APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bekas Pacar ( Indonesia )

Bekas Pacar ( Indonesia )

Zetaya Diajeng Jayanti menutup rapat hatinya setelah dikhianati cinta masa lalu dan gagal membina rumah tangga. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Andaru Ansel Bratadikara, mantan kekasih masa SMA yang juga berstatus duda. Meski Zeta berusaha menolak mentah-mentah, Daru terus mengusik hidupnya dengan kenangan manis dan godaan yang intens. Di tengah kebencian dan trauma, akankah Zeta luluh pada rayuan Daru atau tetap teguh menghindari luka lama?
Bab
Bagikan

Bab 1

*"Maaf, no comment ya."

Zeta menghentikan kunyahannya saat mendengar suara itu. Suara seseorang yang pernah singgah di hatinya.

Tapi itu dulu...

Dulu sekali, saat pertama kali Zeta mengenal apa itu cinta.

Sekarang, hanya mendengar nama pria itu saja, Zeta pasti sudah kegerahan.

*"Apakah Anda akan kembali bersama Rebecca Wiryawan?"

*"Bagaimana dengan pernyataan cinta Rebecca Wiryawan yang mengatakan masih mencintai Anda?"

*"Tidakkah Anda ingin kembali bersama dengan Mantan Istri Anda?"

*"Maaf, ada hal penting yang harus saya kerjakan. Terima kasih."

Zeta menatap senyum menawan yang keluar dari bibir pria itu, pria yang dikejar-kejar wartawan karena pernyataan cinta mantan istrinya beberapa hari yang lalu di depan media, Rebecca Wiryawan, yang adalah salah satu top model di negara ini. Pria itu terlihat berjalan dengan gagahnya menuju sebuah mobil mewah. Pakaian formal yang dipakainya saat ini, membuat penampilan Andaru Ansel Bratadikara lebih dari kata sempurna. Apalagi wajahnya yang tampan luar biasa, yang selalu jadi perbincangan berbagai media.

*"Sepertinya jika dilihat dari reaksi Andaru Ansel Bratadikara, tidak akan ada kata rujuk di antara dirinya dan Rebecca Wiryawan. P—"

Klik!

Zeta segera mematikan televisinya yang tadi menyiarkan acara infotainment, lalu melempar asal remote televisi itu ke atas sofa panjang yang saat ini dia duduki. Wajah wanita dua puluh tujuh tahun ini langsung terlihat masam. Tangannya segera sibuk menutup wadah beling berisi keripik kentang yang tadi dimakannya, lalu meletakkannya ke atas meja di depannya.

Zeta meraih ponselnya, lalu mulai berselancar di dunia maya. Tak berapa lama, Zeta sudah asyik membaca salah satu artikel yang entah mengapa menarik perhatiannya walaupun hatinya enggan.

*"Saya berharap kami dapat kembali seperti dulu. Apalagi Evan sudah mulai besar, dan sudah bertanya kenapa kami tidak tinggal bersama."

*Setelah bercerai lebih dari tiga tahun, Rebecca Wiryawan membuat pernyataan yang mengejutkan media. Wanita itu berharap dapat kembali bersama dengan Andaru Ansel Bratadikara, sang CEO stasiun televisi swasta LION TV.

*Tapi sepertinya keinginan itu tidak akan terwujud, mengingat Andaru selalu saja enggan membicarakan hubungannya dan Rebecca Wiryawan.

"Dasar sok ganteng! Dia gak mikirin anaknya kali ya?! Punya mantan istri secantik Rebecca, bukannya bersyukur diajak balikan, malah sok jual mahal! Cowok berengsek gitu tuh, habis manis sepah dibuang!" omel Zeta seolah berbicara pada orang lain. Padahal di ruangan ini hanya ada dirinya sendiri. Wanita ini melempar asal ponselnya, yang langsung tergeletak tak jauh dari remote televisi yang sebelumnya dia lempar.

Wanita ini mengedarkan pandangan, sampai matanya berhenti pada sebuah foto. Bibirnya tersenyum kecut melihat fotonya sendiri yang sedang memakai seragam SMA. Pikirannya melayang pada kejadian hampir sepuluh tahun yang lalu, tepat saat dia berusia tujuh belas tahun.

Kejadian yang tak bisa dilupakannya sampai sekarang.

*Flashback On*

"A-apa? Pu-putus?" tanya seorang gadis dengan jantung berdetak kencang.

Seorang pemuda berusia delapan belas tahun menganggukkan kepala mantap. Wajahnya datar tanpa ekspresi apa pun.

"Kenapa?"

>"Aku kayaknya gak bisa lagi hubungan jarak jauh kayak gini."

"Tapi kamu kemarin-kemarin bilang kalau kita pasti sanggup jalanin ini semua!"

>"Maaf..." Pemuda ini menunduk dalam, tanpa sanggup menatap layar ponselnya lagi yang saat ini sedang melangsungkan panggilan video dengan sang gadis.

"Hiks... ka-kamu udah punya... pa-pacar baru di sana?" tanya sang gadis dengan suara bergetar.

Hening beberapa saat, sang gadis masih menatap pemuda yang betah menunduk itu lewat layar ponselnya.

>"Maaf, Aya..."

Gadis yang dipanggil Aya oleh si pemuda mencoba menahan isakan yang terus mencoba untuk keluar. Jawaban sang kekasih, bukan, calon mantan kekasihnya, membuat hatinya hancur berkeping-keping.

Jarak dan waktu yang mampu mereka lalui baru beberapa bulan ini ternyata hanya sampai di sini saja. Kesetiaan kekasihnya sepertinya sedang teruji. Dan ternyata, pemuda itu tergoda oleh cinta lain di sana, di negara orang, tempat si pemuda menuntut ilmu.

Jalinan kasih yang berjalan dari sejak Aya duduk di bangku kelas satu SMA, sepertinya harus kandas saat ini juga. Padahal masih segar di ingatan, bagaimana kakak kelas beda satu tingkat dengannya itu menyatakan cinta. Pemuda itu malu-malu menyatakan cinta di perpustakaan sekolah mereka, karena mereka sering bertemu di sana sebelumnya, dan menimbulkan ketertarikan satu sama lain. Tapi kini, si pemuda pemalu itu malah membuatnya patah hati.

"Hiks... ak-aku sekarang lagi ulang tahun yang ke tujuh belas... dan... dan... hiks... ternyata aku... dapat kado terburuk... sepanjang hidup aku, Ansel..." ucap Aya terbata di sela isakannya yang tak bisa lagi ditahan gadis ini. Sementara itu, pemuda yang dipanggil Ansel masih betah menunduk. Sepertinya Ansel tak mampu memperlihatkan wajahnya.

"Kamu... yang yakinin aku kalau... kalau hubungan kita akan selamanya... tapi... hiks... kamu juga yang menghancurkan... keyakinan itu! Hiks... hiks... a-aku benci kamu... A-aku berharap... kita gak pernah ketemu lagi... hiks..." Aya berusaha menekan isakannya, lalu kembali bersuara. "Seperti yang... kamu mau, hubungan kita... cukup sampai di sini... Selamat tinggal, Ansel..." Setelah mengatakan hal itu, sang gadis langsung mematikan sambungan video-nya.

Gadis ini menangis sejadi-jadinya di dalam kamar. Namun dengan menutup mulutnya dengan bantal agar keluarganya tak curiga.

"Kamu berengsek, Ansel! Aku benci kamu!! Hiks... Benci!!!" bisik Aya tajam di sela isakan yang terus lolos dari mulutnya.

Di dalam hati, Aya benar-benar berharap tidak akan bertemu lagi dengan Ansel... Andaru Ansel... Sang cinta pertama. Kekasih yang beberapa menit yang lalu berubah status menjadi mantan...

*Flashback off*

"Mama!"

Zeta tersadar dari lamunan, lalu segera menghapus air mata yang dengan kurang ajarnya keluar setiap kali wanita ini mengingat kejadian di hari itu, saat terakhir kali dirinya berhubungan dengan Andaru. Ya, Andaru Ansel Bratadikara. Pria yang tadi dilihatnya di layar televisi adalah mantan kekasih berengseknya. Pria pertama yang membuat Zeta merasakan apa itu jatuh cinta dan patah hati.

Zeta memasang senyum semringah saat seorang bocah perempuan berlari ke arahnya. Wanita ini merentangkan tangan siap menyambut tubuh mungil itu, yang kini sudah ada di dalam pelukannya secepat kilat. Zeta mengusap sayang punggung bocah perempuan ini, lalu mencium puncak kepalanya sayang.

Sang bocah mengurai pelukannya, lalu langsung saja menyusupkan tubuhnya untuk masuk ke dalam pangkuan Zeta, dengan tubuh depan berhadapan dengan wanita ini.

Zeta masih memasang senyum lembut, lalu mengusap sayang rambut panjang bocah yang ada di pangkuannya ini.

"Misha tadi ke mana aja sama Ayah?"

"Akuh makan ayam gorreeeng besaar, Ma... Terrus aku main lemparrr bolaa... Terrus Ayah ajak akuh…”

Bocah perempuan ini terus saja bercerita kegiatannya hari ini bersama sang ayah. Zeta sesekali tertawa melihat ekspresi lucu yang dikeluarkan sang bocah saat bercerita.

Misha Purwadiningrat... Anaknya...

Zeta bersyukur atas kehadiran Misha di hidupnya. Anak yang saat ini berusia lima tahun itu, adalah cahaya di kehidupannya.

Walaupun Zeta sudah berpisah dengan Fahri Purwadiningrat, yang dua tahun yang lalu resmi bercerai dengannya, tapi Misha tak kekurangan kasih sayang dari mereka berdua selaku orang tua anak ini.

"Misha, ayah pulang ya."

Zeta langsung menggendong sang anak menuju ke arah seorang pria yang berjalan ke arah mereka. Setelah mereka berhadapan, pria ini langsung mencium pipi Misha, lalu mengusap sayang puncak kepala sang anak. Pandangan pria ini beralih ke arah Zeta.

"Saya pulang ya."

"Iya, Mas Fahri. Hati-hati di jalan."

Sang pria menganggukkan kepala sambil tersenyum lembut, lalu berubah tersenyum geli saat pandangannya kembali ke arah sang anak yang sudah menempelkan kepalanya di ceruk leher Zeta. Mata sang anak sudah hampir menutup.

"Kayaknya dia capek banget," bisik Zeta yang ikut tersenyum geli, karena melihat mata Misha yang sebentar lagi benar-benar tertutup sempurna.

"Dia tidak berhenti main sejak siang tadi," balas Fahri mengingat kebersamaannya dengan sang anak seharian ini. Memang setelah berpisah dengan Zeta, Fahri selalu menyempatkan diri menghabiskan waktu bersama sang anak minimal dua kali dalam satu minggu, dan melakukan panggilan video setidaknya satu kali sehari. Sehingga membuat hubungannya dan sang anak berjalan sangat lancar walaupun tak tinggal satu rumah lagi.

Zeta dan Fahri ingin anak mereka tetap mendapatkan kasih sayang yang berlimpah walaupun mereka sudah tidak bersama.

"Ya sudah, saya pulang dulu ya," ucap Fahri kembali. Pria ini kembali mencium pipi anaknya, lalu setelah itu berbalik untuk pulang.

Zeta memperhatikan punggung mantan suaminya, lalu menghela napas berat. Pandangannya beralih ke arah wajah sang anak yang benar-benar sudah tertidur pulas.

Zeta mengusap sayang pipi sang anak. "Misha harus ingat, mama dan Ayah gak akan buat Misha jadi anak broken home, Sayang... Mama sayang banget sama Misha..." bisik Zeta lirih dengan mata berkaca-kaca. Wanita ini memeluk erat tubuh anaknya yang saat ini menggeliat, lalu mengecup puncak kepala sang anak. "Tidur nyenyak ya, Nak..."

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Sang Primadona
9.6
Setiap malam, Lucy menyamar sebagai Rose, primadona klub malam yang menggoda namun tetap menjaga kesuciannya meski ditawar mahal. Reputasinya menarik perhatian Rookie, seorang playboy yang terobsesi menaklukkan wanita yang belum pernah menolaknya itu. Namun, pertemuan mereka justru mengungkap rahasia masa lalu yang rumit. Kini, keduanya terjebak antara pilihan untuk merajut kembali cinta lama yang tertunda atau merelakan perasaan demi menjalani hidup masing-masing.
Sampul Novel Gadis Imigran
8.8
Iris Barcova terpaksa menjalani kehidupan kelam sebagai PSK demi membiayai ayah dan adiknya. Di tengah keputusasaan, seorang pria misterius keturunan mafia menawarkan pernikahan kontrak sebagai solusi medis bagi ayahnya. Meski ada dokter tulus yang mencintainya, Iris justru terjebak dalam dilema hati. Namun, kenyataan pahit mulai terungkap bahwa pria yang ia anggap penyelamat mungkin adalah dalang di balik segala tragedi dan kesialan yang menimpa hidupnya selama ini.
Sampul Novel Istri Yang Dicampakkan Menjadi Sultan
8.9
Lima tahun membina rumah tangga, Alia justru dikhianati Farhan yang meminta cerai demi wanita lain setelah pulang merantau. Meski hancur, Alia bertekad bangkit dan menyembuhkan luka hatinya sendirian. Saat hidupnya mulai membaik dan kesuksesan datang menghampiri, Farhan tiba-tiba muncul kembali. Mantan suaminya itu berusaha merayu dan menawarkan kenyamanan agar mereka bisa rujuk. Kini, Alia harus memilih antara ketenangan hidupnya atau kembali pada masa lalu.
Sampul Novel One Night Stand
9.8
Seo Inha tak menyangka liburan solonya di Bali berujung pada malam tak terduga bersama Lee Yeon, pewaris kaya yang sedang patah hati. Akibat salah minum ramuan dan mabuk, Inha masuk ke kamar Yeon hingga ia hamil. Yeon memutuskan menikahi Inha demi tanggung jawab meski tanpa cinta. Di tengah pernikahan kontrak mereka, perhatian Yeon mulai tumbuh, namun mantan kekasihnya mendadak kembali untuk merebut posisinya. Akankah Inha bertahan saat masa lalu Yeon datang mengganggu?
Sampul Novel Pelangi di Ujung Senja
9.5
Dunia ini tidak menawarkan kesempurnaan, begitu pun kisah cinta Reza dan Arini. Meski Reza adalah pria pertama yang menyentuh hatinya, Arini harus menghadapi kenyataan pahit tentang pengorbanan. Mencintai berarti siap merelakan, bahkan saat perasaan itu terasa seperti fatamorgana. Di tengah peliknya asmara, bayang-bayang Maya masih menghantui hubungan mereka. Mampukah Arini menjadi pelabuhan terakhir bagi Reza, ataukah ia hanya akan menjadi penonton setia di ujung senja?
Sampul Novel Pesona Duda Manja
8.8
Dikhianati sang istri justru memicu Rizaldi Takki bangkit mandiri. Berbekal kecerdasan teknologi, ia sukses memikat investor global hingga menjadi pengusaha ternama. Namun, saat luka hatinya mulai pulih, Rizaldi terjebak dilema rumit. Mantan istrinya mendadak minta rujuk, sosok wanita baik hati berubah drastis, sementara gadis sederhana justru menolak dinikahi. Di balik kesuksesannya, mampukah sang duda menghadapi kerumitan cinta dan sifat manja dalam dirinya?