APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU

CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU

Delia, mahasiswi sederhana, terjerat asmara dengan Arkan, sang pewaris konglomerat. Namun, kebahagiaan itu sirna saat tunangan Arkan muncul dan mempermalukan Delia. Sikap Arkan yang diam membisu meninggalkan luka dalam. Empat tahun berselang, takdir membawa Arkan kembali sebagai CEO di kantor baru Delia. Di tengah bayang masa lalu, Delia harus memilih antara mengundurkan diri, bertahan, atau menuntut balas atas rasa sakitnya yang belum usai.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hari ini orientasi Fakultas di Gedung C. aku bertemu dengan teman-temanku yang beda jurusan dan asyik mengobrol di belakang.

Tiba-tiba aku disuruh maju ke depan dan dihukum untuk kesalahan yang mengada-ada. Hukumannya aneh pula. Idih males banget cium tangan orang songong. Mending aku gigit aja telunjuknya, lalu berlari keluar, menuju musholla karena sudah masuk waktu ashar.

Selesai Shalat, ponselku berdenting, ternyata pesan dari Barata, pacarku sejak SMA, katanya ingin mengobrol lewat telepon.

Aku pamit pulang duluan, teman-temanku masih ada acara dengan jurusannya masing-masing. Dengan kecepatan sedang, aku mengendarai motor menuju rumah kontrakan kami yang terletak di sebuah perumahan agak jauh dari kampus.

Rumah kontrakan itu mungil, terdiri dari dua kamar tidur, dan kutinggali bersama tiga teman sekampus: Reni, Nani, dan Sinta. Ruang tamunya kami ubah menjadi ruang kerja bersama, lengkap dengan satu PC, printer, dan dua meja belajar.

Ruang makan kami kadang-kadang juga difungsikan untuk ruang belajar.

Meski sederhana, rumah ini cukup nyaman untuk ukuran mahasiswa: ada empat spring bed tunggal tanpa dipan, lemari kecil masing-masing orang, kompor gas, kulkas, AC, dan mesin cuci dua tabung.

Sewa bulanannya Rp2 juta, dibagi berempat, jauh lebih hemat dibandingkan kos ber ac dengan kamar mandi di dalam, hanya untuk sendiri dengan harga yang sama.

Sesampainya di rumah, aku langsung masuk kamar, menyalakan AC, dan merebahkan diri di kasur. Sambil menunggu telepon dari Barata, aku memandangi langit-langit kamar, membiarkan pikiranku melayang. Ada perasaan tidak nyaman yang entah dari mana datangnya sore ini.

Tak lama, ponselku berdering.

"Assalamualaikum, Delia. Apa kabar?" Suara Barata terdengar hangat seperti biasa.

"Waalaikumsalam, Alhamdulillah, baik. Akang gimana? Bandung dingin, ya?" sahutku mencoba ceria.

"Iya, dingin banget," jawabnya singkat. Lalu tanpa banyak basa-basi, ia berkata, "Del, akang mau ngomong. Kita putus, ya."

Aku diam membeku, rasanya seperti tersambar petir.

"Kenapa, Kang? Delia salah apa?" tanyaku dengan suara bergetar, berusaha menahan tangis.

"Enggak salah apa-apa. Akang cuma... Akang gak mau pacaran lagi. Akang maunya nanti langsung nikah, kalau sudah kerja. Akang janji bakal datang melamar Delia," katanya tenang.

Aku menggigit bibir, menahan sesak yang mulai memenuhi dada. Air mata menggenang di mataku.

"Akang pasti udah ketemu gadis Bandung yang cantik-cantik, kan? Udahlah, terserah. Delia juga udah ketemu yang lebih ganteng di sini," balasku cepat, lebih karena sakit hati.

Tanpa menunggu jawaban, aku langsung memutuskan sambungan telepon. Dengan tangan gemetar, aku memblokir semua akun Barata di WhatsApp dan media sosial. Ponselku kulempar ke samping, lalu aku membiarkan tubuhku larut dalam tangis.

Aku menangis lama, sendirian di kamar itu, seolah dunia runtuh di hadapanku. Semua cita-cita, harapan, dan janji manis yang kami ukir bersama sejak SMA, kini hancur berantakan.

Entah berapa lama aku menangis hingga akhirnya tertidur. Saat terbangun, kulihat teman-temanku sudah mengelilingiku dengan wajah penuh kekhawatiran.

"Kamu kenapa, Del? Gara-gara Arkan ya? Makanya jangan bikin masalah sama dia. , Del." kata Sinta, yang memang paling dewasa di antara kami.

Aku buru-buru menggeleng, meski mataku masih sembab.

"Bukan karena cowok songong itu aku nangis," sahutku membela diri, suaraku serak.

"Terus kenapa? Sampai sesegukan begitu," tanya Nani, duduk di pinggir tempat tidurku.

"Barata ngajak putus," ujarku lirih. Air mata kembali mengalir.

"Lha, kenapa? Tiba-tiba?" tanya Reni, heran.

"Gak jelas. Katanya mau serius, gak mau pacaran lagi. Tapi aku yakin sih, dia udah nemu cewek baru di Bandung," jawabku, mencoba terdengar kuat.

Reni menghela napas panjang. "Kirain gara-gara Arkan. Dengar ya, Del, jangan bikin masalah sama Arkan. Dia cucu konglomerat Bimasakti. Banyak orang yang berusaha dekat sama dia, siapa tahu bisa gampang dapat kerja, atau malah... nikah sekalian," katanya setengah bercanda, setengah serius.

"Idih! Gak mau, ah! Baik-baik aja males, apalagi deket-deket cowok songong begitu," gerutuku.

"Nanti kamu susah cari kerja, Del. Katanya mau bantuin Umi sama Abah?" tambah Sinta, mencoba menasehati.

"Kerja gak harus lewat dia. Rezeki dari Allah, bukan dari manusia!" jawabku keras kepala.

Mereka hanya diam, mungkin malas berdebat dengan aku yang masih emosional.

"Yuk, shalat. Udah Maghrib. Habis itu makan malam. Besok kuliah pagi, lho," ujar Nani mengalihkan suasana.

Aku mengangguk pelan, mencoba menata hatiku.

Keesokan harinya, aku kembali berangkat kuliah. Meski tinggal serumah, kami berempat berbeda jurusan, walaupun di fakultas yang sama. Jadi masing-masing membawa motor sendiri.

Setelah memarkir motorku dengan hati-hati, memastikan stang terkunci, aku setengah berlari menuju Gedung C. Hari ini ada kuliah umum, dan aku tak mau lagi kebagian kursi belakang seperti pekan lalu.

Aku sengaja datang lebih awal supaya bisa duduk di barisan depan. Namun, baru sampai di depan gedung, langkahku terhenti.

Di sana, berdiri si Songong - Arkan - bersama beberapa teman cowoknya. Melihatku, dia langsung menghadang jalanku dengan santai.

"Delia, urusanmu belum selesai sama aku," katanya sambil menatapku penuh tantangan.

Aku berusaha menghindar, menunduk, lalu mempercepat langkah. Tapi dengan sigap, Arkan menghadang jalanku.

"Mau kabur? Gak semudah itu," katanya, terkekeh kecil.

Aku mendengus kesal. "Mau kuliah, kan? Aku juga." kataku datar.

"Ya, tapi ada syarat," katanya, memasang senyum licik.

Aku menarik napas panjang, mencoba bersabar. "Mau apa lagi sih?"

Arkan menyeringai puas. "Jawab pertanyaanku. Kalau kamu bisa jawab, kamu boleh lewat. Kalau tidak, kamu harus menerima hukumanku."

"Terserah," sahutku malas.

"Siap?"

Aku hanya mengangguk pasrah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos Posesifku
9.5
Richard Lewis awalnya meremehkan Viola, sekretaris barunya yang cantik namun ternyata sangat cerdas dan tangguh. Terpikat oleh pesonanya, Richard berupaya keras memenangkan hati Viola meski sang wanita masih menutup diri akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Lewat sikap posesif dan aturan ketat, Richard mencoba membuktikan kesungguhannya. Namun, Viola tetap bergeming. Akankah Richard berhasil meluluhkan Viola di tengah persaingan dengan dua pria lainnya?
Sampul Novel Diculik Untuk Menjadi Ibu
9.2
Alina Daryanov adalah wanita karier ambisius yang hidup tanpa cinta. Usai kecelakaan tragis saat badai, ia terbangun di samping Ivan Vasiliev, konglomerat yang menjadikannya istri kedua. Alina ternyata diculik untuk menjadi ibu pengganti bagi pasangan kaya yang putus asa. Kini ia terjebak dalam pernikahan kontrak yang penuh manipulasi dan rahasia gelap. Alina harus memilih: tunduk pada tekanan hidup baru atau berjuang melawan permainan besar demi kebebasannya.
Sampul Novel Dikhianati Suami, Diremehkan Mertua
9.1
Tujuh tahun lamanya Alena bersembunyi demi melindungi putranya dari jangkauan Keluarga Whitmore. Namun, ketenangannya hancur saat ia diculik dan dibawa ke kastil tua yang terisolasi. Di sana, Dorian Whitmore sang mantan suami menuduhnya menyembunyikan anak laki-laki lain. Alena bersikeras bahwa ia hanya melahirkan Julian Ezra Callahan, sementara kembaran Julian telah tiada saat persalinan. Kini, ia harus menghadapi konfrontasi dingin Dorian di tengah misteri masa lalu.
Sampul Novel Ditinggal Nikah Dengan Adikku
8.3
Lysandra Harrison hancur saat Vincent, mantan kekasihnya, justru melamar Amelia, adik kandungnya sendiri. Di tengah penolakan karena statusnya sebagai anak adopsi, Arthur Sterling hadir membawa pernikahan kontrak demi memenuhi wasiat kakeknya dan ambisi bisnis. Namun, rahasia identitas Lysandra yang sengaja ditutupi ayahnya terancam terbongkar. Akankah Arthur tetap bertahan saat mengetahui istri yang baru dinikahinya bukanlah putri kandung Harrison?
Sampul Novel Dosen Killerku Ternyata CEO
7.9
Demi masa depan putrinya, Surya Dinata menjodohkan Alzena dengan Emilio Cullen, dosen berdarah campuran yang terpaut usia lima belas tahun lebih tua. Alzena terjebak dilema karena ia telah memiliki kekasih bernama Jody. Di balik sosoknya yang tegas, Emilio ternyata seorang CEO pewaris takhta kekayaan yang menyembunyikan identitas aslinya. Akankah Alzena memilih cinta sejatinya, atau justru terjerat dalam rahasia besar suaminya yang tak pernah jujur?
Sampul Novel Jatuh Cinta Dengan CEO Duda
7.8
Pasca perceraian yang menyakitkan, Dimas tumbuh menjadi pengusaha dingin hingga ia bertemu Sinta. Sekretaris barunya yang penuh keceriaan itu perlahan mencairkan hatinya yang beku. Sinta bahkan menjalin ikatan emosional dengan Arya, putra Dimas yang selama ini merasa kesepian. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh, mantan istri Dimas datang kembali untuk mengusik ketenangan mereka. Akankah cinta mereka cukup kuat untuk menghadapi gangguan masa lalu tersebut?