APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Asisten Pribadi CEO yang Terlalu Mempesona

Asisten Pribadi CEO yang Terlalu Mempesona

Demi membalas budi sahabat yang membiayai pengobatan anaknya, Wilona Anastasia bertahan menjadi asisten Marten Dewangga Yanuardi. Meski Marten adalah CEO muda yang arogan dan keras kepala, pesona Wilona perlahan melunakkan sifat kekanakannya hingga ia terobsesi pada asistennya itu. Namun, sebuah rahasia besar membayangi hubungan mereka yang kian intens. Akankah cinta Marten tetap bertahan saat mengetahui bahwa Wilona sebenarnya adalah seorang janda beranak satu?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Pak, saya mohon!!! Jangan lakukan itu, Pak. Saya mohon jangan!!!" rengek Lona sambil berusaha melepaskan diri. Namun, usahanya gagal. Tenaganya tak sebanding dengan tenaga Pak Raymond yang jauh lebih besar.

"Kamu milik saya malam ini," gumam Pak Raymond dengan ekspresi yang tidak bisa digambarkan.

"Jangan!!" teriak Lona sambil menendang daerah vital Pak Raymond. Tentu saja laki-laki itu tersungkur sambil memegangi alat kelaminnya yang terasa linu. Sedangkan Lona tidak mau menyia-nyiakan momen berharga ini untuk segera kabur.

Dengan langkah secepat yang ia bisa. Lona terus menjauh dari ruangan terkutuk itu. Hosh. Hosh. Hosh. Nafasnya pun tersengal-sengal. Rasanya seperti hendak terputus. Sedang kakinya sangat berat untuk ia angkat dengan lebih cepat. Mungkin karena tenaganya sudah habis karena sudah digunakan seharian ini.

"Lona berhenti!!! Sekali kamu pergi!! Saya pecat kamu sekarang juga!!" teriak Pak Raymond yang ternyata malah mengikuti Lona dengan menahan rasa ngilu yang masih mendera di selangkangannya.

Jelas saja Lona semakin merasa ketakutan. Apalagi, menurut kabar burung yang beredar. Pak Raymond adalah lelaki mata keranjang yang tidak suka ditolak wanita. Dia akan tega melakukan apapun demi melancarkan keinginannya tercapai. 'Nggak. Gue nggak boleh sampai tertangkap Pak Raymond. Gue harus bisa lolos dari lelaki hidung belang itu,' batin Lona sambil terus berlari.

Melihat tangga menuju lantai bawah berada tak jauh di depannya. Lona pun semakin mempercepat lariannya. Ia terus memaksakan kedua kakinya untuk bergerak ke depan. Walau itu rasanya sangat sulit. Bruk! Lona pun terjatuh saat menuruni tangga dengan terburu-buru.

"Aduh," pekik Lona sambil memegangi kakinya yang terkilir.

"Hahaha. Kamu pikir. Kamu bisa lari dari saya Lona?" ujar Pak Raymond dari ujung tangga paling atas.

"Pak Raymond," gumam Lona seakan tidak percaya. Lalu ia pun segera bangkit. Kemudian dengan tertatih Lona menuruni satu demi satu anak tangga menuju lantai dua.

"Silahkan kabur, Lona. Kamu nggak akan sanggup berlari kencang. Hahaha," kata Pak Raymond lagi. Lona pun membenarkan ucapan atasannya itu. Namun, ia tidak boleh menyerah. Ia harus bisa mempertahankan kehormatannya sebagai wanita.

Untung saja jarak antara tangga ke lantai dua berdekatan dengan tangga menuju lantai satu. Jadi, Lona langsung berjalan cepat ke arah tangga itu tanpa membuang waktu lebih lama.

Hosh. Hosh. Hosh. Nafas Lona seakan sudah semakin menipis. Paru-parunya terasa sangat sesak sekali. Belum lagi langkah kakinya yang semakin melambat. Karena kakinya yang terkilir tak bisa digerakkan seleluasa biasanya.

"Hahaha. Berlarilah terus Lona saya akan segera menangkapmu," kata Pak Raymond sambil terus mengikuti Lona. Walau ia hanya berjalan biasa, tapi tetap saja bisa mendekati langkah Lona yang tertatih.

'Nggak. Nggak. Gue nggak boleh tertangkap. Gue harus bisa melepaskan diri,' tekad Lona dalam hati. Ia pun terus melangkahkan kakinya selebar yang ia bisa. Sambil sesekali Lona menoleh ke arah Pak Raymond yang semakin dekat dengannya.

"Lona. Oh, Lona. Kamu tidak bisa kemana-mana. Hahaha." Mendengar suara Pak Raymond yang semakin dekat. Lona terus berusaha berjalan melewati ruang resepsionis yang cukup luas.

'Loe bisa Lona. Loe bisa. Sedikit lagi loe bisa keluar dari kantor ini. Jangan menyerah Lon. Ayo, sedikit lagi,' ujar Lona menyemangati dirinya sendiri.

Melihat Lona semakin dekat dengan pintu keluar. Pak Raymond pun segera berlari mendekati arah yang sama. Namun, Lona pun tak mau tinggal diam. Ia tidak mau menjadi budak nafsu Bosnya itu. Makanya saat sebuah kursi tamu berada di sampingnya. Dengan sigap Lona menarik kursi itu lalu mendorongnya ke arah Pak Raymond.

Bruk!!! Pak Raymond pun langsung menabrak kursi itu hingga terjerembab ke depan. Melihat Pak Raymond tengah terjatuh di lantai. Lona segera menggapai handel pintu kaca yang berada di depannya. Ia pun menerobos pintu itu agar segera keluar.

"LONAA!!! AWAS KAMU!!!" teriak Pak Raymond sekuat tenaga. Saat ia hanya mampu memandangi Lona yang berhasil keluar.

Sampai di luar Lona pun tak menghentikan langkah kakinya. Apalagi ia tau persis jika sepeda motor yang biasa digunakannya. Merupakan pemberian Pak Raymond.

'Pastilah dia ngasih gue motor pun karena ada maksud lain. Dasar laki-laki,' batin Lona saat melirik motor hijau yang ia parkirkan di depan kantor.

Dengan susah payah Lona berjalan pulang. Untungnya hujan sudah reda dan jalan raya mulai ramai. Banyak diantara orang-orang itu keluar untuk mencari makan di angkringan sepanjang pinggir jalan. Setelah seharian mereka hanya terperangkap di dalam rumah karena di luar hujan sangat deras. Sambil berjalan tertatih Lona memegangi perutnya yang semakin keroncongan. Uang dikantong jaketnya hanya tersisa sekitar dua puluh ribu. Sedangkan, dia juga belum tau besok anaknya bisa makan apa dengan uang sedikit itu. Lona memilih untuk menahan rasa laparnya. Keramaian ini membuatnya cukup merasa tenang. Karena tidak mungkin Pak Raymond berani mengejarnya sampai disini.

Setelah beberapa saat berjalan. Lona berniat untuk menyebrang. Ia celingukan beberapa kali. Untuk memastikan tidak ada kendaraan yang akan melintas. Lona pun melangkah melewati garis zebra cross yang tersedia. Tetapi, batu sampai tengah-tengah. Mendadak matanya berkunang-kunang, kepalanya terasa berputar-putar dan akhirnya ia jatuh pingsan. Detik itu Lona tak sadarkan diri lagi. Ia hanya mampu mendengar suara decitan kendaraan mendekat diikuti oleh teriakan orang-orang di sekitarnya.

Waktu pun berlalu. Lona akhirnya tersadar di sebuah rumah sakit. Sambil membuka matanya ia memegangi kepalanya yang masih terasa berat.

"Aduh. Dimana aku sekarang?" gumam Lona.

"Loe di rumah sakit!" balas seorang lelaki dengan nada dingin. Lona pun langsung menoleh ketika mendengar suara yang cukup familiar itu.

"Loe? Apa yang loe lakuin sama gue?" Lona menatap lelaki itu dengan curiga.

"Heh? Harusnya pertanyaan itu buat elo. Kenapa loe harus pingsan di depan mobil gue yang mau melintas? Gara-gara elo gue hampir digebukin sama orang-orang yang ada di sana. Dasar cewek gila! Loe cuma pembawa sial tau nggak?" Mendengar itu Lona langsung beranjak. Ia melepaskan selang infus di tangannya dengan kasar.

"Jangan nge-judge orang sembarangan! Karena loe nggak tau apa-apa tentang hidup gue! Ngerti!" Lona segera pergi dari tempat itu dengan perasaan kesal. Di pintu masuk ia berpapasan dengan perawat yang tampak terkejut. Namun, Lona tak banyak bicara. Ia hanya melirik lelaki itu sekilas lalu melanjutkan langkahnya dengan amarah yang memuncak.

"Nona! Anda mau kemana? Kondisi anda belum sembuh benar," kata perawat yang tak digubris oleh Lona.

Akhirnya, Lona mengunakan sisa uangnya untuk naik bus pulang. Dia tak mungkin berjalan kaki. Karena kali ini jarak ke kosannya semakin jauh. Lona turun dari halte dan melanjutkan perjalanan yang hanya berkisar lima puluh meter saja. Kini ia merasa jauh lebih baik. Setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun, tiba-tiba langkah Natasha melambat. Keningnya pun berkerut sempurna. Ketika matanya menatap pintu kosannya yang sudah terbuka lebar dan dipenuhi banyak orang.

"Karen?!!" teriak Natasha sambil berlari cepat ke arah tempat itu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU
8.3
Delia, mahasiswi sederhana, terjerat asmara dengan Arkan, sang pewaris konglomerat. Namun, kebahagiaan itu sirna saat tunangan Arkan muncul dan mempermalukan Delia. Sikap Arkan yang diam membisu meninggalkan luka dalam. Empat tahun berselang, takdir membawa Arkan kembali sebagai CEO di kantor baru Delia. Di tengah bayang masa lalu, Delia harus memilih antara mengundurkan diri, bertahan, atau menuntut balas atas rasa sakitnya yang belum usai.
Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO
8.8
Terjebak tantangan teman saat mabuk, Prakas menghabiskan malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi utang ibunya. Setelah mengusir Miona, Prakas terkejut mendapati gadis itu adalah putri Pak Imam, sosok OB yang ia anggap ayah sendiri. Berniat menebus kesalahan, Prakas melunasi utang keluarga Miona dan memintanya berhenti dari dunia hitam. Namun, Miona yang terluka justru menolak belas kasihan itu dan bertekad membayar balik semuanya.
Sampul Novel En-PD181
7.9
Sebagai agen papan atas, karier saya terancam saat model pendatang baru Lucas menuntut pemecatan saya hanya karena masalah jaket. Dengan sombongnya, ia memamerkan hubungan spesialnya dengan pemilik perusahaan di tengah pesta. Namun, ia tidak menyadari siapa lawan bicaranya. Tanpa ragu, saya langsung menghubungi pria terkaya di negeri ini untuk mundur dari proyek film besarnya. Kini, nasib investasi mereka berada di ujung tanduk akibat keangkuhan tersebut.
Sampul Novel Harakat Cinta
8.9
Insiden di jalan raya menjadi awal takdir yang mempertemukan Jingga dengan Langit. Jingga adalah gadis tulus yang kerap menghadapi kemarahan ibunya, sementara Langit merupakan pemuda baik hati dari keluarga konglomerat yang akhirnya menjadi pasangan hidupnya. Perjalanan asmara mereka tidaklah mudah, karena keduanya harus menghadapi berbagai ujian hidup yang rumit dan menguras emosi demi mempertahankan ikatan cinta yang telah terjalin kuat.
Sampul Novel Istri Manis Tuan Jicko
9.8
Demi menuruti ambisi ibunda yang mendambakan cucu tanpa harus terikat pernikahan, Jicko menolak perjodohan dan memilih jalan pintas. Ia menawarkan sebuah kesepakatan khusus kepada Ameera untuk mengandung buah hatinya. Jicko yakin kontrak ini akan menguntungkan kedua belah pihak tanpa ada komitmen emosional. Namun, rencana yang semula tampak sederhana ini berubah menjadi pelik saat realitas hubungan mereka ternyata jauh lebih rumit dari dugaan.
Sampul Novel Menikah dengan Pria Lain Setelah Tunanganku Menunda Pernikahan
9.7
Tepat tiga hari sebelum hari bahagia, Eliana dikhianati oleh kekasihnya yang memilih menikahi teman masa kecilnya dengan alasan penyakit Alzheimer. Pacarnya meminta Eliana menunggu hingga wanita itu lupa segalanya. Tanpa air mata, Eliana mengambil langkah drastis dengan menghubungi keluarganya. Ia setuju menikahi pewaris keluarga Barton yang dikenal dingin melalui perjodohan lama. Eliana memastikan pria itu akan muncul di pelaminan bersamanya.