APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Because of Mistake

Because of Mistake

Akibat kesalahpahaman fatal, Eudora terperangkap dalam penderitaan sebagai tawanan Legolas yang haus akan balas dendam. Kehidupannya hancur dalam siksaan hingga ia merasa maut lebih baik daripada bertahan hidup. Namun, kebenaran akhirnya terkuak bahwa Eudora adalah sosok penyelamat nyawa Legolas di masa lalu. Kini, rasa benci dan kekecewaan mendalam menyelimuti hati Eudora. Akankah cinta bersemi kembali atau mereka justru terjebak menjadi musuh abadi?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sebuah tamparan mendarat di wajah Eudora sampai membuatnya pingsan. Pria itu pun menjadi tidak jadi melakukan "anu" dengan Eudora itu dan memanggil seseorang.

"Bones! Kemarilah!" teriak pria itu.

Dia mengambil anak buah yang menjadi tangan kanannya. Jika ada sesuatu yang penting untuk dikerjakan saat pria itu sedang ada urusan lain, maka Bones lah yang akan bertanggung jawab untuk menanganinya.

"Ada apa, Tuan?" tanya Bones yang sudah tiba di kamar itu.

"Kamu urus dia! Aku mau keluar!" suruh pria itu lalu beranjak dari kamar itu.

"Baik, Tuan!" jawab Bones dengan patuh.

Bones pun menghampiri Eudora yang pingsan dengan luka di dahi dan pipi yang sedikit lebam karena tamparan keras dari tuannya tadi. Bahkan baju Eudora yang dirobek oleh tuannya membuat lekuk tubuh Eudora sedikit terlihat.

"Astaga, Tuan! Bagaimana bisa aku mengurusnya kalau seperti ini?" gumam Bones yang frustrasi.

Meskipun Bones adalah seorang pria namun dia tidak bukanlah pria yang suka mempermainkan wanita. Jadi, Bones tidak bisa membantu Eudora untuk menggantikan pakaiannya dan meminta pelayan wanita untuk mengurusinya.

Setelah Eudora selesai diobati dan digantikan bajunya, Bones pun menghampiri tuannya yang berada di ruang baca. Nampak sang tuan yang tengah duduk di kursi singgasananya.

"Lapor, Tuan! Saya sudah menangani Nona!" ujar Bones.

"Bagaimana dengan mereka? Apakah mereka melakukan sesuatu?" tanya pria itu sambil terus mempertahankan pekerjaannya.

"Mereka tidak melakukan apapun, Tuan! Sepertinya mereka belum menyadarinya," jawab Bones.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruang baca pria itu. Ternyata dia adalah salah satu dari beberapa Pembantu yang ada di rumahnya.

"Ada apa?" tanya pria itu dengan dingin.

"Itu, Tuan, Nona Syailendra datang dan ingin bertemu dengan Tuan," jawab pembantu itu.

Syailendra adalah wanita yang dekat dengan pria itu selama beberapa bulan terakhir karena dia pernah menyelamatkan pria itu dari pot bunga yang hampir menjatuhi kepalanya.

Semenjak itu Syailendra sering datang mengunjungi pria itu dan mengajaknya keluar. Sebenarnya Syailendra menyukai pria itu namun sayangnya pria itu tidak menyukainya sama sekali.

"Baiklah, suruh dia menunggu di ruang tamu," ujar pria itu.

"Baik, Tuan!" jawab pembantu itu dengan patuh lalu menghampiri Syailendra.

"Bones, kau jaga wanita itu! Jangan sampai dia kabur!" suruh pria itu lalu keluar dari ruang baca.

"Baik, Tuan!" jawab Bones dengan patuh.

Bones pun keluar dari ruang baca menuju ke kamar Eudora untuk mengawasinya. Namun jika dipikirkan kembali dengan keadaan Eudora saat ini ia tak mungkin bisa keluar.

"Tangan dan kakinya diborgol dan Tuan khawatir jika dia kabur? Apakah sebenarnya wanita itu bukan manusia?!" pikiran Bones malah ke mana-mana.

Sementara itu, Eudora mulai tersadar dan matanya terbuka secara perlahan. Eudora seperti bermimpi jika dirinya ditangkap oleh orang misterius dan disiksa oleh orang yang kejam.

"Astaga!" Eudora langsung bangkit dan duduk.

Ia merasakan sakit di dahinya dan juga di wajahnya. Setelah melihat keadaan dirinya yang terikat borgol dan rasa sakit yang ia rasakan rupanya itu bukan hanya sekedar mimpi.

"Jadi, aku benar-benar diculik?" gumam Eudora yang sedih.

Eudora ingat jika pakaiannya dirobek dengan paksa oleh pria itu. Namun sekarang pakaiannya sudah ganti dan bahkan dahinya juga diperban.

"Siapa yang mengobati lukaku dan mengganti pakaianku?! Apakah aku benar-benar dinodai olehnya?!" Eudora langsung panik setengah mati.

Tetapi Eudora tidak merasakan apapun di daerah miliknya. Jadi Eudora rasa ia tidak jadi disentuh oleh pria itu. Jadi setidaknya Eudora masih aman untuk saat ini.

Eudora merasa lapar karena sejak semalam dia belum makan apapun lagi. Tetapi dengan keadaannya yang seperti ini dan perlakuan pria itu terhadap dirinya, Eudora rasa jika dia tidak akan diberi apapun untuk makan.

Eudora pun meringkuk dan menenggelamkan wajahnya di pangkuannya. Ia tidak menyangka jika kehidupannya akan berakhir di tempat seperti ini.

"Jika aku tahu kalau ini adalah saat-saat terakhirku, aku pasti akan menghabiskan waktuku dengan Kakak! Hanya Kakak orang yang sayang dan peduli padaku di dunia ini! Maafkan aku yang tidak bisa membalas budimu, Kak! Semoga kelak kita bisa bertemu di tempat yang lebih baik," cerocos Eudora yang meratapi nasibnya.

Saat Eudora mendongakkan kepalanya, kebetulan pintu kamar itu dibuka oleh seseorang. Dia adalah pembantu yang membawakan makanan untuk Eudora.

"Nona, makanlah dulu, setelah selesai letakkan saja piring kotornya di sini! Nanti aku akan mengambilnya." Pembantu itu meletakkan makanannya di atas meja di samping tempat tidur Eudora.

Setelah meletakkan makanan dan minumannya pembantu itu langsung keluar dari kamar Eudora tanpa mengatakan sepatah katapun lagi.

Eudora memperhatikan makanan yang dihidangkan untuk dirinya yang mana makanan itu nampak seperti makanan yang lezat. Hal ini benar-benar membuat Eudora tidak mengerti.

"Jika aku ini diculik dan diperlakukan tidak baik harusnya makanan yang aku terima tidak selezat ini. Tetapi kenapa justru makanannya seperti ini?" gumam Eudora yang bingung.

Namun, Eudora sangat lapar dan ingin makan jadi ia menghilangkan pemikirannya dan langsung menyantap hidangan itu. Masa bodoh dengan apa yang akan terjadi nanti asalkan perutnya bisa kenyang.

Memang agak sulit makan dengan tangan yang diborgol seperti itu. Tetapi jiwa untuk bertahan hidup sedang meningkat sehingga Eudora terus makan saja.

***

"Kak Legolas! Kamu dari mana saja?!" tanya Syailendra yang begitu senang melihat kehadiran pria itu.

Nama pria itu adalah Legolas, seorang pengusaha muda yang sukses. Usianya kini menginjak 28 tahun dan dia sudah menjadi monster bisnis di beberapa negara.

Masa lalunya cukup kelam karena orang tuanya dihabisi tepat di depan matanya oleh orang yang berdarah dingin. Karena persaingan bisnis mereka sampai menghabisi nyawa orang tua Legolas.

Karena Legolas melihat kejadian itu, dia dikurung dan disekap oleh orang yang menghabisi kedua orang tuanya. Legolas mengingat dengan jelas wajah pria itu yang menimbulkan rasa dendam mendalam.

Untungnya orang tua Legolas sudah mengantisipasi segalanya dan menyiapkan seseorang untuk menyelamatkan Legolas dan membawanya ke luar negri untuk dilatih bertahan hidup.

Sehinggalah Legolas menjadi sekarang ini. Dengan bekal pelatihan yang ia terima sejak kecil oleh orang kepercayaan ayahnya, Legolas dengan cepat tumbuh dan berkembang.

Bahkan Legolas sudah siap untuk membalaskan dendam kematian orang tuanya. Ia juga sengaja mengganti namanya untuk mengelabuhi targetnya.

"Kenapa pagi-pagi datang ke sini?" tanya Legolas dengan dingin.

Meski mereka memiliki hubungan yang lumayan baik, namun Legolas tidak mau berdekatan dengan Syailendra karena Legolas tidak suka padanya.

"Aku ingin mengajak Kak Legolas keluar! Aku dengar hari ini ada festival payung di kota! Kak Legolas mau menemani aku, kan?" bujuk Syailendra dengan wajah sok melasnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Captain's Ravenge
9.4
Arya Bimantara terpaksa meninggalkan posisinya di perbatasan Kalimantan setelah menerima berita duka yang mendadak. Aryo, saudara kembarnya, ditemukan tewas bersama istrinya tak lama setelah mereka saling berkirim pesan. Saat pulang untuk menghadiri pemakaman, Arya mencium adanya kejanggalan. Penyelidikan mandiri mengungkap bahwa pasangan itu sebenarnya dibunuh secara terencana. Kini, sang kapten harus melacak pelaku di balik tragedi berdarah ini demi membalaskan dendam keluarganya.
Sampul Novel Cinta, Pengkhianatan dan Dendam: Godaan Mantan Istri yang Tak Tertahankan
8.0
Dikhianati hingga menjadi pembunuh, Maria menceraikan James dan pergi membawa dendam. Enam tahun berselang, ia kembali bersama rival mantan suaminya dengan identitas baru yang tangguh. Meski bekerja sama dengan James hanya demi membalas sakit hatinya, Maria tidak menyadari bahwa ia justru masuk ke dalam jebakan pria itu. Di tengah pergolakan antara gairah dan niat balas dendam, mereka terjebak dalam permainan perasaan yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Kaisar Muda, Jangan Menggodaku!
8.5
Yun Xiaowen, calon ratu iblis, terjebak dalam nestapa usai bertemu Liuu Qiang Wen. Kaisar manusia berjuluk The Cyanide King itu membantai orang tua Xiaowen demi ambisi menguasai tujuh dunia. Tanpa cinta, ia menikahi Xiaowen hanya untuk memanfaatkan kelemahannya sebagai pion politik. Di tengah mimpi buruk yang seakan tak berakhir, Xiaowen meratapi nasibnya yang hancur sambil mempertanyakan apakah masih ada sisa kasih sayang di hati sang kaisar yang kejam.
Sampul Novel Kasus 21+
9.3
Konten ini khusus pembaca dewasa 21 tahun ke atas. Eva Avalon, seorang petugas kepolisian elit, kini mengemban tanggung jawab besar sebagai ketua tim khusus. Misinya adalah memberantas tuntas berbagai tindak kejahatan serta eksploitasi seksual yang merajalela. Di tengah kemajuan teknologi yang memicu beragam modus operandi baru yang licin, ikuti perjuangan hebat Eva dalam menyelidiki dan mengungkap setiap kasus rumit demi menegakkan keadilan.
Sampul Novel Obsesi saya
9.1
Mimpi seorang wanita untuk menjadi model ukuran plus hancur seketika setelah ia menjadi korban penculikan keji oleh pedagang pasar gelap. Di tengah keputusasaan, ia justru terjerat dengan pria yang memiliki obsesi ekstrem terhadapnya. Pria posesif ini bertekad menjadikannya istri dan menghalalkan segala cara demi memilikinya seutuhnya. Kini ia terjepit dalam dilema besar: haruskah ia menyerah pada keadaan atau berjuang meloloskan diri dari cengkeraman maut sang pria?
Sampul Novel Pembalasan Dendamnya, Hidupnya yang Hancur
9.1
Dunia forensik adalah hidupku, namun saat putraku tewas, sistem justru melindungi pembunuhnya. Jaksa Budi Santoso menolak bukti pembunuhan dariku dan menyebutnya bunuh diri. Demi keadilan, aku menculik putrinya, Dinda, lalu menyiksa gadis itu secara live di depan publik. Meski Dr. Gunawan dan Amanda mencoba memanipulasi mentalku dengan surat wasiat palsu, aku menemukan kode rahasia di sana. Putraku minta tolong. Kini, dendamku takkan berhenti meski aparat mengepungku.