APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Belum Berakhir

Cinta Belum Berakhir

Lima tahun berlalu sejak Kanaya pergi tanpa pamit demi pernikahan pilihan orang tua, namun takdir justru mempertemukan kembali dirinya dengan Haitsam. Kini, Haitsam terjebak dalam tugas sulit membimbing Kanaya mengelola perusahaan milik ayah mertua wanita itu. Meski cintanya belum padam, Haitsam harus menekan perasaannya demi menjaga amanah sang atasan. Akankah rahasia masa lalu mereka terbongkar di hadapan suami Kanaya? Inilah dilema hati yang penuh risiko.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ramdan memarkirkan roda empatnya di parkiran kantor milik sang ayah. Ia tak datang sendiri. Ada istri tercinta yang senantiasa mendampingi.

"Sebenarnya yang ditunjuk buat nerusin perusahaan Ayah, Mas aja, kan? Aku nggak ikut-ikutan?" tanya Kanaya sembari memerhatikan suaminya melepas sabuk pengaman.

"Nanti biar Ayah aja yang nyampein. Memangnya kenapa, sih, kalau kamu ikut terjun mengurusi usaha Ayah? Kamu keberatan?" Ramdan balik bertanya.

"Aku ngerasa nggak pantes aja, Mas. Takutnya, nanti perusahaan bakalan bangkrut karena punya pemimpin yang nggak berpengalaman kayak aku." Wanita yang mengenakan belted top berwarna peach itu merasa minder saja dengan kemampuannya.

"Udah, nggak perlu minder gitu. Kamu pasti bisa, kok. Ayah nggak akan ngelepasin kamu gitu aja. Mending kita langsung temui Ayah, ya. Ayo turun," ajak Ramdan. Ia lalu membuka pintu mobil, kemudian menghampiri sang istri yang kini baru saja keluar dari mobilnya.

Pria dengan kemeja berwarna hitam itu lantas menggandeng tangan sang istri. Mereka lalu berjalan beriringan memasuki badan kantor. Beberapa karyawan WIRA GROUP yang melihat kehadiran anak beserta menantu pemilik perusahaan itu, lantas menyapa dengan hormat, dan tak lupa memberi senyum teramah.

"Siang Pak Ramdan, Bu Naya."

"Siang." Ramdan dan Kanaya pun membalas sapaan para karyawan dengan ramah pula.

Ada satu karyawan kantor yang ditugaskan untuk menyambut kedatangan putra beserta menantu Harry Ekawira tersebut. Pegawai pria itu langsung menyambut kedatangan Ramdan dan Kanaya dengan hangat. Kemudian mengantarkan mereka ke ruangan Harry. Karena di sana Harry telah menunggu.

"Bapak Harry sudah menunggu di dalam, Pak," kata pegawai tersebut ketika baru saja sampai mengantarkan Ramdan dan Kanaya ke depan ruangan Harry.

"Terimakasih banyak, Pak," jawab Ramdan.

Karyawan tersebut membalas dengan seulas senyum tipis. Kemudian meminta izin untuk undur diri dari hadapan Ramdan dan juga Kanaya.

Ada seorang wanita berusia empat puluh tahunan yang baru saja keluar dari ruangan Harry. Wanita tersebut lantas menyambut kedatangan Ramdan dan Kanaya dengan senyum ramahnya.

"Selamat siang, Pak Ramdan dan juga Bu Kanaya. Pak Harry sudah menunggu di dalam," kata Lany yang merupakan sekretaris Harry.

"Siang, Bu Lany. Akh, perkenalkan ini istri saya. Bu Lany sering dengar tentang istri saya, tapi baru kali ini bisa bertemu, kan? Gimana, Bu, istri saya cantik, kan, Bu?" tanya Ramdan meminta pendapat.

"Bu Kanaya jelas sangat cantik, Pak. Pak Ramdan memang tidak salah memilih seorang istri," gurau Lany.

"Jangan berlebihan begitu dong, Bu, mujinya. Semua wanita terlahir cantik, kok, Bu." Kanaya merasa sungkan dengan pujian yang dilontarkan oleh Lany.

"Kalau begitu kami permisi masuk dulu ya, Bu." Ramdan mengambil alih menyudahi obrolan. Ia kemudian mengetuk pintu ruangan sang ayah.

Saat mendengar instruksi 'masuk' dari ayahnya, Ramdan lantas menekan gagang pintu kemudian membuka pintu tersebut.

"Siang, Yah," sapa Kanaya ramah pada bapak mertuanya.

"Akh, hai, siang, Nak. Ayah sudah menunggu kalian dari tadi." Harry lantas menutup laptopnya. Perhatiannya langsung beralih pada anak dan juga menantunya.

Baik Ramdan dan Kanaya bergantian mencium punggung tangan Harry. Mereka lalu duduk di sofa empuk yang sudah tersedia di seberang meja kerja Harry.

"Kalian sudah makan siang, hem?" tanya Harry berbasa-basi pada anak dan juga menantunya.

"Udah, Yah, tadi sebelum datang ke sini." Kanaya mengambil alih untuk menjawab.

"Ayah senang, kalian bersedia datang ke sini, dan yang paling membuat ayah makin senang, Kanaya bersedia jadi penerus perusahaan ini," ungkap Harry penuh haru.

"Yah, kami pasti senantiasa akan membantu mengurus perusahaan Ayah. Mohon maaf, Ramdan dan Naya jarang mengunjungi Ayah. Ramdan terlalu sibuk dengan perusahaan kita yang di Jakarta. Naya pun selama ini sibuk dengan kuliahnya di luar negeri. Tapi untuk sekarang, Naya selaku perwakilan dari Ramdan, akan senantiasa ada di samping Ayah. Kebetulan Naya udah menyelesaikan pendidikan S2-nya. Jadi sekarang Naya bisa benar-benar fokus mengelola perusahaan ini," tutur Ramdan panjang lebar.

"Oh, tidak masalah, Nak. Ayah pun mengerti dengan keasibukanmu. Oh iya, Nay, kamu sudah siap jadi orang kantoran, kan, sekarang?" tanya Harry dengan nada bergurau.

Kanaya mengulas senyum gugup. Ia sebenarnya belum sekali pun terjun ke dunia perkantoran.

"Naya siap, Yah. Naya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu Ayah."

"Duh, ayah terharu sekali memiliki menantu sepertimu. Tapi kami tenang saja, Nak, ayah tidak akan melepaskan kamu begitu saja. Nanti asisten pribadi sama sekretaris ayah akan membantu kamu selama bekerja di sini. Nanti ayah akan kenalkan kamu dengan mereka," sambung Harry.

"Kalau sama sekretaris Ayah, tadi Naya udah kenalan kok, Yah, di depan. Tinggal sama asisten Ayah aja. Ke mana perginya soulmate-nya Ayah? Masa jam kerja begini masih keluyuran?" Ramdan sudah biasa menyebut Haitsam sebagai soulmate ayahnya, karena hubungan mereka berdua sangat kompak dan tentunya dekat.

"Paling dia lagi ngopi sebentar di pantry, Ram. Dia kan kalau siang-siang belum ngopi, katanya kurang semangat gitu, Ram. Nah, itu sepertinya dia. Masuk." Harry memerintahkan seseorang yang baru saja mengetuk pintu ruangannya untuk bergegas masuk.

"Nah, ini dia orangnya. Sudah selesai ngopinya, Sam? Ini ada yang ingin berkenalan dengan kamu," ucap Harry begitu Haitsam masuk.

Ramdan dan Kanaya refleks menoleh ke belakang. Ramdan menyambut kedatangan Haitsam dengan senyum simpul. Namun, berbeda dengan Kanaya. Wanita itu menatap seorang pria dengan kemeja abu-abu yang tengah melangkah menghampirinya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Kenapa wajah pria itu begitu mirip dengan Iam-nya? Bedanya, pria yang detik ini berada di depan Kanaya tersebut tampak terlihat lebih tampan dan dewasa.

Tak jauh berbeda dengan Haitsam. Di balik wajahnya yang tenang, dalam hati ia tengah bertanya-tanya. Apakah ini seperti mimpi? Ia tiba-tiba dipertemukan lagi dengan seorang wanita yang sangat mirip dengan orang di masa lalunya.

"Siang, Sam." Ramdan menyapa terlebih dahulu.

"S-siang, Pak Ramdan." Haitsam membalas menyapa meski ia merasa sangat gugup saat ini. Tak lupa, ia pun membungkukkan badan sebagai tanda hormat. Ujung matanya tak sengaja bertemu dengan tatapan mata Kanaya.

'Benar-benar mirip,' batin Haitsam.

"Sam, perkenalkan, ini Kanaya. Selama kamu bekerja di sini, kamu pasti belum pernah bertemu dengan menantu saya yang paling cantik, kan?" Harry memperkenalkan Kanaya pada asisten pribadinya.

Haitsam menatap Kanaya makin dalam. Sesaat, rasa nyeri menjalar pada hatinya. Tadinya, Haitsam sebatas mengira kalau wajah wanita itu hanya sekadar mirip dengan kekasihnya yang dulu. Namun, saat tahu nama mereka berdua sama, Haitsam semakin yakin, Kanaya menantu Harry adalah Yaya(nama panggilan sayang Haitsam pada Kanaya dulu).

Yaya atau Kanaya adalah wanita yang sudah membuat hidup Haitsam rapuh selama lima tahun terakhir ini.

Haitsam mencoba bersikap seprofesional mungkin. Ia lalu membungkukkan badan di hadapan Kanaya sebagai tanda hormat. Tak lupa, senyum simpul senantiasa ia suguhkan pada wanita yang setiap detik ia nanti kabarnya.

"Selamat siang, Bu Kanaya."

Bibir Kanaya bergetar. Dadanya bergemuruh hebat. Bagaimana bisa, seorang kekasih yang dulu sudah ia campakkan, kini malah hadir kembali sebagai asisten pribadi ayah mertuanya? Apa yang kiranya sedang Tuhan rencanakan untuknya?

"Jadi, Nay, Haitsam ini yang nantinya akan membantu dan membimbing kamu selama mengurus perusahaan. Haitsam ini orang kepercayaan ayah di perusahaan." Harry memberi tahu soal tugas Haitsam di sini pada menantunya.

"Oh, begitu ya, Yah? Semoga bisa bekerja sama dengan baik, ya," sahut Kanaya basa-basi. Ia lalu menunduk kemudian menautkan kedua tangannya. Detik ini telapak tangannya terasa dingin dingin dan bergetar.

Posisi Haitsam saat ini tengah berdiri di samping atasannya. Ia tampak dengan saksama mendengarkan percakapan antara Harry dan Ramdan. Sesekali ia curi-curi pandang ke arah Kanaya. Wanita itu terlihat masih menunduk dan diam.

Haitsam dan Kanaya memilih menjadi pendengar setia. Mereka berdua sama sekali tidak ada mood untuk ikut terjun bercengkerama dengan Harry dan Ramdan. Mereka tengah bertengkar dalam kebisuan. Bertanya-tanya dalam hati, kenapa keduanya harus dipertemukan kembali dengan cara seperti ini?

Sedari dulu, Haitsam hanya tahu Kanaya menikah dengan pria kaya. Ia sama sekali tidak menduga kalau pria kaya tersebut adalah Ramdan. Dan, dalam kondisi seperti ini, apakah Haitsam masih pantas mengharapkan Kanaya kembali? Sedangkan, ayah mertua Kanaya adalah orang yang sangat Haitsam hormati. Ia tidak ingin menjadi pengkhianatan untuk Harry. Namun, Haitsam pun tak mau memungkiri, kalau dirinya masih sangat mencintai Kanaya. Bahkan, sedari dulu rasa cinta itu tak pernah berkurang sedikit pun pada Kanaya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Pernikahan Kontrak Satu Bulan
9.2
Kayana adalah wanita karier yang sangat menghindari komitmen asmara. Namun, desakan sang ayah memaksanya menyewa Dirza, seorang pria miskin, untuk menjadi suami bayaran. Kayana merancang kesepakatan pernikahan singkat yang hanya berlangsung satu minggu hingga satu bulan saja. Meski Dirza merasa bersalah karena mempermainkan kesakralan janji suci, Kayana tetap teguh pada rencananya. Mengapa ia lebih memilih pria sederhana dibandingkan pria kaya sebagai pasangannya?
Sampul Novel CINTA DARI MASA LALU
9.5
Kehidupan Luwina hancur setelah ayahnya terseret korupsi. Terjebak di negeri asing tanpa harta, ia diselamatkan oleh Reyhan, pria yang mengaku sebagai kakak tirinya. Namun, kepulangannya ke tanah air justru memicu konflik baru. Luwina bertemu kembali dengan Hardin Putra Surawijaya, pria yang dulu menghancurkannya hingga hamil. Ironisnya, Hardin adalah sahabat Reyhan sekaligus suami dari Katrina, mantan kekasih kakaknya tersebut.
Sampul Novel HOT LITTLE WIFE
9.6
Jelita, gadis yang sering dihina di sekolah, terkejut saat dijodohkan dengan Kenzo Putra Bagaskara tepat di hari kelulusannya. Kenzo adalah pria yang jauh lebih tua dan ternyata sudah berkeluarga. Kemalangan Jelita memuncak saat ia menyadari statusnya hanyalah istri kedua di hari pernikahan mereka. Pukulan paling berat datang ketika ia mengetahui bahwa istri pertama Kenzo adalah adiknya sendiri. Kini, ia terjebak dalam drama rumah tangga yang rumit dan penuh luka.
Sampul Novel Ibu Mertuaku Mengusirku
9.1
Hidup Anjani hancur setelah divonis mandul. Ia dibuang oleh Bagas, suaminya, yang justru memilih menikahi Sinta, adik tiri Anjani sendiri. Di tengah luka pengkhianatan itu, Anjani dipaksa menikahi seorang pria lumpuh demi melunasi tumpukan utang ayahnya. Terjepit di antara nasib malang dan tekanan keluarga, mampukah Anjani bertahan? Akankah ia menerima pernikahan barunya atau memilih melarikan diri demi membalaskan dendam pada Bagas dan Sinta?
Sampul Novel Kumpulan Cerita Dewasa
9.1
Hadirkan kumpulan narasi romansa dewasa yang dikhususkan bagi pembaca berusia dua puluh satu tahun ke atas. Serial ini mengeksplorasi dinamika hubungan modern yang penuh gairah melalui berbagai skenario emosional yang mendalam. Setiap bab menyajikan kisah unik yang menyoroti sisi intim dan kompleksitas interaksi antar manusia di era kontemporer. Nikmati jalinan cerita yang berfokus pada kedewasaan karakter dalam menghadapi cinta dan hasrat yang membara.
Sampul Novel Lelaki Yang Tak Terlihat Kaya
9.8
Gerald Crawford tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah drastis dalam semalam. Selama ini, ia mengira keluarganya hanyalah pekerja biasa di luar negeri. Namun, sebuah pengakuan mengejutkan dari orang tua dan saudara perempuannya mengungkap identitas aslinya. Gerald ternyata adalah pewaris takhta kekayaan bernilai triliunan dolar. Kini, sang pemuda harus menghadapi realita baru sebagai keturunan konglomerat yang selama ini tersembunyi.