APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel You Are The Apple Of My Eye

You Are The Apple Of My Eye

Kirana merasa janggal saat terpilih menjadi rekan tari Rangga Ferdinand untuk ajang bergengsi di Swiss. Padahal, ia sempat terjatuh akibat kram kaki saat ujian pirouette berlangsung. Keberhasilan ini memicu tanda tanya besar dalam benaknya. Apakah ini sekadar keberuntungan belaka, atau ada campur tangan dari Rangga, sang Danseur tersohor sekaligus pemilik sekolah balet internasional tersebut? Rahasia di balik keputusan ini mulai menghantuinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Kamu Kirana?”

Kirana mendongak dari formulir yang sedang diisinya. Ia sedang duduk sendiri dikelas dan sedang menunggu Yola yang membelikan makanan untuk mereka berdua. Kirana dan Yola memutuskan untuk makan dikelas, berbeda dengan para Balerina dan Danseur kelas Advanced yang lebih memilih makan di lapangan atau di kantin.

“Iya.” Jawab Kirana.

Kirana tidak menyangka pemuda ganteng yang banyak bertanya kepada Mrs. Nita melakukan percakapan dengannya. Pemuda itu sedang duduk didepan Kirana, kedua tangannya dikaitkan didepan dadanya sambil menatap Kirana tampak penasaran.

“Aku Revan.” Kata Revan, memperkenalkan diri dengan singkat, dan ia tahu Kirana pasti sudah mengetahui namanya dari absensi tadi, sama seperti dirinya yang mengetahui Kirana yang terkenal dikalangan para instruktur dari absensi.

Kirana mengangguk. “Bisa saya bantu?” Tanya Kirana.

Tiba tiba Revan tertawa, Kirana mengerutkan keningnya bingung.

“Kamu sangat formal.” Kata Revan setelah menguasai diri. “Gak usah formal karena kita akan sekelas.” Revan berhenti sebentar sambil membetulkan posisi duduknya. “Kau tahu aku penasaran dengan tarianmu, kau sangat terkenal karena nilaimu paling tinggi.” Lanjutnya

“Aku gak terkenal dan nilaiku sama seperti murid disini.” Ujar Kirana.

Kirana tidak tahu apa yang dibicarakan Revan. Nilainya paling tertinggi dan ia terkenal. Betulkah itu. Kirana baru mengetahuinya. Kirana memang tidak melihat data nilai secara menyeluruh di kelas Advanced karena ia terlalu senang dengan hanya lolos masuk ke sekolah BBI. Tiba tiba ia teringat sikap Mrs. Nita kepadanya waktu absensi. Benarkah ia terkenal?

“Ayolah jangan merendah.” Kata Revan sambil menarik lengan kaos turtleneck abu abunya, namun tatapannya tidak beralih dari Kirana. “Semua instruktur memuji tarian baletmu, dan aku sangat penasaran bagaimana rasanya menari denganmu, mungkin saja kita bisa berpasangan untuk menari di kompetisi di Swiss.” Lanjut Revan sehingga membuat Kirana tercengang mendengar kalimat frontal yang dilontarkan Revan yang ingin berpasangan dengannya, padahal baru kenal.

“Kirana akan menari balet denganku.” Sahut seseorang yang baru datang.

Kirana berpaling kearah orang itu. Rangga Ferdinand melangkah menghampiri mereka. Kirana semakin tercengang dan ia tidak bisa mengatakan sepatah katapun saking terkejutnya melihat orang yang diidolakannya berada satu ruangan dengannya. Rangga Ferdinand sangat tampan. Jantung Kirana berdegup kencang melihat ketampanan Rangga Ferdinand. Rambutnya yang hitam dan kulitnya yang putih juga hidungnya yang macung seakan terpatri didalam benak Karina, bahkan Rangga Ferdinand lebih tampan ketika melihatnya langsung. Ia memakai kemeja putih dengan outer sweater hitam berlengan panjang dan celana hitam.

“Sang Profesional sebaiknya memilih kelas Profesional daripada kelas Advanced.” Saran Revan, kedua matanya berubah dingin.

“Aku yang memilih pasanganku sendiri.” Kata Rangga ketika berhenti didepan Revan yang sudah berdiri dari tempat duduknya ketika melihat Rangga, kedua mata Rangga sama dinginnya dengan Revan

“Tentu saja, gak ada yang melarangmu, tapi semua orang pasti akan membicarakanmu karena kau nepotisme.” Ejek Revan, ia tersenyum sinis.

Rangga tidak mengatakan apa apa, tatapannya berubah tajam kearah Revan.

Tunggu dulu. Apa Rangga dan Revan saling kenal? Mereka terlihat seperti bermusuhan. Pikir Kirana. Kirana berdiri dari kursinya tanpa mengatakan sepatah katapun karena ia tidak mengerti apa yang terjadi diantara Rangga dan Revan. Dan apa maksud Rangga barusan. Rangga ingin menari berpasangan dengannya. Tidak mungkin. Ini pasti mimpi. Kirana menelan ludahnya, ia tidak tahu harus melakukan apa.

“Rangga!” Seru seorang perempuan.

Semua berpaling kearah perempuan itu. Perempuan itu sangat cantik dan berwajah blasteran. Rambutnya berwarna coklat dan digerai sampai punggung. Ia memakai rok mini hijau muda, dan blouse putih berlengan pendek. Perempuan itu menghampiri dan sebelum ia berhenti ia melihat kearah Kirana agak lama, lalu ia berpaling kearah Rangga.

“Latihan akan dimulai kenapa kamu pergi ke kelas Advanced.” Kata Perempuan itu, ia berpaling kearah Revan ketika mengatakan kata terakhir seolah menyindir kalau kelas Advanced dibawah kelasnya.

“Avery Claudia long time no see.” Ucap Revan, ia tahu sindiran yang diarahkan kepadanya. “Kau gak berubah, gak kangen padaku?” Tanya Revan.

Avery tertawa. “Kau kemana saja Revan, kenapa baru kesini?”

“Bukan aku baru kesini tapi Rangga yang gak suka aku disini.” Sindir Revan kepada Rangga.

Rangga memincing. “Kau lupa kau melakukan kesalahan kepadaku.” Katanya dingin.

“Kau yang melakukan kesalahan bukan aku.” Tukas Revan sama dinginnya.

“Sudahlah, bisakah kalian lupakan masa lalu?” Tanya Avery melihat tatapan tajam dari Rangga dan Revan.

Tidak ada tanggapan dari Rangga dan Revan, mereka masih saling bertatapan tajam. Kirana terdiam mematung. Ia tahu seharusnya pergi dari situ karena ia tidak mau ikut campur masalah masa lalu pertemanan. Ia menyadari dari sejak Rangga datang, Rangga tidak melirik kearahnya meskipun Rangga berbicara ingin berpasangan dengannya. Entah mengapa hati Kirana merasa kecewa. Tiba tiba Rangga melangkah pergi tanpa mengatakan apa apa, dan tanpa melirik kearah Kirana. Avery melihat Rangga pergi, sebelum ia mengikuti Rangga pergi ia melihat kearah Revan, mereka saling berpandangan sesaat lalu Avery melangkah pergi.

Setelah Rangga dan Avery keluar dari kelas Advanced, suasana hening menguasai ruangan itu. Kirana kembali duduk dikursinya, ia merenung setelah apa yang dilihatnya tentang Rangga Ferdinand barusan. Ïa tidak menyangka sikap Rangga Ferdinand seperti itu kepadanya seolah ia tidak ada. Kekecewaan bercampur rasa kesal meliputi hatinya. Ia bahkan tidak mengatakan apapun kepada Revan, ia sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Kirana!” Seru Yola, ia berlari menghampiri sambil membawa dua kotak makan siang. Kirana mendongak melihat Yola, dan ia merasa lega karena temannya sudah datang.

Revan berpaling kearah Kirana. “Aku tetap ingin berpasangan denganmu, please pikirkan tawaranku.” Kata Revan sebelum Yola sampai, tampak permohonan terpancar dari kedua matanya sebelum ia berpaling dan melangkah pergi.

Apa apaan itu? Kenapa Kirana merasa ia diperebutkan. Sebenarnya apa yang terjadi dan kenapa Rangga bisa tahu tentang dirinya. Sebaiknya ia mencari tahu daripada ia merasa bodoh karena diperebutkan oleh dua orang yang Kirana belum kenal. Untuk Rangga mungkin ia kenal sedikit melalui TV dan Internet.

“Kirana, aku lihat Rangga Ferdinand keluar dari kelas Advanced, apa yang terjadi?” Tanya Yola ingin tahu, ia melirik kearah Revan pergi. “Kenapa Revan berbicara kepadamu?” Tanya Yola lagi.

“Revan ingin berpasangan denganku.”

“Apa!” Seru Yola tampak tidak percaya. “Lalu Rangga?”

“Entahlah.” Jawab Kirana. Ia tidak mengatakan kalau Rangga juga ingin berpasangan dengannya. Ia tidak yakin karena melihat sikap Rangga seperti itu kepadanya. Rasa kecewa dan kesal masih menguasai hatinya.

“Kamu beli apa?” Tanya Kirana sengaja mengalihkan pembicaraan. Kirana tidak mau membicarakan Rangga atau kejadian barusan yang menganggap seolah ia tidak ada, selain itu perutnya sudah lapar.

“Aku beli cheese rice fried dan mango jus.” Jawab Yola, namun ia masih penasaran sehingga ia angkat bicara lagi. “Kirana, apa yang terjadi barusan, kenapa Rangga kesini?”

“Kita makan dulu.” Sahut Kirana sambil mengambil makanannya.

“Tapi….”

“Mmm….” Kirana menggeleng sambil mengunyah dan menunjuk nunjuk makanan didepan mereka bermaksud makan dulu kepada Yola sehingga menghentikan pertanyaan Yola yang tampak masih penasaran. Yola mengalah dan mengambil makanannya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terkurung dalam pernikahan tanpa cinta akibat paksaan ibu Ravian. Sebagai pemimpin perusahaan yang dingin, Ravian Aditya Maheswara hanya menganggap hubungan ini kewajiban belaka. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian berubah drastis. Alih-alih setuju, ia justru mulai mempermainkan perasaan Nayara, menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan tepat saat ia ingin pergi menjauh dari bayang-bayang pria itu.
Sampul Novel Dia Mendanai Wanita Lain Menggunakan Uangku
8.9
Demi menguji kesetiaan Ethan Wilson, Julissa Palmer menyamar sebagai karyawan biasa. Namun, Ethan malah mengira Noreen adalah pewaris Grup Palmer yang asli. Sambil terus menghina Julissa, Ethan diam-diam merayu Noreen demi harta. Puncaknya, di pesta mewah perusahaan, Ethan berlutut melamar Noreen di depan media. Ia yakin Noreen adalah sang putri kaya yang sedang menyamar. Ethan tidak menyadari bahwa pemilik Grup Palmer yang sesungguhnya adalah Julissa.
Sampul Novel ISTRI KONTRAK SANG CEO
8.0
Masa berlaku pernikahan kontrak antara Rehan dan Merry hampir usai, namun benih cinta justru mulai tumbuh di hati sang CEO. Meski Rehan enggan jujur, Merry tetap bersikeras mengakhiri ikatan perjodohan orang tua mereka. Di tengah ketegangan itu, seorang model cantik hadir menggoda Rehan saat isu perceraian merebak luas. Merry berusaha ikhlas melepaskan segalanya, sementara Rehan terjebak dilema antara mengungkap perasaan atau membiarkan Merry pergi selamanya.
Sampul Novel Obsesi Kencan Buta Sang Pewaris
8.0
Livia tak menyangka perannya menggantikan sahabat di kencan buta akan berujung petaka. Sikap cerianya justru memicu obsesi Damien Remington, pewaris tunggal konglomerat yang angkuh dan misterius. Situasi memburuk saat Livia menghilangkan jam tangan miliaran milik Damien, membuatnya terjerat dalam permainan kekuasaan pria kejam itu. Kini, ia terjebak dalam lingkaran emosi dan sisi gelap Damien, berjuang keras untuk lepas dari jeratan obsesi yang kian mengikatnya.
Sampul Novel Partner Satu Malam Jadi Istri Kontrak
8.0
Dahulu bintang ice skating, masa depan Alessa hancur saat sang ayah menjualnya pada pria misterius demi melunasi utang judi. Usai malam itu, Alessa hamil lalu diusir keluarga hingga mengalami keguguran akibat jebakan wanita licik. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali untuk membalas dendam pada Jovian Arsenio Heide, pria dari masa lalunya. Namun, Jovian justru menawarinya pernikahan kontrak. Di tengah kasih sayang Jovian, Alessa harus menghadapi kekejaman ibu mertua dan obsesi wanita lain.
Sampul Novel Pernikahan kontrak (cinta)
9.7
Demi uang, Tamara Utami setuju menjalani pernikahan kontrak dengan Adam Malik, pengusaha kaya yang terdesak tuntutan keluarga. Namun, keputusan ini membawa penderitaan bagi Tamara akibat perlakuan ibu mertuanya. Saat Tamara ingin mengakhiri kesepakatan karena merasa salah melangkah, Adam justru mengancamnya dengan denda penalti yang fantastis. Meski terjebak dalam hubungan dingin dan penuh kebencian, Tamara kini berani menantang otoritas sang suami.