada henti mulutnya terus berteriak . tak dipedulikan rasa panas yang menjalar di area telapak tangan dan kakinya. Ia berusaha keras mendobrak pintu yang tertutup rapat tapi tetap saja nihil, ia kehabisan tenaga dan nafasnya tersengal-sengal kelelahan. Gadis kecil itu kembali mendekati jendela kaca , kedua kakinya berjinjit dan kedua telapak tangannya berpegangan erat di tepi jendela.

"Apa yang mereka lakukan pada ibuku lagi .?"

Guman gadis kecil, dilihatnya dua pria memegangi kedua tangan ibunya yang dalam posisi terlentang di atas lantai kayu berdebu dan seorang pria mengoyak baju ibunya.

"Kenapa orang laki itu membuka celananya dan merobek baju ibuku.?"

Guman gadis kecil, yang masih terus mengintip dari kaca jendela, tampak ibunya meronta-ronta dan menangis tapi pria itu menindih dan menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur. Sungguh polos gadis kecil itu, ia tidak tahu jika itulah yang namanya pemerkosaan , yang ia tahu tiga orang pria dewasa bergantian menyakiti ibunya yang makin meronta-ronta, memberontak ingin melepaskan diri.

"Hentikan.. jangan lakukan ini padaku .!. Aku sedang hamil !."

Pria itu tidak memperdulikan tangisan dari perempuan hamil yang mengiba-iba, yang diperdulikan hanya nafsu sex-nya liarnya.

"Aku sedang hamil, tolong kasihanilah bayi yang kukandung ini. ! Aku mohon hentikan ini.!"

Pinta perempuan hamil itu , tiada habisnya namun tiga pria malah beringas bergiliran memperkosa dengan kasar seperti binatang.

"Ibu menangis terus. Aku punya saputangan tapi tak bisa menghapus air mata ibu .!"

Ucap lirih gadis kecil sembari melirik ujung saputangannya yang tersembul dari saku mantelnya.

"Sakittt...sakitt... Hentikan..!. Aku benar-benar tidak kuat menahan sakitnya ini.!"

Bola mata indah berwarna hazelnut itu berkaca-kaca , melihat ibunya yang sedang hamil mengerang kesakitan tapi tiga pria itu mengabaikan. Setelah selesai memperkosa , langsung ketiga pria itu melanjutkan mencambuki tubuh perempuan hamil yang meringkuk dengan kedua tangan menutupi perutnya yang buncit.

"BUKA MULUTMU .!"

Bentak seorang pria, tapi ibunya gadis kecil menangis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, wajahnya bersimbah air mata. Kedua pria menarik kasar rambut perempuan hamil hingga kepalanya terdongak dengan paksa dan pria yang satunya mencengkeram kedua pipi ibunya dengan kasar sampai mulutnya terbuka lebar, pria yang satunya memasukkan penisnya ke dulu mulut perempuan hamil dan .. kencing.

"TELAN..MINUM AIR KENCINGKU .!"

Teriak pria itu , ibu itu menangis dan meronta-ronta tapi dia tidak bisa melepaskan dirinya, dengan tersedak-sedak, air kencing tertelan juga, mereka berdua pun ikut melakukan hal yang sama. Sungguh kebejadan yang luar binasa kelakuan tiga pria tersebut... Menganiaya , memperkosa dan kencing di dalam mulut perempuan hamil. Tiga pria itu menghempaskan tubuh perempuan hamil lalu menendangi punggung , kepala dan sekujur tubuh perempuan hamil itu sampai ia jatuh berguling-guling di lantai.

"Kenapa mereka jahati ibuku , tuhan .?. Ada adikku di dalam perut ibu ."

Ujar gadis kecil itu dengan suara pelan , sepelan tetesan air mata di pipinya . Ingin rasanya ia berontak membela ibunya tapi apalah daya, dia hanya gadis kecil yang masih berusia enam tahun. Ya, dialah .. ABIGAIL gadis melarat dan bodoh yang masih berusia enam tahun.

"Tadi kudengar ada suara anak perempuan kecil di luar , Robert.!"

"Ya, lebih baik kita habisi saja daripada dia cerita ke orang-orang, Antonio.!"

"Kita tembak saja lalu tutupi mayatnya dengan gundukan salju, Arnold.!"

Mendengar percakapan ketiga pria itu , seketika itu juga kedua mata Abigail membulat dengan sempurna, apalagi dengan melihat mereka bertiga mengeluarkan pistol mereka masing-masing dari saku mantel. Pelan-pelan Abigail menjauhkan tubuhnya dari jendela. Kedua telapak tangannya membekap mulutnya sendiri agar tidak bersuara. Dengan berjalan berjinjit ke samping rumah kemudian berjongkok dan menguling-gulingkan tubuhnya ke gundukan salju , ia bersembunyi di bawah gundukan salju. Hatinya berkata..

{Tuhan , tolong sembunyi denganku di bawah gundukan salju ini dan kita berdua jangan bersuara agar tiga orang jahat itu tidak menemukan kita , ya tuhan.!"}

*KLEK..KLEKK..*

Suara seseorang berusaha memutar anak kunci terdengar dari arah dalam, hingga sepersekian detik kemudian tiga sosok pria yang membawa pistol keluar dari rumah berdinding kayu itu. Ketiga pria itu memutari rumah kayu tapi tidak ada siapapun kecuali mereka bertiga.

"ROBERT... ARNOLD... AYO KITA PERGI.!"

"YA , ANTONIO.!"

Sahut dua pria itu secara bersamaan. Mereka bertiga tertawa terbahak-bahak sembari masuk ke dalam mobil yang terparkir di dekat pohon cemara, mobil meluncur dengan kecepatan tinggi. Abigail keluar dari bawah gundukan salju dan berlari masuk ke dalam rumah..

"IBUU... IBUU...!"

Sontak Abigail berhenti berteriak yang sinkron dengan menghentikan larinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Brontak Dalam Sempak
9.0
Ujang menantang Datok dengan penuh amarah demi menunjukkan kekuatannya yang selama ini terpendam. Meski baru berusia dua puluh tahun, ia kini mengerahkan seluruh kemampuannya melalui teknik Tisu Magic yang mengubah tubuhnya menjadi lapisan baja kokoh. Di sisi lain, Datok bersiap dengan jurus Telo Rasa Meki yang mengeluarkan uap panas membara. Keduanya melesat secepat kilat hingga menciptakan ledakan dahsyat saat ajian pamungkas mereka saling berbenturan di udara.
Sampul Novel Dalam Genggaman Sang Penguasa
7.9
Jonathan Smith berhasil mengubah nasibnya dari kemiskinan menjadi orang terkaya di kota Rivera berkat kecerdasan dan kerja kerasnya. Meski banyak rival bisnis dan musuh berusaha menjatuhkannya, ia tetap tak tergoyahkan di puncak kekuasaan. Kerajaan bisnisnya justru kian perkasa dan tak tersentuh setelah ia resmi menjabat sebagai Perdana Menteri. Kini, Jonathan berdiri angkuh mengendalikan segalanya dari kursi kepemimpinan tertingginya.
Sampul Novel Cinta, Pengkhianatan dan Dendam: Godaan Mantan Istri yang Tak Tertahankan
8.0
Dikhianati hingga menjadi pembunuh, Maria menceraikan James dan pergi membawa dendam. Enam tahun berselang, ia kembali bersama rival mantan suaminya dengan identitas baru yang tangguh. Meski bekerja sama dengan James hanya demi membalas sakit hatinya, Maria tidak menyadari bahwa ia justru masuk ke dalam jebakan pria itu. Di tengah pergolakan antara gairah dan niat balas dendam, mereka terjebak dalam permainan perasaan yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Harga Diri Seorang Wanita
8.1
Jenna Ren berdiri di tepi atap rumah sakit dengan lengan berdarah dan hati hancur. Saat nyaris melompat, ia melihat suaminya datang bersama wanita lain. Jenna sadar bahwa kematiannya hanya akan memberi mereka kebahagiaan. Setelah menderita hingga keguguran, ia bangkit untuk membalas dendam. Jenna membatalkan niat bunuh diri dan mendatangi Tuan Besar Kim. Sambil berlutut, ia memohon kekuasaan demi menghancurkan orang-orang yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel HATRED
8.7
Difitnah melukai dua saudaranya sendiri, seorang pemuda terpaksa angkat kaki dari rumah. Ia menyimpan amarah mendalam karena keluarganya lebih memercayai bukti video rekayasa ketimbang kejujurannya. Kini, ia harus memulai hidup baru di luar sana sambil membawa luka hati akibat pengkhianatan orang terdekat. Bagaimana nasib pemuda ini setelah pergi? Akankah penyesalan menghampiri keluarga yang telah membuangnya? Simak perjuangan penuh dendam ini.
Sampul Novel Kembalinya Sang Penguasa
9.0
Ledakan rumah yang menewaskan sepasang suami istri memicu kepanikan besar di kalangan polisi dan tentara. Hilangnya putri mereka menandai kembalinya sosok legendaris, Red Everlasting Dragon. Sang penguasa yang ditakuti dunia ini turun gunung demi membalas dendam atas kematian orang tuanya dan penculikan adiknya. Tanpa ampun, ia bersumpah akan menghancurkan siapa pun pelakunya. Amarah sang naga kini membara, siap mengguncang tatanan dunia dari timur hingga ke barat.