APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Young Master's Love

Young Master's Love

Hidup Zeana berubah drastis saat seorang pria tampan misterius muncul dan memohon tempat tinggal kepadanya. Meski mengira pria itu gelandangan, Zeana terpaksa menampungnya di rumah. Tanpa disadari, sosok yang kini tinggal bersamanya adalah putra CEO dari perusahaan tempatnya bekerja. Rahasia besar mulai terkuak saat identitas aslinya terungkap. Mengapa tuan muda kaya raya tersebut begitu terobsesi untuk mendekati Zeana yang sederhana?
Bab
Bagikan

Bab 2

Zeana bersiap-siap untuk melajukan kendaraannya, hingga gerakan tangannya terhenti ketika ia menyadari sesuatu. Pemuda yang belum ia ketahui siapa namanya itu tiba-tiba saja didekati oleh seorang wanita dewasa yang mungkin usianya jauh di atas Zeana. Penampilannya begitu sangat seksi dan menggoda, dengan belahan dada yang memantul-mantul ke berbagai arah. Wanita itu pun tak segan-segan meraba-raba tubuh pemuda itu tanpa adanya perlawanan sedikitpun.

Sial! Tidak bisakah dia menepisnya sedikit saja? umpat Zeana di dalam hati.

Ingin sekali Zeana mengabaikan pemandangan yang merusak mata itu dan terus fokus pada tujuannya untuk pulang, namun perkataan pemuda itu kembali terngiang-ngiang di dalam pikirannya.

'Aku masih perjaka dan belum terjamah, Tante. Tidak perlu memberi uang asal bisa mendapatkan tempat tinggal dan juga makanan.'

Deg! Wajah Zeana perlahan memucat. Jika memang tujuan pemuda itu adalah untuk bisa bertahan hidup, kehadiran wanita dewasa itu secara tiba-tiba sudah pasti sangat dibutuhkannya.

***

"Wah! Kau sungguh sangat tampan! Berapa usiamu?" goda wanita itu sambil terus menelusuri dada pemuda itu yang begitu rata dan juga tegap. Ketampanan yang dimiliki, sudah mampu menarik banyak perhatian darinya sejak tadi.

"Aku masih berusia 22 tahun, Tante." Pemuda itu menjawab dengan polosnya. Tidak merasa risih ataupun terganggu dengan tangan si wanita yang terus bergerak dengan berani.

"22 tahun?" pekiknya tak percaya. "Tidak mungkin! Perawakan tinggi dan tubuh tegapmu jauh di atas rata-rata. Apa mungkin kau memiliki seorang papa yang memiliki bentuk tubuh seperti ini?"

Pemuda itu mengangguk dengan ramah sambil tersenyum. "Papaku bukan berasal dari negara ini. Banyak yang mengatakan, jika perawakanku yang besar begitu sama dengannya."

"Wah! Pantas saja!" puji tante-tante itu dengan senang. "Kenapa kau bisa berada di tempat ini, Sayang? Apa kau mau ikut bersama denganku? Aku tak sengaja mendengar percakapan kalian dari kejauhan. Mendengar wanita itu sama sekali tidak menginginkanmu, tentu aku merasa sangat kasihan. Aku bisa memberikan apapun yang kau mau."

Pemuda itu pura-pura terpana. "Benarkah?"

"Tentu saja!" Wanita itu segera menggenggam tangan sang pemuda dengan reaksi tidak sabar. "Sebagai gantinya, kau harus menjadi milikku dan mengikuti apapun yang kuperintahkan. Tenang saja, aku pasti akan mengajarimu secara perlahan, dan memberikanmu segalanya. Bukankah itu yang kau inginkan?"

"Lepaskan tanganmu dari pemuda itu, Wanita berbaju kurang bahan!" Zeana menepis tangan nakal itu, dan menarik si pemuda untuk menjauh dan menempatkannya tepat di belakang tubuhnya.

"Tante ... ?" Pemuda itu pura-pura takjub dengan kedatangan Zeana, meskipun sebenarnya diam-diam ia sudah mengetahui jika Zeana tidak jadi pergi dan lebih memilih menghampiri dirinya kembali.

"Hei! Bukankah tadi kau tidak ingin menerima pemuda ini untuk ikut bersamamu?" Protes wanita itu dengan marah.

"Itukan tadi, bukan sekarang," dalih Zeana tanpa rasa takut.

"Tapi tetap saja pemuda itu kini sudah menjadi milikku! Dia sudah setuju untuk ikut denganku!"

"Oia?" Zeana bersedekap dada dengan penuh ketenangan. "Siapa namamu?" tanya Zeana pada si pemuda tanpa mengalihkan perhatiannya pada wanita itu.

Sungguh menjijikkan. Bisa-bisanya wanita ini meraba-raba pemuda polos ini dan akan menjadikannya sebagai alat pemuas nafsu secara terang-terangan.

"Namaku adalah Revan, Tante."

Zeana mendelik. "Jangan memanggilku Tante, aku masih muda tahu!"

Wanita itu pun tertawa. "Lihat! Mungkin wajahmu sudah terlihat sangat tua sehingga dia bisa memanggilmu dengan sebutan itu."

"Kau pikir Revan memanggilmu dengan sebutan apa, hah?"

"Aku akui memang sudah menjadi tante-tante di usia 38 tahun ini. Jadi, bukanlah sebuah masalah bagiku jika menginginkan Revan. Sedangkan kau ... Apa tujuanmu yang sebenarnya dengan tiba-tiba sekali ingin mendapatkan pria muda itu, hah? Padahal sesaat sebelumnya kau sudah menolak dan sempat melukai hatinya."

"Setidaknya pikiranku sama sekali tidak kotor dan berniat untuk menyelamatkannya. Tidak seperti kau!"

Revan menatap kedua wanita itu secara bergantian, lalu tersenyum. "Jadi, siapa sebenarnya yang akan membawaku pulang?"

"Tentu saja aku!"

"Tidak! Aku yang akan membawanya pulang!" Zeana tak mau kalah.

"Oke, begini saja. Biarkan dia yang memilih, dengan siapa dia akan ikut pulang." Wanita berpakaian seksi itu tiba-tiba saja mengusulkan sehingga Zeana mulai dihinggapi rasa khawatir. "Revan, sebenarnya kau ingin sekali ikut dengan siapa?"

"Dengan siapapun. Asalkan mau menampungku dan juga membiayai seluruh hidupku," ungkap Revan terus terang.

Zeana menganga. Kenapa membiayai tidak ada dalam ucapan pemuda itu ketika di awal mereka bertemu?

"Kau dengar itu? Apakah kau tidak merasa keberatan untuk membiayai segala hidupnya, hah?" tantang wanita itu lagi.

"Tidak! Siapa yang keberatan?" Zeana mulai terpancing dengan permainan ini. "Jika dia memilihku, maka aku akan bersedia untuk menanggung segala hidupnya. Jadi Revan, cepat kau pilih sebenarnya ingin hidup bersama dengan siapa?"

Revan mengamati keduanya secara bergantian. Wanita itu dengan tatapan matanya yang menggoda, sedangkan Zeana dengan segala keresahannya.

Bagaimana mungkin Zeana tidak merasa resah. Jika Revan ikut dengan wanita itu, Zeana hanya takut jika hidup Revan akan hancur. Meskipun Zeana sendiri tidak tahu akan seperti apa kehidupannya nanti jika Revan tiba-tiba saja ingin ikut bersamanya.

Revan tiba-tiba mendekat, memeluk pinggang Zeana dari arah samping selayaknya anak kecil yang meminta perlindungan kepada ibunya. "Aku lebih memilih pulang bersama dengan Tante."

Zeana nyengir, meski bertolak belakang dengan jantungnya yang berdebar hebat karena mendadak dipeluk seperti ini. Sungguh! Pelukan ini sangat jauh di luar prediksi.

"Kau dengar itu?" Zeana mulai menyombongkan diri sambil bersedekap dada. "Sejak awal Revan sudah memilihku. Dan meskipun kutinggalkan, dia tetap berharap jika aku akan kembali untuknya."

Wanita itu menggeram, merasa tidak terima. Namun ia tidak mungkin memaksakan kehendak yang hanya akan mempermalukan dirinya sendiri. "Baiklah, aku kalah hari ini. Dan untukmu, Revan. Jika wanita ini tidak menginginkanmu lagi, jangan lupa segera hubungi aku." Sambil menyodorkan sebuah kartu nama yang berisikan alamat rumah beserta nomor teleponnya.

"Baik, Tante. Aku pasti akan segera menghubungimu jika sudah tidak dibutuhkan lagi." Revan menerima kartu itu dengan senang hati, membuat Zeana jengkel.

Kenapa sikap pria muda ini begitu polos dan tak ada takut-takutnya?

Dan wanita itu pun akhirnya pergi, setelah melempar senyuman penuh makna ke arah Revan yang terasa sangat menjengkelkan hati.

"Cepat lepaskan pelukanmu dariku!" perintah Zeana dengan galak.

Revan menurut, ia segera melepas pelukan itu. "Apa aku sungguh boleh ikut denganmu, Tante?"

"Lalu aku harus bagaimana? Setidaknya sampai aku tahu siapa kau sebenarnya dan apa yang sebenarnya kau inginkan dariku."

Revan tersenyum. "Aku hanya menginginkan Tante."

Ya Tuhan! "Jangan panggil aku Tante lagi!" jerit Zeana dengan frustasi. Rasanya ia ingin sekali berkaca. Apakah setua itu wajahnya hingga Revan tak bisa berhenti untuk memanggilnya dengan sebutan Tante? "Mulai sekarang, panggil aku Zeana saja."

"Baiklah." Revan tersenyum. "Aku akan memanggilmu dengan sebutan Zee agar kita terlihat semakin akrab. Bagaimana?"

Zeana mengerucutkan bibirnya dengan sebal. Apa-apaan itu, hah? Memotong namanya dengan seenaknya jidat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Boss Dingin
9.7
Zahra Aiza Naadhira sempat mengalami penolakan saat melamar di Perusahaan Haidar karena penampilannya yang berbusana Muslimah. Namun, sang bos akhirnya berubah pikiran karena melihat potensi besar Zahra untuk memajukan bisnisnya. Alvino Daffa Haidar, pemilik perusahaan terkaya di Indonesia, dikenal sangat dingin terhadap wanita. Menariknya, ayah Alvino ternyata menjalin kerja sama bisnis dengan ayah Zahra, yang menambah kerumitan hubungan mereka.
Sampul Novel Budak ranjang tuan muda
8.2
Demi ambisi bisnis, Rian tega menjual kekasihnya, Renata, kepada pemuda kaya bernama Albert. Mahasiswi pertanian ini dipaksa menjadi pemuas nafsu Albert setiap hari, bahkan saat pria itu sedang murka. Namun, kebencian berubah menjadi cinta. Albert akhirnya bertekad menjadikan Renata pendamping hidupnya. Ia rela menentang restu orang tua serta membatalkan pertunangan dengan wanita pilihan keluarganya demi melindungi hubungan mereka.
Sampul Novel DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM
9.3
Tiga tahun Hana mengabdi sebagai istri penurut bagi Bima, namun hatinya tetap dingin. Pernikahan tanpa sentuhan itu akhirnya kandas setelah kakek Bima wafat, membuat Hana diceraikan demi kekasih pilihan suaminya. Di tengah keterpurukan, takdir mempertemukannya dengan Matheo. Sebuah kesalahpahaman fatal membuat Hana dituduh sebagai mata-mata oleh bos kejam tersebut, sebuah pertemuan yang lantas menjungkirbalikkan seluruh sisa hidupnya.
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta, Ini Hanya Kontrak
7.9
Demi menyembunyikan kelemahan pribadinya, Arga Satria Wicaksana memutuskan untuk mencari seorang istri sewaan. Tak disangka, keputusan kontrak tersebut membawa perubahan drastis dalam hidupnya. Penyakit kronis yang telah membelenggu Arga selama bertahun-tahun secara ajaib mulai membaik berkat kehadiran wanita yang ia bayar tersebut. Hubungan formal ini pun menjadi kunci kesembuhan yang selama ini mustahil ia dapatkan dari pengobatan mana pun.
Sampul Novel Keluar dari Kepompong
8.7
Emma Fowler kembali ke tanah air setelah tiga tahun, namun ia justru berakhir di ranjang Nathan Tate sebagai pendamping. Nathan terpesona tanpa menyadari identitas asli Emma. Saat Emma menagih janji pernikahan lama mereka, Nathan menolak dingin dan menganggapnya hanya saudara. Kecewa, Emma memutuskan hubungan sepuluh tahun itu. Namun, saat ia hendak pergi selamanya, Nathan justru berlutut memohon agar Emma tidak meninggalkannya dan menepati janji lama mereka.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan Istri yang Agung
9.5
Bram mengkhianati cinta tulus istrinya demi Hesti yang tiba-tiba muncul. Di tengah vonis kanker dan duka kehilangan orang tua, sang istri dipaksa bercerai atas tuduhan palsu. Setelah memalsukan kematian demi lepas dari penderitaan, ia melepaskan identitas lamanya yang lemah. Tiga tahun berlalu, ia bertransformasi menjadi Aurora Morgan yang berkuasa. Kini ia kembali untuk menuntut balas atas segala luka dan penghinaan yang pernah Bram torehkan di masa lalu.