APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Balas Dendam Si Janda Mandul

Balas Dendam Si Janda Mandul

Rieta Bonanza sering dipandang sebelah mata karena statusnya sebagai janda mandul. Namun, di balik stigma tersebut, ia menyimpan bakat luar biasa yang siap ditunjukkan kepada dunia. Rieta bertekad membuktikan kekuatannya kepada keluarga mantan suaminya yang dulu kerap meremehkannya. Di tengah perjuangan itu, hadir sosok pria hebat yang berhasil meluluhkan hatinya. Akankah Rieta menemukan kebahagiaan sejati dan cinta baru meski dihantui masa lalunya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Dua orang lelaki menggunakan masker dan topi tiba-tiba turun dari motor. Rieta pun merasa ketakutan. Ia hanya bisa berdoa dan juga memegang erat tas yang sedang ia bawa tersebut karena didalamnya terdapat uang sebanyak 5 juta pemberian dari Bima.

"Siapa kalian berdua?" tanya Rieta memberanikan diri meskipun sebenarnya ia ketakutan menghadapi kedua lelaki tersebut.

"Serahkan tas yang kau pegang itu," ucap salah seorang dari mereka sambil mengeluarkan pisau lipat dari balik jaket yang ia gunakan.

"Tidak, tolong jangan ganggu aku," ucap Rieta berusaha melindungi diri dan juga mempertahankan tas yang ia bawa.

"Banyak bicara kau," ucap salah seorang dari lelaki tersebut merampas secara paksa tas yang dibawa oleh Rieta kemudian kedua lelaki tersebut pergi meninggalkan Rieta begitu saja.

"Tolong, tolong ada perampok," teriak Rieta mencari pertolongan.

Sayangnya jalanan yang dilalui Rieta sangatlah sepi malam ini, tidak ada satupun orang yang lewat. Sehingga tidak ada orang yang dapat menolong dirinya untuk mengejar perampok tersebut.

"Hiks hiks hiks, tasku."

Rieta hanya bisa menangis di tengah jalan meratapi tasnya yang diambil. Uang satu-satunya yang ia miliki dirampas oleh dua orang perampok. Sekarang ia tidak tahu harus mencari tempat tinggal gratis dimana lagi.

Rieta hanya memiliki salah seorang kenalan di kota tersebut. Tapi sayangnya tempat tinggal kenalannya tersebut sangat jauh.

"Nona, ini tas yang anda inginkan," ucap kedua orang yang tadi merampas tas milik Rieta berhenti didepan sebuah rumah.

"Kerja bagus. Ini bayaran untuk kalian berdua," ucap Saras menyerahkan amplop putih berisikan uang bayaran untuk kedua orang yang sudah berhasil mengerjakan pekerjaan mereka.

"Wah terima kasih. Senang berbisnis dengan anda Nona," ucap kedua orang tersebut segera pergi setelah menerima bayaran dari Saras.

Saras tersenyum licik. Lumayan ia bisa mendapatkan uang sebanyak 5 juta. Ia tidak akan membiarkan Rieta membawa atau menerima barang-barang berharga dari sang adik. Meskipun uang itu adalah sebuah uang kompensasi perceraian.

Air hujan mulai turun, Rieta pun berlari mencari tempat untuk berteduh karena ia tidak ingin sampai koper yang di bawanya itu basah.

Untung saja ada sebuah cafe kecil yang masih buka dan memiliki teras yang cukup luas, sehingga Rieta bisa berteduh di cafe tersebut. Hujan semakin deras, Rieta pun bingung harus berteduh dimana lagi karena malam ini hujan turun disertai oleh angin.

"Permisi Bu, mungkin Ibu bisa berteduh di dalam cafe saya saja. Kebetulan cafe saya sudah sepi oleh pengunjung dan sebentar lagi akan tutup," ucap seorang lelaki menghampiri Rieta yang mulai menggigil kedinginan.

"Terima kasih banyak. Saya cukup berteduh di teras cafe ini saja, tidak apa kok."

"Tetapi hujan malam ini sangat deras, anginnya juga sangat kencang. Ibu bisa basah kuyup jika hanya berteduh di teras cafe ini. Mari silahkan masuk saja Bu, tidak perlu membeli sesuatu di cafe ini kalau Ibu mau berteduh."

Sejujurnya Rieta takut menerima tawaran dari lelaki yang menawarkan bantuan. Tetapi jika dirinya tidak masuk ke dalam cafe, ia pasti akan basah kuyup malam ini.

Dengan terpaksa Rieta akhirnya masuk ke dalam cafe tersebut. Kemudian lelaki itu membuatkan secangkir teh hangat untuk Rieta secara gratis. Awalnya Rieta takut meminum teh tersebut, ia khawatir di dalam teh tersebut sudah dicampuri racun atau obat-obatan berbahaya.

"Jangan khawatir Bu, teh ini aman untuk Ibu minum. Saya yakin Ibu pasti kedinginan karena terkena hujan dan juga angin barusan. Saya permisi beres-beres dulu ya Bu," ucap lelaki tersebut kemudian membalikkan tulisan tutup pada pintu cafe.

"Terima kasih."

Rieta segera meneguk habis teh yang diberikan oleh lelaki tersebut tanpa sisa. Teh yang diberikan secara gratis itu benar-benar menyegarkan. Tenggorokan yang tadinya terasa kering sekarang sudah menjadi basah kembali.

Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, akhirnya hujan sudah mulai reda dan Rieta pun bisa melanjutkan perjalanannya yang entah akan pergi kemana.

"Sekali lagi terima kasih banyak Tuan. Maaf karena saya sudah merepotkan tuan malam-malam begini. Saya juga mengucapkan terima kasih karena sudah diberikan teh gratis. Maaf, saya tidak bisa membayar teh tersebut karena tas yang saya bawa dirampas oleh dua orang perampok di jalan."

"Tidak apa Bu. Oh iya tunggu sebentar," ucap lelaki tersebut mengambil dan menyerahkan uang berwarna merah sebanyak lima lembar kepada Rieta.

"Ini uang untuk Ibu gunakan. Maaf, saya hanya bisa membantu memberikan uang dengan jumlah sedikit. Semoga saja Ibu bisa terbantu dengan uang yang saya berikan ini."

"Ehh tidak perlu Tuan. Saya bukan peminta-minta. Terima kasih banyak sudah mau peduli terhadap saya. Tetapi saya tidak butuh bantuan uang dari Tuan."

"Tidak apa Bu. Uang ini tidak banyak kok, tapi ngomong-ngomong bu mau pergi kemana ya malam-malam begini membawa koper besar dan juga tas?" tanya lelaki tersebut penasaran.

"Sebenarnya saya ini juga tidak tahu ingin pergi kemana setelah ini Tuan. Saya baru saja diusir dari rumah suami saya dan kebetulan tas yang dirampok tadi ada uangnya yang dapat saya gunakan untuk mencari tempat tinggal sementara waktu," jawab Rieta tertunduk sedih.

"Astaga, kasihan sekali Ibu. Kalau begitu Ibu tinggal saja di cafe ini dulu untuk malam ini. Daripada Ibu tidur di jalanan. Itu akan sangat beresiko dan berbahaya."

"Memangnya boleh ya Tuan?" tanya Rieta tersenyum bahagia mendengar perkataan lelaki tersebut.

"Tentu saja boleh Bu. Saya kan pemilik cafe ini. Jadi saya mengizinkan ibu tinggal di cafe ini kalau ibu mau."

"Tuan yakin memperbolehkan orang asing tidur di cafe ini?"

"Iya Bu, tidak apa kok. Cafe ini kan juga ada CCTV nya, tidak ada barang-barang mahal juga. Jadi semuanya aman."

"Hiks hiks hiks. Terima kasih banyak Tuan, saya tidak tahu lagi bagaimana caranya berterima kasih kepada Tuan. Semoga saja usaha cafe Tuan ini selalu laris manis. Dan jika suatu saat saya sudah memiliki uang, saya akan membayar semua kebaikan yang sudah Tuan lakukan terhadap saya."

"Amin. Terima kasih atas doanya Bu. Kalau begitu ini kunci cafe ini. Ibu bisa langsung mengunci cafe ini setelah saya pergi. Kalau Ibu mau minum atau makan, di dalam lemari kulkas ada bahan-bahan yang bisa Ibu kelola sendiri."

"Iya Tuan, terima kasih banyak."

Rieta segera mengunci pintu cafe saat lelaki yang mengaku sebagai pemilik cafe tersebut pergi. Ia kemudian membuka lemari kulkas untuk mencari bahan makanan. Perutnya memang terasa lapar sekali karena sejak siang dirinya belum makan sama sekali.

Rieta segera menggoreng satu butir telur dan juga mengambil dua potong roti tawar. Setidaknya malam ini perutnya masih bisa diganjal oleh makanan dan minuman gratis. Rieta hanya bisa berharap bahwa lelaki yang menolongnya tersebut tidak berniat jahat terhadap dirinya.

"Sepertinya tubuh gemukku ini sedikit menguntungkan. Aku dikira ibu-ibu yang memiliki hidup yang susah. Hahaha," ucap Rieta menertawakan dirinya sendiri sambil memakan roti dan juga telur yang sudah ia goreng.

Setelah merasa kenyang, Rieta segera tidur di sebuah sofa yang terdapat di dalam cafe tersebut. Ternyata sofa yang menjadi tempat tidurnya itu sangatlah empuk, bahkan jauh lebih empuk daripada kasur miliknya di rumah Bima.

Kukuruyuk

Suara ayam berkokok membangunkan tidur Rieta. Ia pun segera bangun, membasuh muka dan menggosok gigi. Setelah itu Rieta segera mencari sapu dan juga alat-alat pembersih lainnya. Pagi ini ia berniat ingin membersihkan cafe tersebut sebagai tanda terima kasih terhadap orang yang sudah mau menolongnya memberikan tempat tinggal sementara. Karena jika tanpa bantuan lelaki pemilik cafe tersebut entah bagaimana nasib Rieta kemarin malam. Mungkin ia akan tidur di pinggir jalan dengan keadaan kedinginan.

Plukk

"Awas."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Akan Memaafkanmu
9.1
Alea diadopsi oleh pasangan konglomerat, Reynald dan Marina, sejak kecil. Namun di usia dewasa, ketenangan rumah mereka terusik saat Reynald mulai menaruh perasaan terlarang pada putri angkatnya itu. Di tengah ketidaktahuan Marina yang fokus pada terapinya, Alea merasa tertekan oleh obsesi sang ayah. Segalanya berubah saat rekaman rahasia mengungkap skandal yang mengancam keutuhan keluarga mereka. Haruskah Alea bicara atau tetap diam demi membalas budi?
Sampul Novel BERONDONG PERKASA
9.8
Danny Sasmita sering mengintip tetangga barunya, Camelia, menggunakan teropong. Suatu hari, ia bergegas menolong Camelia yang histeris karena kecoak. Namun, warga salah paham hingga memaksa mereka menikah meski terpaut usia jauh. Di tengah tekanan sosial dan tanda tanya mengenai status Camelia, mantan tunangannya muncul kembali setelah dua tahun berpisah. Kini Camelia terjebak dalam dilema antara suami mudanya atau pria dari masa lalu yang datang kembali.
Sampul Novel Derita berujung bahagia
8.3
Arini berjuang sendirian membesarkan buah hatinya di tengah kerasnya hidup. Saat sang anak telah sukses, mantan suami yang dahulu membuang mereka tiba-tiba datang menuntut harta dengan alasan hubungan darah. Kemarahan Arini memuncak melihat ketidakadilan tersebut. Di tengah konflik batin dan dendam masa lalu, Arini justru dipertemukan dengan jodoh tak terduga yang ternyata memiliki kaitan erat dengan keluarga Hakam. Akankah ia menemukan kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Edoraded Distance
9.0
Kevin dan Sekar terikat dalam pernikahan formal yang terasa hampa tanpa keintiman nyata. Meski hubungan mereka sebatas status di atas kertas, Kevin yang telah lama mencintai Sekar tak menyerah. Di tengah kehadiran keluarga Son dan Atmaja, Kevin berjuang keras meruntuhkan tembok pemisah di antara mereka. Ia bertekad meyakinkan Sekar bahwa ikatan ini adalah gerbang menuju kebahagiaan sejati, bukan sekadar kontrak belaka yang dingin tanpa perasaan.
Sampul Novel Janda Lugu
8.4
Terlilit hutang akibat ditipu, Arka melarikan diri ke kampung halaman untuk menghindari kejaran rentenir. Di sana, ibunya justru menjodohkannya dengan Nilam, janda kaya raya. Arka pun berniat menikahi Nilam demi menguras hartanya. Namun, ketulusan Nilam perlahan meluluhkan hati Arka hingga ia menyesali niat busuknya. Saat rahasia terbongkar, Nilam yang kecewa justru meminta pernikahan formalitas belaka. Mengapa sosok yang semula lugu itu berubah drastis?
Sampul Novel Janda Tengil itu adalah mantan Istriku
8.8
Larissa kini bangkit sebagai janda kaya raya yang sukses memimpin perusahaan kosmetik besar. Masa lalunya kelam akibat pengkhianatan Nando, mantan suaminya yang berselingkuh dengan Reita secara terang-terangan. Namun, roda berputar saat Nando justru ditinggal menikah oleh Reita demi pria lain. Hidup Nando dan Reita hancur hingga jatuh miskin. Ironisnya, tanpa disadari, kedua pengkhianat tersebut justru melamar pekerjaan di perusahaan milik Larissa yang kini sangat berjaya.