APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara Pekerjaan Rahasiaku Dan Cintanya

Antara Pekerjaan Rahasiaku Dan Cintanya

Meri terpaksa melakoni profesi pembunuh bayaran demi uang karena sulit mencari kerja. Mike adalah satu-satunya orang yang mengetahui rahasia kelam ini. Meski Meri mencintai sahabatnya itu, ia memilih memendam rasa demi menjaga pertemanan, apalagi Mike sudah memiliki kekasih seorang model cantik. Namun, pertemuan tak terduga dengan seorang dokter tampan di rumah sakit mulai menggoyahkan hatinya. Siapakah sebenarnya belahan jiwa yang ditakdirkan untuk Meri?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sebagai Bos Mafia besar dan kuat di ‘Jaringan Bawah Tanah,’ Tuan Andrew tidak akan tinggal diam bila ada orang yang berlaku curang kepada bisnis yang digeluti dan dicintainya itu.

Aku berjalan dengan sangat cepat, kedua kakiku yang jenjang telah memudahkanku untuk berjalan. Aku memasuki sebuah perkampungan yang sangat kumuh. Jalanannya sangat sempit, hanya bisa dilalui oleh satu buah motor saja.

Aku memarkirkan kuda besiku di sini, agak jauh memang. Aku sengaja melakukannya agar tidak mudah terdeteksi bila jauh dari tempat lokasi targetku.

Aku menaiki kuda besiku sejenis motor matic. Aku menyamarkan identitasku sebagai perempuan normal pada umumnya. Lagi-lagi hal ini kulakukan agar tidak mudah terendus oleh siapapun.

****

Sesampainya aku di rumah peninggalan kedua orang tuaku, aku menjatuhkan bobot tubuhku di atas kursi sofa yang masih sangat empuk itu. Aku adalah seorang anak tunggal. Hidupku di dunia ini hanya sebatang kara, semenjak kedua orang tuaku meninggalkanku untuk selama-lamanya dari dunia ini, aku sudah terbiasa melakukan semua hal seorang diri.

****

Aku kini berada di dalam kamarku, aku menghempaskan tubuhku di atas Kasur kesayanganku, kedua mataku menerawang menatap langit-langit kamarku yang dingin ini.

Tiba-tiba saja ….

Drrt, drrt, drrt.

Ponsel yang kuletakkan di atas nakas di pinggir ranjang bergetar. Tertera di depan layar ponsel, Tuan Andrew is calling, aku pun menekan tombol hijau pada layar di ponselku itu.

(Bagus sekali kerjamu itu. Aku merasa sangat puas, satu menit lagi akan kutransfer sisa pembayaranmu)

Tut.

Tanpa menunggu jawaban dariku, Tuan Andrew sudah keburu menutup panggilannya.

“Hoamh,”aku menguap, malam ini aku sangat kelelahan dan aku sangat mengantuk. Lebih baik aku segera memejamkan mataku agar aku segera masuk ke dalam alam mimpi terindahku. Transferan Tuan Andrew atas sisa komisiku melalui aplikasi M-Banking besok saja kuperiksanya.

Trilit, trilit, trilit.

Suara alarm yang berasal dari jam digital miniku yang kuletakkan di atas nakas di samping ranjangku berbunyi mengeluarkan bunyi alarm yang cukup nyaring.

Aku terbangun dari mimpiku, aku terduduk di pinggir ranjang, aku meraih jam digital mini itu, lalu aku menekan tombol untuk mematikan suara alarm yang sangat berisik itu. Aku melihat angka pada jam, ternyata baru pukul 3 pagi, mungkin aku telah salah saat menyetting jam alarm padanya.

“hm,” aku menghela nafas, aku terduduk di bibir ranjang.

Dor, dor, dor.

Tiba-tiba saja suara tembakan terdengar memecah keheningan, prang, prang, prang, suara kaca jendela yang pecah karena telah terkena beberapa tembakan peluru tepat di kamarku.

Gegas aku menundukkan kepalaku, aku bersembunyi di bawah kolong ranjang. Aku berguling masuk ke dalamnya dengan sangat cepat. Aku membuka sebuah pintu kecil yang sudah kusiapkan dari jauh-jauh hari, bila hal buruk seperti ini terjadi pada diriku.

Menjadi seorang pembun*h bayaran tentu saja akan menciptakan banyaknya musuh baru dalam hidup kita. Banyak sekali orang yang tidak menerima bila orang-orang terkasih mereka meninggalkan mereka dari dunia ini dengan cara sad*s. Meski aku sudah berusaha untuk melenyapkan barang bukti sebaik mungkin, tapi di dunia ini tidak ada yang Namanya kejahatan yang sempurna.

Mau tidak mau aku dituntut untuk siap menerima semua hal buruk yang mengerikan seperti ini.

Aku memasukkan kode untuk membuka kunci pintu rahasia ini. 6 angka yaitu angka kelahiranku agar aku mudah untuk mengingatnya.

Dengan sigap aku masuk ke dalam ruangan tersembunyi itu, tak lupa aku pun segera menutupnya dengan sangat rapat dan menguncinya kembali agar para pembun*h bayaran yang disewa oleh para korbanku itu tidak bias memasuki ruang rahasia ini.

Aku berjalan menelusuri Lorong gelap di bawah tanah ini. Sengaja kubuat gelap agar tidak ada orang yang mencurigainya. Aku sudah melakukan banyak latihan untuk menyelusuri jalan bawah tanah ini, jadi tidak ada kendala yang berarti saat aku melewatinya.

Aku melalui beberapa belokan, karena banyaknya pipa saluran air, jadi Lorong ini sengaja dibuat berbelok-belok.

“Hei, cepat cari ke semua sudut ruangan, cari orang itu sampai dapat! Baik dalam keadaan hidup atau pun mati, aku tak peduli! Cepat bawa dia ke hadapanku!” titah salah seorang pria pembunuh bayaran yang sedang menenteng senjata api laras Panjang di tangan kanannya.

Meskipun aku berada di bawah tanah, tapi aku bisa mendengar dengan jelas suara yang berasal dari dalam rumahku. Aku sudah memodifikasi hal ini dari jauh-jauh hari.

“Huh,” aku menghentikan langkahku, aku ingin mengetahui apa yang akan mereka lakukan selanjutnya bila mereka tak dapat menemukanku.

Pembunuh bayaran dari dalam rumah berjumlah sekitar 4 orang, mereka mencari ke seluruh penjuru ruangan rumah. Beberapa detik suasana sempat hening.

“Target tidak kita temukan dimana pun. Bagaimana selanjutnya apa yang akan kita lakukan?” suara bariton seorang pria akhirnya memecah keheningan.

“Bakar saja rumahnya! Bila kita tak kunjung menemukannya dimana pun, kita anggap saja kalau orang itu mat* terpanggang di dalam rumahnya sendiri,” sahut pembun*h bayaran yang lain.

“Apa? Mereka akan membakar rumah kesayangan peninggalan orang tuaku tercinta! Tapi aku tidak memiliki banyak waktu untuk menghentikan mereka, semua senjataku ada di dalam sebuah lemari rahasia di dalam kamarku.. dan pastinya aku hanya akan bun*h diri bila aku keluar dari sini!” gumamku sembari memikirkan langkah selanjutnya.

“Oke, kita buat saja seolah-olah ada kebocoran gas di rumah ini! Cepat segera pergi ke dapur! Buat gas di rumah ini bocor!”

"Aku akan segera pergi ke dapur, aku punya kejutan kecil untuk mereka!" seru Putra penuh antusias.

"Oke!”

Beberapa orang mulai membuat sandiwara untuk membuat bocor tabung gas yang ada di rumah ini.

“Bagaimana, apa sudah selesai?”

“Sudah!”

“Baik, kalau begitu ayok kita segera pergi dari sini!”

“Hm, mereka pasti akan segera menemb*kkan peluru ke dalam rumahku untuk meledakkan rumahku tentunya, tidak ada waktu lagi, aku tidak akan sempat lagi untuk menyelamatkan rumah ini, lebih baik aku segera menyelamatkan diriku sendiri.”

Aku pun bergegas melangkah dengan sangat cepat untuk segera meningglkan Lorong bawah tanah rumahku.

Terlihat lubang yang bercahaya oleh pantulan sinar lampu, ya itulah jalan keluarku dari Lorong ini. Aku segera keluar dari Lorong ini dan aku pun bergegas untuk memasuki semak-semak. Aku bersembunyi di sini sembari mengintip keempat pembun*h bayaran itu dari kejauhan.

Setelah mereka berjarak sekitar 10 meter dari rumahku, mereka menemb*kan peluru ke dalam rumah yang sudah penuh dengan gas itu.

Dor!

Suara tembakan peluru yang ditembakkan melesat dengan sempurna.

Duarrrrr!

Setelah tembak*n melesat. berikutnya diikuti oleh suara ledakan yang terdengar begitu memakakkan telinga. Rumah peninggalan orang tuaku meledak dan juga terbakar, asap mengepul pekat ke udara, kini rumah almarhum kedua orang tuaku hanya tinggal kenangan saja.

“Bravo!” teriaknya salah satu pembunuh itu. Tak beberapa lama kemudian, mereka meninggalkan kediamanku dengan menaiki sebuah mobil van berwarna putih.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beauty and The Mafia
8.4
Hidup Rosetta Alighieri hancur saat ia diculik oleh mafia kejam, Marco Botticelli. Ia menjadi tawanan akibat fitnah saudara kembarnya, Caritta, yang menuduhnya mencuri kalung pusaka Marco. Di tengah intrik berbahaya, benih cinta tak terduga justru tumbuh di antara mereka. Saat Marco menawarkan sebuah komitmen serius, Rosetta terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia menerima pria kriminal itu dan terjun ke dunia gelap yang penuh risiko demi perasaan yang mulai tumbuh?
Sampul Novel Escape
8.1
Emily Watson, model cantik yang terancam bahaya, berada dalam lindungan Ethan Davis, pemilik perusahaan keamanan elite di London. Dr. Watson menyewa jasa Ethan demi menjaga rahasia besar putrinya, sebelum ia ditemukan tewas mengenaskan tanpa kepala. Di tengah pelarian dan ancaman pembunuhan, Ethan dan Emily harus menghadapi trauma masa lalu mereka yang kelam. Akankah cinta yang lahir dari kegelapan ini mampu menyelamatkan mereka dari intrik mematikan yang mengintai di setiap sudut kota?
Sampul Novel Gairah Sang Bodyguard
8.7
Venus Harristian, penyanyi pop ternama, terancam bahaya setelah menyaksikan kejahatan besar. Demi melindunginya hingga hari kesaksian di pengadilan, Dion Elang Juliandra, seorang polisi, direkrut menjadi pengawal pribadinya. Namun, kedekatan intens menumbuhkan perasaan terlarang di antara mereka. Padahal, baik Venus maupun Dion telah memiliki pasangan dan terikat janji pernikahan masing-masing. Di tengah teror, mereka terjebak antara kesetiaan dan gairah cinta yang sulit tertahan.
Sampul Novel MAGIC CARD
8.8
Isamu Kenichi, bajak laut penakluk delapan samudra, ditelan paus raksasa saat mengarungi Samudra Hitam yang misterius. Di sana, ia menemukan buku pusaka Magic Card dan memperoleh kekuatan Weredragon dari para penjaga kartu tersebut. Namun, kekuatan ini menuntut bayaran besar. Isamu kini memikul tugas berat untuk membasmi pasukan Werewolf haus darah, yang ternyata adalah mantan awak kapalnya sendiri yang telah disihir oleh iblis jahat.
Sampul Novel Obsesi Mafia Tampan
9.0
Haruka Arsya terjebak dalam karier model dewasa yang tak diinginkannya hingga ia diculik oleh penggemar fanatik bernama Agaskara Angkasa. Terobsesi memiliki Haruka sepenuhnya, pria itu nekat menggunakan obat terlarang demi memutus hubungan sang idola dengan kekasihnya. Haruka mencoba melarikan diri, namun situasi kian pelik saat musuh Agaskara menjadikannya sandera. Kini, ia harus bertahan di tengah konflik mafia dan obsesi gila yang mengancam nyawanya.
Sampul Novel Pejuang LDR
8.8
Rencana pernikahan Dissa dan Daniel terancam saat Daniel memilih menjadi dokter relawan di medan perang Gaza. Hubungan jarak jauh mereka awalnya lancar, namun Daniel tiba-tiba hilang kontak. Di tengah kekhawatiran, Dissa menerima foto Daniel bersama Jesika, mantan sahabatnya. Dissa pun bimbang apakah harus membatalkan pernikahan atau tetap percaya, tanpa mengetahui fakta sebenarnya yang menimpa Daniel di sana. Akankah cinta mereka bertahan di tengah konflik dan kecurigaan?