APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Incaran Sang Billionaire

Wanita Incaran Sang Billionaire

Dylan Cassanova adalah miliarder muda berusia 27 tahun yang hidupnya penuh kemewahan dan wanita. Meski dikenal sebagai pemikat yang sulit ditaklukkan, tak ada satu pun wanita yang benar-benar bisa menyentuh hatinya. Namun, kehadiran Serena Tanaya mengubah segalanya. Berbeda dari yang lain, Serena tidak silau oleh harta Dylan. Ia justru mencari ketulusan di balik ambisi sang pria. Mampukah Serena meruntuhkan tembok hati Dylan yang selama ini tak tertembus?
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi datang dengan lambat, seperti awan kelabu yang enggan menyelimuti langit. Namun, Dylan tidak merasakan kedamaian yang biasanya dia rasakan di pagi hari. Setiap detik berlalu terasa begitu berat, seperti ada beban yang menekan dadanya tanpa ampun. Dia menatap dirinya di cermin, melihat bayangannya yang tampak begitu kosong. Wajah yang dulu selalu dihiasi dengan senyuman dan pesona kini terlihat pudar. Mata yang penuh percaya diri, yang sering kali menaklukkan wanita mana pun, kini terlihat kosong, bahkan rapuh. Setiap garis di wajahnya mencerminkan penderitaan yang kini menjadi bagian dari dirinya. Tidak ada yang tersisa kecuali penyesalan.

Hidupnya kini terasa seperti irama yang patah, sebuah simfoni yang terhenti di tengah lagu yang indah. Cinta yang selama ini dia hindari, yang dia anggap hanya sebagai kebodohan, kini menjadi hal yang paling dia inginkan. Tetapi semuanya telah hilang. Serena-wanita yang selama ini memberinya arti-telah meninggalkannya. Dengan satu keputusan yang mungkin sudah lama dia ambil, Serena memilih untuk mengakhiri segalanya.

Dylan menghirup udara dalam-dalam, mencoba menenangkan pikirannya. Dia tahu apa yang harus dia lakukan. Dunia tidak akan berhenti hanya karena dia merasa terluka. Tetapi hatinya menjerit dengan keras, seolah memberitahunya bahwa dunia yang dulunya cerah dan penuh dengan kemungkinan kini terasa begitu gelap. Serena adalah satu-satunya orang yang mampu melihat dirinya tanpa penutup, tanpa topeng, tanpa harus terperangkap dalam citra yang dia bangun begitu lama. Serena melihatnya sebagai Dylan, bukan sebagai miliarder atau pria yang bisa mendapatkan apa saja. Dia melihatnya dengan cara yang sangat manusiawi, dengan hati yang penuh pengertian, tanpa menghakimi.

Dylan tidak bisa tidur. Setiap kali dia mencoba untuk menutup mata, wajah Serena muncul dalam pikirannya, mengisi setiap sudut hatinya yang kosong. Dia teringat bagaimana pertama kali mereka bertemu, bagaimana senyumannya yang tulus membuatnya merasa aman. Serena adalah satu-satunya orang yang tidak takut untuk menantang dia, untuk berbicara tentang hal-hal yang paling dalam, yang dia sembunyikan selama ini. Mereka berbicara tentang cinta, tentang harapan, tentang rasa takut akan kegagalan. Dylan merasa begitu dekat dengannya, seperti dua jiwa yang saling mengisi.

Namun, semuanya kini berubah. Semuanya telah hancur karena ketakutan yang tak terungkapkan. Ketakutannya akan kehilangan dirinya sendiri, ketakutannya akan ketergantungan pada orang lain, dan ketakutannya bahwa dia tidak cukup baik untuk mendapatkan cinta sejati. Serena berusaha untuk mendekatinya, untuk membuka hatinya, tetapi Dylan menarik diri, terlalu takut untuk membuka diri sepenuhnya. Dia merasa terjebak dalam citra dirinya yang keras, citra yang selama ini membuatnya merasa aman dan tak tergoyahkan. Namun, sekarang dia tahu, citra itu hanyalah sebuah penjara.

Dia tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa dia telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Tidak ada lagi senyum Serena yang membuat dunia terasa lebih indah. Tidak ada lagi tatapan lembut yang membuat hatinya merasa damai. Tidak ada lagi suara tawa yang menenangkan segala kerisauan dalam dirinya. Semua itu kini hanya menjadi kenangan yang menyakitkan, kenangan yang tidak bisa dia sentuh atau dapatkan kembali.

Dengan langkah berat, Dylan meninggalkan apartemennya. Setiap langkah terasa seperti perjalanan panjang menuju ketidakpastian. Dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Serena telah pergi, dan dia merasa kehilangan arah. Semua kegiatan yang dulu membuatnya sibuk kini terasa kosong. Meskipun dunia di luar penuh dengan gemerlap, Dylan merasa seperti berjalan dalam kegelapan yang tak ada habisnya. Dia mencoba untuk menyibukkan dirinya dengan pekerjaan, dengan bisnis yang harus dijalankan, tetapi semuanya terasa hampa. Tidak ada lagi yang bisa membuatnya merasa utuh selain Serena.

Dia tidak bisa membiarkan dirinya tenggelam lebih dalam dalam penyesalan ini. Tetapi bagaimana dia bisa melangkah maju ketika bagian terpenting dari dirinya telah hilang? Serena adalah bagian dari dirinya yang dulu tidak dia akui, bagian yang mengajarkan dia untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda. Dan kini, bagian itu telah pergi, meninggalkan kekosongan yang dalam di dalam dirinya.

Dylan akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat yang sering mereka kunjungi bersama-sebuah kafe kecil yang terletak di ujung kota. Tempat itu penuh kenangan, kenangan yang dulu indah, yang kini terasa begitu menyakitkan. Dia duduk di meja yang biasa mereka duduki bersama, memesan secangkir kopi pahit, yang terasa jauh lebih pahit daripada yang pernah dia rasakan sebelumnya. Setiap sudut ruangan ini mengingatkannya pada tawa Serena, pada obrolan-obrolan ringan yang mereka bagi, pada matahari sore yang masuk melalui jendela, menerangi wajah Serena yang cantik dengan cahaya keemasan.

"Serena..." Dylan berbisik pada dirinya sendiri, seolah mencoba berbicara pada bayangan yang kini hanya ada dalam pikirannya. "Kenapa aku tidak cukup menghargaimu? Kenapa aku begitu bodoh?"

Ada rasa sesak di dadanya, perasaan seperti ada sesuatu yang menahan pernafasannya. Seandainya dia bisa mengulang waktu, seandainya dia bisa memperbaiki segalanya, mungkin segalanya tidak akan berakhir seperti ini. Tetapi hidup tidak memberi kesempatan kedua. Semua yang dia miliki kini adalah kenangan, kenangan yang menyakitkan.

Saat dia menghabiskan kopinya, matanya mulai beralih ke jendela, menatap ke luar. Langit kelabu itu mencerminkan perasaannya. Setiap awan yang bergerak lambat di langit seolah-olah menggambarkan perasaannya yang terperangkap-terperangkap dalam penyesalan yang tak bisa dia lepaskan. Dunia luar terlihat begitu jauh, seolah berada di luar jangkauannya. Dia merasa terasing, bukan hanya dari dunia, tetapi juga dari dirinya sendiri.

Tiba-tiba, ponselnya berdering lagi. Tanpa harapan, dia melihat layar ponselnya. Kali ini, itu adalah pesan dari asistennya yang memberitahukan tentang pertemuan yang dijadwalkan untuk hari itu. Dylan menatap pesan itu sejenak, lalu meletakkan ponselnya. Dia merasa kehilangan arah. Pekerjaan, kekayaan, semuanya tidak berarti lagi. Dia bisa memiliki segala hal yang diinginkannya, tetapi apa gunanya jika tidak ada lagi seseorang yang membuat hidupnya terasa berarti?

Serena... Dia tahu bahwa tidak ada yang bisa menggantikan tempatnya. Tidak ada yang bisa mengisi kekosongan ini. Dan dia tahu, meskipun dia berusaha keras untuk melupakan, kenangan tentang Serena akan selalu menghantuinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
9.6
Adikara, duda berkuasa yang divonis mandul, melampiaskan rasa frustrasinya melalui hubungan singkat yang ceroboh. Takdir mempertemukannya dengan Alara, model 19 tahun sekaligus putri bawahannya. Setelah malam tragis yang merenggut kesucian Alara, kejutan besar muncul sebulan kemudian saat Alara mengaku hamil. Kini, di tengah perbedaan usia 15 tahun dan rahasia medisnya, Adikara harus memilih: bertanggung jawab atau menghancurkan masa depan gadis itu demi egonya.
Sampul Novel Cinta Sang Majikan
9.7
Trauma masa lalu menghancurkan hidup Amber Aileen hingga ia nyaris mengakhiri segalanya. Di tengah keputusasaan, Gavin Austin hadir sebagai penyelamat. Meski dikenal sebagai pria dingin tanpa ampun, Gavin justru bersikap lembut pada Amber, memicu kemarahan ibu dan tunangannya. Sebuah insiden satu malam mengikat takdir mereka lebih dalam. Namun, saat Amber mengandung, sebuah kabar mengejutkan dari Gavin mengancam janji kebahagiaan yang pernah diucapkannya.
Sampul Novel Gadis Kecil Milik Tuan Nicholas
9.6
Nicholas Lauther terkejut saat baru menjabat CEO Nexon Games, karena Billi dan Emma menjodohkannya dengan Amora Georgina. Amora, gadis 19 tahun dari keluarga sederhana, baru saja pindah ke kota untuk mengelola restoran steak milik Mark dan Anna. Meski kepribadian mereka bertolak belakang, Nicholas dan Amora terpaksa bersandiwara demi orang tua mereka. Sambil berpura-pura patuh, keduanya diam-diam menyusun rencana matang untuk membatalkan ikatan perjodohan tersebut.
Sampul Novel Gairah Membara: Cinta Tak Pernah Mati
8.4
Kusuma Hadi sempat menghina Dewi Nayaka tanpa menyadari identitas aslinya. Ia bahkan memerintahkan agar Dewi diusir dan dibuang ke laut. Namun, suasana berubah drastis saat sekretarisnya mengungkap bahwa wanita itu adalah istrinya sendiri. Kusuma pun menyesal dan berbalik memanjakan Dewi dengan penuh kasih sayang. Meski hubungan mereka terlihat sangat harmonis, publik dikejutkan oleh kabar perceraian yang tak terduga di antara pasangan tersebut.
Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan ayahnya dari jeratan kebangkrutan, Anyelir terpaksa mengubur mimpinya sedalam mungkin. Ia setuju menjadi istri kedua bagi Serkan Alvaro, seorang pebisnis muda berdarah dingin yang sangat populer. Di balik bantuan finansial yang diberikan, motif Serkan menikahi Anyelir masih menjadi misteri besar. Kini, Anyelir harus menghadapi kerasnya kehidupan rumah tangga yang penuh tanda tanya. Akankah pernikahan ini memberikan kebahagiaan baginya?
Sampul Novel Istri Yang Dilupakan CEO
8.1
Bagi Noel, pernikahan dengan Bianca hanyalah transaksi bisnis demi kelancaran kerja sama perusahaan. Ia mengabaikan keberadaan istrinya dan menanti saat yang tepat untuk berpisah secara resmi. Namun, ketika waktu perceraian tiba, sikap Noel mendadak berubah drastis. Ia menolak keras melepaskan Bianca tanpa alasan yang jelas. Di tengah dinginnya hubungan mereka, Noel justru bersikeras mempertahankan ikatan yang awalnya ia anggap tidak berarti sama sekali.