APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Malam Kesayangan Tuan Muda

Wanita Malam Kesayangan Tuan Muda

Alayya Farhana, seorang wanita malam berusia 24 tahun, mendapat kesempatan hidup kedua berkat donor jantung misterius. Takdir mempertemukannya dengan Ibrahim Abhimata, pria yang menuntut Alayya meninggalkan dunianya karena ia membawa jantung mendiang istrinya. Terjepit antara paksaan Ibrahim dan debaran jantung yang tak menentu, Alayya menghadapi dilema besar. Saat rahasia pemilik jantung terungkap, sanggupkah ia pergi atau justru terjebak selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Satu detik

Dua detik

Tatapan tajam dari iris mata sehitam jelaga milik Ibrahim berhasil membungkam mulut Alayya. Wanita cantik berhidung mancung itu pun sampai tidak bisa berkedip karena terpesona oleh ketampanan yang dimiliki pria di hadapannya ini. 

Jantungnya pun ikut berdentam-dentam seakan tahu siapa yang sedang ada di dekatnya. Refleks tangan kanan Alayya menyentuh dadanya sendiri. Dirinya tidak mengerti kenapa bisa merasa deg-degan seperti ini.

“Kenapa diam? Apa jantungmu berbisik memberi tahu siapa saya?” tebak Ibrahim sambil tersenyum sinis kala melihat Alayya meraba dadanya sendiri. 

Alayya tidak terima, dengan kedua tangannya dia dorong tubuh Ibrahim menjauh. “Jangan asal bicara Anda, Tuan. Saya tidak mengenal Anda apalagi almarhum istri Anda. Lebih baik Anda pergi dari sini dan biarkan saya melanjutkan pekerjaan saya.”

Wanita itu kembali membuang muka, sekuat tenaga dia mencoba mengingkari apa yang sudah dirasakan pada jantungnya sendiri. 

“Alayya Farhana Pramudhita, 24 tahun. Nama samaran Ayya Cantika, berasal dari Surabaya. Itu kamu, bukan?” Alayya sukses kembali terbelalak dengan ucapan Ibrahim. 

“Bagaimana Anda bisa tahu nama asli saya? Sebenarnya siapa Anda?” Bukan hanya Alayya. Hardiawan yang masih di cekal oleh ajudan Ibrahim pun jadi ikut penasaran kenapa pria konglomerat itu bisa mengenal wanita malam seperti Alayya. 

Ibrahim tersenyum miring, lalu berkata, “Karena saya adalah suami dari pemilik jantung yang ada di dalam tubuhmu.”

Refleks Alayya kembali menyentuh dadanya. Degub jantungnya semakin tidak beraturan saat Ibrahim mengatakan siapa dirinya. Tidak ingin percaya, tetapi ada rasa aneh yang perlahan merasukinya. “Perasaan apa ini?” gumam Alayya dalam hati. 

“Ini tidak mungkin, Tuan. Saya tidak mengerti apa yang Anda ucapkan,” kilah Alayya sekali lagi. Dia benar-benar tidak ingin mempercayai ucapan lelaki yang baru saja dilihatnya.

Ibrahim hampir kehilangan kesabaran sekarang. Dia kembali melangkahkan kakinya mendekati ranjang dengan satu tangan ada di dalam kantong celana bahannya. 

“Satu tahun yang lalu, kamu melakukan transplantasi jantung di salah satu rumah sakit di kota ini, bukan? Khairunissa Azalia Wahyudi adalah pendonor itu dan dia adalah istri saya,” terang Ibrahim tanpa mengalihkan sedikit pun matanya dari iris mata Alayya. 

“I-ini nggak mungkin,” ucap Alayya terbata. 

“Selama satu tahun ini saya berusaha keras mencari siapa saja orang yang menerima tiga organ tubuh yang didonorkan oleh istri saya. Untuk mata dan ginjal, sejak lama saya sudah mengetahui pemiliknya barunya, tapi untuk jantungnya saya harus susah payah menemukanmu karena kamu sering berganti nama dan berpindah tempat.” Ibrahim menjeda kalimatnya hanya untuk melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Alayya. Wanita itu tentu saja hanya bisa terpaku mendengar penjelasannya. Tanpa ingin berlama-lama, Ibrahim pun kembali melanjutkan bicaranya. “Saya nggak nyangka sama sekali kalau jantung istri saya ada dalam tubuh seorang wanita malam sepertimu. Itu kenapa saya ingin membawamu bersama saya karena saya tidak ingin jantung dari wanita yang saya cintai harus rusak oleh kebiasaan burukmu yang belum juga hilang. Sekarang kamu udah tahu alasan saya menginginkanmu, bukan? Pakailah pakaianmu dan ikut saya pulang.” 

Ibrahim pikir semua penjelasannya akan dengan mudah membuat Alayya menurutinya, tetapi dia salah saat Alayya justru berucap, “Bagaimana kalau saya tetap nggak mau ikut denganmu, Tuan?”

Jujur saja, mendengar pertanyaannya itu, Ibrahim ingin sekali menarik wanita itu dari atas ranjang dan memaksanya pergi, tetapi pria tampan berhidung mancung itu bukan orang yang bisa kasar pada perempuan. Maka satu kalimat yang dia ucapkan kali ini, dia yakin pasti akan mampu meruntuhkan kekeraskepalaan Alayya. “Ikut saya pulang dan tinggalkan pekerjaanmu ini atau kembalikan jantung istri saya sekarang.”

Detik itu juga jantung yang sejak tadi berdetak tidak karuan mendadak seperti kehilangan kemampuannya berdenyut. Ancaman Ibrahim tidak bisa dia abaikan karena laki-laki itu mengatakannya dengan wajah yang serius dan tidak terbantahkan. 

“Baik. Anda menang kali ini, Tuan. Saya akan ikut Anda,” ujar Alayya pada akhirnya yang mana membuat Ibrahim tersenyum lega. 

Wanita itu pun segera beringsut dari ranjang besarnya. Dengan tubuh tetap dibalut selimut, Alayya menuju toilet kamar mewah itu untuk memakai kembali pakaiannya. 

Sementara menunggu Alayya selesai berpakaian, Ibrahim kembali menghadapi Hardiawan. Dia meminta ajudannya melepaskan pria paruh baya itu untuk membiarkannya pergi dari kamar itu. 

Hardiawan pun tidak berniat melawan atau pun membantah. Dia masih ingin hidup dan alasan Ibrahim memaksa mengambil alih wanita malam bayarannya pun sangat jelas. 

“Ini uang yang udah Anda berikan pada Ayya. Saya menggantinya tiga kali lipat,” ucap Ibrahim sesaat sebelum Hardiawan benar-benar meninggalkan kamar itu. “Kalau kurang sebutkan saja berapa yang Anda mau,” lanjutnya sambil mengulurkan satu lembar cek pada pria yang lebih tua darinya itu. Hardiawan tersenyum sinis dan mendorong pelan tangan Ibrahim yang terulur. 

“Saya nggak semiskin itu sampai anda harus mengganti uang saya, Tuan. Lagi pula saya tahu alasan kuat Anda menginginkan Ayya. Lupakan aja. Saya permisi,” tegas pria itu yang kemudian beranjak dari hadapan Ibrahim. 

***

Rumah mewah bergaya Eropa klasik dengan warna dindingnya yang dominan putih di depan Alayya adalah milik Ibrahim. Rumah inilah yang akan jadi tempat tinggal barunya setelah Ibrahim berhasil membujuknya untuk ikut dengan pria tinggi semampai itu. 

“Wah! Saya nggak salah lihat? Rumah Anda besar sekali Tuan?” pekik Alayya setelah turun dari mobil Mercedes Benz hitam. 

“Ayo masuk,” ucap Ibrahim tanpa berniat menanggapi pujian Alayya pada rumahnya. 

Wanita itu mengerucutkan bibirnya kesal, tetapi langkah kakinya tetap saja mengikuti pria itu berjalan. 

Tanpa memencet bel, dua daun pintu bercat hitam itu terbuka. Ada seorang wanita paruh baya dengan pakaian seragam ala kantoran menyambut keduanya. 

“Assalamu'alaikum,” sapa Ibrahim sopan.

“Wa'alaikumsalam, Tuan,” sahut wanita itu sembari bergerak ke sisi kanan untuk memberi jalan pada Tuan rumahnya. 

Alayya yang mengikuti Ibrahim masuk tanpa bicara kembali dibuat terperangah dengan pemandangan yang tertangkap mata indahnya saat sudah berada di dalam rumah. Semua perabotan mewah dan dia yakin sangat mahal harganya itu benar-benar membuat Alayya tertegun di tempat sampai dia tidak menyadari kehadiran seorang wanita lain yang lebih tua dari wanita yang tadi membukakan pintu utama rumah ini. 

“Kamu udah pulang Ibrahim?” tanya wanita itu sembari berjalan mendekat. 

“Iya, Tante. Oiya, kenalkan dia Alayya. Mulai hari ini dia akan tinggal bersama kita di sini. Ayya, ini Tante Mustika, dia adik almarhum ayah saya yang sudah merawat saya sejak kecil.” Ibrahim memperkenalkan wanita itu pada Alayya, tetapi karena tidak ada tanggapan, Ibrahim menengok ke belakang punggungnya, ternyata Alayya sedang memunggunginya sambil membawa matanya menyusuri tiap sudut rumah mewah ini. 

“Ayya, kamu dengar saya?” sentak Ibrahim yang mana membuat Alayya berjengit kaget. 

“Oh, maaf, Tuan. Saya terlalu kagum dengan isi rumah Anda sampai saya tidak mendengar Anda bicara pada saya. Ada apa?” 

Ibrahim berdecak lalu meraih tangan Alayya untuk menghadap sang tante.

“Kenalkan ini Tante Mustika. Kamu bisa memanggilnya Tante Tika. Dia juga tinggal di sini bersama saya,”

Alayya tersenyum manis lalu mengulurkan tangan kanannya berniat menyapa wanita paruh baya itu. Namun, Mustika tidak semudah itu menyambut uluran tangannya. Mustika justru memilih memindai Alayya dari ujung kepala hingga ujung kaki, hingga tanpa basa basi, wanita tua itu berkata, “Dari mana kamu bawa wanita murahan seperti dia ke rumah kita, Ibrahim ?” 

Bersambung … 

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich
8.9
Hans merupakan pewaris takhta keluarga Adalrich yang tampak sempurna, namun ia menyimpan rahasia besar mengenai trauma psikologisnya terhadap wanita. Demi menutupi rasa jijik yang ia derita, Hans selalu bersikap angkuh dan dingin. Segalanya berubah saat ia bertemu Sashenka, putri dari rival bisnis bebuyutannya. Kehadiran gadis itu justru membangkitkan gairah yang selama ini mati. Kini, Hans harus berjuang menaklukkan hatinya di tengah perseteruan keluarga.
Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Menikah demi menyelamatkan bisnis keluarga, Averie memberikan segalanya untuk Brayden meski sang suami mencintai wanita lain. Saat Brayden meraih puncak kejayaan di Grup Fowler, Averie justru kehilangan bayinya dan nyaris tewas di lautan. Trauma mendalam membuatnya menuntut cerai demi memulai lembaran baru. Namun, Brayden yang kini didera penyesalan justru menolak melepaskannya. Ia bersikeras bahwa takdir telah mengikat mereka untuk tetap bersama selamanya.
Sampul Novel CEO in My Bed
8.6
Mahesa, pria kaya yang skeptis terhadap cinta akibat masa lalu kelam, mengajukan tawaran gila kepada Athalia. Ia berjanji membiayai pengobatan adik Athalia asalkan gadis itu bersedia menjadi teman tidurnya selama satu bulan. Di tengah tuntutan dingin sang CEO yang kerap merendahkan wanita, Athalia bertahan dengan ketulusan hatinya. Akankah pengabdian dan kasih sayang Athalia mampu meruntuhkan dinding keangkuhan Mahesa dan membuatnya percaya pada cinta?
Sampul Novel Istri Dadakan CEO Tampan!
8.9
Aska Pradipta adalah CEO tampan yang menjadi incaran banyak wanita. Kehidupannya berubah drastis saat ia menemukan bayi hasil hubungan masa lalunya ditinggalkan di depan rumah. Di tengah kepanikan, ia meminta Naura, sekretarisnya, untuk membantu merawat sang anak. Namun, kesalahpahaman muncul saat ibu Aska memergoki mereka. Terpaksa demi menutupi situasi, Aska menawarkan pernikahan kontrak kepada Naura dengan imbalan fantastis. Akankah kesepakatan ini berakhir cinta?
Sampul Novel Istri Rahasia CEO Arogan
9.3
Evely gemetar ketakutan saat menolak pernikahan dengan Megantara, seorang CEO arogan yang terbiasa mendapatkan segalanya. Megantara yang murka merasa dihina oleh gadis miskin tersebut. Ia mencengkeram dagu Evely dan menekannya dengan ancaman keras untuk memberi pelajaran tentang kekuasaannya. Meski Evely mencoba melawan dan memohon agar dilepaskan, Megantara terus mendekat dengan senyum sinis, memojokkan gadis itu dalam situasi yang mencekam.
Sampul Novel Lelaki Yang Tak Terlihat Kaya
9.8
Gerald Crawford tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah drastis dalam semalam. Selama ini, ia mengira keluarganya hanyalah pekerja biasa di luar negeri. Namun, sebuah pengakuan mengejutkan dari orang tua dan saudara perempuannya mengungkap identitas aslinya. Gerald ternyata adalah pewaris takhta kekayaan bernilai triliunan dolar. Kini, sang pemuda harus menghadapi realita baru sebagai keturunan konglomerat yang selama ini tersembunyi.