APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Api Dendam di Masa Lalu

Api Dendam di Masa Lalu

Ditinggalkan mati dalam mobil yang terbakar oleh Arifin, suamiku sendiri, demi menyelamatkan selingkuhannya adalah akhir hidupku yang tragis. Ternyata, insiden itu merupakan pembunuhan berencana untuk merebut warisanku. Kini, aku terbangun kembali di masa kuliah dengan ingatan utuh. Melihat wajah Arifin yang tampak polos, aku menyadari busuknya niat pria itu. Takdir memberiku kesempatan kedua untuk membalas dendam dan menghancurkan mereka yang telah mengkhianatiku.
Bab
Bagikan

Bab 3

Arifin POV:

Aku terbangun dengan napas terengah-engah, keringat dingin membanjiri seluruh tubuhku. Jantungku berdebar kencang, seolah baru saja berlari maraton.

Kepalaku pusing. Aku melihat sekeliling.

Ini... ini kamarku. Kamar asramaku.

Poster-poster band favoritku masih menempel di dinding. Tumpukan buku arsitektur berserakan di meja belajar.

Aku bangkit, berjalan ke cermin.

Bayanganku muncul. Wajahku terlihat jauh lebih muda. Tidak ada lagi kerutan di dahi, tidak ada lagi sorot mata lelah yang dulu selalu kulihat di cermin.

Aku menyentuh pipiku. Halus. Tidak ada lagi janggut tipis yang biasanya menghiasi wajahku.

Aku melihat ke luar jendela. Pemandangan kampus yang ramai. Mahasiswa-mahasiswa berjalan kaki, tertawa, bercanda.

Ini... ini masa kuliah?

Aku memejamkan mata, mencoba memahami apa yang terjadi.

Aku ingat semuanya. Kecelakaan itu. Natania. Liana. Rekaman suara. Penangkapan.

Dan kemudian, cahaya terang.

Apakah ini reinkarnasi?

Aku melihat ke cermin lagi. Aku adalah diriku yang dulu. Diriku yang masih muda, yang masih penuh harapan.

Yang belum bertemu Natania.

Atau, apakah aku sudah bertemu dengannya?

Jantungku berdebar kencang. Aku harus mencarinya. Aku harus menemukan Natania.

Aku harus menebus dosaku.

Aku keluar dari kamar, berjalan menyusuri koridor asrama. Kulihat mahasiswa-mahasiswa lain. Wajah-wajah yang familiar, tapi juga asing.

Aku berjalan ke kantin. Ramai.

Aku mencari-cari. Mencari Natania.

Dan kemudian, aku melihatnya.

Dia duduk di meja sudut, sendirian. Membaca buku.

Rambutnya panjang, tergerai indah. Wajahnya bersih, tanpa riasan. Matanya yang indah menatap buku dengan serius.

Dia adalah Natania. Natania yang dulu. Natania yang kucintai.

Aku berjalan mendekat, jantungku berdegup kencang.

"Natania?" gumamku, suaraku bergetar.

Dia mendongak, menatapku. Matanya yang indah, yang dulu selalu memancarkan kehangatan, kini terlihat dingin. Tidak ada emosi.

Dia tidak mengenalku.

"Ya?" tanyanya, suaranya pelan.

Tidak. Dia mengenalku. Dia hanya tidak ingin mengenalku.

Aku duduk di depannya, menatapnya dengan lekat.

"Ini aku, Arifin," kataku, mencoba tersenyum.

Dia menatapku dengan dingin. "Maaf, aku tidak mengenalmu."

Tidak mengenaliku? Aku adalah suaminya!

"Kau... kau tidak ingat?" tanyaku, suaraku bergetar.

Dia mengerutkan kening. "Ingat apa?"

Tidak. Dia tidak ingat. Atau dia pura-pura tidak ingat?

"Kita... kita pernah menikah," kataku, suaraku hampir tidak terdengar.

Dia tertawa, sinis. "Kau bercanda? Aku bahkan belum pernah berpacaran."

Aku menatapnya. Matanya memang dingin. Tidak ada kehangatan yang dulu selalu kulihat di sana.

Dia membenciku.

Tentu saja dia membenciku. Aku yang meninggalkannya mati.

"Natania, aku... aku menyesal," kataku, suaraku pecah.

Dia menatapku dengan tatapan kosong. "Maaf, aku harus pergi."

Dia bangkit, membawa bukunya, dan berjalan pergi.

Aku mencoba meraih tangannya, tapi dia menghindariku.

Dia meninggalkanku. Sama seperti aku meninggalkannya di mobil yang terbakar itu.

Aku terduduk sendirian di kantin, melihat punggungnya yang menjauh.

Penyesalan itu datang lagi, menghantamku dengan keras. Lebih keras dari sebelumnya.

Aku telah menghancurkan hidupnya. Dan kini, dia menghancurkan hatiku.

Aku harus menebus dosaku. Aku harus mendapatkan pengampunan darinya.

Aku akan melakukannya. Aku akan mengubah takdir kami.

Aku akan melindunginya. Aku akan mencintainya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Benci Jadi Tayang Tayang
9.2
Karra Bella Atmadja terjebak dalam dilema cinta segitiga rumit dengan teman kecilnya, Darayan Noah Tedja. Masalahnya, Noah justru mencintai Kanaya, sementara Kanaya sendiri telah lama ditaksir oleh sepupu Bella yang bernama Raquello. Ketidakpastian menyelimuti hubungan mereka karena sikap Noah dan Naya yang sulit jujur. Saat Bella mulai lelah berjuang dan menyerah pada perasaannya, siapakah yang akhirnya akan saling memiliki dalam romansa dewasa muda ini?
Sampul Novel Dominasi Yang Disengaja
8.1
Tiga tahun membina rumah tangga, Dahlia Nicholson memilih untuk menceraikan suaminya, Dustin Rhys. Bagi Dahlia yang kini berada di puncak kesuksesan, Dustin hanyalah beban yang tidak berguna dalam hidupnya. Namun, di balik sikap angkuhnya, ia tidak menyadari sebuah kenyataan pahit. Segala pencapaian luar biasa dan kekayaan yang ia miliki saat ini sebenarnya hanyalah hasil dari campur tangan serta dukungan rahasia sang suami yang selama ini ia remehkan.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Ulang tahun ke-35 Declan Montereau berubah drastis saat Elio, bocah empat tahun bermata abu-abu, muncul di depan pintunya dan mengaku sebagai putranya. Sebagai pebisnis sukses yang skeptis terhadap komitmen, Declan kini terpaksa menghadapi kenyataan yang mengguncang logika. Kemiripan fisik Elio tak terbantahkan, memicu pencarian mendalam tentang siapa wanita dari masa lalunya yang tega menyimpan rahasia sebesar ini sekaligus meninggalkannya tanpa kata.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan
9.7
Dua tahun berlalu sejak putus, Cica yang kini berusia dua puluh tahun harus menghadapi kenyataan pahit bertemu kembali dengan Soleh, mantan kekasihnya saat SMA. Pertemuan mereka jauh dari kata romantis karena Cica terperosok ke selokan berlumpur akibat asyik bermain ponsel. Alih-alih langsung menolong, Soleh justru menggoda Cica dengan gombalan receh yang memancing emosi. Tak terima, Cica menarik Soleh hingga mereka berdua sama-sama kotor oleh lumpur busuk itu.