APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Assalamu'alaikum, Mas CEO!

Assalamu'alaikum, Mas CEO!

Hanif, pimpinan INANTA Group, bukanlah CEO angkuh pada umumnya. Ia adalah sosok religius yang mengutamakan ibadah di tengah kesuksesan. Namun, hidupnya berubah saat putrinya, Aisyah, bertemu Aida, seorang office girl yang sangat mirip dengan mendiang ibunya. Ikatan kuat antara Aisyah dan Aida membuat pertunangan Hanif dengan Soraya terancam gagal. Di antara tanggung jawab dan keinginan sang anak, ke manakah hati Hanif akhirnya akan memilih berlabuh?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Jadi namamu Aisyah?" tanya Ummi sesaat setelah mie instan dalam kemasan cup yang baru saja mereka makan itu telah habis.

"Hu uh. Masya Ummi lupa syiihh?" protes Aisyah.

"Kakak Ummi loh bukan Ummi. Nggak sopan, tau!" omel Ummi lagi masih keberatan dipanggil dengan nama saja oleh Aisyah.

"Ummi masya dipanggil kakak syiih?" balas Aisyah juga dengan mimik keberatan.

"Ya harus donk. Kakak Ummi, gitu!"

Kesalahpahaman di antara mereka masih saja berlanjut. Ummi yang dimaksud oleh Aisyah pastinya adalah ibu, sementara Ummi mengira Aisyah memanggilnya dengan panggilan nama saja tanpa tutur kata yang benar pada orang dewasa. Entah siapa orang tua anak ini, bisa ngajarin anak berhijab, tapi tak bisa mengajari anak memanggil orang dewasa dengan tutur kata yang benar, batin Ummi.

"Udah kenyang, kan? Sekarang kamu bilang, orang tua kamu kerja di bagian mana? Kakak antar kamu kesana!" ujar Ummi lagi.

"Ndak mau. Ais masyih mau main di syini," rengeknya.

"Aisyah, sekarang udah mulai sore, Sayang! Kakak juga masih mau kerja, biar cepat pulang. Udah deh, Kakak antar kamu ke mama kamu. Jadi Mama kamu ruangannya di mana?" tanya Ummi mulai sebal.

Aisyah menunjuk langit-langi pantry dengan jari telunjuknya.

"Di atas, hihihi!!!" jawab Aisyah dengan tawa khas bocahnya itu.

"Di atas?" tanya Ummi sambil manggut-manggut. "Ok, Kakak antar kamu ke atas! Ayo!"

Ummi menurunkan Aisyah dari pangkuannya. Setelah membuang cup mie instan ke tempat sampah dan mengelap meja yang sedikit kotor akibat tertumpah kuah mie, akhirnya Ummi siap mengantar anak itu ke atas.

"Ayo .... astaga, kamu kenapa, Dek ...?" pekik Ummi histeris.

Aisyah nampak berjongkok di lantai sambil memegangi perutnya. Peluh mengucur deras dari keningnya.

"Syakiiiit .... Ummi, sakiiiit. Pelut Ais syakiiitt ...," rintih gadis kecil itu.

"Dek! Dek!! Astaga, kamu kenapa? Tolong!Aduuuh ...."

Ummi jadi panik sendiri. Dia berniat bangkit dan ingin mencari pertolongan di luar, tetapi kemudian dia mengurungkan niatnya lagi karena tak tega meninggalkan Aisyah sendiri.

"Please, Dek! Jangan nakut-nakutin Kakak," seru Ummi panik.

Bagaimana ini? Teman-temannya sesama OB dan Office Girl pun entah kenapa saat ini satu pun tak ada yang terlihat.

Melihat kondisi Aisyah yang semakin mengucurkan keringat, gadis itu pun akhirnya memutuskan mengangkat tubuh Aisyah dan mengangkatnya keluar dari pantry.

Sementara itu di ruang monitor CCTV, Dian yang lalai dan menyebabkan putri bosnya hilang terbelalak melihat seorang Office Girl yang terlihat menggendong Aisyah. Dia yang sedang bertelepon dengan sang CEO itu menjadi memekik dan tak sadar telah membuat seorang ayah itu menjadi khawatir dan panik akan keadaan putrinya.

"Kenapa? Kenapa Dian? Apa yang terjadi?" tanya Hanif ikut panik.

"Nggak tau, Pak! Nggak tahu Ais kenapa. Ya ampun. Pak ...."

"Kenapa? Cepat ngomong!!! Ais kenapa?!!" bentak Hanif.

Hanif yang sebenarnya jarang bersikap kasar pada orang lain apalagi pada wanita, kali ini menjadi seperti orang yang kehilangan kontrol.

"I-itu. Ada Office Girl yang menggendong Ais dari ruang pantry, Pak. Sepertinyanya ada sesuatu yang terjadi pada Ais," ujar Dian melaporkan.

"Sekarang kamu bilang, dia dimana? Mereka dimana?!!" desak Hanif menjadi tidak sabar.

"Anu ... mereka ada di lantai berapa, Pak?" tanya Dian, ia berpaling pada petugas monitoring CCTV.

"Lantai 18, Mbak. Sekarang mereka kelihatannya akan naik lift," lapor petugas lelaki itu.

Hanif yang mendengar percakapan Dian dengan petugas itu di telepon menimpali dengan berteriak.

"Cek CCTV lift, mereka menuju ke lantai mana!" bentaknya.

"I-iya, Pak! Mereka menuju lantai berapa, Pak?" tanya Dian lagi pada petugas itu.

"Lantai dasar, Mbak," jawab petugas itu.

"Lantai sa ..."

Tuuttt .... tuuut ...

Belum selesai Dian berbicara, Hanif telah memutuskan sambungan telepon. Hanif telah mendengar jawaban petugas itu di telepon dan dia tak ada banyak waktu untuk mendengar jawaban ulang dari Dian. Dan kini dengan setengah berlari, Hanif melompati anak-anak tangga, bahkan melompati sampai tiga anak tangga sekaligus demi agar bisa turun dan mencapai lift.

Beralih ke Ummi, dia begitu panik dengan keadaan Aisyah. Anak itu nampaknya merasakan sakit yang teramat sangat di perutnya hingga dia bahkan tak kuat lagi untuk menangis dan merengek. Hanya sesekali terdengar suara rintihan dan kadang-kadang memanggil namanya.

"Ummi .... syakiiit ...." rintih Aisyah lirih dengan mata terpejam dan wajah terlihat meringis kesakitan.

Pikiran Ummi tak lagi jernih saat ini. Entah mengapa yang terpikirkan saat ini adalah segera membawa Aisyah ke rumah sakit. Tak terpikir lagi untuk memanggil security atau yang lainnya, yang kira-kira bisa membantunya. Seseorang yang tidak tahu mungkin akan berpikir kalau dia adalah ibu dari anak itu melihat tingkat kepanikan yang tinggi dan sangat terukir jelas di wajahnya.

"Sabar, Sayang. Kakak akan bawa kamu ke rumah sakit," ujar Ummi mencoba menenangkan sambil tangannya semakin erat menggendong Aisyah di pelukannya.

Dengan susah payah, Ummi membawa Aisyah hingga ke parkiran di mana dia memarkirkan sepeda motornya. Dan dengan penuh keyakinan masih dengan menggendong bocah itu di depan, Ummi memutar kunci dan menyalakan motornya.

"Sayang, pegangan ya! Peluk Kakak yang erat," suruhnya sambil menuntun tangan Aisyah untuk memeluk pinggangnya.

Hanya selisih beberapa detik, saat Ummi mulai menjalankan sepeda motornya, Hanif keluar dari dalam gedung dan berteriak memanggil Aisyah yang telah dilarikan oleh Ummi ke rumah sakit.

"Aissss!!!" seru Hanif.

Tak menyerah begitu saja, Hanif pun segera mendatangi security yang berjaga di depan pintu gedung.

"Pinjam motormu! Aku nggak bawa kunci ke sini!"

Security itu langsung memberikan kuncinya tanpa berniat bertanya macam-macam pada Bos CEO itu.

"Ini, Pak! Motornya ada di dekat situ!" tunjuk security itu.

Tanpa banyak babibu, Hanif pun langsung merampas kunci itu dari pemiliknya.

"Aku pinjam dulu, nanti kubalikin!" katanya.

"Nggak apa-apa, Pak. Pakai aja! Jangan lupa helmnya."

Sebelum menyalakan mesin motor, Hanif menyempatkan diri untuk menelepon Dian. Tak lama telepon itu pun diangkat oleh karyawati itu.

"Pak, gimana ..."

"Dian! Kamu cari tahu siapa office girl yang membawa Aisyah itu. Kamu cari nomor handphonenya, kamu telepon dia dan tanya kemana dia membawa Aisyah!" perintah Hanif.

"Baik, Pak! Tunggu sebentar, saya akan cari tahu," ujar Dian menjawab suruhan dari atasannya itu.

"Ku tunggu!"

Setelah mengatakan itu, Hanif pun langsung menyalakan mesin motor dan membawanya ke arah jalan kemana Aisyah dibawa oleh Office Girl tak dikenalnya itu.

Beberapa jauh keluar dari gedung Inanta Group, Hanif tak lagi sempat melihat kemana putrinya Aisyah dibawa oleh wanita itu. Semoga Dian segera dapat menemukannya, harapnya. Dan benar saja, tak lama panggilan telepon dari Dian pun telah menggetarkan ponselnya yang berada di dalam kantong.

"Pak, saya sudah cari tahu. Office Girl itu bernama Ummi Aida, dia ..."

"Tidak perlu kasih tau identitasnya dulu. Kamu sudah telepon dia belum? Kemana dia membawa Ais?" tanya Hanif tak sabar.

"Sudah, Pak. Saya sudah telepon. Katanya dia bawa Aisyah ke rumah sakit Rindu Ibu," jawab Dian.

****

Bersambung ...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Elia dikenal publik sebagai pria sopan yang tertutup, namun aslinya dia sosok kejam yang menjerat Ashley dalam gairah. Hubungan rahasia mereka membuat Ashley aman dari gangguan siapapun. Keadaan berubah saat Ashley mual di depan umum. Elia yang biasanya dingin justru berlutut dan membelai perutnya dengan lembut. Sang CEO pun meminta Ashley untuk meresmikan hubungan mereka di depan semua orang, serta berjanji akan memberikan segalanya demi dirinya.
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Alya terjebak dalam keputusasaan saat ibunya, Kartika, butuh biaya medis besar dan donor organ langka. Di tengah krisis ini, Niko, pengusaha kaya yang mendambakan anak, menawarkan kesepakatan menjadi ibu pengganti demi kesembuhan Kartika. Meski ragu, Alya setuju demi nyawa ibunya. Namun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, memicu dilema emosional. Saat rahasia besar terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
8.0
Tiga tahun Cathryn bersabar dalam pernikahan dingin, mengira Liam sibuk bekerja. Namun di hari duka ibunya, pengkhianatan Liam dengan adik tirinya terungkap. Cathryn pun memilih cerai meski dicemooh. Tak disangka, Liam justru berlutut memohon di bawah hujan. Saat isu rujuk beredar, Cathryn tak peduli karena kini ada taipan berkuasa yang melindunginya. Pria itu siap menghadapi siapa pun yang berani mengusik Cathryn, istri tercintanya.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Presdir Tampan
8.4
Kehidupan Niana Fradella berubah drastis setelah pertemuan tak terduga dengan pria yang menjadi jodoh sejatinya. Awalnya ia hanya berniat melarikan diri dari perjodohan paksa orang tuanya, namun takdir justru mempertemukannya dengan sosok yang jauh lebih sempurna. Meski kini ia menemukan cinta yang luar biasa, kebahagiaan Niana terancam sirna. Penyakit yang kian parah menggerogoti fisiknya, membuatnya ragu apakah ia mampu bertahan hidup lebih lama lagi.
Sampul Novel Kau Milikku
9.4
Hanna sangat membenci Will Greyson, pria angkuh yang langsung meminta kontak fisik saat pertama kali mereka bertemu. Kegilaan Will berlanjut ketika ia tiba-tiba melamar Hanna demi menjadikannya sarana terapi pribadi. Meski ditolak mentah-mentah, miliarder sombong ini tak mau menyerah begitu saja. Hanna yang geram berniat memberi pelajaran keras pada pria asing itu, sementara Will bertekad menaklukkan hati gadis yang berani menentangnya tersebut.
Sampul Novel Mantan Jadi Bos
9.4
Alula kehilangan pekerjaan tanpa pesangon karena menolak jadi istri keempat bosnya. Padahal, ia tulang punggung keluarga demi ibu dan adiknya. Lewat bantuan teman, Alula kembali bekerja, namun CEO barunya adalah mantan kekasih yang dulu ia tinggalkan tanpa alasan. Sang mantan pun memanfaatkan posisi ini untuk membalas dendam. Meski terus disakiti, Alula justru merasakan kembali benih cinta. Sanggupkah ia bertahan menghadapi dendam sang bos?