APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wedding Doll

Wedding Doll

"Nikahi aku!" Kalimat tegas itu meluncur dari bibir seorang gadis yang berdiri penuh keyakinan di depan Allard. Sang pria menanggapi permintaan tersebut dengan ketertarikan yang nyata, sembari memamerkan senyum tipis di wajahnya. Dengan nada angkuh, Allard pun mengajukan syarat provokatif. Ia meminta gadis itu melayaninya selama satu malam penuh. Jika ia merasa puas dengan pelayanan tersebut, Allard baru akan mempertimbangkan untuk menikahinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Happy Reading and Enjoy~

Sudah lebih dari dua jam Luna hanya berdiam diri di depan meja rias, memperhatikan penampilannya yang jauh dari pribadinya sendiri. Dress merah dengan belahan dada dan punggung yang terbuka, wajahnya bahkan dihias dengan make up tebal. Mencoba menutupi umurnya yang masih 19 tahun, dress itu sendiri di atas lutut dengan bentuk yang melekat pada tubuhnya seolah-olah dress itu lem yang melekat erat. Di ranjangnya tersedia tas selempang yang besar tapi tidak terlalu mencolok.

"Berjalanlah seolah-olah kau berada di karpet merah, goyangkan pinggulmu dan busungkan dadamu. Ingat, kau harus percaya diri saat mengatakan 'dimana ruangan Allard berada? Aku ingin menemuinya, tolong katakan padanya bahwa aku kekasihnya' pada sekretaris Allard nanti. Buat dia mempercayai bahwa kau memang benar-benar kekasih Allard. Nah, setelah masuk ke ruangan Allard kau tunjukkan taringmu, bahkan jika Allard menyuruhmu menari untuk merayunya kau harus melakukannya. Ingat, kau harus melakukannya!"

Pesan mommynya tadi sebelum wanita tua itu pergi mengantarkoan ke dokter seperti biasa.

Sekarang? Apa yang akan dia lakukan? Bagaimana mungkin dirinya bisa bersikap sebagai wanita penggoda seperti itu, oh ya Tuhan bahkan ... bahkan mencium laki-laki saja dia belum pernah. Oh, mungkin pernah sekali, tetapi itu dulu sewaktu dirinya kecil dan seharusnya itu tidak bisa dikatakan sebagai ciuman sebab bibir mereka hanya bersentuhan dengan sentuhan seringan bulu.

"Setelah masuk nanti kau juga harus bersikap layaknya kenalan lama, bersedih ketika dia tidak mengenalimu lalu menyalahkannya. Berjalan ke arahnya dan duduk di pangkuannya, ulurkan telunjukmu ke dagunya dengan sikap mesra lalu ucapkan, aku sedih kau tidak mengenaliku. Dan kau mengucapkannya harus dengan nada yang manja. Buat dia terkesan padamu, Luna. Setelah menyentuh dagunya bersandarlah di dadanya, elus dadanya dengan manja dan katakan kau sangat merindukannya. Untuk hari ini saja buang sikap malu-malu mu itu, buang sikap polosmu. Mommy akan menunggu kehadiranmu dengan membawa berita gembira. Jika kau berhasil ini juga untuk dirimu sendiri, mommy tidak bisa membantu lebih jauh lagi. Ingat itu!"

Luna menghela napas perlahan ketika ucapan mommnya terngiang, kembali ia menatap dirinya di cermin dan seorang wanita yang cantik dan seksi balas menatapnya dari pantulan cermin. Dirinya terlihat berbeda, kembali menghela napas Luna memejamkan matanya. Apapun yang terjadi nanti jangan sampai mereka mengusirmu dengan cara yang tidak hormat. Itu pesan ibunya tadi. Kepercayaan dirimu mengantarkanmu pada kesuksesan.

Luna menatap jam dinding, sudah hampir memasuki waktu makan siang. Kesempatan yang bagus jika ia datang sekarang sebab karyawan lain akan beristirahat. Sebelum itu ia melatih jalannya, menggoyangkan pinggul dengan menggunakan heels tidaklah mudah. Ditambah dengan dressnya yang kekurangan bahan membuatnya tampak tidak percaya diri. Perlan-pelan ia melatih hingga langkahnya semakin mantap. Luna mengangkat dagunya dengan sikap arogan, ah ... ternyata seperti ini wanita-wanita kelas atas itu bersikap.

Meskipun dahulu kehidupannya lumayan tetapi Luna tidak pernah bersikap layaknya anak Ceo. Tidak pernah menggunakan uang yang diberikan Daddy untuk party ataupun berbelanja barang-barang mewah, dan sekarang bolehkah ia merasa menyesal setelah kebangkrutan mencekik keluarganya? tetapi sepertinya tidak perlu menyesali hal yang sudah berlalu.

Luna meraih tas selempangnya, berjalan dengan penuh percaya diri untuk menghentikan taksi. Allard Washington akan menerima kejutan hari ini.

***

Luna berhenti di halaman Washington Corp, menatap gedung pencakar langit itu dengan napas tertahan. Tuhan ... berikanlah ia kekuatan. Dirinya akan menemui pemilik gedung ini, jangan tanyakan apa yang terjadi pada debaran di dadanya yang mendobrak bertalu-talu. Kedua kakinya sudah melemas, tetapi mengingat wajah tua John langkahnya menjadi mantap. Dikenakannya kaca mata berwarna coklat tua miliknya lalu melangkah dengan arogan, tak lupa menaikkan dagunya dengan sikap angkuh.

"Antarkan aku ke ruangan Allard." Berhasil, nada serta sikapnya terlihat angkuh saat berbicara dengan resepsionis wanita yang berada di sana. Luna membuka kaca matanya, mendorong sebagian rambutnya kebelakang.

Resepsionis itu tersenyum ramah. "Bisa saya tahu Anda siapa, Nona?"

Luna melirik arlojinya dengan gaya tidak sabar. "Aku kekasihnya, dia menyuruhku datang. Jangan mempersulit keadaan dan tunjukkan saja diamana ruangannya, jika aku telat karirmu akan berakhir."

Masih dengan senyuman resepsionis itu berkata, "Maaf nona, saya tidak bisa memberitahu Anda ruangan Tuan Allard, karena satu hari ini saja banyak sekali wanita-wanita seperti Anda yang datang dan mengaku sebagai kekasihnya. Jika Anda tidak memberitahu nama Anda maka kami akan menganggap Anda telah berbohong. Dan tentunya kami tidak akan segan-segan menyuruh Anda kembali pulang."

Hah? Kenapa bisa jadi begini. Seharusnya ia tau tidak semudah itu untuk bertemu dengan Allard, tetapi tidak menyangka bahwa akan sesusah ini. Ia pikir dengan berpura-pura menjadi wanita dewasa dan kaya semua akan berjalan lancar. Jika menyebutkan namanya sudah pasti dia akan gagal.

"Luna, aku baru saja pulang dari inggris." Ia menatap resepsionis itu dengan pandangan sinis. "Dan tidak tau apa yang akan dilakukan Allard jika melihat kalian membiarkanku menunggu. Aku baru saja tiba dan bahkan belum makan siang! berani-beraninya kalian membuatku menunggu."

Tidak terpengaruh oleh kata-kata Luna, resepsionis itu mengangkat gagang teleponnya. "Selamat siang dengan Casandra Andira dari meja resepsionis lantai dasar Washington Corporation, saya ingin memberitahu adakah jadwal temu Tuan Allard dengan seorang gadis yang bernama Luna? Gadis ini baru saja tiba di London dan menurut penuturannya Tuan Allard sendiri yang memintanya untuk datang."

Luna merasa seluruh tubuhnya melemah, ujung-ujung kakinya membeku. Bagaimana ini? Bagaimana ini? Sudah pasti resepsionis itu menelpon sekretaris Allard dan kebohongannya akan terborngkar lalu dia di seret satpam untuk keluar secara tidak hormat. Misinya gagal dan ia akan menikah dengan John berumur 60 tahun. Oh ya Tuhan ... tolonglah kali ini saja.

Wanita itu mendengarkan dengan seksama ucapan yang berada di seberang telepon lalu menoleh ke arah Luna. "Bisa kami tau siapa nama belakang Anda, nona?" tanyanya dengan nada yang masih terdengar ramah, tinggal menunggu waktu kapan nada itu berubah menjadi sinis saat mengetahui Luna berbohong.

Menelan ludah dengan susah payah, Luna menjawab dengan sedikit gemetar. "A-ananta," ujarnya yang dengan susah payah mencoba santai dengan mengucapkan, "Luna Ananta. Namaku Luna Ananta."

Resepsionis itu tersenyum lalu mengangguk ringan, mengucapkan nama Luna ke seseorang yang ditelpon. Tamat lah sudah, wajah resepsionis itu berubah kelam. Sinar lembut dari wajahnya seketika menghilang, meminta maaf dengan sopan karena mengganggu sekretaris Allard, resepsionis yang bernama Casandra itu meletakkan gagang teleponnya. Tersenyum kaku ke arah Luna, berbeda dengan senyuman yang tadi dia tampilkan.

"Maaf nona Luna, Anda tidak bisa menemui Tuan Allard karena nama Anda tidak termasuk dalam list jadwal temu Tuan Allard hari ini. Jika ingin bertemu dengannya buatlah janji terlebih dahulu."

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biaya Pengkhianatan
8.2
Tujuh tahun silam, Lorna yang merupakan pewaris hartawan menjadi penyelamat saat bisnis Rhett di ambang kehancuran. Berkat dukungan total Lorna, Rhett berhasil bangkit hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Namun, di tengah suasana romantis malam pengantin mereka, kebahagiaan itu sirna seketika. Rhett secara tak terduga menunjukkan sebuah kontrak misterius yang mengungkap motif tersembunyi di balik pernikahan manis mereka selama ini.
Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
9.6
Hidup eksekutif muda Davina Hadinata hancur setelah menjalin hubungan dengan Aria Wardana yang ternyata beristri. Aria memfitnahnya hingga ia menganggur, sementara bisnis ayahnya bangkrut akibat skandal sang kakak. Tragedi memuncak saat istri Aria bunuh diri, memicu dendam Rajata Bagaskara. Rajata menodai Vina hingga hamil sebagai balasan atas kehilangan keponakannya. Di tengah penderitaan dan kemiskinan, Vina berjuang bertahan hidup demi harapan yang tersisa.
Sampul Novel Dia Memilih Kebohongan, Aku Memilih Pergi
8.9
Setelah perjuangan panjang, aku berhasil menemukan adik iparku yang sekarat. Saat bergegas ke rumah sakit, aku terlibat tabrakan dengan mobil sport merah. Pengemudinya yang angkuh menuntut ganti rugi miliaran rupiah dan mengaku sebagai istri dari pewaris keluarga Blakely yang kaya raya. Aku terpaku menyadari bahwa wanita itu adalah selingkuhan suamiku sendiri, Nixon. Kini aku terjebak dalam dilema antara menolong adik Nixon atau membalas pengkhianatannya.
Sampul Novel Dicerai Suami, Dipinang Sultan
9.2
Dunia Asha runtuh saat Raka, suaminya yang model terkenal, menceraikannya demi karier. Pernikahan tiga tahun itu berakhir karena Asha dianggap beban. Di tengah rasa sakit, hadir Rafael Adiwangsa, duda konglomerat sekaligus wali murid di sekolah tempat Asha mengajar. Rafael menawarkan kasih sayang yang jauh berbeda dari masa lalu Asha yang kelam. Mampukah Asha menyembuhkan luka hatinya dan menerima cinta pria berkuasa ini saat dirinya merasa tidak punya apa-apa lagi?
Sampul Novel MEMBALAS HINAAN BAPAK
9.6
Sumi terus menerima hinaan dari sang ayah karena belum bekerja meski sudah disekolahkan tinggi. Dibandingkan dengan adiknya yang hidup terjamin, Sumi merasa terluka hingga doanya terjawab saat bertemu Hiraka Yamada, bos otomotif ternama. Namun, di tengah jalan menuju kesuksesan, Sumi kehilangan Zaki, sahabatnya yang pergi membawa perasaan cinta terpendam. Akankah kejayaan barunya membawa kebahagiaan sejati saat separuh hatinya terasa kosong?
Sampul Novel My Bastard Boss
8.3
Hidup Nayra hancur saat sang mantan kekasih menyerahkannya kepada pria asing. Lima tahun berlalu, ia justru terjebak bekerja untuk Xabiru, atasan yang ternyata adalah sosok yang merusaknya di masa lalu. Kini, Xabiru menuntut hak atas putri mereka, sementara Chrisyan kembali memohon ampun. Terjepit di antara dendam dan luka lama, haruskah Nayra memaafkan mereka atau membalas sakit hatinya? Kebenaran kelam lima tahun silam kini mulai terungkap.