APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CEO Dingin Pemikat Hati

CEO Dingin Pemikat Hati

Shintia berjuang memulai hidup baru pasca putus dari Arya. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali saat Arya muncul sebagai CEO di kantornya. Meski cinta Shintia bersemi lagi, Arya justru menyimpan kebencian mendalam dan sering bersikap kasar. Keadaan kian rumit akibat kesalahpahaman masa lalu dan skandal Shintia dengan Felix yang memicu kemarahan Arya. Mampukah Shintia meluluhkan hati Arya dengan mengungkap alasan tragis perpisahan mereka dua tahun lalu?
Bab
Bagikan

Bab 1

Jakarta, 14 Maret 2022

"Oh, ya ampun. Gue telat!" 

Seorang gadis bertubuh molek menyibak selimut, dia loncat dari tempat tidur. 

"Aduh, sakit," pekiknya dengan meringis, karena tergesa dia menabrak kursi  nakas. "Dasar kayu bodoh, beraninya nabrak gue!" omelnya dengan memukul meja itu. "Anjir malah tangan gue yang sakit," gerutunya kesal.  Lalu  dia  berlari pergi ke kamar mandi. Gadis ceroboh itu, bernama  Shintia. Dia bekerja di perusahaan terbesar di Indonesia. Acsimid company. 

***

"Telat lagi, lo? Gak mandi lagi?" Belum sempat Sintia mendaratkan bokongnya di kursi kerjanya sang teman sudah menyambutnya dengan ocehan.

"Ya gitu deh." Shintia mengangkat bahu, acuh tak acuh. 

"Astaga, Shin!" Nola menepuk jidatnya. "Elu tau kan, hari ini akan datang CEO baru. Anak-anak yang lain dandan abis-abisan. Eh, elu malah nggak mandi. Parah lo ya." Nola menggeleng lemah. 

"Terus gue peduli gitu?"

"Ya mau sampai kapan elu terus seperti ini. Move on dong. Semua udah berakhir dan coba deh elu memulai hidup baru. Buka hati agar dapat pengganti. Ya, kali aja kalau elu dandan sekarang tuh CEO baru suka sama elu gitu." 

Shintia mengorek kupingnya yang terasa gatal dia sudah bosan mendengar ceramah sahabatnya Nola. Meminta dia move on, menjodohkan, menyuruh berdandan agar banyak pria yang suka. Namun, semua itu dianggap angin lalu. Bagi Shintia hanya ada satu cinta meskipun pria yang sangat dicintai berada di masa lalu tapi semua tak bisa mengurangi perasaannya yang dalam.    

"Shin! Elu dengar gue kan!" Nola kesal karena diabaikan. Namun, Shintia tak menjawab. Dia menyimpan tas di loker dan menggeser kursi kerja,  menekan tombol monitor. 

"Eh, vangke. Elu denger gue kan?" Nola mendorong bahu Shintia. 

"Iya, bawel!" 

"Terus kenapa gue diabaikan?" 

"Ya elu, gue baru datang bukan disuguhi kopi malah dimarahi. Nih ya, mau gue mandi atau kagak tetap aja cantik, yang penting kan wangi." 

"Iya yang suka banyak tapi elunya gak mau mulu percuma!" 

"Udah gak usah bahas aneh-aneh. Sekarang buruan bikinin gue kopi."

"Gue buatin lu kopi?" Nola menunjuk dirinya dengan jari. 

"Iya. Sana gih," jawab Shintia. 

"Ogaaaah!" tolak Nola. 

"Kalau nggak mau berbaik hati sama gue, sekarang elu  kerja sono!  Jangan ngoceh mulu,  dimarahi Pak Felix, nangis kejer lo."

 "Gak usah rusak mood gue dengan bawa-bawa nama si tua itu pagi-pagi deh." 

"Jangan gitu sama pacar, Nol," goda Shintia. 

"Bacot lu!" Nola melempar bolpoin ke arah temannya. Bukan marah Shintia justru tertawa geli melihat wajah temannya yang kesal. 

Suasana menjadi hening dalam beberapa saat, mereka sibuk memeriksa laporan pengeluaran barang dari operator gudang. Kening Shintia mengerut, dia mencondongkan tubuhnya ke depan monitor memastikan penglihatannya tidak salah. 

"Napa lo, Shin?" tanya Noli. 

Shintia tak menjawab, dia masih fokus dengan semua laporan yang ada di layar monitor. Tangannya dengan lincah menekan  mouse, membuka setiap file. Nola menyadari itu. Dia menyodorkan sebuah buku agenda pada Shintia. 

"Shin, lo lihat ini deh." 

"Apa sih? Gue lagi pusing nih," jawabnya  tanpa menoleh. 

"Gue tahu, makanya elu lihat dulu buku ini." 

Bukan menjawab Shintia justru berbicara sendiri. "Perasaan gue kasih rincian harga nggak gini deh, kok sekarang beda ya? Apa gue lupa?" 

"Nah, Lo pasti aneh kan? Makanya lihat buku ini juga." Nola melemparkan agenda itu ke atas meja Shintia. Gadis cantik dan molek itu menerima buku itu. 

"Kenapa?" 

"Lo lihat catatan pengambilan material Eva 10, deh." 

"Iya. Kenapa dengan Eva 10?" 

"Lu perhatikan, disini catatan operator saat mengambil material Eva 10 di siang hari. Satu operator 6 bag. Dan, lu lihat saat sif malam, satu operator ngabisin 10 bag. Aneh gak sih?" Jari Nola menunjuk sebuah catatan pengambilan barang yang tertulis di buku. 

"Lembur kali dia? Atau mungkin mesin mereka lancar. Jadi dapat banyak barang, otomatis ngabisin material banyak kan?" 

"Gue udah selidiki ini. Gue  lihat laporan wip. Semua barang yang  dihasilkan di bawah target. Lalu kemana material mereka?"

"Banyak reject kali. Coba cek laporan Q.C." 

"Normal.  Gue udah email leader QC. Gue juga udah nanya  manager maintenance dan gak ada mesin rusak yang mengakibatkan banyak reject.  Gue tanya admin produksi, target mereka normal. Antara sif satu dan sif dua pendapatan setara."

Mendengar penjelasan Nola Shintia mengetuk-ngetuk jari di atas meja "Harusnya mereka sama-sama ambil enam kan? Lalu empat lagi ke mana? Siapa yang ambil material saat malam? Dan, elu udah tanya penjaga gudang sif malam?" cecar Shintia. 

"Gak masuk dia. Katanya semalam izin. Pak Satpam yang ambil."

"Hah! Kok bisa? Bahaya ini sih? Kita bisa dituduh curang."

"Kita harus segera urus ini. Daripada kita kena masalah. Lo tahu gak, CEO baru akan memecat siapa pun yang main curang."

"Lah kita nggak curang, Nol."

"Terus semua bukti ngarah ke divisi kita."

"Kalau gitu, coba hubungi Pak Felix."

"Justru gue curiga dia ada di balik ini dan kita jadi kambing hitamnya."

Shintia tak menjawab, dia membolak-balik buku data pengambilan barang manual, kemudian dia mencocokkan dengan yang ada di layar. Shintia melempar buku itu ke meja kerja dan menyandarkan tubuhnya di kursi. Dia  memijat pelipisnya dengan menghembuskan napas lelah. 

"Gue udah beberapa kali bilang hal ini ke Pak Felix. Tapi dia bilang banyak reject dan alasan lainnya yang masuk akal. Hingga kemarin  gue baru selidiki semua pada masing-masing departemen inilah hasilnya," lanjut Noli. 

"Gue juga masih pusing, gue lihat rincian harga barang yang diorder. Semua tidak masuk akal. Satu gunting aja harganya lima juta."

"Apa?" Mata Noli terbelalak. 

"Lo nulis harga segitu? Parah lo korupsi ya?" 

"Elu nyangka gitu kan? Apalagi orang lain?" keluh Shintia. 

"Jangan bilang ini dilakukan Pak Felix?" 

Shintia mengangguk. "Gue harus gimana sekarang?" 

"Harusnya kita curiga saat Pak Felix minta kita untuk liburan dan ambil cuti secara bersamaan," sesal Nola. Shintia hanya mengangguk. Mereka menoleh saling bertatapan dan menghembuskan napas kasar. 

"Nah, elu coba cek agenda dan struk belanja yang ada di dokumen manual. Itu jadi bukti."

"Elu lupa, semua berkas ada di ruangan Pak Felix?" 

"Anjirlah tuh orang." Shintia mengusap wajah dengan kasar. 

"Dengan cara apa pun kita harus ambil berkas itu, Nol," ucap Shintia bersemangat. Tapi kemudian dia menghembuskan napas lelah, "tapi gue bingung caranya gimana?" 

"Elu goda dia aja, kasih deh tuh bongkahan gunung lu yang besar, pasti dia kasih apa yang lo mau," cicit Noli dan mendapat pukulan keras di kepala. 

Ketukan pintu kaca menghentikan ocehan kotor Nola. Keduanya tampak pucat saat seseorang meminta mereka untuk segera bersiap-siap, karena hari ini sang CEO baru akan datang. 

"Mati kita, Shin."

Shintia tak mengindahkan ucapan Nola. Dia segera beranjak tanpa merapikan setelah kerjanya. Berbeda dengan Nola yang tiba-tiba  sibuk merapikan riasan. Padahal tadi Nola tampak suram. 

"Elu kenapa dah? Buruan ayo!" 

"Kali aja Pak CEO maafin gue karena lihat muka gue yang cantik." 

Shintia hanya merotasikan mata, jengah, bisa-bisanya dalam kondisi seperti ini gadis itu masih sempat-sempatnya dandan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Rahasia Sang Presdir
8.2
Hidup Ariana hancur setelah dikhianati ibu tirinya hingga ia terpaksa menjadi ibu pengganti bagi seorang miliarder dingin. Setelah persalinan, pria itu secara kejam merampas bayinya demi menghindari ikatan pernikahan. Namun, takdir berkata lain saat waktu mulai mengikis kebekuan hati sang presdir. Di balik luka dan pemisahan paksa, benih cinta yang tak terduga justru tumbuh perlahan di antara mereka, mengubah dendam menjadi perasaan yang hangat.
Sampul Novel Asisten Pribadi CEO yang Terlalu Mempesona
8.2
Demi membalas budi sahabat yang membiayai pengobatan anaknya, Wilona Anastasia bertahan menjadi asisten Marten Dewangga Yanuardi. Meski Marten adalah CEO muda yang arogan dan keras kepala, pesona Wilona perlahan melunakkan sifat kekanakannya hingga ia terobsesi pada asistennya itu. Namun, sebuah rahasia besar membayangi hubungan mereka yang kian intens. Akankah cinta Marten tetap bertahan saat mengetahui bahwa Wilona sebenarnya adalah seorang janda beranak satu?
Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim ibunya untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski dididik menjadi wanita berpendidikan, Terryn justru diperlakukan bak pembantu oleh Deva, putra bungsu Imelda yang dingin dan angkuh. Konflik memuncak hingga sebuah peristiwa besar memaksa mereka menikah atas keinginan Imelda. Terryn yang mencintai Deva harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya tetap tak acuh. Namun, saat Deva mulai luluh, Terryn justru pergi menjauh darinya.
Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian
8.2
Setelah diusir dari Keluarga Wilton, Gerald harus menjalani hidup penuh kemiskinan selama lima belas tahun. Nasibnya kian terpuruk saat ia dicap sebagai menantu tidak berguna dan diceraikan oleh Clarisa setelah dua tahun mereka membina rumah tangga. Namun, siapa sangka bahwa perpisahan pahit tersebut justru menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Inilah awal dari babak baru perjalanan Gerald yang penuh kejutan setelah statusnya sebagai suami berakhir.
Sampul Novel Jerat Cinta Sang Casanova
8.9
Hidup Aileen Maharani hancur seketika saat dikhianati kekasihnya dan kehilangan kesucian oleh pria asing dalam satu malam. Berharap memulai lembaran baru di Jakarta, ia justru terjebak obsesi Kendrick Adelard. Sang miliarder arogan itu mengklaim Aileen sebagai miliknya dan menuntut pertanggungjawaban atas insiden tak sengaja mereka. Kini, Aileen dihadapkan pada pilihan sulit: melarikan diri dari sang Casanova atau menerima tawaran menjadi wanita simpanannya.
Sampul Novel KANG CENDOL TERNYATA MILIARDER
8.4
Irpan sering kali dianggap sebagai pedagang cendol biasa oleh orang di sekitarnya, padahal ia menyimpan rahasia besar sebagai seorang miliarder. Pertemuan yang tidak disengaja antara dirinya dan Putri perlahan berubah menjadi ikatan takdir yang begitu indah. Namun, mampukah Irpan terus menyembunyikan status aslinya dari wanita tersebut? Akankah Putri akhirnya menyadari kekayaan luar biasa di balik sosok sederhana Irpan dalam kisah romansa penuh kejutan ini?