APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel YOUNG MASTER'S FAVORITE HIGH SCHOOL GIRL

YOUNG MASTER'S FAVORITE HIGH SCHOOL GIRL

Bab
Bagikan

Bab 2

Sementara di sisi lain, Surya kini sudah sampai warung kopi yang biasa dirinya kunjungi. Warung tersebut sudah dijadikan seperti rumahnya, karena kapan pun Surya pasti kesitu untuk bermain dengan teman-temannya yang berjudi.

"Woew, Surya! Kok kamu baru kesini, dan kenapa wajah kamu cemberut kayak gitu. Apa istrimu sedang memarahi dirimu di rumah?" ujar salah satu temannya yang bertanya kepada Surya.

"Bukan masalah itu, tetapi Tuan Rendra datang ke rumahku untuk menagih hutang. Saya pun bingung harus membayar pakai apa, sedangkan di rumah saja aku tidak mempunyai uang sama sekali," ujar Surya yang telah curhat kepada temannya.

"Maaf, kalau masalah uang saya juga tidak bisa membantu. Soalnya diriku sendiri juga seorang penjudi, bahkan aku mau melunasi hutang-hutangku sendiri saja sudah keberatan," Surya curhat bukannya dikasih solusi, malah di curhati itu temannya juga.

"Tadinya saya mau curhat. eh, malah dicurhatin balik, terus gimana ini? Bagaimana kalau rumahku nanti jadi di sita oleh Tuan Rendra yang terkenal galak itu," justru surya malah mengkhawatirkan jika rumahnya sampai disita.

"Ya kalau rumahmu di sita ya tinggal cari kontrakan barulah, gitu aja di bikin ribet. Yang penting judi dulu ya kan," temannya Surya itu tidak merasa ikutan khawatir terhadap temannya.

"Tinggal cari kontrakan mah gampang, yang susah itu bayar kontrakan. Kamu pikir bayar kontrakan itu pakai daun apa? Hingga kamu bilang kalau diusir tinggal cari kontrakan," segalak-galaknya Surya, dia lebih takut jika tidak mempunyai tempat tinggal.

"Iya juga ya, bentar saya carikan solusi. Walaupun sebenarnya saya juga tidak punya solusi untuk diri saya sendiri," temannya Surya pun nampak memikirkan sesuatu.

"Mikirnya yang benar, jangan asal-asalan kayak tadi. Yang ada pikiran saya malah terbebani kalau mendengar ucapanmu kayak tadi itu," kini Surya pun membiarkan temannya untuk berpikir sesuatu.

Temannya itu berpikir selama 5 menit. "Bagaimana udah dapat solusi belum? Mikirnya jangan lama-lama ya! Soalnya sebentar lagi Tuan Rendra itu pasti bakalan menagih hutangnya lagi," Surya menagih solusi kepada temannya.

"Saya ada sedikit solusi sih, apa kamu tidak punya barang berharga gitu untuk dijual? Soalnya hanya itu solusi yang saya pikirkan," ucap temannya Surya yang bertanya kepada Surya.

"Saya pun bingung harus menjual apa, sedangkan di rumah saya memang tidak ada apa-apa. Barang-barang berhargaku sudah habis kujual di saat butuh uang untuk judi, makanya setelah barangku habis baru berhutang kepada Tuan Rendra.

Temannya itu pun nampak memikirkan sesuatu lagi. "Malang kali nasibmu, saya mempunyai ide lagi, tapi saya takut jika kamu tidak akan pernah setuju. Karena ini sangat beresiko kepada keluargamu," Surya yang tadinya nampak bersedih kini matanya kembali berbinar.

"Apa solusinya? Cepat katakan pada saya. Pasti saya akan melakukan apapun untuk membalas hutang ku dalam jangka dekat waktu untuk Tuan Rendra," Surya seakan memaksa untuk diberikan solusi.

"Baiklah, saya akan mengatakannya sekarang juga. Bagaimana kalau kamu menjual anak perempuan saja, pasti kamu mendapatkan untung yang banyak. Apalagi Anakmu itu seorang gadis, pasti laku mahal untuk dijual," temannya Surya itu langsung memberi solusi kepada Surya.

"Tidak ada solusi yang lain kah? Soalnya Naila itu anak saya satu-satunya. Bagaimana saya bisa menjual kepada orang lain begitu saja," Surya nampak ragu jika menjual anaknya.

"Kalau begitu kamu memikirkan cara lain saja sendiri, jika tidak tega menjual anakmu. Saya sudah susah payah untuk berpikir, hanya itu jalan satu-satunya untuk membebaskanmu dari Tuan Rendra," temannya pun tidak bisa membantu lagi untuk berpikir.

Surya pun langsung terdiam, hingga kini sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. "Tapi jika apa salahnya ya jika saya sampai menjual Naila, kan dia itu anakku sendiri. Benar ucapanmu teman, pasti dia laku mahal soalnya dia seorang gadis. Tadi memang saya sempat ragu-ragu, tetapi tidak ada cara lain selain itu," Surya pun sudah mulai menyetujui ucapan temannya.

"Bagus teman," ujar temannya Surya sambil menepuk pundak Surya. Temannya langsung tersenyum karena sudah berhasil memberi Surya ide yang sangat baik.

"Terima kasih teman, saya akan memanfaatkan idemu. Kalau begitu saya permisi dulu ya mau pulang," pamit Surya.

"Hati-hati di jalan teman, semoga rencanamu berhasil. Saya hanya bisa membantu untuk mendo'akan, selebihnya kamu yang menjalankan," ucap temannya sambil tertawa jahat.

Kini Surya pun langsung melangkah kakinya untuk menuju pulang ke rumahnya, Surya nampak tersenyum jahat karena sudah di beri ide oleh temannya.

______

15 menit kemudian, kini Surya sudah sampai di rumahnya. Surya yang tau tentang hal itu tentu saja langsung masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Naila! Naila! Kamu dimana?" Surya yang baru sampai rumah langsung mencari Naila.

Istrinya yang mendengar tentu saja langsung muncul. "Naila ada di dalam kamar Pak, Kenapa bapak malah mencari Naila. Habis dari mana bapak ini kok baru pulang," berbagai macam pertanyaan dilontarkan oleh Chika kepada surya yang merupakan suaminya.

"Ga perlu tahu kamu, kalau saya habis dari mana, pokoknya yang terpenting sekarang ini saya harus bertemu dengan Naila. Jadi jangan halangi saya untuk bertemu dengan Naila," bukannya menjawab pertanyaan istrinya, Surya malah pengen bertemu Naila dengan cepat.

"Emang Naila mau diapain Pak, kok kayaknya bapak serius banget mau bertemu dengan Naila. Bapak kan baru sampai, alangkah baiknya bapak istirahat dulu. Apa bapak mau dibuatkan kopi dulu," tawar istrinya.

"Hahhhh! tidak perlu. Aku tidak ingin apa-apa selain Naila. Apa kamu mendengar ucapanku? Apakah kamu tuli?" Surya semakin memberontak untuk bertemu dengan Naila.

"Saya kan sudah bilang kalau Naila berada di dalam kamar. Tapi saya mohon jangan ganggu dia, soalnya dia lagi belajar. Jika bapak menemui Naila sekarang, pasti dia akan terganggu dan malah tidak berkonsentrasi," istrinya berusaha untuk menghalangi.

"Aku tidak peduli! Minggir kamu dari sini. Jangan halangi jalanku," bentak Surya.

"Ibu sudah bilang jangan ganggu Naila, bapak kok malah tidak mengerti sih. Ingat umur Pak, bapak ini udah tua, jadi jangan kasar-kasar terhadap anak dan istri. Ntar bapak malah kena karma loh, soalnya karma itu pasti selalu ada," Chika berusaha untuk menasehati suaminya, walaupun ucapannya itu tidak pernah didengarkan oleh suaminya.

Surya pun semakin tidak peduli, kemudian langsung melangkahkan kakinya untuk menuju kamar Naila. Apalagi kamar Naila itu tidak jauh dari jaraknya, jadi dengan cepat Surya sudah sampai di depan kamar anaknya.

"Naila! Bukain pintu untuk bapak. Ada hal yang perlu bapak bicarain sama kamu, Jadi bapak mohon keluarlah dari kamarmu," teriak Surya dari luar kamar Naila.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangunkan Aku Dengan Cintamu
9.7
Dijual miliaran demi menikahi Eric, taipan yang koma, Emily menjadi bahan cemoohan. Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh dengan adik angkatnya, ia bertekad membalas dendam melalui pernikahan ini. Emily membuktikan kemampuannya dengan merebut penghargaan medis yang dicuri darinya dan menghukum orang tua angkatnya yang kejam. Saat Eric sadar, ia tidak mengusir Emily, melainkan memuja sang istri sambil mengungkap rahasia besar yang selama ini tersembunyi.
Sampul Novel Cinta Sangkarku, Bukan Keselamatan
8.6
Kirana Adiwijaya mengira hidupnya sempurna sebagai pewaris agribisnis dengan suami idaman, Bima. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap: Bima memiliki keluarga tersembunyi bersama Rania yang selama ini dianggap tewas. Orang tua Kirana ternyata mendanai kebohongan ini dan berencana menyingkirkannya dengan obat penenang dosis tinggi. Menyadari cinta mereka hanyalah sangkar mematikan, Kirana berhenti menjadi korban. Ia kini siap membalas dendam lewat permainan yang jauh lebih berbahaya.
Sampul Novel Kontrak Kedua, Istri Bayangan Sang Pewaris
9.7
Pasca kecelakaan tragis, Aurora Ellis terbangun di tubuh yang asing sebagai istri kontrak Damian Aldridge, sang pewaris bisnis yang manipulatif. Karir cemerlangnya di masa lalu kini berganti menjadi peran sebagai istri kedua yang dituntut memberikan ahli waris. Terjebak dalam intrik elit penuh rahasia berdarah, Aurora yang ambisius menolak untuk tunduk begitu saja. Bisakah ia bertahan di pernikahan gelap ini saat perasaan mulai tumbuh di tengah luka dan konspirasi?
Sampul Novel Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya
8.0
Pasca dikhianati dan dijebak dalam cinta satu malam, Alisa kembali ke kotanya membawa anak kembar. Ia bekerja di bawah Marvin, CEO brilian yang ternyata menjalani kehidupan ganda sebagai Primus untuk menyembunyikan jati dirinya. Takdir menjadi rumit saat Alisa menyadari Primus adalah pria dari masa lalunya. Kini ia terjepit di antara dua identitas pria yang sama. Akankah rahasia Marvin terbongkar? Bagaimana reaksi sang CEO saat tahu ia sudah memiliki dua anak?
Sampul Novel Penikmat Sepupu Sendiri
8.7
Ethan Eduardo adalah miliarder Casanova yang memandang wanita sebagai hiburan sementara di tengah kesibukan bisnis legal dan ilegalnya. Kehidupan dinginnya terusik saat sepupunya, Ruby Seraphina Vogue, hadir mengejar cintanya dengan tulus. Namun, hubungan terlarang ini terhalang oleh restu keluarga, karena orang tua Ruby telah menjodohkannya dengan pria lain. Mampukah Ethan membuka hati dan memperjuangkan Ruby di tengah konflik keluarga serta perjodohan itu?
Sampul Novel persahabatan
8.6
Dalam ranah sastra modern, cerpen hadir sebagai bentuk prosa unik yang merangkum berbagai narasi fiktif penuh makna. Karya ini menyajikan jalinan cerita rekaan yang mendalam namun ringkas, sesuai dengan karakteristik utamanya sebagai cerita pendek. Melalui pendekatan naratif yang padat, pembaca diajak menyelami dunia imajinasi yang dirancang khusus untuk menyampaikan pesan emosional serta dinamika hubungan manusia dalam format tulisan yang sangat efisien.