APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bayiku Bukan Untukmu

Bayiku Bukan Untukmu

Nayla, asisten rumah tangga yatim piatu, terjebak dalam tragedi berdarah yang menewaskan majikannya. Setelah menyelamatkan bayi sang majikan, ia bertemu Arkan, pria misterius yang menawarkan perlindungan. Arkan mengajukan kontrak pernikahan senilai satu miliar rupiah agar Nayla bersedia menjadi istri palsu sekaligus ibu bagi bayi itu. Demi masa depan si kecil, Nayla setuju. Namun, rahasia dan bahaya mengintai saat benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Malam itu hujan turun dengan deras, menimpa atap rumah besar bergaya kolonial di pinggiran kota. Petir sesekali menyambar, menyalakan cahaya kilat yang membuat bayangan pepohonan di halaman rumah terlihat seperti raksasa menari. Di dalam rumah, suasana tidak kalah mencekam.

Nayla berlari menyusuri koridor panjang dengan napas terengah, dadanya naik-turun seiring rasa panik yang tak terkendali. Ia baru saja mendengar suara letusan senjata dari arah ruang tamu. Jeritan majikannya, nyonya Ratih, masih terngiang jelas di telinganya.

"Ya Tuhan... jangan sampai..." bisik Nayla dengan suara bergetar.

Tangannya gemetar saat meraih gagang pintu kamar bayi. Dengan cepat ia mendorong pintu dan melihat seorang bayi mungil di dalam boks kayu, menangis keras ketakutan mendengar suara ribut di luar. Tanpa pikir panjang, Nayla menggendongnya.

"Shhh... tenang, Nak... tenang, aku di sini..." ucap Nayla pelan, mencoba meredam tangis sang bayi.

Namun, langkah-langkah berat terdengar mendekat. Suara pintu ditendang keras bergema dari arah ruang tengah. Nayla tahu, ia tak punya banyak waktu.

Dengan sigap, ia meraih tas bayi di sudut kamar, memasukkan beberapa popok dan botol susu, lalu menutupinya dengan kain. Ia menempelkan bayi itu ke dadanya, menahan napas, lalu berjalan cepat menuju pintu belakang rumah.

Baru saja ia melewati dapur, suara laki-laki kasar terdengar.

"Cari! Jangan biarkan ada saksi hidup!"

Tubuh Nayla langsung kaku. Ia merapat ke dinding, memeluk bayi itu erat-erat. Keringat dingin membasahi keningnya meski udara malam sangat dingin.

Langkah-langkah semakin mendekat. Ia menoleh kanan-kiri, mencari celah untuk melarikan diri. Lalu matanya tertumbuk pada pintu kecil menuju gudang penyimpanan. Tanpa pikir panjang, ia masuk ke dalam, menutup pintunya pelan, dan menahan napas.

Di dalam gelap, ia hanya bisa berdoa. "Tolong, Tuhan... lindungi bayi ini... jangan biarkan mereka menemukannya..."

Detik-detik terasa seperti jam. Suara langkah-langkah itu semakin dekat, lalu menjauh. Nayla menunggu lebih lama, baru berani bergerak. Dengan hati-hati ia keluar, berjalan menuju halaman belakang.

Namun, sebelum ia mencapai gerbang kecil, sorotan lampu senter mengenai wajahnya.

"HEI!"

Nayla terkejut. Jantungnya hampir copot. Ia berlari sekuat tenaga sambil menggendong bayi. Dari belakang, terdengar suara teriakan dan langkah kaki mengejarnya.

Di tengah hujan deras, ia terus berlari. Lumpur mengotori kakinya, napasnya semakin berat, tapi ia tak berhenti. Bayi di pelukannya kembali menangis keras.

"Ssttt... jangan, Nak... sebentar lagi kita aman..." Nayla berusaha menenangkan, meski dirinya sendiri ketakutan setengah mati.

Saat itulah, sebuah mobil hitam berhenti mendadak di ujung jalan. Lampu depan menyilaukan pandangannya. Pintu terbuka, dan seorang pria keluar. Wajahnya tegas, sorot matanya tajam meski samar diterangi hujan.

"Cepat masuk!" serunya lantang.

Nayla terdiam sejenak, ragu apakah ia harus percaya pada orang asing ini. Tapi suara teriakan para pengejar semakin dekat. Tanpa pilihan lain, ia melompat masuk ke mobil itu.

Begitu pintu ditutup, mobil melaju kencang menembus hujan. Nayla menoleh ke pria yang duduk di belakang kemudi.

"Siapa kau?" tanyanya, suaranya penuh waspada.

Pria itu hanya menoleh sebentar. "Arkan. Kau?"

"Nayla..." jawabnya singkat, masih terengah.

Arkan menatap bayi yang digendong Nayla. "Itu... anak mereka?"

Nayla mengangguk, matanya berkaca-kaca. "Aku harus melindunginya... mereka semua mati... hanya dia yang tersisa..."

Arkan terdiam cukup lama. Sorot matanya berubah, seolah ada sesuatu yang tengah dipikirkannya dalam-dalam. Mobil terus melaju meninggalkan rumah besar yang kini hanya terlihat samar dalam gelap hujan.

Malam itu menjadi awal dari sesuatu yang Nayla tak pernah bayangkan.

Keesokan paginya, Nayla terbangun di sebuah apartemen mewah di pusat kota. Ia terkejut mendapati dirinya tidur di sofa dengan bayi masih di pelukan. Di meja ada termos berisi air hangat, susu formula, dan beberapa perlengkapan bayi yang sudah disiapkan.

Saat ia masih bingung, Arkan keluar dari kamar, mengenakan kemeja rapi.

"Kau sudah bangun?" tanyanya tenang.

Nayla bangkit, berdiri kikuk. "Kenapa kau membawaku ke sini? Aku... aku tidak mengenalmu..."

Arkan duduk di kursi, menatap Nayla lekat-lekat. "Kalau semalam aku tidak menolongmu, kau mungkin sudah mati sekarang."

Nayla terdiam. Ia sadar, Arkan benar.

"Aku tidak butuh ucapan terima kasih," lanjut Arkan. "Tapi aku butuh bantuanmu."

"Hah? Bantuan?" Nayla mengerutkan kening.

Arkan bersandar ke kursinya. "Aku butuh seorang istri... setidaknya untuk sementara."

Nayla hampir menjatuhkan bayi dari gendongannya. "Apa maksudmu?! Kau orang gila, ya?"

Arkan tidak tersenyum. Tatapannya tetap serius. "Dengarkan dulu sebelum kau menolak. Aku akan membayarmu satu miliar rupiah. Kau hanya perlu berpura-pura menjadi istriku."

Nayla membeku. Kata-kata itu terasa seperti lelucon yang terlalu jauh.

"Kenapa aku?" tanyanya penuh curiga.

"Karena semalam, tanpa kau sadari, kau sudah masuk ke dalam hidupku," jawab Arkan datar. "Aku sedang berada dalam masalah besar, Nayla. Aku butuh seseorang yang bisa kupercaya untuk menjalani peran ini. Dan kau... kau terlihat tidak punya siapa-siapa. Itu artinya, kau tidak punya alasan untuk mengkhianatiku."

Nayla tercekat. Kata-kata itu menusuk hatinya. Benar, ia tidak punya siapa-siapa. Yatim piatu sejak kecil, hidupnya hanya diwarnai kerja keras sebagai pembantu rumah tangga.

Tapi menyamar jadi istri orang asing? Itu gila.

"Aku... aku tidak bisa," ucapnya pelan.

Arkan menatapnya lagi, kali ini matanya melirik bayi di pelukan Nayla. "Kau ingin melindungi anak itu, bukan? Kalau kau menolak, mereka yang memburu kalian akan menemukannya. Tapi kalau kau bersamaku, dia akan aman. Aku punya kekuatan untuk itu."

Nayla terdiam. Ia menatap bayi mungil yang masih terlelap. Hatinya remuk. Ia tidak ingin anak itu berakhir seperti nasib majikannya semalam.

"Bayi itu... dia butuh status. Butuh keluarga. Kalau tidak, siapa pun bisa mengklaimnya, merebutnya darimu."

Ucapan Arkan membuat Nayla menunduk. Benar. Seorang pembantu sepertinya, mana mungkin bisa mempertahankan hak asuh bayi seorang miliarder?

Nayla menggigit bibir. "Kalau aku setuju... apa jaminannya kau tidak akan mencelakai kami?"

Arkan berdiri, lalu berjalan pelan mendekat. Ia menatap Nayla lurus-lurus. "Aku tidak pernah menyakiti orang yang kuanggap milikku."

Entah kenapa, ada sesuatu dalam tatapan mata pria itu yang membuat Nayla percaya. Meski samar, ia merasa Arkan menyembunyikan luka besar di balik wajah dinginnya.

Akhirnya, dengan napas berat, Nayla mengangguk. "Baiklah... aku akan melakukannya. Demi bayi ini."

Senyum tipis muncul di bibir Arkan, pertama kalinya sejak mereka bertemu. "Kau membuat keputusan yang tepat."

Nayla menatapnya penuh waspada, tapi juga pasrah. Ia tahu, sejak malam berdarah itu, hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Dan benar, dalam waktu semalam, ia telah berubah dari seorang pembantu tak berarti menjadi seorang istri kontrak... sekaligus ibu bagi bayi yang baru saja ia selamatkan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Derita Seorang Gadis Desa
9.4
Alya, gadis yatim piatu lulusan SMP, nekat merantau ke kota demi membiayai neneknya yang sakit. Nasib membawanya bekerja di kediaman Ibu Ratna yang baik hati. Namun, hidupnya hancur saat Arka, putra majikannya, pulang dan merenggut kehormatannya secara paksa. Bukannya bertanggung jawab, Arka justru menghina dan mengusir Alya dengan kejam. Di tengah luka batin yang mendalam, Alya harus berjuang bangkit menghadapi kenyataan pahit demi kelangsungan hidupnya.
Sampul Novel Ditinggal Nikah Dengan Adikku
8.3
Lysandra Harrison hancur saat Vincent, mantan kekasihnya, justru melamar Amelia, adik kandungnya sendiri. Di tengah penolakan karena statusnya sebagai anak adopsi, Arthur Sterling hadir membawa pernikahan kontrak demi memenuhi wasiat kakeknya dan ambisi bisnis. Namun, rahasia identitas Lysandra yang sengaja ditutupi ayahnya terancam terbongkar. Akankah Arthur tetap bertahan saat mengetahui istri yang baru dinikahinya bukanlah putri kandung Harrison?
Sampul Novel HASRAT TERLARANG GIGOLO
8.1
Demi menghidupi tiga adik dan ibu yang sakit jiwa, Bagaskara nekad menjadi pria sewaan di usia 20 tahun. Pemuda ini terjebak dalam tawaran fantastis Arta Syakila, wanita kaya berumur 27 tahun yang bersedia membayar 500 juta hanya untuk satu malam. Meski Arta memiliki segalanya, alasan di balik keputusannya menyewa gigolo tetap misterius. Akankah Bagas bisa kembali hidup tenang, atau justru terjerat selamanya dalam rahasia kelam kehidupan sang miliarder?
Sampul Novel KANG CENDOL TERNYATA MILIARDER
8.4
Irpan sering kali dianggap sebagai pedagang cendol biasa oleh orang di sekitarnya, padahal ia menyimpan rahasia besar sebagai seorang miliarder. Pertemuan yang tidak disengaja antara dirinya dan Putri perlahan berubah menjadi ikatan takdir yang begitu indah. Namun, mampukah Irpan terus menyembunyikan status aslinya dari wanita tersebut? Akankah Putri akhirnya menyadari kekayaan luar biasa di balik sosok sederhana Irpan dalam kisah romansa penuh kejutan ini?
Sampul Novel MENGGODA MANTAN ISTRI
9.1
Alan adalah sosok suami idaman, namun sikapnya yang terlalu ramah kepada semua orang menghancurkan hati Valeria hingga ia memilih bercerai dan pindah ke London. Saat kembali ke Indonesia demi menyelamatkan bisnis ayahnya yang terancam bangkrut, Valeria justru terjebak situasi pelik. Alan muncul menawarkan bantuan finansial, tetapi dengan syarat yang merendahkan: Valeria harus menjadi kekasih gelapnya. Akankah Valeria menerima tawaran sang mantan?
Sampul Novel Menikahi Mayat Palsu CEO
7.8
Angel terjebak dalam situasi mengerikan saat dipaksa menikahi jenazah CEO muda yang rupawan. Demi melunasi hutang budi serta imbalan dua miliar rupiah bagi keluarganya, ia terpaksa menyetujui pernikahan tak lazim ini. Namun, kejutan besar menanti di balik peti mati karena sang mempelai pria ternyata masih bernapas. Bagaimana nasib Angel setelah rahasia besar ini terungkap? Ikuti kisah romansa penuh misteri ini dalam Menikahi Mayat Palsu CEO.